
Setelah setengah jam, Humairah pun selesai memasak nasi goreng,ia pun hendak memanggil anak nya untuk makan.
"Ali..nasi goreng nya sudah jadi"panggil Humairah sambil mencari putra nya ke kamar.
"Tidak ada..!kemana Ali..?"gumam Humairah kebingungan mencari putra nya,ia lupa jika tadi Ali meminta ijin ke belakang kapal untuk BAB ke toilet.
"Mungkin Ali ada di depan, bersama Ayah nya di ruang nahkoda"gumam Humairah, karena memang kebiasaan Ali,jika tidak ada di kamar ia pasti ada di depan nahkoda kapal sambil menemani Ayah nya mengemudi, Humairah pun langsung segera ke depan kapal,dan hendak memanggil putra nya.
"Mas,mana Ali..?"tanya Humairah mencari, sambil menoleh ke semua arah, Bahri yang sedang asik mengemudikan kapal pun, langsung menyeritkan alis bingung.
"Bukan nya sejak tadi Ali bersama mu..? dari tadi Ali tidak ada ke sini"sahut Bahri, Humairah pun langsung terkejut mendengar nya.
"Kalau tidak ada di kamar dan di sini..?lalu Ali ada di mana mas.?"tanya Humairah langsung menjadi panik, Bahri pun terkejut mendengar nya.
"Apa kamu sudah mencarinya di seluruh kapal..?"tanya Bahri,mencoba tenang.
"Sudah mas.. tetapi Ali tidak ada, tadi dia sempat meminta nasi goreng,terus dia..-"seketika Humairah langsung terdiam dan teringat dengan anak nya yang meminta ingin buang air besar.
"Astaghfirullahal'azim.."ucap Humairah dan ia langsung berlari kebelakang, melihat istrinya yang berlari dengan tergesa-gesa Bahri pun menjadi panik
"Agung..agung..!!!"teriak Bahri, Agung pun terkejut dan langsung berlari menghampiri Bahri.
"Iya kak Bahri..?"tanya agung menghampiri Bahri.
"Ganti kan aku mengemudi"suruh Bahri,lalu segera pergi menyusul istri nya.
"Baik kak Bahri"sahut Agung,dan langsung mengambil alih menjadi nahkoda.
*
*
*
Di belakang kapal.
Humairah mencari-cari dan memanggil-manggil putra nya, namun di sana tidak ada sosok putra nya yang ia cari.
__ADS_1
"Ali..!di mana kamu nak..? Ali..ini ibu.."panggil Humairah sambil berteriak mencari anak kesayangan nya itu,mata Humairah tertuju pada gayung yang mengamuk-ngamuk terombang-ambing di bawah sungai sana, dan juga ada sabun mandi yang berserakan di lantai.
"Ali...!!!"teriak histeris Humairah, sambil menatap ke arah sungai,ia pun hendak terjun ke dalam sungai,namun beruntung Bahri datang dengan tepat waktu dan langsung menangkap istri nya yang hendak terjun ke dalam sungai.
"Dek..!apa yang kamu lakukan, kenapa kamu ingin terjun ke sungai..? apa kamu lupa kapal kita sedang jalan..!!!"bentak Bahri terlihat marah, Humairah hanya menangis dan tak peduli dengan bentakan keras dari suaminya.
"Mas, Ali kita.. Ali kita tidak ada di sini ma...?tadi dia minta ijin ke saya untuk BAB, tetapi ternyata Ali nya tidak ada mas.. seperti nya Ali kita terjatuh ke sungai mas..!!!"teriak Humairah histeris sambil menangis.
Deg.
Jantung Bahri seakan berhenti berdetak, mendengar apa yang di katakan oleh istri nya.
"Mas, hentikan kapal ini.. hentikan kan sekarang mas hiks.. hiks.. hiks..!!!"pinta Humairah sambil menangis tersedu-sedu dan terdukung lemas ke lantai.
Bahri pun langsung menyuruh anak buah nya untuk menghentikan kapal mereka, dan langsung memerintah kan ke semua anak buah nya untuk melakukan pencarian ke seluruh kapal.
Semua orang pun mencari Ali keseluruhan kapal,namun hasil nya nihil, mereka semua tak menemukan keberadaan Ali, dan semua pun sudah memastikan kalau Ali, di nyatakan jatuh ke sungai.
Bahri pun langsung mengutus beberapa anak buah nya yang terkenal jago menyelam, untuk menyelam ke dalam sungai dan mencari keberadaan anak nya.
"Ali..!!!"teriak Humairah terus menerus sambil histeris memanggil-manggil anak nya.
"Dek,kamu tenang dulu,mas akan mencari Ali"sahut Bahri mencoba menenangkan istri nya, sambil memeluk erat istrinya.
"Cepat mas..! Ali kita tidak bisa berenang,mas harus cepat menemukan nya.."suruh Humairah memaksa, sambil memukul-mukul dada suami nya,ia seperti orang yang sudah tidak waras,ia juga terus menangis dan berteriak-teriak memanggil nama putra satu-satunya itu.
Sudah dua hari menyelam dan pencarian, namun tak ada tanda-tanda satu orang pun yang berhasil menemukan Ali.
Humairah pun selama dua hari, terus-menerus saja menangis dan tidak mau makan atau pun tidur, Humairah hanya duduk di belakang kapal sambil menatap sungai dan melihat orang-orang yang Bahri sewa untuk menyelam, Humairah berharap salah satu dari mereka bisa menemukan dan menyelamatkan putra kesayangan nya itu.
Bahri sangat sedih melihat keadaan istri nya, yang sudah dua hari seperti itu.
"Dek, sebaiknya kamu makan dulu dan istirahat.."pinta Bahri, sambil mengusap kepala istri nya, yang tak henti-hentinya menangis, Bahri khawatir jika istri nya nanti nya jatuh sakit, Humairah menggelengkan kepalanya tak mau.
"Saya mau menunggu di sini saja,mereka pasti bisa menyelamat kan Ali kita"sahut Humairah sambil menatap beberapa penyelam itu satu persatu, yang sedang menyelam, Bahri pun menghela nafas nya dengan panjang.
Sebenar nya, Bahri pun tak kalah cemas dan terpukul, karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan putra nya, namun Bahri mencoba tegar dan harus berpikir waras untuk menangani ini semua,ia tak boleh lemah dan putus asa.
__ADS_1
"Agung, tolong kamu cari kan lagi beberapa penyelam yang lebih handal, berapa pun biayanya nya,akan aku bayar "suruh Bahri,pada hal Bahri sudah menyewa sepuluh orang penyelam, untuk mencari anak nya,Agung pun mengangguk kan kepalanya.
"Baik kak Bahri "sahut Agung dan langsung pergi mencari orang yang bahri pinta.
Sudah hari ketiga pencarian, namun tak membuah kan hasil,bahkan Bahri sampai membayar mahal penyelam-penyelam handal itu dan hasil nya tetap saja nihil.
Bahkan Bahri sudah di bantu oleh beberapa polisi dan tim SAR gabungan untuk mencari anak nya,tatapi tetap sama, mereka belum mendapatkan dan menemukan Ali.
Hingga hari ke empat, Bahri mendengar suara orang-orang yang ribut dan heboh di ujung sungai.
"Ada apa di sana..?"tanya Bahri penasaran.
"Kak Bahri,di ujung sungai ada beberapa orang nelayan yang heboh, katanya menemukan sesosok mayat anak laki-laki di sana"ucap Ucup melaporkan ke pada Bahri.
Deg.
jantung Humairah dan Bahri serasa berhenti berdetak,dan terasa hendak pingsan mendengar nya, apa kah mayat itu adalah putra mereka.
"Mas..!"ucap Humairah sambil memegang lengan suaminya,ia merasa shock mendengar nya.
"Kamu tenang dulu sayang,kita lihat dulu dan pasti kan kesana"ucap Bahri mencoba menenangkan istri nya, sambil mengusap tangan istrinya.
Mereka pun langsung kesana dan memastikan apa kah mayat yang di temukan oleh nelayan itu, benar adalah Ali putra mereka.
Pihak tim SAR pun membantu Bahri dan Humairah melihat mayat itu,dan ketika penutup mayat itu di buka...
Duaaaaarrrr...!
Bagai kan di sambar petir di siang hari, Humairah dan Bahri melihat mayat putra kesayangan nya kini sudah tak bernyawa lagi dan terbujur kaku, seketika Humairah langsung menjerit histeris.
"Ali...!!!"teriak Humairah histeris dan setelah itu ia langsung pingsan tak sadar kan diri, beruntung Bahri dengan sigap menangkap tubuh istri nya yang terjatuh, Bahri pun menangis melihat mayat putra satu-satunya yang sangat ia sayangi, sungguh kenyataan pahit yang mereka dapat kan begitu amat sangat menyakitkan.
...****************...
Kali ini author mengetik nya sambil menangis π,rasa nya author seperti berada di tempat kejadian dan ikut merasa kan kesedihan Bahri dan Humairah.
Bersambung dulu ya...
__ADS_1
jangan lewatkan episode-episode selanjutnya βΊοΈ
dan tinggalkan jejak kalian β€οΈ terima kasih ππ»