
"Mas, sebentar lagi umur Mei 7 tahun, apa kita tidak memasukkan nya ke sekolah..?" tanya Humairah.
"Benar kah..? astaghfirullah...mas sampai lupa tenyata Mei sudah besar"sahut Bahri sambil menepuk jidatnya, ia hanya terus sibuk bekerja, lupa dengan pendidikan anaknya.
"Iya mas, sekarang bagai mana..?kapan kita menyekolahkan Mei?"tanya Humairah.
"Tapi dek,di mana kita memasukkan Mei sekolah..?sedangkan kita tinggal di kapal,dan kapal ini selalu bolak-balik berangkat ke Banjarmasin dan Palangkaraya"ucap Bahri kebingungan, Humairah pun tersenyum mendengar nya.
"Mas,kita tidak mungkin menyekolahkan Mei di Banjarmasin atau pun di Palangkaraya, karena kapal ini tidak menetap, sebaiknya kita masuk kan Mei di kampung saja mas"sahut Humairah, Bahri terkejut mendengar nya.
"Di kampung..?mas tidak setuju jika kamu tinggal di kampung lagi dek, siapa yang akan menemani mas di kapal"ucap Bahri protes tidak setuju.
"Emm...menemani, atau yang melayani mas..?"sahut Humairah sambil tertawa menggoda suaminya, Bahri pun langsung terkekeh mendengar nya, karena selama ini Bahri sudah nyaman dan senang jika ada istri nya yang selalu menemani nya bekerja, mulai dari mengemudi kapal dan memperbaiki mesin istri nya selalu menemani nya dan memperhatikan nya, Humairah juga sangat berperan penting dalam mengatur keuangan kapal agar stabil dan terkendali.
"Soalnya sudah kebiasaan dek he..he,dulu kan setiap mas bekerja di kapal selalu sendiri... apa-apa juga sendiri, kalau sekarang kan mas enak, ada kamu yang selalu memperhatikan dan mengingat kan mas"ucap Bahri sambil tersenyum genit pada istri nya.
"Masya Allah...kok suami tersayang saya ini bucin banget sih.."ucap Humaira sambil tersenyum dan mencubit gemas hidup suaminya.
"Maka nya,kalau sudah tau suaminya bucin jangan di tinggalin dong..!"sahut Bahri sambil memanyunkan bibirnya dan merebahkan kepalanya di pangkuan istri nya.
"Mas,bagai mana kalau Mei tinggal bersama Umi saja di kampung, jadi Mei bisa sekolah di sana"usul Humairah sambil mengelus kepala suaminya.
"Tapi dek,apa umi tidak keberatan..?"tanya Bahri, merasa tidak enak dengan mertua nya.
"Mas,Umi sendiri lah yang menyuruh saya untuk menyekolahkan Mei di kampung saja, kemaren beliu telpon dan bilang, 2 Minggu lagi akan ada penerimaan murid baru di sekolah"sahut Humairah memberi tahu, Bahri terdiam mendengar nya.
"Mas,kita tidak punya pilihan lagi,kasian Mei kalau tidak sekolah"ucap Humairah membujuk.
"Tapi dek, apa Mei mau kita tinggal kan dia di kampung..?" tanya Bahri merasa ragu, Humairah pun langsung terdiam mendengar nya, ia lupa bertanya pada putri nya apa kah dia mau.
"Mas benar, seharusnya kita bertanya dulu pada Mei"sahut Humaira.
"Ayah..! Ayah sedang apa? kenapa Ayah tidur di pangkuan ibu?"tanya Mei yang datang sambil menggendong adiknya.
"Ayah sedang bermanja-manja dengan ibu,mumpung kalian bermain di luar"sahut Bahri sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ayah, tidak boleh manja,ibu punya Caca"ucap Caca sambil berlari dan memeluk Humairah, Bahri dan Humairah pun langsung tertawa melihat nya.
"Mei...Ibu dan Ayah ingin bertanya pada Mei..!"ucap Humairah sambil mengusap kepala putri nya.
"Tanya apa bu..?"sahut Humairah bertanya.
"Emm...apa Mei mau sekolah..?"tanya Humairah, Mei pun langsung mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Mau bu, Mei mau sekolah..!"sahut Mei senang.
"Caca juga.."sahut Caca, Bahri tersenyum mendengar nya.
"Iya Caca juga...tapi tunggu Caca besar seperti kakak Mei ya"ucap Bahri.
"Mei, kalau Mei mau sekolah,apa Mei mau... sekolah di kampung tempat Nenek dan tinggal di sana..?"tanya Humairah sambil menatap lembut putri nya.
"Apa Ibu dan Ayah juga akan tinggal di sana..?"tanya Mei sambil menatap ibu dan ayah nya, Humairah dan Bahri pun saling pandang, mereka merasa tidak tega mengatakan pada putri nya, kalau mereka akan menitipkan nya pada Nenek nya saja.
"Mei sayang... Mei tau kan Ayah dan ibu bekerja di kapal ini..! kalau Ayah dan ibu juga ikut tinggal di kampung, lalu siapa yang akan menjalankan kapal ini.."ucap Bahri berusaha memberikan pengertian kepada putrinya.
"Ayah janji, Ayah dan ibu akan sering pulang ke kampung, untuk menjenguk Mei, dan kita akan jalan-jalan lagi jika Mei liburan sekolah nanti "ucap Bahri lagi.
"Mei mau kan...? Mei kan anak pintar" bujuk Bahri.
"Iya yah, Mei mau,tapi Ayah janji ya...setiap pulang ke kampung, Ayah belikan Mei mainan yang baaanyaaakkk"ucap Mei sampai melebar kan tangan nya, Humairah dan Bahri pun tertawa melihat tingkah lucu putri nya.
"Iya, Ayah janji... Ayah akan membawakan mainan yang baaanyaaakkk...untuk Mei"sahut Bahri sambil memeluk dan mencium putri nya.
"Baiklah,besok lusa mas akan meminta ijin kepada koh Ali, untuk kita pulang kampung beberapa hari dan akan memasuk kan Mei ke sekolah"ucap Bahri pada istri nya.
"Iya mas,besok saya ijin ke pasar ya bersama Mei,saya mau belikan baju seragam sekolah buat Mei"ucap Humairah, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya,nanti kamu ambil saja uang nya di lemari ya"sahut Bahri.
"Terima kasih mas"ucap Humairah, Bahri tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
"Ibu...! Caca mau beli baju juga"ucap Caca meminta.
"Iya Caca,besok ya kita beli baju nya"sahut Humairah sambil mencubit gemas pipi putri kecil nya.
"Horee...!kita besok beli baju... Yeay...!Yeay..! Yeay...! Yeay..."oceh Caca sambil melompat-lompat kegirangan bersama Mei, Humairah dan Bahri pun hanya tersenyum sambil menggeleng-geleng kan kepalanya, melihat tingkah lucu kedua Putri nya itu.
*
*
*
Di rumah koh Ali.
"Assalamu'alaikum koh"ucap Bahri memberi salam.
"Wa'alaikum salam Bahri...!mari sini masuk"ajak koh Ali sambil tersenyum ramah.
"Ada apa..?"tanya koh Ali.
"Begini koh, saya mau minta ijin satu Minggu untuk pulang ke kampung besok"ucap Bahri merasa tidak enak.
"Ke kampung..? satu minggu...? apa ada masalah atau acara di sana?"tanya koh Ali.
"Tidak ada koh,kami hanya ingin memasukkan putri kami ke sekolah"sahut Bahri memberi tahu, Bahri pun menceritakan alasan nya kenapa ia memasukkan putri nya sekolah di kampung,koh Ali pun mengerti dan menyetujui maksud dan keputusan Bahri.
"Baiklah... kenapa kamu minta nya cuma satu minggu..!pulang lah dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman mu,saya akan memberi mu ijin 3 minggu di sana"ucap koh Ali sambil tersenyum, Bahri pun merasa sangat bahagia dan bersyukur dengan kebaikan dan ke murah hatian koh Ali.
"Terima kasih banyak koh Ali"ucap Bahri sangat bahagia,koh Ali pun juga sangat senang, karena Bahri masih sangat menghormati dan menghargai nya, padahal jika Bahri tidak meminta ijin pun juga tidak masalah bagi koh Ali, karena itu adalah hak Bahri jika ingin mengambil cuti, apa lagi sudah lama mereka tidak pulang ke kampung halaman mereka.
Keesokan harinya Bahri berpamitan pada semua anak buah nya,ia juga berpesan agar mereka tetap memiliki tanggung jawab masing-masing selama Bahri tidak ada.
...****************...
Ikuti terus episode-episode selanjutnya yaa jangan sampai lupa ❤️
__ADS_1