JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
lanjutan kehilangan dan terbongkar nya kebenaran.


__ADS_3

"Waduh... gawat..! ketahuan dong, kalau aku ngasih nya cuma 5 juta"batin bos haji Dulah, merasa malu, karena tidak menepati janji untuk memberikan uang sebesar 10 juta.


"I..iya kang,cu..cuma 5 juta"sahut Udin terbata-bata sambil menunduk kan kepalanya.


"Sudah saya duga,pasti kamu orang yang sudah mencuri uang Bahri..!"ucap kang Ujang, menatap sengit Udin, Udin pun hanya diam tak bisa bicara lagi.


"Kenapa kamu melakukan itu hah...? kenapa kamu selalu jahat pada Bahri...!kamu pikir saya tidak tau apa yang sudah selama ini kamu lakukan,saya tau semuanya,dan saya sering memperhatikan kamu dan Bahri secara diam-diam,kamu sering memarahi Bahri kan..?kamu juga menyuruh nya seenak jidat mu,ketika saya istirahat,kamu juga sering mengambil jatah makan nya Bahri,saat semua orang lengah, sehingga Bahri sering tak mendapat kan makan, dan lebih parah nya lagi sudah beberapa kali kamu mencoba mencelakai Bahri..!mulai dari memfitnah nya sampai Bahri hampir mati karena sakit dan kelaparan, padahal orang yang selama ini menguntit di kapal ini adalah kamu dan Rojali tapi kalian malah mengambing hitam kan Bahri untuk menutupi kesalahan kalian....!!!hingga sampai kamu tega mendorong nya dari kapal ke sungai angker dengan sengaja,kamu pikir saya tidak tau..?saya tau semuanya dan mendengar langsung percakapan kalian, setelah Bahri di hukum"ucap kang Ujang, sangat marah dan tidak tahan lagi ingin membongkar semuanya.


Deg!


Udin dan Rojali pun langsung terkejut mendengar nya,dan semua orang pun juga ikut terkejut.


*


*


*


Flashback


"Untung kita selamat, bagus juga ide kamu Din,jadi yang tersangka nya cuma Bahri ha..ha"ucap Rojali sambil tertawa.


"Iya mang, sekarang kita aman,tapi aku kecewa sih, seharusnya kan Bahri langsung di pecat saja,tapi tuan haji bos masih mempertahan kan nya"sahut Udin kesal.


"Tidak papa,tapi kan dia yang kena hukuman tidak menerima gajih, dan sedang kan gajih kita selamat he..he"sahut Rojali sambil tertawa.


"Iya kang, tapi barang-barang yang sudah kita curi bagai mana? semua nya sudah di ambil tuan haji bos, gagal dong duit nya buat tambahan saya kawin"sahut Udin.


"Duit..Duit mulu, sudah syukur kita selamat, masih mikirin kawin! lagian calon bini Lo kenapa matre banget sih? duit mahar nya saja minta puluhan juta,ampun deh!"ucap Rojali sambil menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Yah..itu lah mang,nama nya juga cinta, saya rela berkorban deh"sahut Udin.

__ADS_1


"Berkorban kok,tapi nyuri"sahut Rojali.


"Lah kan kita sama mang,situ juga cari biaya buat ngobatin anak juga hasil nyuri"sahut Udin.


"I..iya juga sih,sama he..he,tapi kan terpaksa" sahut Rojali.


"Ya sama mang, saya juga terpaksa "sahut Udin, mereka pun tertawa bersama, tanpa mereka sadari di balik dinding kapal ada kang Ujang yang sudah mendengar dan merekam percakapan mereka.


*


*


*


"Tuan haji bos, kalau tidak percaya,tuan bisa dengerin rekaman suara yang sudah saya simpan"ucap kang Ujang, sambil mengambil handphone nya dan membuka hasil rekaman itu.


Bos haji Dulah dan yang lain pun pun langsung mendengar kan rekaman suara itu, mereka semua terkejut setelah mendengar nya.


"Ke.. kenapa bisa jadi begini?mati aku"batin Rojali merasa takut.


Bos haji Dulah pun langsung menatap tajam mereka berdua,ia tak menyangka, anak buah kepercayaan nya tega membohongi nya dan merugikan nya.


"Jadi kalian berdua pelakunya?"ucap bos haji Dulah marah.


Rojali dan Udin pun langsung berlari dan bersujud lalu memeluk kaki bos haji Dulah, memohon ampun.


"Maaf kan kami tuan haji bos,kami mengaku salah,tapi.. sungguh kami melakukan itu karena terpaksa! sungguh tuan haji bos"ucap mereka bersamaan, sambil menangis.


"Kalau kalian terpaksa?kenapa kalian tega memfitnah anak yatim-piatu yang tak bersalah! kenapa kalian tidak jujur "tanya kang Ujang, merasa geram melihat drama yang di lakukan oleh kedua orang itu.


"I..itu..itu.. karena kami takut di pecat tuan haji bos,maka nya kami melakukan nya"sahut Udin.

__ADS_1


"Karena ulah kalian, hampir saja nyawa Bahri melayang..!kesalahan yang tidak pernah dia perbuat, membuat dia menderita, sungguh kalian sangat berdosa telah menyakiti hati seorang anak yatim-piatu"ucap kang Ujang kesal, Bahri hanya terdiam mendengar nya, sedang kan bos haji Dulah, justru mereka sangat bersalah dan berdosa karena telah menyiksa Bahri.


"Setelah sampai ke kampung nanti, kalian tak perlu lagi kembali bekerja di kapal ini, karena kalian berdua...aku pecat!"ucap bos haji Dulah,lalu melepas kan kaki nya dari pagutan mereka berdua.


"Tolong jangan pecat saya tuan...! saya sungguh menyesal..! saya sangat membutuhkan pekerjaan ini,tolong jangan pecat saya...!kalau saya di pecat bagai mana anak dan istri saya?anak saya sedang sakit tuan"ucap Rojali sambil menangis tersedu-sedu.


"Tolong jangan pecat saya tuan,saya juga melakukan itu karena terpaksa,saya harus mendapatkan uang secepat nya agar saya bisa menikahi gadis pujaan saya, kalau tidak maka gadis itu akan di pinang oleh orang lain" ucap Udin juga memohon.


"Tuan haji bos, saya mohon maafkan lah mereka, kasian mereka yang sedang kesulitan, seharusnya kita justru membantu mereka, bukan membuat mereka lebih sulit lagi"Ucap Bahri memohon, semua orang pun terkejut mendengar nya, mereka tak menyangka Bahri dengan lapang dada memohon dan memaafkan mereka.


"Bahri!kamu tidak salah, kenapa kamu memaafkan mereka? mereka itu sudah sangat jahat pada mu"ucap kang Ujang.


"Kang!kata Ayah Bahri,kejahatan jangan di balas dengan kejahatan, justru kita balas dengan kebaikan, karena balas dendam yang terbaik itu adalah menjadikan diri kita lebih baik lagi"ucap Bahri sambil tersenyum lalu membantu Rojali dan Udin berdiri.


"Kamu memang benar -benar anak yang baik Bahri"ucap Om Anton, merasa terharu dan bangga.


"Baik lah, karena permintaan Bahri, kalian berdua aku maaf kan dan tidak jadi aku pecat,tapi... apa bila kalian mengulangi nya lagi,maka tak ada ampun untuk kalian berdua"ucap bos haji Dulah, mereka berdua pun langsung mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Baik,tuan haji bos terima kasih,kami janji tidak akan lagi mengulangi nya"ucap mereka bersamaan.


"Terima kasih Bahri, karena kamu sudah menyelamatkan hidup kami"ucap Rojali merasa malu dan bersalah ke pada Bahri.


"Aku juga minta maaf Bahri, karena sudah berlaku buruk pada mu"ucap Udin merasa sangat malu dan menundukkan kepalanya.


"Iya mang dan ka Udin, Bahri sudah memaafkan kalian"sahut Bahri sambil tersenyum.


Mereka berdua pun memeluk Bahri dan merasa bersyukur, karena Bahri lah penyelamatan mereka.


Bersambung....


kasih like, komen dan vote nya ya ☺️

__ADS_1


terima kasih ♥️


__ADS_2