
Setelah kehamilan nya memasuki empat bulan, keadaan Humairah akhirnya sudah membaik,ia tak lagi merasa kan pusing dan muntah-muntah di pagi hari, Bahri pun merasa lega dan bahagia melihat istrinya, namun keanehan dan kebiasaan Humairah saat hamil membuat Bahri heran dan takut.
"Dek,apa ini..?"tanya Bahri, sambil mengerutkan alisnya keheranan melihat sebuah mangkuk kecil yang berisi beras dan minyak angin di dalam nya.
"Ini beras dan minyak angin mas"sahut Humairah memberi tahu.
"Iya,mas tau ini beras dan minyak angin,tapi untuk apa berada di kamar dek..?"tanya Bahri penasaran.
"Untuk di makan mas"sahut Humairah sambil tersenyum.
"Di makan..?siapa yang memakan nya dek?"tanya Bahri bingung.
"Saya mas,masa Caca yang memakan nya" sahut Humairah sambil terkekeh, Bahri terkejut dan ternganga mendengar nya.
"Dek,kamu makan beras mentah..?"tanya Bahri merasa tak percaya, Humairah mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya mas,beras di campur dengan minyak angin beberapa tetes"sahut Humairah, Bahri semakin terkejut mendengar nya.
"Ya Allah dek...!apa kandungan mu tidak apa-apa..? kenapa kamu makan beras di campur dengan minyak angin"tanya Bahri merasa shock mendengar nya.
"Tapi mas,saya merasa memakan beras yang di campur dengan minyak angin ini,serasa seperti memakan cemilan lezat"sahut Humairah, Bahri pun menepuk jidatnya tak habis pikir dengan apa yang di alami oleh istri nya itu.
"Tapi dek, ini bukan cemilan sehat untuk ibu hamil,biar mas belikan cemilan yang lain saja ya,dan jangan lagi memakan ini"pinta Bahri sambil membujuk istri nya, Bahri pun langsung mengambil mangkuk kecil yang berisi beras itu.
"Tapi mas, saya hanya mau memakan ini saja, tidak mau yang lain"rengek Humairah sambil memanyunkan bibirnya, melihat beras itu di ambil oleh suaminya.
"Dek,mas takut dengan kesehatan mu dan calon anak kita,jika kamu memakan ini"ucap Bahri mencoba memberi pengertian pada istri nya.
"Mas,sejak dari kemaren saya memakan ini,tapi Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa mas"sahut Humairah tetap kekeh ingin mempertahankan kemauan nya itu,bahkan Humairah sampai menangis meminta nya untuk di kembalikan, Bahri pun kebingungan melihat tingkah laku istri nya yang sangat aneh,tak biasanya Humairah seperti itu.
"Begini saja dek,mas ajak kamu periksa dulu,dan memastikan jika kandungan mu itu dalam keadaan baik-baik saja,maka mas janji akan mengembalikan nya"ucap Bahri memberi syarat,ia tak mau jika istri dan anak yang ada di dalam kandungan istri nya terjadi sesuatu, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.
"Baik lah mas,tapi janji ya,jika kondisi saya dan anak ini sehat,mas harus mengembalikan beras itu pada saya"sahut Humairah menyetujui nya.
"Ayo, siap-siap kita periksa sekarang "ajak Bahri, Humairah pun langsung berlari dan bersiap-siap.
"Ayah dan ibu mau kemana..?"tanya Caca, yang melihat kedua orang tua sudah siap dan rapi hendak pergi.
"Caca sayang, Ayah sama ibu mau pergi periksa dedek bayi dulu ya,Caca tidak papa kan di tinggal sebentar...?"tanya Bahri sambil tersenyum, Caca terdiam sejenak,lalu setelah itu ia mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya Ayah tidak papa"sahut Caca.
"Anak pintar"ucap Bahri sambil mengusap kepala dan mencium pipi anak nya.
__ADS_1
"Ucup, titip Caca dulu ya, saya mau bawa istri saya periksa kandungan"ucap Bahri, Ucup pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Iya ka"sahut Ucup.
Bahri dan Humairah pun langsung segera berangkat.
"Om Ucup..! Om Ucup sudah mandi..?"tanya Caca sambil menatap Ucap, mendengar pertanyaan Caca ucap pun terdiam sambil berpikir sejenak.
"Nih bocah kayak nya mau ngerjain aku lagi deh...!aku harus hati-hati menjawab nya, kalau ku jawab sudah mandi kaya tempo hari, pasti nih bocah bakal nyuruh aku buat belanja lagi"batin ucap yang merasakan aura tidak enak.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
(Flashback)
"Om Ucup sudah mandi..?"tanya Caca sambil tersenyum.
"Sudah dong Caca, liat nih.. Om Ucup sudah rapi dan ganteng kaya Artis Salman Khan"sahut Ucup sambil berfose seperti artis Bollywood, Caca langsung tertawa melihat nya.
"Karena Om Ucup sudah mandi, berarti Om Ucup bisa tolongin Caca ke pasar dong, belikan Caca balon tiup seperti ini ya Om Ucup"pinta Caca sambil memasang wajah imut nya,dan menyerahkan uang nya pada Ucup.
"Kenapa Caca gak minta tolong sama yang lain saja..?"tanya Ucup.
"Karena yang lain...pas Caca tanya pada belum mandi om,cuma Om Ucup yang sudah mandi"sahut Caca sambil tertawa, ucap pun langsung menepuk jidatnya sendiri, merasa terjebak oleh seorang anak kecil.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
"Karena Om Ucup belum mandi, boleh ya Caca dandanin Om Ucup"ucap Caca sambil menunjuk kan bedak dan lipstik di tangan nya, Ucup pun langsung ternganga melihat nya, sedangkan Agung langsung menertawakan Ucup sampai terpingkal-pingkal.
"Mati aku"batin Ucup sambil menjerit.
"Aduh...aduh..Caca tiba-tiba perut Om Ucup sakit nih,aduh...!kaya nya Om Ucup mau BAB deh,Om Ucup ke toilet dulu ya.."ucap Ucup yang langsung melarikan diri dari Caca.
"Ha..ha...ha... Ucup.. Ucup"ucap Agung sambil terpingkal-pingkal menertawakan Ucup.
"Om Agung..!"panggil Caca.
"Om Agung sudah mandi ca,oiya... Om Agung lupa, kaya nya Om tadi lagi rebus air deh, Om periksa dulu ya"sahut Agung yang ikut melarikan diri mencari aman, Caca pun langsung memanyunkan bibirnya.
*
*
*
__ADS_1
Di praktek.
"Bagai mana keadaan kandungan istri saya dok..?"tanya Bahri sambil menatap layar hitam putih yang menurut nya tidak jelas gambar juga bentuknya dan ia sama sekali tidak mengerti.
"Alhamdulillah,bayi yang ada di dalam kandungan istri bapak sehat,tidak ada masalah apa pun,detak jantung nya pun juga normal dan usia janin nya sudah jalan 13 minggu"sahut ibu dokter memberi tahu sambil tersenyum.
"Tapi dok, beberapa hari ini istri saya memakan beras yang di campur dengan minyak angin,apa tidak papa..?"tanya Bahri sambil memberi tahu.
"Tapi dok, saya memakan nya hanya secubit saja dalam sehari, setelah itu tidak lagi"sahut Humairah menjelaskan.
"Memang saat ngidam semua perempuan berbeda-beda bapak, selama tidak membahaya kan kesehatan ibu dan janin nya, menurut saya tidak masalah,tapi perlu di ingat,ibu tidak boleh mengkonsumsi nya terus menerus dan berlebihan"sahut dokter menjelaskan.
"Jadi kalau hanya sedikit tidak papa kan dokter..?"tanya Humairah sangat gembira.
"Tidak papa ibu,cuma harus ingat pesan saya tadi ya,dan saya akan memberi kan vitamin buat ibu minum setiap hari"sahut dokter sambil tersenyum ramah.
"Iya dok,terima kasih banyak"ucap Humairah girang.
"Iya bu sama-sama"sahut dokter.
Humairah dan Bahri pun selesai periksa dan segera pulang kembali ke kapal.
"Mas, sekarang mas kan sudah dengar penjelasan dari dokter tadi, berarti mas harus tepati janji mas ya, untuk mengembalikan nya"ucap Humairah sambil tersenyum, Bahri menghela nafas nya.
"Iya mas kembalikan nanti kalau udah sampai,tapi kamu yakin ingin memakan nya..?"sahut Bahri sambil bertanya.
"Yakin mas,memang nya kenapa..?"tanya Humairah bingung.
"Soal nya kan kalau makan beras kaya gitu,cuma Ayam dek"sahut Bahri, Humairah pun langsung membelalakkan matanya.
"Jadi maksud mas, saya seperti Ayam..?ih..mas kok gitu sih.."protes Humairah sambil memanyunkan bibirnya ngambek, Bahri pun langsung tergelak mendengar nya.
"Lagian...ngidam nya kamu kok yang aneh-aneh sih,mas kan jadi khawatir"ucap Bahri.
"Mana saya tau mas,ini bukan kemauan saya, tapi kemauan yang ada di dalam perut ini"sahut Humairah sambil menunjuk perut nya sendiri.
"Kamu ya,belum juga lahir udah bikin Ayah cemas aja"ucap Bahri bicara pada anak nya, sambil mengusap perut istri nya, Humairah pun langsung tertawa mendengar nya.
...****************...
Bersambung...
Jangan lupa dukungan nya ya, biar author makin semangat π€ beri bintang 5 dan tekan tombol favorit kalian, terima kasih ππ»
__ADS_1