JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Tamat


__ADS_3

Di kampung.


Setelah kembali ke kampung,Fahru semakin gelisah dan khawatir dengan keadaan kakak nya, ingin sekali ia menjenguk keadaan kakak nya saat ini,tapi ia takut dengan Caca yang akan menyalahkan dan menuntutnya nanti.


"Dek,ini semua gara-gara rencana mu yang konyol itu,kak Bahri saat ini jadi jatuh sakit, kita juga terancam tidak aman jika putri kak Bahri si Caca menuntut dan menggugat kita,dan aku di cap menjadi seorang adik yang durhaka pada kakak nya "ucap Fahru menyalahkan istrinya, dan merasa bersalah pada Bahri.


"Lho kok saya yang di salah kan sih mas..? sebenarnya rencana saya pasti berhasil jika si Caca tidak ikut campur,dan bukannya mas Fahru sendiri yang setuju dengan rencana ini"sahut Siti kesal dan tidak mau disalahkan.


"Lagian...mana saya tau jika si Caca ternyata mengetahui kisah asal usul tuh tanah dan rumah ini..!jika saja si Caca tidak tau,kita pasti bisa mendapatkan tanda tangan itu, dan rumah ini resmi jadi milik kita,kita juga masih bisa mengendalikan kak Bahri juga istri nya" sambung Siti merasa sangat kesal jika mengingat si Caca.


"Huh..anak itu ternyata sangat berani melawan dan tidak bisa di bodohi, aaggghhh.. bikin kesal saja!"batin Siti menjerit kesal.


"Sekarang kita hanya bisa pasrah dan siap-siap,jika suatu saat putri kak Bahri si Caca atau pun si Mei menggugat rumah ini" ucap Fahru merasa putus asa.


"Mas,apa gak ada rencana lain lagi,buat supaya kita aman dari gugatan itu..?"tanya Siti tak ingin menyerah, kepalanya semakin terasa pusing jika memikirkan kata-kata Caca waktu itu.


"Gak ada, semakin aku memikirkan hal itu,nih kepala ku semakin mau pecah,aku gak mau lagi terlibat cekcok dengan Caca,anak itu sangat pintar,kita tak akan bisa membodohi nya,dan kalau kita bikin masalah lagi, Caca gak akan segan-segan melaporkan kita atas tuduhan penipuan"sahut Fahru menasehati istrinya, Siti pun menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Mulai sekarang,kita sebaiknya diam saja,dan menunggu waktu jika suatu saat nih rumah mereka gugat"ucap Fahru pasrah.


"Mas Fahru payah,saya menyesal menikah dengan mas Fahru..!saya pikir menikah dengan mas,saya akan bahagia, ternyata justru sengsara dan melarat..!mas ternyata hanya seorang buruh miskin tidak punya apa-apa..! sekarang juga saya minta cerai mas..!"teriak Siti sambil marah-marah.


Deg.


Fahru pun sangat terkejut mendengar nya,ia tak menyangka istri nya akan mengatakan hal yang sangat menyakitkan hati nya.


"Ja-jadi selama ini ,kamu mau menikah dengan ku, hanya karena harta..?aku pikir kamu tulus mencintai ku dek..!"ucap Fahru dengan kecewa mata nya pun mulai berkaca-kaca, hati nya sangat terluka.


"Mas, kalau hanya cuma cinta,gak ada harta ya percuma..!kita bisa bahagia jika banyak harta"sahut Siti tanpa perduli dengan perasaan suaminya, Fahru pun menetes kan air mata nya,selama ini Fahru begitu tulus mencintai istrinya, apa pun yang di minta oleh istrinya selalu ia turuti walau pun harus menyakiti hati kakak kandung nya sendiri,tapi pengorbanan nya ternyata tidak berarti bagi istrinya, dadanya Fahru terasa sesak, hati nya begitu hancur, hingga setelah itu pandangan nya pun tiba-tiba menjadi gelap dan..


Brukk..! seketika Fahru pun langsung terjatuh tak sadar kan diri.

__ADS_1


"Mas Fahru..!"teriak Siti,ia sangat terkejut melihat suaminya yang tiba-tiba jatuh pingsan, Siti pun merasa panik dan langsung meminta pertolongan untuk membawa suaminya ke poskesmas terdekat.


Karena banyak pikiran dan tekanan dari istrinya,serta ketakutan nya yang semakin memuncak terhadap Caca, sehingga Fahru pun jatuh sakit dan kembali stroke, Fahru pun tak bisa lagi bekerja mencari nafkah, sehingga membuat Siti kerepotan untuk merawat nya dan bekerja sebagai buruh kupas bawang di tempat jualan Mirna, semenjak kejadian waktu itu, Mirna pun tidak mau percaya lagi kepada Siti, Mirna memberikan pekerjaan ke pada Siti, karena ia kasian ke pada paman nya yang saat ini sedang stroke dan tidak bisa lagi bekerja,Mirna juga sering kali cekcok dan berdebat mulut dengan Siti,bukan hanya itu, Siti juga tidak pernah akur dengan putri sulung nya, setiap hari hanya pertengkaran yang terdengar dari mereka, putri sulungnya juga tidak mau membantu Siti bekerja dan juga tidak mau merawat Fahru ayahnya.


"Ya Allah...apa ini teguran dari mu kepada ku"batin Fahru, merasa sangat sedih dan putus asa, ia pun menangisi dan meratapi keadaan nya saat ini yang sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa,di mata istri dan putri nya ia tak ada harga dirinya lagi,bahkan setiap hari ia hanya mendapatkan omelan dan keluhan dari istri dan putri nya di rumah.


Ketika Fahru meratapi nasibnya yang buruk, ternyata nasib Yanur lebih parah lagi, Yanur beberapa hari yang lalu ternyata mengalami kecelakaan motor ketika sedang ingin berangkat bekerja, karena kecelakaan itu,kaki kanannya patah,ia pun tak bisa berjalan seperti biasa dan tak bisa bekerja lagi, istri dan anak-anaknya tak mau merawat nya,dan hendak mengembalikan Yanur ke pada pihak keluarga nya,tentu saja Siti atau pun Mirna menolak mentah-mentah,karena menurut mereka, merawat Yanur yang lumpuh sama saja hanya menambah beben bagi mereka,dan mereka berencana ingin menyerahkan Yanur kepada Bahri, tetapi dengan kejadian waktu itu, mereka menjadi tak enak dan takut pada Caca atau pun Mei, sehingga mereka pun meng urungkan niatnya itu.


Bahri tak tau sama sekali tentang kabar adik-adik nya di kampung yang saat ini sedang terkena musibah dan rumah tangga mereka pun dalam keadaan kacau, mereka pun tak berani menghubungi dan memberi kabar kepada Bahri, karena saat ini handphone Bahri di pegang oleh Caca, Caca melakukan hal itu demi menjaga kesehatan dan melindungi Ayah nya, ia tak mau jika penyakit Ayah nya kambuh kembali,jika harus berurusan dengan adik-adiknya di kampung.


*


*


*


Karena kondisi Bahri yang masih kurang sehat,maka Caca lah yang menggantikan Bahri menjaga toko.


"Benarkah,jam berapa berapa mas..?"tanya Humairah.


"Katanya jam 9 pagi dek"sahut Bahri memberi tahu, Humairah pun melirik jam dinding yang masih menunjukkan jam 7 pagi, berarti masih ada waktu 2 jam bisa membuat kue buat jamuan untuk tamu.


"Kalau begitu saya ke dapur dulu ya mas, mau buat kue untuk tamu nanti"ucap Humairah, Bahri pun mengangguk kepalanya.


Tak terasa kue buatan Humairah pun sudah jadi dan siap untuk di hidangkan untuk tamunya nanti, pintu pun sudah di buka lebar untuk menyambut tamu.


"Assalamualaikum"ucap tamu yang datang.


"Wa'alaikum salam,mari silahkan masuk pak Dudun"sahut Bahri menyambut tamu itu dengan ramah dan mempersilahkan masuk, Humairah pun segera menyuguhkan minuman dan kue buatan nya tadi untuk tamu mereka,lalu mereka pun berbincang-bincang sejenak untuk mengakrabkan diri, setelah itu baru lah pembicaraan serius pun di sampaikan oleh Dudun.


"Begini pak Haji Bahri,maksud kedatangan saya yang sebenarnya adalah, untuk menyampaikan sebuah amanah dari seseorang"ucap Dudun serius.

__ADS_1


"Amanah apa itu pak Dudun?"tanya Bahri penasaran.


"Amanah dari ustadz Azzam, beliau bermaksud ingin melamar dan meminang putri pak Haji Bahri"ucap Dudun menyampaikan.


Deg.


Bahri dan Humairah sangat terkejut mendengar nya,ia merasa tak percaya dan seakan bermimpi mendapatkan sebuah lamaran yang sangat baik untuk putri nya.


"U-ustadz Azzam ingin melamar putri saya Caca..?"tanya Bahri, ia ingin memastikan lagi bahwa ia tak salah mendengar, Dudun pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum ramah.


"Benar pak Haji,saya di utus sebagai perantara nya, untuk menyampaikan kan maksud baik dari ustadz Azzam tersebut,jika pak Haji tak keberatan,besok pagi ustadz Azzam dan kedua orang tua nya akan datang untuk melamar resmi putri pak Haji"sahut Dudun menjelaskan.


Bahri dan Humairah pun dengan senang hati menyambut lamaran itu, mereka sangat bersyukur jika putri mereka mendapatkan seorang pendamping hidup yang Sholeh dan bisa membimbing juga mendidik putri nya ke jalan Allah.


Keesokkan harinya, ustadz Azzam dan kedua orang tua nya benar-benar datang untuk melamar Caca, mereka pun di sambut baik oleh Bahri dan Humairah,tak menunggu lama setelah lamaran itu,ustadz Azzam dan Caca pun menikah seminggu setelah lamaran itu di terima, pernikahan Caca di adakan begitu meriah di Kal-tim, hanya keluarga Humairah saja yang banyak datang dari kampung untuk menghadiri acara pernikahan Caca, sedangkan keluarga Bahri dan saudara-saudara nya tak ada satu pun yang datang,tapi acara pernikahan Caca tetap menjadi kebahagiaan terbesar bagi Bahri dan Humairah.


Setelah beberapa tahun menetap tinggal di Kal-tim usaha Bahri semakin besar dan sukses,ia pun sudah bisa membangun rumah dan membeli beberapa petak tanah untuk investasi,ia juga memiliki beberapa rumah kontrakan,dan memiliki beberapa kendaraan yang bisa ia pakai untuk berangkat-berangkat dan pergi ke pengajian,kini kebahagiaan Bahri dan Humairah pun semakin lengkap dengan hadirnya 6 orang cucu dari Mei dan juga Caca, sedangkan putri, anak bungsu Bahri masih menjalani pendidikan sekolahnya.


Tamat


...----------------...


Tek terasa akhirnya cerita novel ini pun sudah selesai,jika ada kekurangan atau pun kesalahan dalam pengetikan mohon di maafkan ya,🙏🏻author akan terus belajar dan berusaha untuk lebih baik lagi.


Tak ada kata yang bisa author ucap kan selain banyak terima kasih atas dukungan dan sport yang selalu teman-teman berikan untuk author, semoga Allah memberikan rezeki yang luas dan berkah untuk teman-teman dan kesehatan untuk kita semua Aamiin.🤲🏻


Jangan lupa mampir ke novel author yang lain nya ya...🥰


Sampai jumpa... Assalamu'alaikum 🥰


__ADS_1



__ADS_2