
Sebelum pulang ke rumah, Bahri menghampiri Fikri teman baik nya,dan menceritakan kejadian kemarin pada Fikri, bahwa dalang di balik semua musibah yang mereka alami kemaren ternyata pelaku nya adalah Bondan, Fikri pun sangat marah mendengar dan mengetahui semua itu.
Fikri memutuskan untuk memecat dan melaporkan kejahatan Bondan pada pihak berwajib, Budi pun mau memberikan keterangan dan saksi kepada pihak polisi, akhirnya tidak sampai 1 x 24 jam Bondan pun berhasil di tangkap.
"Terima kasih Bahri, berkat mu saya jadi tau semua kalakuan busuk Bondan,dan dia harus di beri pelajaran agar dia sadar dengan apa yang telah lakukan nya"ucap Fikri sambil menepuk pundak Bahri.
"Sama-sama Fikri, semoga dengan teguran ini, Bondan bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi"sahut Bahri.
"Aamiin... oiya Bahri,musim durian kan sudah habis, sekarang apa rencana mu? kalau saya akan kembali mengelola kebun sawit milik ayah"ucap Fikri memberi tahu.
"Begini saja Bahri...bagai mana kalau kamu ikut saya saya mengelola kebun sawit"ajak Fikri, Bahri pun tersenyum mendengar nya.
"Maaf Fikri, jika kamu tidak keberatan, sebenarnya saya sudah mendapatkan pekerjaan dan akan bekerja di kapal danau indah milik koh Ali, karena beliau ingin sekali saya bekerja dengan beliau"ucap Bahri memberi tahu.
"Tentu saja saya tidak keberatan Bahri, justru saya sangat senang, akhirnya kamu mendapatkan pekerjaan yang bagus dan sesuai dengan keahlian mu"sahut Fikri merasa sangat senang mendengar nya, Bahri pun merasa lega dan bahagia mendengar nya.
"Terima kasih Fikri"ucap Bahri.
"Iya Bahri, saya harap kita akan terus berteman baik walaupun kita sudah tidak bekerja sama lagi,dan jika kamu ada waktu... mampir dan jalan-jalan lah ke kebun saya"ucap Fikri.
"Insya Allah Fikri, jika ada waktu saya pasti akan menemui mu"sahut Bahri sambil tersenyum.
Setelah itu Bahri pun kembali pulang ke rumah dan memberi tahu kan kepada Humairah tentang pekerjaan yang baru saja ia dapat kan.
"Alhamdulillah mas, saya sangat senang mendengar nya, semoga pekerjaan ini yang terbaik dan berkah untuk kita mas"ucap Humairah sangat bahagia.
"Aamiin,iya dek,ini semua juga berkat do'a dan kesabaran mu, yang selalu mendukung dan menemani mas sampai saat ini"sahut Bahri sambil memeluk istrinya.
"Tentu mas,bagai mana pun juga, susah senang akan kita jalani bersama"ucap Humairah.
*
__ADS_1
*
*
Di kapal.
Keesokan harinya, Bahri dan Humairah beserta anak-anaknya pindah ke kapal, mereka pun sangat bersyukur dan senang sekali karena mereka di sambut baik oleh para anak buah kapal.
"Selamat datang bos Bahri dan keluarga di kapal ini"ucap mereka semua sambil tersenyum ramah, mereka pun memperkenalkan nama mereka satu persatu dan di bagian mana mereka bekerja,dan ternyata semua anak buah nya masih muda dari pada nya,Bahri pun menyambut dengan baik dan ramah.
"Terima kasih semuanya,saya harap kalian mau membantu dan berkerja sama dengan saya"sahut Bahri yang tak kalah ramah nya.
"Tentu bos Bahri,kami siap membantu bos Bahri"sahut Ucup salah satu anak buah kapal.
"Tolong jangan panggil saya bos, panggil saya Bahri saja"pinta Bahri.
"Tapi bos Bahri ada lah bos kami,tidak sopan jika kami memanggil dengan sebutan nama"sahut Ucup merasa tidak enak, Bahri pun tersenyum mendengar nya.
Selama beberapa bulan menjalan kan kapal, Bahri dan Humairah sangat akrab dengan para anak buahnya, Bahri juga tak sungkan membantu mereka jika kesulitan memperbaiki mesin, sedangkan Humairah tak sungkan menyiapkan dan memasakkan makanan untuk suami dan para anak buah kapal, kadang -kadang jika waktu santai Humairah sering membuat kan kue dan minuman untuk suami nya dan para anak buahnya,semua anak buah kapal merasa nyaman dan senang, mereka menganggap Bahri dan Humairah sebagai kakak mereka sendiri, Bahri pun tak membeda-bedakan kan anak buahnya,ia selalu memperlakukan mereka dengan ramah dan baik,juga sangat bertanggung jawab atas pekerjaan nya.
"Ucup, sebaiknya kamu istirahat dan makan dulu, panggil juga teman-teman yang lain"suruh Bahri, Bahri sangat memperhatikan makan mereka agar tidak kelaparan.
"Baik kak"sahut Ucup sambil mengangguk kan kepalanya lalu segera memanggil teman-teman yang lain,ucap bekerja di bagian pembuangan air mesin,ia sangat rajin dan patuh, Bahri pun sangat senang dengan Ucup dan setiap kali ia melihat Ucup Bahri teringat dengan pekerjaan nya dulu yang selalu menjaga dan memompa air mesin untuk di buang.
Humairah pun sudah menyiapkan makanan dan minuman untuk mereka,dan setelah itu Humairah pun langsung pergi ke kamar dan menemani anak-anak nya.
"Wah... makan yang di masak oleh istri kak Bahri selalu saja enak"puji Ucup sambil menyuap makanan nya dengan lahap.
"Iya makan nya sangat enak, ternyata istri kak Bahri sangat pandai memasak"sahut Agung ikut memuji.
"Kita beruntung mendapatkan bos yang baik dan rendah hati, seperti kak Bahri dan istri nya"ucap Ucup.
__ADS_1
"Iya benar cup, ternyata bos Ali tidak salah memilih kak Bahri sebagai bos kita, sifat dan perilaku nya persis seperti bos Ali yang baik"sahut yang lain lagi.
"Benar...kita memiliki bos Ali kedua,cara kak Bahri memperlakukan kita sama dengan seperti bos Ali, bahkan aku sempat mengira waktu itu kak Bahri adalah anak dari bos Ali, karena sifat dan perilaku nya sebelas dua belas dengan bos Ali"sahut Ucup.
"Maka nya cup.. kita harus lebih rajin dan tekun bekerja, biar bos Ali dan kak Bahri merasa bangga dan senang melihat kita" ucap Agung menasehati.
"Iya.. percuma kalau gajih kita banyak dan kadang sering sekali kak Bahri memberi kan uang lebih untuk kita, kalau kerja kita hanya malas-malasan, kita harus membuktikan kalau kita rajin dan bertanggung jawab atas pekerjaan kita"sahut Ucup bersemangat.
"Ya sudah cepat kita selesai kan makan kita, sebentar lagi barang akan datang,dan akan di muat ke kapal"ucap yang lain menginginkan kan,
"Oiya, hari ini jadwal siapa yang cuci piring?"tanya Agung, Ucup pun langsung cengengesan mendengar nya.
"Emm...udah jelas kelihatan siapa yang kena giliran nya,nih..cup, cepat kerjakan ya,kata nya harus membuktikan nya bukan..!"ucap Agung sambil tersenyum.
"Iya...tenang saja,sini mana piring kotor kalian,biar Ucup ganteng yang nyuci semua nya"sahut Ucup sambil menepuk dadanya, semua nya pun langsung tertawa mendengar nya.
"Iya cup,kamu tuh ganteng banget,apa lagi kalau di liat dari sedotan he..he"sahut Agung meledek sambil tertawa, Ucup pun langsung ternganga mendengar nya.
Mereka semua pun langsung bekerja kembali dan bergotong royong memuat barang ke kapal, Bahri pun sangat senang melihat semua anak buah nya sangat rajin dan jujur dalam bekerja, sangat jauh berbeda dengan waktu ia dulu bekerja di kapal bos haji Dulah.
"Alhamdulillah ya Allah, sungguh engkau maha adil dan bijaksana"batin Bahri merasa bersyukur sambil tersenyum melihat semua anak buah nya yang sangat akur,kompak dan saling membantu satu sama lain.
...****************...
Bersambung...
Jangan lupa baca episode-episode selanjutnya yaa,☺️dan mampir juga di novel terbaru Ummi Alima yang berjudul (3 Hati) Cinta Tak Pernah Salah dan tinggalkan jejak kalian ya,beri bintang 5 dan tekan tombol favorit kalian ❤️
__ADS_1