JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Hari pernikahan


__ADS_3

Humairah semakin gelisah dan tidak sabar menunggu suami dan anaknya yang kata nya sebentar lagi akan sampai.


"Assalamualaikum"terdengar suara salam dari luar.


"Wa'alaikum salam"sahut Humairah,ia pun langsung segera kelua dari kamar nya, karena mendengar suara suaminya.


Humairah merasa lega melihat kedatangan suami dan anaknya.


"Ibu..!"Mei langsung memeluk Humairah sambil bersimpuh.


"Maafkan Mei bu hiks.. hiks..!"ucap Mei, sambil menangis tersedu-sedu.


"Anak ku Mei"ucap Humairah sambil menangis.


"Tolong jangan lagi kamu ulangi hal ini nak"ucap Humairah, Mei pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya bu, Mei tak akan lagi mengulangi nya"sahut Mei.


"Berjanjilah pada ibu..!"pinta Humairah.


"Mei janji bu, Mei tak akan lagi mengulangi nya, Maaf ka Mei bu, Mei telah menyakiti hati ibu dan Ayah"ucap Mei menyesal.


"Ibu sudah memaafkan mu nak,jauh sebelum kamu meminta maaf "sahut Humairah,tangis Mei pun semakin pecah mendengar nya, semua anggota keluarga pun ikut menangis melihat pertemuan anak dan ibu yang penuh rahu itu.


*


*


*


Hari pernikahan pun telah tiba, segala persiapan mulai dari tenda, pelaminan, konsumsi dan yang lainnya sudah siap,para seluruh keluarga besar Mei dan Dimas sudah berkumpul dengan pakaian terbaik nya untuk menyaksikan ijab qobul yang akan di laksanakan sebentar lagi,para tamu undangan pun sudah banyak berdatangan, mereka semua tak ingin ketinggalan untuk menyaksikannya acara yang sakral antara Mei dan Dimas.


Penghulu dan para saksi sudah siap, lantunan ayat suci Al Qur'an pun langsung di kumandangkan dengan sangat merdu, semua orang mendengar kan dengan sangat khusuk.


"BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM"


"WAHAI DIMAS ANGGARA BIN HAJI AHMAD JUKI,SAYA KAWIN KAN DAN SAYA NIKAH KAN ENGKAU DENGAN ANAK SAYA YANG BERNAMA MEISAROH BINTI HAJI BAHRI DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SOLAT DAN SATU SET PERHIASAN EMAS DI BAYAR TUNAI..."


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWIN NYA MEISAROH BINTI HAJI BAHRI DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SOLAT DAN SATU SET PERHIASAN EMAS DI BAYAR TUNAI.."

__ADS_1


"Bagai mana saksi..?"tanya penghulu,para saksi langsung mengangguk-angguk kan kepalanya.


"Sah..!"sahut mereka bersamaan.


"Barakkallah.."sahut semua orang,penghulu pun langsung membaca kan do'a sebagai tanda bahwa acara sudah selesai.


Mei pun di tuntun ke luar dari kamar dan langsung di bawa menuju di mana suaminya berada.


Semua mata tertuju pada pengantin mempelai wanita yang keluar dan berjalan begitu cantik dan terlihat sangat anggun,mata Dimas pun sampai tak berkedip menatap kecantikan wanita yang saat ini sudah resmi menjadi istri nya, Dimas merasa sangat bahagia karena sudah bisa mendapatkan wanita idaman nya itu, Mei duduk di samping suaminya.


"Kamu sangat cantik sekali dek"bisik Dimas pelan sambil tersenyum lebar, Mei pun hanya tersenyum malu mendengar nya.


Semua orang ikut bahagia melihat pasangan pengantin yang sedang bersanding dan terlihat sangat serasi.


Bahri dan Humairah pun merasa sangat bahagia dan akhirnya bisa bernafas lega, setelah semua acara selesai.


*


*


*


"Pak,semenjak Dimas menikah, sekarang Dimas sudah semakin dewasa,mama senang melihat nya"ucap mama nya Dimas sambil tersenyum.


"Iya ma, Dimas juga sangat rajin dan bersungguh-sungguh dalam bekerja,kata nya..dia malu sama istri dan mertua nya jika dia tidak bekerja dan hanya menjadi seorang pengangguran"sahut pak juki sambil terkekeh.


"Coba kita tau, kalau Dimas bakal berubah jadi lebih baik setelah menikah, dari dulu saja kita nikah kan dia sama Mei pak he...he"ucap mama nya Dimas sambil terkekeh kecil.


"Iya bu"sahut pak juki.


Karena kesungguhan Dimas,ia pun di serah kan kepercayaannya oleh bapak nya untuk mengelola salah satu kapal miliknya, mereka juga memberikan sebuah rumah untuk di tempati anak dan menantunya itu.


"Mas, syukur lah putri kita Mei akhir nya bahagia,ia juga mendapatkan suami yang baik dan mapan, mertua juga begitu baik dengan nya"ucap Humairah merasa sangat bersyukur dan lega.


"Iya dek, Alhamdulillah.. sekarang kita bisa tenang melihat nya, Mei juga sudah memiliki tempat tinggal yang nyaman, semoga putri kita Mei selalu bahagia"sahut Bahri sambil mendo'a kan anak nya, Humairah pun mengaminkan do'a suaminya.


Sebenarnya Mei ingin sekali mengajak Ayah dan ibu juga adik-adik nya untuk tinggal bersama nya, tetapi Bahri dan Humairah menolak, mereka tidak mau menimbulkan masalah dan bahan gosip bagi para tetangga nya,jika mereka tinggal menumpang di rumah pemberian orang tua Dimas, pasti orang -orang akan mengatakan bahwa Bahri dan Humairah hanya ingin memoloroti dan mendompleng harta milik besan nya itu.


"Oya dek, bagai mana dengan warung kita..?"tanya Bahri, semenjak Mei menikah dan tinggal bersama suaminya, warung kopi mereka tidak ada yang mengelola dan sudah lama tutup, Humairah pun sangat kerepotan merawat putri yang masih kecil, sedang kan Caca masih sekolah dan harus fokus dengan ujian kelulusan nya yang tinggi satu bulan lagi.

__ADS_1


"Mas saya sudah putus kan, kalau warung itu tidak akan lagi buka"sahut Humairah, Bahri pun terkejut mendengar nya.


"Maksud nya,kamu berhenti berjualan..?"tanya Bahri, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya mas, saya tidak ingin ada fitnah lagi yang para tetangga sebarkan,dan hal-hal yang tidak baik tentang anak-anak dan warung kita, jadi menurut saya,sebaiknya kita berhenti saja,hal ini sudah saya pikir kan matang-matang mas"sahut Humairah, Bahri pun terdiam mendengar nya, menurut nya apa yang di katakan oleh istri nya ada benarnya.


"Mas,menurut saya..sebaiknya kita merantau saja ke kota lain,dan membuka usaha yang baru di sana"ucap Humairah, Bahri mengerutkan alisnya.


"Merantau kemana dek..?dan usaha apa..?"tanya Bahri.


"Saya juga belum tau mas,tapi hati ini merasa terdorong ingin pergi merantau dan membuka usaha lain,saya juga tidak tega melihat mas, yang menjadi buruh selalu di suruh -suruh oleh orang,jika kita membuka usaha, walau pun hanya kecil-kecilan tetapi tak ada orang yang memerintah kita,kita bisa bebas semau kita..karena pemiliknya adalah kita sendiri" sahut Humairah, entah kenapa Humairah merasa hati nya ingin memulai hidup baru di tempat yang baru,diam di kampung membuat hati nya semakin tidak nyaman, apa lagi dengan omongan-omongan para tetangga yang suka bermulut pedas.


"Mas,sebaiknya kita tukar pendapat dan minta pencerahan saja kepada ustadz Fajri, siapa tau beliau bisa membantu kita"ajak Humairah, Bahri pun terdiam, awal nya ia menolak,tetapi karena istri nya yang sangat yakin dan kekeh untuk memulai hidup baru, Bahri pun setuju, biasa Bahri selalu meminta pendapat dan pencerahan pada Kyai Ridwan,tetapi semenjak beliau wafat 6 bulan yang lalu,kini tak ada lagi yang bisa Bahri mintai pendapat.


Keesokan harinya, Bahri dan Humairah mengunjungi dan bersilaturahmi ke rumah ustadz Fajri, mereka di sambut hangat dan di berikan pencerahan, ustadz Fajri adalah salah satu ustadz yang di segani dan di hormati di kampung itu, beliau sangat terkenal dengan alhi hitung usaha dalam Al-Qur'an, setiap orang yang ingin memulai usaha, selalu meminta pendapat kepada beliau dan meminta di hitung kan dalam aksara Al Qur'an, beliau pun mulai mengaji Al-Qur'an,ayat demi ayat beliau lantun kan, hingga beliu berhenti,di akhirat ayat itu lah yang akan memberikan petunjuk untuk mulai usaha dengan ijin dan ridho Allah, beliau menyarankan agar Bahri dan Humairah merantau ke Kalimantan timur dan memulai usaha di sana, Humairah dan Bahri pun kebingungan usaha apa yang harus mereka mulai di sana,beliu pun menyarankan agar Bahri dan Humairah membuka usah kelontongang.


"Dek,apa kamu yakin ingin merantau ke kota lain dan memulainya usaha di sana?"tanya Bahri, masih merasa ragu.


"Saya yakin mas"sahut Humairah mantap.


"Tapi kita tidak memiliki modal yang banyak untuk kesana dan usaha di sana dek"ucap Bahri.


"Mas, kita kan masih memiliki uang sisa pembayaran hutang almarhum Diana,uang itu bisa kita modal kan untuk buka usaha"sahut Humairah, setelah Diana meninggal Rahmat suaminya Diana mendatangi Bahri,ia berniat untuk membayar hutang Diana yang pernah Diana pinjam waktu dulu, walau pun Humairah sempat kecewa karena hutang nya Diana cuma di bayar kan separuh dari hutang yang Diana pinjam,tapi walau begitu Humairah bersyukur.. setidaknya nya hutang itu di bayar kan walau tak sesuai.


"Tapi apa itu cukup dek..?"tanya Bahri.


"Insyaallah cukup mas, kita buka usaha jualan kecil-kecilan saja dulu"sahut Humairah.


"Baik lah dek,tapi kita harus berunding dan membicarakan hal ini kepada anak-anak dulu"ucap Bahri, Humairah pun mengangguk kan kepalanya setuju.


Keesokan harinya, Bahri dan Humairah memanggil Mei dan Caca, mereka pun memberi tahu kan rencana mereka ingin pindah dan mengadu nasib ke kota Kaltim, Mei dan Caca pun sontak terkejut mendengar nya, awalnya Mei dan Caca tidak setuju dengan rencana Ayah dan ibu nya,tetapi mendengar penjelasan orang tua nya, mereka pun hanya bisa pasrah dan mendukung semua keinginan orang tua nya itu, karena mereka yakin apa pun yang orang tua nya lakukan itu pasti jalan yang terbaik untuk mereka.


...****************...


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️


Terima kasih πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2