
Setelah tiga hari perjalanan, akhirnya sampai lah Bahri di kampung halamannya.
"Assalamu'alaikum"ucap Bahri sambil masuk ke rumah nya.
"Wa'alaikum salam"sahut nenek Idah, sambil menghampiri Bahri.
"Alhamdulillah,kamu sudah sampai"ucap nenek Idah, Bahri pun menyalami nenek nya.
"Mana adik-adik nek?"tanya Bahri mencari.
"Diana lagi ke warung Ucok beli gula, Yanur lagi kerja kelompok di rumah temannya,sedang kan Fahru lagi tidur di kamar"sahut nenek, Bahri pun masuk dan menaruh tas nya ke kamar.
"Ka Bahri sudah datang nek?Diana liat ada sendal ka Bahri di luar"tanya Diana yang baru datang dan menghampiri nenek nya di dapur.
"Iya,itu lagi mandi"sahut nenek Idah.
Bahri pun selesai mandi dan keluar sambil mengusap kepala nya dengan handuk.
"Ka Bahri..!!!"panggil Diana gembira melihat Kaka kesayangan nya itu sudah datang,ia pun langsung memeluk kaka nya,Bahri tersenyum melihat adik perempuan nya itu.
"Apa Kaka bawa oleh-oleh untuk Diana?"tanya Diana sambil tersenyum lebar,nenek Idah hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah manja Diana pada kaka nya Bahri.
"Diana,apa kamu tidak malu..!sudah besar masih minta oleh -oleh pada kaka mu"ucap nenek Idah, Diana hanya cengengesan mendengar nya.
"Oleh -oleh nya ada di tas ka Bahri warna hitam"sahut Bahri, sambil tersenyum dan mengusap kepala adiknya, Diana pun langsung berbinar-binar mendengar nya.
"Beneran ka?"tanya Diana girang.
"Iya, ambil aja sana"ucap Bahri, Diana pun langsung berlari ke kamar Bahri.
"Kamu itu ya, selalu memanjakan adik-adik mu,mereka itu sudah besar -besar"ucap nenek Idah merasa kalau Bahri terlalu memanjakan adik-adiknya
"Tidak apa-apa nek,Bahri pun menganggap, bahwa mereka adalah adik kecil Bahri,dan Bahri akan selalu membahagiakan mereka" sahut Bahri sambil tersenyum.
"Justru karena kamu memanjakan mereka, sekarang mereka bisa nya selalu meminta, kalau nenek suruh Yanur atau Fahru untuk menjual kan anyaman nenek,mereka selalu menolak,di suruh menimba air gak kuat,bahkan di pinta buat naik genteng aja gak bisa,apa lagi di suruh menangkap ikan di sungai"keluh nenek Idah sambil cemberut dan menghembuskan nafasnya dengan kasar, Bahri hanya tersenyum mendengar nya.
"Mereka sangat berbeda dengan mu waktu dulu,kamu adalah anak yang benar-benar tangguh,bahkan tak sedikit pun kamu berani membantah nenek"ucap nenek sambil menatap cucu kesayangan nya itu, Bahri pun langsung memeluk nenek nya.
"Itu karena, Bahri sangat menyayangi nenek, hanya nenek yang Bahri punya selain adik-adik,tanpa nenek, Bahri pasti sudah menyerah dan lemah,nenek lah yang selalu menguat kan Bahri, hingga Bahri bisa bertahan sampai sekarang"sahut Bahri, nenek Idah pun tersenyum mendengar nya.
"Sekarang ayo makan,nenek sudah masakan makanan kesukaan mu"ucap nenek Idah, sambil mengambil kan nasi dan lauk untuk Bahri, Bahri pun sangat bahagia dan langsung melahap makanan yang di masak oleh nenek nya.
"Masakan nenek selalu enak,tak ada yang bisa menandingi masakan nenek"ucap Bahri sambil melahap dan mengacung kan jempol nya.
"Ada-ada saja kamu ini,memang di kota sana makanan nya tidak enak?"tanya nenek Idah.
"Banyak yang enak nek,tapi tak ada yang seperti masakan nenek enak nya, masakan nenek mempunyai ciri khas tersendiri bagi Bahri"sahut Bahri.
"Oiya nek, waktu di telpon,nenek bilang akan ada lamaran buat Diana? siapa yang akan melamar nya nek?"tanya Bahri penasaran.
__ADS_1
"Keluarga istri nya kakek Mukti,nama Manaf anak dari bapak Budi"sahut nenek Idah.
"Apa nenek sudah melihat nya?apa orang itu baik"tanya Bahri, menyelidik.
"Kata kakek Mukti sih orang nya baik, dan waktu bertemu dengan nenek juga terlihat sopan, Diana pun juga sudah mengenalnya,dan satu lagi, seperti nya adik mu itu menyukai laki-laki itu"ucap nenek Idah sambil berbisik-bisik, Bahri pun terdiam mendengar nya.
"Baik lah nek,kapan dia ingin bertemu dengan Bahri?"tanya Bahri semakin penasaran dengan laki-laki itu.
"Seperti nya besok lusa,kata kakek Mukti tadi pagi" sahut nenek Idah, Bahri pun mengangguk kan kepalanya mengerti.
"Cucu ku Bahri,kalau kamu kapan?"tanya nenek Idah.
"Kapan apa nya nek?"tanya Bahri tak mengerti.
"Bahri,kapan kamu akan menikah?umur mu sudah sangat cukup untuk berumah tangga"tanya nenek Idah sambil menatap cucu nya.
"Nenek,sudah ke tiga kali nya nenek menanyakan hal ini, Bahri masih belum memikirkan hal itu nek,lagian calon Bahri juga belum ada "sahut Bahri,santai sambil menyuap nasi nya.
"Masalah calon nya banyak Bahri,kamu tinggal pilih mau yang mana?biar nenek lamar kan untuk mu..!itu anak bibi Fitri si Zahra, juga sudah lulus dan sekarang dia bekerja di poskesmas, orang nya cantik dan ramah,setiap nenek berobat, dia selalu menanyakan kabar mu,apa kamu tidak tertarik pada nya?"tanya nenek Idah, Bahri menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum.
"Tidak nek,dia orang nya sangat caper, Bahri tidak terlalu suka"sahut Bahri,nenek Idah kebingungan mendengar kata caper.
"Apa itu caper?nenek tidak mengerti "tanya nenek Idah, Bahri tertawa mendengar nya.
"Caper itu,arti nya suka cari-cari perhatian orang nek"sahut Diana yang menghampiri mereka di dapur.
"Terus kamu suka nya yang mana? seperti apa?apa sama anak nya bibi Fatimah?atau anak nya ibu Romlah dia juga sangat cantik"bujuk nenek Idah.
"Bahri mau nya yang seperti nenek"sahut Bahri, nenek Idah dan Diana pun terkejut mendengar nya.
"Astaghfirullah Bahri..!kamu suka sama yang tua peyot seperti nenek?"tanya nenek Idah merasa aneh dengan cucu nya, Bahri pun langsung tergelak mendengar nya.
"Iya ih..ka Bahri aneh, orang dimana -mana cari cewe yang cantik, pintar, imut dan langsing,ini malah mau cari yang kaya nenek" ucap Diana ikut ke kebingungan, Bahri hanya terkekeh geli melihat nenek dan adik nya salah paham, padahal yang di maksud Bahri adalah, ingin wanita yang baik, pintar masak, penyabar dan penuh keibuan persis seperti nenek nya.
Bahri pun pergi ke kamar nya untuk istirahat dan meninggalkan nenek juga Diana yang masih ke bingungan.
"Diana, bagai mana ini, kenapa Kaka mu jadi aneh begini?"tanya nenek Idah.
"Diana juga gak tau nek, mungkin karena kelamaan di kapal,dan yang di liat orang tua semua jadi begitu,mata ka Bahri jadi bermasalah nek"sahut Diana.
"Kamu harus sering -sering ajak teman-teman mu ke rumah, siapa tau,kaka mu jadi tertarik kalau keseringan melihat yang muda dan cantik"ucap nenek, menyuruh Diana.
"Iya nek"sahut Diana.
*
*
*
__ADS_1
Acara lamaran pun sudah tiba, kakek Mukti dan istri nya pun ikut hadir menyambut keluarga bapak Budi,bapak Budi adalah sepupu dua kali dengan istri kakek Mukti.
"Assalamu'alaikum"ucap salam dari keluarga bapak Budi yang baru datang.
"Wa'alaikum salam"sahut Bahri dan kakek Mukti, menyambut kedatangan mereka dan di persilahkan duduk.
Mereka pun berbincang-bincang dan memperkenalkan keluarga mereka masing-masing.
"Jadi, maksud kedatangan kami kesini,ingin melamar Diana untuk anak kami Manaf, dan kami berharap lamaran ini di sambut dengan baik oleh pihak keluarga nenek Idah"ucap bapak Budi.
"Bagai mana Bahri? karena kamu wali nya sekarang,maka kamu lah yang berhak memutuskan ini"tanya kakek Mukti, Bahri pun terdiam,ia bingung hendak memutus kan apa, namun ia ingat dengan perkataan nenek nya,kalau Diana sangat menyukai Manaf, akhirnya Bahri pun menyetujui lamaran itu.
Semua orang sangat bahagia mendengar nya, dan langsung menentukan hari dan tanggal pernikahan nya, pernikahan mereka pun akan di laksanakan satu bulan lagi,pihak Bahri pun menyetujui nya.
Setelah pihak keluarga Manaf pulang, Bahri ingin bicara pada Diana.
"Boleh kaka masuk?"tanya Bahri, yang berdiri di depan pintu kamar.
"Iya ka boleh"sahut Diana.
"Diana,apa kamu benar-benar yakin ingin menikah dengan Manaf?"tanya Bahri serius, sebenarnya nya entah kenapa,hati Bahri merasa ada yang mengganjal,ia merasa Manaf bukan lah laki-laki yang baik untuk adik perempuan nya.
"Yakin ka, sebenarnya Diana sudah lama menyukai Manaf"sahut Diana malu-malu sambil menundukkan kepalanya, Bahri menghembuskan nafas nya panjang.
"Baik lah, kalau itu pilihan mu,ka Bahri akan selalu mendukung mu"ucap Bahri sambil mengusap kepala adik kesayangannya itu, Diana sangat bahagia mendengar nya.
"Terima kasih ka Bahri,kaka adalah kaka yang terbaik di dunia ini"ucap Diana sambil memeluk Bahri, Bahri pun mencium kening adiknya dengan penuh kasih sayang.
"Kamu adalah adik perempuan satu-satunya, yang ka Bahri miliki,kaka akan memberikan apa pun yang kamu mau,asal kan kamu bahagia"ucap Bahri.
Bahri pun keluar dari kamar Diana dan duduk di teras rumah,sambil memandang langit.
"Ka Bahri sedang apa?"tanya Yanur sambil menghampiri Bahri dan duduk di dekat nya.
"Sedang mengulang memory masa kecil kita, seandainya Ayah dan ibu masih ada, pasti mereka sangat bahagia melihat anak-anak sudah pada besar dan sebentar lagi Diana akan menikah"ucap Bahri.
"Ka Bahri yakin akan menikah kan ka Diana dengan Manaf?"tanya Yanur, sambil memandang lurus ke depan, Bahri pun mengerutkan alisnya heran dan menatap Yanur.
"Apa kamu mengetahui sesuatu,yang tidak ka Bahri ketahui?"tanya Bahri menyelidik.
...****************...
Bersambung...
Jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaa ❤️
kasih like, komen dan vote nya ☺️
terima kasih 🥰
__ADS_1