JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Bertemu lagi


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Rahmat sudah standby di depan penginapan untuk membawa Bahri dan keluarga nya.


"Apa kamu sudah lama menunggu?"tanya Bahri yang baru saja keluar dari kamar.


"Tidak ka,baru saja saya di sini"sahut Rahmat,pada hal sudah setengah jam dia menunggu,tapi demi ingin bertemu wanita yang membuat nya tertarik,dia rela menunggu lama.


"Syukur lah, tunggu ya saya panggil nenek dan yang lain"ucap Bahri, Rahmat pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


yang lain ternyata sudah pada siap, mereka pun segera pergi ke pasar dan berbelanja, nenek Idah dan adik-adik nya sangat bahagia, karena apa yang mereka ingin kan, Bahri turuti.


Mereka juga mampir di rumah makan yang menyediakan makanan khas daerah itu, begitu banyak menu makanan yang bisa mereka pilih.


Sambil menunggu makanan datang, Bahri pun hendak pergi ke toilet,namun tiba-tiba tak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang.


Brukk!


"Ah..maaf..maaf.. saya tidak sengaja"ucap Bahri merasa tak enak dan bersalah.


"Tidak papa"sahut orang itu.


"Bahri..!"


"Koh Ali..!"


Ucap mereka yang sama - sama terkejut.


"Apa kabar? sangat kebetulan sekali kita bisa bertemu lagi"ucap bos Ali sambil tersenyum, mereka pun saling berjabat tangan.


"Alhamdulillah baik koh, dan bagai mana juga kabar koh Ali?"sahut Bahri dan bertanya balik.


"Alhamdulillah baik, dengan siapa kamu di sini?"tanya bos Ali.


"Saya bersama keluarga,mari saya perkenalkan koh pada mereka"ajak Bahri,koh Ali pun mengangguk kan kepalanya, mengikuti Bahri.


"Nenek, perkenalkan ini koh Ali"ucap Bahri mengenal kan pada nenek nya, nenek Idah pun segera berdiri dan berjabat tangan.


"Apa tuan teman cucu saya?"tanya nenek Idah sambil tersenyum ramah.


"Iya nek,dulu Bahri pernah menolong saya,dan sejak itu lah kami saling kenal "sahut bos Ali.


"Yang bertiga ini adalah adik-adik saya koh, Yanur, Fahru dan yang perempuan adalah Diana"ucap Bahri mengenal kan,bos Ali mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum ramah.


"Kalau orang tua kalian di mana?"tanya bos Ali.


"Orang tua kami sudah tiada sejak kami masih kecil koh"sahut Bahri,bos Ali pun merasa tidak enak.

__ADS_1


"Ah.. maaf kan saya"ucap bos Ali.


"Tidak papa koh,koh kan tidak tahu"sahut Bahri sambil tersenyum.


"Mari koh kita makan sama-sama"ajak Bahri, yang lain pun ikut mengangguki nya sambil tersenyum.


"Terima kasih, mungkin lain kali, karena saya baru saja selesai makan, dan ini mau segera pulang"sahut bos Ali sambil tersenyum.


"Senang bisa bertemu dengan kalian,saya harap, nanti bisa bertemu lagi"ucap bos Ali, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Saya juga koh, senang sekali bisa bertemu kembali dengan koh Ali"sahut Bahri, sambil tersenyum ramah.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, assalamu'alaikum "ucap koh Ali.


"Wa'alaikum salam "sahut mereka bersamaan.


Bos Ali pun segera pergi dari sana, namun sebelum pergi,bos Ali memberi kode pada ajudan nya, ajudan nya pun mengerti maksud bos nya itu dan langsung melaksanakan tugas yang di berikan pada nya.


"Sudah selesai?"tanya bos Ali, ajudan nya pun langsung mengangguk kan kepalanya.


"Sudah bos"sahut nya,bos Ali pun tersenyum senang.


"Bahri, ternyata beliau orang Islam ya, nenek kira orang cina "ucap nenek Idah, yang lain ikut mengangguki nya.


"Iya ka,tadi nya kami kaget,kok kaka bawa orang cina ke mari"ucap Fahru ikut menyahut.


"Iya,sangat terlihat dari bicara nya dan sikap nya, orang nya sangat sopan dan ramah"sahut nenek Idah.


Mereka pun melanjutkan makannya,dan setelah selesai Bahri segera membayar makanan yang mereka makan, namun kasir itu menolak, karena makanan yang mereka makan sudah di bayar oleh bos Ali, Bahri pun terkejut setelah mengetahui nya.


"Ada apa Bahri?"tanya nenek Idah, penasaran.


"Nek,ternyata makanan yang kita makan, sudah di bayar kan oleh koh Ali"sahut Bahri memberi tahu.


"Benar kah? Masya Allah, sungguh beliau orang yang sangat baik"ucap nenek Idah.


"Iya nek"


Setelah lelah seharian jalan-jalan,berbelanja dan makan, mereka pun memutuskan untuk istirahat dan kembali ke penginapan.


"Besok kita mau kemana lagi ka?"tanya Diana antusias.


"Terserah kalian saja"sahut Bahri.


"Bagai mana,kalau kita ziarah ke makam para ulama,di daerah Banjarmasin ini terkenal karomah para ulama"sahut Rahmat menyarankan.

__ADS_1


"Benar kah ka?Diana mau ke sana"sahut Diana.


"Baik lah, kalau begitu kita akan berziarah ke makam para ulama besok"sahut Bahri menyetujui nya.


*


*


*


Keesokan harinya, Bahri dan yang lain pun sudah siap untuk pergi berziarah dan sekaligus akan kembali pulang ke kampung halaman mereka.


"Alhamdulillah,terima kasih Bahri, nenek bersyukur masih di beri kesempatan bisa berziarah ke makam para ulama dan melihat keindahan kota lain"ucap nenek Idah, merasa senang dan bersyukur.


"Iya nek, nanti kapan-kapan kita akan pergi ke kota lain lagi, Bahri akan mengajak nenek jalan-jalan ke sana"sahut Bahri, sambil tersenyum bahagia,kerena melihat nenek dan adik-adik nya bahagia.


"Benar kata kakek Sukri, dengan mengajak mereka jalan-jalan dan berlibur, mereka menjadi bahagia dan kesedihan mereka pun hilang seketika,aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan mereka"batin Bahri bergumam, sambil menatap nenek dan adik-adik nya.


Mereka pun kembali pulang ke kampung, sambil di jalan Bahri mengobrol dengan Rahmat.


"Rahmat,kalau boleh tau apa kamu masih sekolah atau sudah bekerja?"tanya Bahri.


"Setelah lulus sekolah, saya tidak kuliah ka,saya memilih untuk bekerja,dan saat ini saya bekerja di pabrik kayu di kota Banjarmasin ka,tapi saya sering bolak -balik ke kampung karena orang tua saya tinggal di kampung"sahut Rahmat, Bahri mengangguk kan kepalanya.


"Apa kamu sudah menikah?"tanya Bahri lagi.


"Belum ka,calon nya saja belum ada"sahut Rahmat, sambil terkekeh, Bahri pun ikut terkekeh.


Tak terasa mereka pun sudah sampai ke kampung halaman, dengan semangat nya nenek Idah langsung membagi-bagikan oleh-oleh untuk keluarga dan para tetangga nya, mereka pun sangat senang mendapat kan oleh-oleh dari nenek Idah.


"Rahmat, terimakasih atas waktu dan bantuannya ke pada kami"ucap Bahri, sambil menyerahkan sebuah amplop ke tangan Rahmat.


"Iya ka sama-sama,eh.. tidak usah ka..!saya ikhlas membantu ka Bahri"sahut Rahmat menolak mengambil amplop itu.


"Tidak apa-apa Rahmat,ini sebagai tanda terima kasih saya ke kamu,anggap saja ini uang bensin"ucap Bahri, sambil menyerahkan kembali amplop itu.


"Tapi ka Bahri sudah mengisikan bensin tadi"sahut Rahmat, Bahri pun tersenyum mendengar nya.


"Sudah ambil saja, kalau kamu tidak mau mengambil nya, cukup kali ini saja saya minta bantuan sama kamu"ucap Bahri, mendengar perkataan Bahri seperti itu, Rahmat pun tidak bisa lagi menolak nya.


"Baik lah ka, tapi ka Bahri jangan sungkan jika meminta bantuan lagi dengan saya "sahut Rahmat, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Tentu"sahut Bahri.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️


terima kasih ❤️


__ADS_2