JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Fahru tak ingin lanjut sekolah


__ADS_3

Selama 2 hari di rawat di poskesmas keadaan nenek Idah pun sudah membaik, tubuh nya pun sudah tidak lemas lagi.


"Nenek makan dulu ya, saya bawa kan bubur ayam buat nenek"ucap Humairah sambil membuka rantang yang di bawa nya dari rumah.


Nenek Idah pun mengangguk dan bangun, sedikit demi sedikit Humairah menyuapi nenek Idah.


"Emm.. bubur ini terasa sangat enak, apa kamu sendiri yang membuat nya?"tanya nenek Idah.


"Iya nek"sahut Humairah sambil tersenyum lembut.


"Masya Allah, cucu ku Bahri sangat beruntung mendapatkan istri seperti mu nak, Sholehah, rajin dan pintar masak lagi"ucap nenek Idah sambil menatap lembut dan mengusap pipi Humairah, Humairah pun tersenyum dan langsung memeluk nenek Idah.


"Nenek selalu berdo'a semoga rumah tangga kalian bahagia dan berkah"ucap nenek Idah lagi.


"Aamiin.. terima kasih nek, saya juga berdo'a, semoga Allah memberikan kesehatan dan umur panjang untuk nenek "sahut Humairah, nenek Idah pun tersenyum bahagia dan mengamin kan do'a Humairah.


"Assalamu'alaikum"ucap kyai dan umi yang datang menjenguk nenek Idah.


"Wa'alaikum salam"sahut Humairah dan nenek Idah.


"Abah...umi...!"ucap Humairah gembira,lalu ia segera menyalimi kedua orang tua.


"Bagai mana keadaan nenek Idah?"tanya kyai sambil tersenyum ramah.


"Alhamdulillah,sudah membaik kyai"sahut nenek Idah.


"Alhamdulillah, semoga nenek Idah cepat pulih seperti semula"ucap kyai.


"Aamiin, terima kasih kyai "sahut nenek Idah.


"Oiya..ini umi bawa kan bubur kacang hijau untuk nenek Idah "ucap umi sambil menyerahkan sebuah rantang ke pada Humairah.


"Ya Allah, terima kasih umi, jadi merepotkan"ucap nenek Idah merasa tidak enak.


"Tidak merepotkan kok"sahut umi sambil tersenyum ramah.


"Terima kasih umi"ucap Humairah,umi pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Mana suami mu nak?"tanya kyai mencari Bahri.


"Lagi menebus obat untuk nenek bah"sahut Humairah,tak lama Bahri pun datang.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam"sahut mereka bersamaan.


"Abah..umi.. kapan kalian datang?"tanya Bahri sambil tersenyum sopan dan menyalimi tangan mertua nya.

__ADS_1


"Baru saja nak"sahut kyai.


"Nenek ini obat nya, dan kata dokter, nenek sudah bisa pulang hari ini"ucap Bahri memberi tahu, nenek Idah pun merasa senang mendengar nya.


"Alhamdulillah..!"ucap nenek Idah, kyai, umi dan Humairah bersamaan.


"Kalau begitu,biar saya kemas sekarang barang-barang nenek"ucap Humairah sambil tersenyum bahagia, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Mana Fahru dan Yanur?"tanya Bahri, yang tidak melihat lagi keberadaan kedua adiknya itu.


"Mereka baru saja keluar mas, katanya mau beli sesuatu"sahut Humairah.


Setelah Bahri mengurus pembayaran dan yang lain nya, nenek Idah pun akhirnya bisa di bawa pulang , Yanur dan Fahru pun lebih dulu membawakan barang-barang nenek Idah ke rumah, sedang kan Bahri dan Humairah bersama dengan nenek Idah.


"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di rumah"ucap nenek Idah merasa senang, karena selama 2 hari di rawat, ia merasa tidak betah dan selalu merengek ke pada Bahri ingin pulang.


"Iya nek,tapi nenek harus banyak -banyak istirahat"sahut Bahri, sambil menuntun nenek nya menuju kamar.


"Nenek mau duduk di ruang tamu saja dulu"pinta nenek,ingin bersantai.


"Sebaiknya nenek istirahat di kamar saja dulu" ucap Bahri, nenek Idah pun memanyunkan bibirnya sambil cemberut.


"Iya..iya, dari kemaren kamu selalu saja menyuruh nenek mu ini istirahat,kalau nenek terus-menerus berbaring rasa nya akan lebih sakit,nenek mu ini sudah terbiasa beraktivitas Bahri"sahut nenek Idah protes, Bahri pun terkekeh mendengar protesan dari nenek nya.


"Iya..Bahri tau,tapi nenek kan baru habis sakit,jadi istirahat saja dulu"bujuk Bahri.


Setelah itu Humairah pun langsung pergi ke dapur untuk memasak makanan buat nanti malam.


"Dek..lagi ngapain?"tanya Bahri menghampiri istrinya.


"Lagi masak buat makan malam mas"sahut Humairah.


"Mas bantu ya"ucap Bahri sambil mengambil pisau dapur yang ada di dekat nya.


"Boleh"sahut Humairah sambil tersenyum.


"Mas motong apa nih?"tanya Bahri kebingungan,mau membantu apa, Humairah pun terkekeh melihat nya.


"Emh..mas kupasin bawang merah dan putih aja ya"sahut Humairah,sambil mengambil kan beberapa biji bawang merah dan putih, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


Setelah itu Humairah pun menggoreng ikan dan tempe,iya juga memotong-motong sayur kangkung yang akan di oseng nanti nya.


"Bawang nya sudah selesai mas?"tanya Humairah,sambil menoleh ke arah suami nya,ia pun seketika langsung tertawa ketika melihat suami nya mengupas bawang sambil menangis.


"Kenapa bawang ini terasa perih sekali..!"keluh Bahri sambil mengusap air mata nya dengan baju nya.


"Maaf mas, seharusnya tadi mas tak perlu mengupas bawang tadi"ucap Humairah merasa tidak enak,tapi juga merasa lucu melihat suami nya seperti itu.

__ADS_1


"Ini bawang nya dek, sudah selesai"ucap Bahri sambil menyerahkan bawang hasil kupasan nya.


"Terima kasih mas"ucap Humairah, sambil menyambut nya.


"Apa yang bisa mas bantu lagi?"tanya Bahri sambil menatap istrinya.


"Gak ada lagi mas,habis ini sudah selesai kok"sahut Humairah, sambil mengaduk-aduk oseng kangkung yang di masak nya.


"Kalau begitu mas bantu siapin piring saja ya"ucap Bahri sambil mengangkat beberapa piring.


Makanan pun sudah siap di hidangkan di meja makan, Humairah pun segera membawakan makanan untuk nenek Idah di kamar.


"Nenek,makan malam dulu ya"ucap Humairah lembut.


Nenek Idah pun bangun dan meminta untuk makan di luar saja bersama, Humairah pun tersenyum dan membawa nenek ke luar.


Semua orang pun berkumpul dan makan bersama-sama.


"Fahru, sebentar lagi pendaftaran sekolah akan di buka,apa kamu sudah memutuskan, akan melanjutkan sekolah di mana?"tanya Bahri, Fahru pun terdiam mendengar nya.


"Emm..ka Bahri, sebenarnya Fahru tidak ingin melanjutkan sekolah"sahut Fahru, Bahri pun terkejut,ia menghentikan makan nya dan langsung menatap adik bungsu nya itu.


"Kenapa?"tanya Bahri sambil menyeritkan alis nya.


"Sebenar nya Fahru ingin bekerja saja ka" sahut Fahru,sambil menunduk merasa takut.


"Bekerja? kenapa tiba-tiba kamu ingin bekerja? kenapa kamu tidak melanjutkan sekolah saja?"tanya Yanur bingung.


"Ka, sebenarnya Fahru merasa,otak Fahru tidak bisa menangkap pelajaran, Fahru juga selalu kesulitan jika belajar ka,dan Fahru memutuskan ingin bekerja saja"sahut Fahru jujur, Bahri pun terdiam mendengar nya, sebenarnya ia tak setuju dengan kehendak Fahru, karena Fahru baru saja lulus SMP, namun ia juga tidak bisa memaksakan kehendak nya,bagi nya kebahagiaan dan kenyamanan adik-adiknya ada lah kebahagiaan nya.


"Fahru,kamu yakin ingin bekerja, dan tidak ingin melanjutkan sekolah?"tanya Bahri memastikan.


"Yakin ka "sahut Fahru mantap.


"Lalu kamu ingin bekerja apa Fahru?"tanya Bahri lagi, Fahru pun bingung ingin menjawab nya,pasal nya ia belum mendapatkan pekerjaan.


"Bagai mana kalau Fahru ikut bekerja di pabrik kayu tempat saya saja ka..!"sahut Rahmat memberi saran, Bahri pun langsung menoleh ke arah Rahmat, Fahru yang mendengar nya pun sangat senang.


"Boleh ya ka?Fahru ikut bekerja di pabrik tempat ka Rahmat.."pinta Fahru memohon, Bahri pun menatap adik bungsu nya itu dan dengan berat hati mengangguk kan kepalanya.


"Terima kasih ka Bahri"ucap Fahru kegirangan, Bahri pun hanya bisa mengangguk.


...****************...


Bersambung....


Baca terus episode-episode selanjutnya yaa jangan sampai ketinggalan ☺️

__ADS_1


__ADS_2