JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Kehilangan lagi


__ADS_3

Semenjak Bahri mengetahui istri nya hamil,ia pun semakin perhatian, apa pun yang di butuhkan istri nya ia penuhi, segala perlengkapan bayi pun sudah Bahri beli dan siap kan,ia juga menjadi suami yang super siaga, semakin bulan perut istri nya semakin membesar,beruntung Humairah seorang istri yang pengertian dan paham dengan keadaan suaminya,ia pun tak terlalu repot dengan kehamilan nya, dan tak banyak meminta.


"Dek,apa kamu ingin makan sesuatu?" tanya Bahri sambil mengusap perut Humairah yang sudah semakin besar, karena usia kandungan nya sudah 9 bulan dan tinggal menunggu hari kelahiran anak mereka, Bahri pun sudah ijin kepada bos haji Dulah untuk cuti dulu bekerja di kapal, hingga sampai anak mereka lahir.


"Tidak ada mas, roti yang mas beli kan tadi saja belum ke makan,masa mas mau beli makanan lagi sih"sahut Humairah sambil tersenyum.


"Ya... siapa tau kan, adek mau makan yang lain"ucap Bahri sambil tersenyum dan mencubit gemas pipi Humairah yang semakin tempem.


"Gak ada mas, soal nya saya masih kenyang" sahut Humairah.


"Beneran..?"tanya Bahri,sambil menatap lembut istrinya.


"Beneran mas"sahut Humairah sambil terkekeh.


"Ya sudah, nanti kalau kamu mau apa, bilang sama mas ya"ucap Bahri, Humairah pun langsung tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


Satu minggu pun berlalu,hingga sampai lah waktu kelahiran anak mereka, Humairah merasa kan sakit dan mules di perut nya, semakin lama semakin terasa sakit,ia pun memberi tahu kan hal itu kepada Bahri, dengan sigap Bahri segera memanggil bidan untuk membantu istri nya, dengan penuh perjuangan dan rasa sakit yang luar biasa, akhirnya Humairah berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik dan putih, Bahri pun merasa sangat bersyukur dan bahagia melihat putri nya, dengan penuh kasih sayang Bahri mengusap lembut air mata dan keringat istri nya yang masih bercucuran setelah berjuang.


"Alhamdulillah ya Allah...Terima kasih dek, kamu sudah berjuang keras demi melahirkan anak kita,kamu adalah seorang ibu yang hebat, mas sangat bersyukur dan bahagia"ucap Bahri sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala istri nya,hati nya begitu bahagia, karena sekarang ia sudah menjadi seorang Ayah, Humairah pun hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya pelan,sebab tubuhnya saat ini masih terasa lemas dan tak bertenaga.


Selesai di bersihkan, bayi nya pun langsung di serahkan kepada Bahri, dengan hati yang sangat bahagia Bahri menyambut dan menggendong putri nya,ia pun dengan segera langsung meng azan kan putri nya.


"Alhamdulillah ya Allah"batin Humairah merasa bersyukur dan bahagia,ia pun meneteskan air mata nya, sambil memandang suami dan anak nya.


Semua orang menyambut gembira atas kelahiran putri pertama Bahri dan Humairah.


"Umi..!ayo siap-siap sekarang, kita akan segera menjenguk Humairah dan cucu kita yang baru lahir"ucap kyai gembira.


"Humairah sudah melahirkan bah?"tanya umi terkejut.


"Iya,baru saja Bahri mengabari Abah,kata nya Humairah sudah melahirkan"sahut kyai sambil tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah...umi senang mendengar nya, kalau begitu tunggu sebentar ya bah,umi ganti baju dulu"ucap umi lalu segera buru-buru ke kamar.


"Iya,jangan lama-lama ya mi, Abah sudah tidak sabar mau menggendong cucu baru"sahut Abah.


"Iya bah"sahut umi sambil tertawa.

__ADS_1


*


*


*


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam"


"Abah..umi,"ucap Bahri sambil menyalimi tangan mertuanya.


"Mana cucu baru Abah? laki-laki atau perempuan?"tanya kyai antusias merasa tidak sabar ingin segera melihat cucu nya.


"Abah ini"ucap umi sambil menepuk pelan lengan kyai,dan geleng-geleng kepala saja melihat tingkah kyai, sedang kan kyai hanya terkekeh mendengar nya.


"Ada di kamar bah, Alhamdulillah bayi nya perempuan,mari masuk bah"ajak Bahri sambil tersenyum.


"Alhamdulillah"ucap kyai dan umi, mereka pun segera masuk ke kamar untuk melihat keadaan putri dan cucu mereka.


"Bagai mana keadaan mu nak?"tanya umi.


"Alhamdulillah,baik umi"sahut Humairah sambil menyalimi tangan kedua orang tua nya.


"Alhamdulillah,ini umi bawa kan bubur dan telor rebus untuk mu"ucap umi.


"Terima kasih umi"ucap Humairah,umi pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Sini umi gendong cucu umi"ucap umi, Humairah pun segera menyerahkan bayi nya ke dalam gendongan umi.


"Masya Allah..umi,cucu kita sangat cantik"ucap kyai sambil tersenyum lebar.


"Iya bah, kulit nya putih dan rambut nya juga tebal"sahut umi gembira sambil menggendong cucu nya.


"Apa kalian sudah menyiapkan nama putri kalian?" tanya kyai.


"Sudah bah, insya Allah rencana saya akan menamai nya dengan nama Laila Mufidah bah" sahut Bahri, kyai pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


Hari ini adalah hari pertama Bahri dan Humairah menjadi orang tua, setelah kyai dan umi pamit, mereka berdua sama-sama mengurus dan merawat bayi mereka, Bahri pun dengan sigap mengambil alih pekerjaan mencuci dan memasak.


Keesokan hari, Humairah kebingungan dengan bayi nya yang tidak mau menyusu.


"Mas, putri kita kenapa ya?kok tidak mau di susui dan badan nya juga terasa panas mas" ucap Humairah merasa panik dan khawatir, mendengar ucapan istri nya Bahri pun segera menyentuh tubuh putri nya.


"Iya dek,kamu benar,badan putri kita sangat panas"sahut Bahri.


"Bagai mana ini mas?dari tadi juga dia tidak mau di susui"ucap Humairah.


"Sebaiknya kita bawa saja ke poskesmas dek" sahut Bahri, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.


Namun baru saja mereka hendak bersiap-siap, tiba-tiba bayi mereka mengalami kejang-kejang, melihat bayi nya seperti itu Humairah pun langsung terkejut dan panik.


"Mas...! bayi kita kenapa?"tanya Humairah panik, Bahri pun tak kalah paniknya juga.


"Ayo dek, cepat kita bawa putri segera ke poskesmas"sahut Bahri,dan langsung bergegas membawa istri dan anak nya ke poskesmas.


"Dokter..! dokter.. tolong anak saya dok"pinta Bahri, sambil tergesa-gesa.


Dokter pun dengan segera memeriksa bayi Bahri dan Humairah.


"Bagai mana anak saya dok?"tanya Bahri penuh harap,ia begitu cemas dengan keadaan putri nya.


"Maaf pak,bayi bapak tidak sempat tertolong, seperti nya bayi bapak sudah meninggal waktu di perjalanan menuju ke mari"sahut dokter,merasa sedih.


Mendengar bayi nya meninggal Bahri pun langsung terduduk lemas, sungguh ia merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh dokter tadi, sedang kan Humairah hanya bisa menangis,melihat putri yang baru 2 hari di lahir kan nya,kini sudah terbujur kaku tidak bernyawa lagi.


"Ya Allah.. sungguh cobaan mu begitu berat,rasa nya baru saja kehilangan nenek, dan sekarang harus kehilangan anak yang baru saja lahir"batin Bahri, sambil meneteskan air mata nya.


Kesedihan Bahri dan Humairah pun ikut di rasakan oleh para tetangga dan keluarga, hanya dukungan dan semangat yang bisa mereka berikan, setelah di mandi kan,dan di sholat kan, bayi Bahri dan Humairah pun di makam kan di dekat makam nenek Idah, air mata Humairah pun tak henti-henti nya mengalir, melihat putri nya di makam kan,hati ibu mana yang tak hancur, melihat putri yang ia sayangi kini sudah tiada.


...****************...


(Sampai sini dulu ya, soal nya suasana hati author jadi ikut sedih juga 😭)


Jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaa ❤️

__ADS_1


__ADS_2