JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Dalang kejahatan


__ADS_3

Humairah meminta ijin pada umi nya, untuk pergi ke kota Banjarmasin menyusul suami nya, sebenarnya umi merasa berat hati melepas dan membiarkan Humairah bersama anak-anak nya yang masih kecil-kecil pergi ke jauh,namun ia tak bisa melarang karena hak sepenuhnya ada pada suaminya Humairah.


"Umi.. Humairah pamit berangkat dulu ya"ucap Humairah sambil menyalami tangan umi nya dengan takzim,ia berharap mendapatkan keberkahan dari tangan seorang ibu yang selalu berdo'a kepada Allah.


"Iya nak, hati-hati di jalan,dan baik-baik lah di kota orang,juga.. jangan lupa selalu beri kabar pada umi"ucap umi sambil menangis dan memeluk putri nya,ia tak bisa membendung rasa sedih nya harus berpisah jauh dengan putri nya.


"Inggih umi, Humairah akan selalu ingat pesan umi"sahut Humairah sambil menangis,ia dan anak-anak nya pun segera naik ke mobil taksi yang akan membawa nya bertemu dengan suaminya.


Mobil pun segera berangkat, sambil mengusap air mata nya, Humairah pun melambaikan tangan nya pada umi dan adik-adik nya.


*


*


Di rumah Diana.


"Dek, apa kamu sudah meminta maaf pada ka Humairah"tanya Rahmat, sambil menyantap makanan yang di hidangkan oleh istri nya.


Deg.


Diana terkejut mendengar nya,ia takut jika ketahuan oleh suaminya bahwa ia belum meminta maaf pada Humairah, pasalnya setelah kejadian itu ia sama sekali belum menemui kakak ipar nya itu,dan ia juga gengsi kalau harus meminta maaf terlebih dahulu.


"Emm..sudah mas...iya sudah kemaren"sahut Diana berbohong,ia takut jujur pada suaminya, karena pasti suami nya itu akan langsung memarahinya lagi.


"Bagus lah,oiya...tadi mas liat, rumah di belakang sepi dan gelap, apa kak Humairah tidak ada di rumah...?"tanya Rahmat yang tidak tahu jika Humairah berangkat ke Banjarmasin.


"Tadi Diana liat,kak Humairah bawa tas besar dan di jemput sama adiknya mas, seperti nya kak Humairah akan menginap di rumah orang tua nya deh"sahut Diana yang sama juga tidak tau.


"Oh...begitu"ucap Rahmat yang percaya saja pada istri nya.


*


*


*


Di Banjarmasin.


"Maaf Fikri, kerugian durian milik mu, untuk sementara saya bayar 3 juta dulu,dan untuk sisa nya insya Allah setelah istri saya datang" ucap Bahri merasa tidak enak, Fikri pun tersenyum melihat kegigihan dan kejujuran Bahri.


Setelah mendengar semua cerita musibah yang di alami Bahri, Fikri pun sangat salut melihat tanggung jawab Bahri yang tidak lepas tangan dengan kejadian kemarin.


"Bahri... melihat kejujuran dan tanggung jawab mu,saya yakin suatu saat nanti kamu pasti akan menjadi seorang yang sukses"ucap Fikri sambil menepuk pundak Bahri.


"Bahri,kamu tidak perlu mengganti semua kerugian yang telah orang lain curi,dan kamu simpan saja uang ini untuk keperluan mu dan juga istri anak mu, saya sudah mengikhlas kan nya "ucap Fikri sambil tersenyum, Bahri pun sangat terkejut mendengar nya.

__ADS_1


"Subhanallah, sungguh kamu orang yang sangat baik Fikri, saya sangat bersyukur bertemu dengan mu"ucap Bahri merasa sangat bersyukur dan senang sekali,ia pun langsung memeluk teman masa kecil nya itu.


"Sama-sama Bahri, justru saya lah yang sangat beruntung dan bersyukur bisa bertemu dengan mu, banyak sekali pelajaran tentang kebaikan yang bisa saya tiru dari mu"sahut Fikri sambil membalas pelukan Bahri.


"Saya harap kita akan terus berteman baik seperti ini "ucap Fikri, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Oya...jam berapa kamu menjemput istri dan anak-anak mu ke terminal?"tanya Fikri, Bahri pun melirik jam tangannya.


"Seperti nya sekarang juga saya harus ke terminal"sahut Bahri.


"Ok.. kalau begitu bawa buah durian ini untuk istri dan anak mu,dan sampai kan salam saya pada mereka"ucap Fikri sambil memberikan 3 biji buah durian untuk Bahri bawa.


"Terima kasih Fikri"ucap Bahri merasa sangat bahagia, Fikri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


Di saat Bahri menuju terminal,di jalan ia mendengar suara teriakan seseorang minta tolong, Bahri pun segera menghampiri arah teriakan itu,ternyata dari kejauhan ia melihat ada seseorang yang berusaha mencuri tas milik pengendara mobil yang sedang terparkir di dekat pelabuhan.


Pencuri itu pun berhasil merampas tas milik pengendara mobil itu dan langsung berlari ke arah Bahri berada, beruntung Bahri sempat berlindung dan bersembunyi, ketika pencuri itu sudah hampir dekat Bahri pun langsung menghalangi nya dengan kayu,naas pencuri itu langsung saja terjatuh dan tersungkur.


Aaggghhh...!


Pencuri itu merintih kesakitan,Bahri pun mempunyai kesempatan untuk menangkap nya, dengan cepat Bahri langsung mengunci kedua tangannya kebelakang dan menindih nya.


"Kembalikan tas yang sudah kamu curi"ucap Bahri.


Aaggghhh..! teriak nya merasa sakit.


Bahri dan pencuri itu sama-sama terkejut setelah saling tatap, Bahri pun merasa sangat marah setelah melihat orang yang ia cari-cari kemarin,kini ada di depan matanya.


"Kemana kamu bawa durian yang kamu curi dari saya..?"tanya Bahri sambil meremas kerah baju Budi dan menatap nya dengan tajam.


"Aa..nu..om...saya, saya tidak tahu"jawab nya, merasa ketakutan.


"Tidak tahu..? bagai mana bisa kamu tidak tahu... kalau kamu sendiri yang memerintah kan teman kamu membawanya"ucap Bahri emosi.


"Benar om, saya tidak tahu kemana durian itu di bawa.."jawab nya lagi, Bahri pun semakin marah,dan langsung mengambil satu biji buah durian yang tepat ada di dekat nya.


"Kamu lihat durian yang ada di tangan saya...?bayang kan jika durian ini saya pukul kan tepat ke wajah mu,bagai mana rasanya..?"ucap Bahri mengancam, sambil menatap tajam ke arah Budi, seolah-olah apa yang di katakan Bahri,akan benar-benar Bahri lakukan, padahal Bahri cuma hanya menggertak saja,agar Budi mau memberi tahu nya, Budi pun gelagapan dan ketakutan.


"Benar om,sumpah demi Allah... saya tidak tahu kemana mereka membawa durian itu,saya cuma di tugas kan untuk berpura-pura menjadi pembeli dan mengecoh kan om saja"sahut Budi sambil gemetaran, Bahri pun terkejut mendengar nya.


"Jadi kamu di suruh..?"tanya Bahri.


"Iya om,saya di bayar mereka untuk membuat om bangkrut "sahut Budi memberi tahu.


"Siapa yang menyuruh dan membayar mu...?"tanya Bahri yang masih saja memegangi durian di tangan nya,lalu mendekat kan buah durian itu ke wajah Budi.

__ADS_1


"Bo.. Bondan om"sahut Budi sambil ketakutan, Bahri pun semakin terkejut mendengar nya,ia tak menyangka jika Bondan tega melakukan hal yang selicik itu, hanya karena iri dengki pada nya.


"Astaghfirullahal'azim... Jadi Bondan dalang di balik semua ini.."batin Bahri merasa sangat marah.


"Lalu kenapa kamu mencuri lagi, jika kamu ingat dengan anak dan istri mu,apa kamu ingin mati jika orang-orang datang dan langsung menghakimi mu"ucap Bahri sambil menatap tajam kearah Budi.


"Maaf om saya terpaksa mencuri"sahut Budi mengelak.


"Apa kamu menipu saya itu juga karena terpaksa hah..? kenapa kalau terpaksa kamu melakukan nya berkali-kali...!itu bukan terpaksa Budi,tapi itu kebiasaan namanya, kamu itu sudah terbiasa merugikan orang lain, apa kamu tidak takut dengan adzab Allah"ucap Bahri, Budi pun langsung terdiam dan tertunduk malu.


"Sekarang,kamu kembali kan tas ini kepada pemiliknya"suruh Bahri, sambil memegangi sebelah tangan Budi, Budi pun mengangguk kan kepalanya.


"Baik om,tapi tolong setelah itu bebaskan saya,saya janji tidak akan lagi mencuri"pinta Budi memohon.


"Itu tergantung pada orang yang tas nya ini kamu curi"sahut Bahri, sambil membawa Budi menuju mobil yang Budi curi, orang-orang di sekitar itu pun ikut membantu Bahri memegangi Budi.


Ketika Budi mengembalikan tas itu, Bahri kaget melihat siapa orang yang telah di curi oleh Budi.


"Koh Ali..!"panggil Bahri.


"Bahri..!"ucap koh Ali sambil tersenyum.


"Jadi ini tas koh Ali..?" tanya Bahri.


"Benar Bahri,ini tas berisi gajih seluruh karyawan yang bekerja di gudang dan di kapal saya"sahut koh Ali memberi tahu.


"Syukur lah ada kamu yang membantu menangkap pencuri itu, dan menyelamatkan tas ini"ucap kok Ali merasa bersyukur dan senang.


"Saya hanya kebetulan saja membantu koh,dan kebetulan juga orang yang telah menipu saya kemarin juga orang yang sama dengan yang mencuri tas koh Ali"sahut Bahri memberi tahu,koh Ali pun terkejut mendengar nya, pencuri itu pun di serah kan ke pihak berwajib, namun anak dan istri nya Budi, koh Ali beri biaya hidup dan modal usaha kecil-kecilan untuk menyambung hidup sementara tanpa suami nya, Budi pun merasa bersyukur dan berterima kasih karena sudah memperhatikan istri dan anak nya.


"Bahri..sedang apa kamu di Banjarmasin?"tanya koh Ali


"Saya sedang mencari pekerjaan koh,awal nya saya membantu teman saya menjual kan buah durian milik nya,namun karena musim durian sudah mulai habis,jadi saya harus mencari lagi pekerjaan yang baru"sahut Bahri memberi tahu.


"Bagai mana kalau kamu ke tempat saya saja besok,saya akan memberi kan mu pekerjaan" sahut koh Ali, Bahri pun langsung merasa bahagia mendengar nya.


"Beneran koh?"tanya Bahri,koh Ali pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah ya Allah.."ucap Bahri merasa


bersyukur.


"Baik koh,besok siang saya akan ke sana"sahut Bahri.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa baca episode-episode selanjutnya ☺️


dan beri dukungan nya ya kasih bintang 5 dan tekan tombol favorit kalian ❤️


__ADS_2