
Humairah sedang asik menggendong putri yang sejak tadi rewel minta bawa jalan-jalan, Humairah melihat para ibu-ibu sedang asik berkumpul duduk sambil mengobrol, niat hati Humairah ingin menyapa mereka semua,tapi tak terduga Humairah mendengar sesuatu yang tidak mengenakkan hati nya.
"Eh.. kalian tau gak,itu..si Mei anak nya pak haji Bahri, ternyata diam-diam pacaran sama anak nya Bos juki"ucap bu Atut salah satu tetangga Humairah.
"Yang bener..?sama si Dimas?"tanya yang lain.
"Ya iyalah, siapa lagi,kan Bos juki punya anak laki-laki cuma si Dimas"sahut bu Atut.
"Terus kamu denger kabar itu dari mana bu Atut?"tanya yang lain lagi.
"Aku gak denger dari siapa-siapa, justru aku lihat sendiri dari mata kepala ku sendiri,itu si Mei hampir tiap hari berboncengan sama Dimas kalau ke pasar,lebih parah nya lagi,si Mei sampai peluk-peluk segala kalau naik motor nya"ucap bu Atut.
"Ah.. yang bener, bukan nya si Mei itu anak baik .." sahut yang lain.
"Ya kelihatan nya saja baik, apa lagi kalau di depan orang tua nya, berangkat dari rumah sendiri,di tengah jalan langsung ketemuan terus boncengan,pas pulang nya dia pura-pura naik becak biar gak ketahuan"sahut bu Atut.
"Astaghfirullahal'azim...masa sih bu, rasa nya aku gak percaya denger nya,bu Humairah dan pak Bahri kan orang baik"sahut yang lain.
"Beneran bu ibu, aku lihat sendiri, nanti ya besok-besok aku fotoin tuh si Mei,biar kalian percaya,pak Bahri dan bu Humairah memang orang baik,tapi kelakuan anaknya yang enggak baik"sahut bu Atut,Humairah sangat terkejut dan merasa sakit hati mendengar percakapan mereka yang masih saja asik bergunjing, tanpa mereka sadari orang yang anak nya sedang mereka gosip kan ada di belakang mereka.
"Ya Allah,gak nyangka ya, terlihat saja si Mei anak nya baik dan polos, ternyata kelakuan nya tidak sebaik rupanya "sahut yang lain.
"Itu dia bu,aku juga gak nyangka"sahut bu Atut.
__ADS_1
"Eh bu ibu...aku curiga jangan-jangan si Mei juga sering berduaan sama si Dimas di warung kopi nya,kan si Mei sering jaga warung sendirian,si Caca kan jarang-jarang kerena sibuk tugas sekolah buat kelulusan"ucap bu Atut.
"Ya Allah, kalau bener itu bu Atut, berarti mereka sudah mendekati zinah"sahut yang lain.
"Bukan mendekati zinah lagi bu, jangan-jangan mereka memang sudah melakukan zinah "sahut bu Atut, mendengar perkataan mereka,air mata Humairah tak bisa lagi di tahan lagi,ia pun langsung melangkah kan kaki untuk pulang sambil menagis, telinga nya sudah tidak tahan lagi untuk mendengar kan percakapan mereka yang membuat hati nya terasa di cabik-cabik.
"Humairah,kamu kenapa nak..?"tanya Umi, kebingungan melihat putri nya datang sambil menangis.
"Tidak papa bu,mata saya kelilipan tadi di luar"sahut Humairah sambil mengusap air mata nya, Umi menyeritkan alisnya bingung.
"Saya masuk ke kamar dulu umi,mau netein putri"ucap Humairah,ia pun langsung masuk ke kamar nya, menghindari pertanyaan Umi selanjutnya,ia tau Umi nya tidak akan percaya dengan jawaban yang ia berikan tadi.
"Kelilipan..?masa kelilipan yang keluar air mata keduanya nya.."gumam Umi merasa curiga, sebenarnya Umi ingin menghampiri Humairah dan menanyakan lagi,tetapi tiba-tiba ada Bahri yang baru datang.
"Ada apa umi..? kenapa umi terlihat kebingungan..?"tanya Bahri, yang sejak ia datang,umi hanya mematung seperti orang yang sedang berpikir.
"Menangis..? menangis kenapa umi..?"tanya Bahri bingung,pagi tadi ketika ia tinggal kan istrinya baik-baik saja, mereka pun tak ada masalah,lalu apa yang membuat istrinya menangis.
"Itu dia... Umi juga tidak tau,pas Umi tanya,dia hanya menjawab kelilipan,tapi matanya basah keduanya"sahut Umi.
"Coba kamu tanya kan dia,ada apa"suruh Umi.
"Iya Umi,saya akan bicara dan menanyai nya"sahut Bahri, lalu segera pergi ke kamar nya.
__ADS_1
Di dalam kamar Humairah sedang meluapkan rasa kekesalan dan emosi dengan menangis sambil tersedu-sedu, bahkan ia tak menyadari suaminya sudah datang dan menatap nya.
"Ada apa dengan istri ku, siapa yang telah membuat nya menangis sampai seperti itu?"batin Bahri merasa sakit melihat istrinya sedang menangis, terakhir kali Bahri melihat istrinya menangis seperti itu saat kehilangan Ali.
"Dek,kamu kenapa..?"tanya Bahri sambil mengusap pundak istrinya, Humairah tersentak kaget,ia terkejut melihat suami nya yang tiba-tiba sudah ada duduk di samping nya, bahkan saat putri menangis pun ia tak mendengar nya.
"Mas..!"ucap Humairah,ia pun langsung memeluk suaminya dan meluap kan rasa sedih nya di dalam pelukan itu, Bahri mengusap lembut kepala istri nya dan memberikan sebuah kecupan di kening nya agar istri nya merasa tenang.
"Ada apa dek? kenapa kamu menangis sampai seperti ini? siapa yang telah membuat mu menangis?"tanya Bahri,ada rasa tak rela melihat istrinya tersakiti, ingin rasanya Bahri memberi pelajaran untuk orang yang sudah membuat istrinya sedih.
"Mas, mereka bilang Mei anak yang tidak baik"ucap Humairah memberi tahu, Bahri menyeritkan alisnya.
"Mereka siapa..? kenapa mereka sampai menyebut Mei kita tidak baik?"tanya Bahri.
Humairah pun mengatur nafasnya, setelah serasa cukup ia pun mulai menceritakan semua percakapan yang ia dengar dari para tetangga nya itu pada suaminya, wajah Bahri langsung memanas mendengar nya,emosi nya pun meluap, Bahri pun ingin segera mendatangi dan menegur para ibu-ibu itu yang hanya bisa nya cuma menggosip dan menggunjing orang lain saja, namun Humairah dengan cepat mencegah nya.
"Mas, sebaiknya kita tanya kan dulu kebenaran nya pada Mei secara baik-baik,tak mungkin tak ada asap jika tak ada api, jika percakapan mereka itu benar,kita yang akan malu,bila langsung menegur dan memarahi mereka "ucap Humairah, Bahri pun langsung terdiam,benar apa yang di katakan oleh istri nya itu, sebaiknya mereka mencari bukti dan menyakan dulu pada orang yang bersangkutan,itu lah sebabnya kenapa Humairah tidak mau langsung gegabah melabrak mereka tadi,jika kabar itu benar,maka ia sendiri yang akan di permalukan oleh mereka.
"Baiklah, nanti malam akan kita tanya kan langsung pada Mei, tenang masalah ini"sahut Bahri sambil menghela nafas, sangat terlihat sekali ia sedang menahan emosi nya, Humairah pun mengangguk kan kepalanya setuju.
...****************...
Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya βΊοΈ
Terima kasih ππ»