JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Mengajak jalan-jalan


__ADS_3

Keesokan pagi nya, Bahri pergi berziarah ke makam ibu dan ayah nya,memang sudah menjadi kebiasaan Bahri,jika pulang ke kampung ia akan selalu berziarah ke makam kedua orang tua nya.


"Ayah,maaf kan Bahri, karena Bahri sudah gagal memberikan kebahagiaan ke pada Diana,rumah tangga nya sekarang sudah hancur yah,dan Bahri justru tidak bisa berbuat apa-apa"ucap Bahri bicara pada makam ayah nya,sambil meneteskan air mata.


Di saat Bahri bersedih, tiba-tiba ia di kaget kan oleh seseorang yang menyentuh pundak nya.


"Bahri..!"panggil seseorang itu, Bahri langsung menoleh ke arah yang memanggil nya.


"Kakek Sukri..!"sebut Bahri,ia pun segera menyalami tangan kakek Sukri.


Kakek Sukri adalah guru ngaji Bahri dan adik-adiknya waktu kecil,dan sudah lama Bahri tak bertemu dengan kakek Sukri, karena kakek Sukri tinggal di rumah anak nya di kampung sebelah.


"Apa kabar kek?"tanya Bahri.


"Kabar kakek Alhamdulillah baik,kakek habis ziarah ke makam istri kakek,dan ketika hendak pulang,kakek melihat mu di sini,bagai mana kabar mu dan adik-adik mu Bahri?"tanya kakek Sukri sambil tersenyum.


"Alhamdulillah baik kek"sahut Bahri, sambil tersenyum.


"Kakek lihat dari jauh kamu seperti nya sedang bersedih,ada apa Bahri?"tanya kakek Sukri, yang sangat tahu dengan sifat Bahri sejak kecil.


Bahri tak bisa menyembunyikan kesedihannya, karena sejak kecil Kakek Sukri lah yang selalu memberi kan nasehat pada Bahri.


Bahri pun menceritakan masalah nya pada kakek Sukri, kakek Sukri ikut sedih mendengar cerita Bahri,ia pun memberikan nasehat pada Bahri agar selalu berserah diri kepada Allah, bersabar, bertawakal dan selalu berdo'a semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik untuk semua masalah yang di hadapi.


"Bahri, bersabar kah, insya Allah akan ada hikmah di balik semua kejadian ini"ucap kakek Sukri, Bahri pun mengangguk kan kepalanya,ia merasa lebih tenang dan damai setelah mendapat kan nasehat dari kakek Sukri.


"Terima kasih kakek, setelah bertemu dengan mu,saya merasa lebih baik"ucap Bahri,kakek Sukri pun tersenyum mendengar nya.


"Sebaiknya kamu ajak, nenek dan adik-adik mu jalan-jalan atau liburan ke luar kota,agar mereka bahagia dan melupakan kesedihannya"ucap kakek Sukri memberi saran.


"Iya kek, seperti nya saran kakek ada benarnya, sehabis pulang ini,saya akan langsung mengajak mereka jalan-jalan, mumpung Fahru juga sedang libur"sahut Bahri.


"Tapi,saya harus mencari mobil rental/sewa dulu kek, karena tak mungkin saya bawa keponakan yang masih bayi naik taksi, kasian dia"ucap Bahri.


"Tak perlu mencari mobil rental, kebetulan ada cucu keponakan dari kota Banjarmasin datang ke rumah kakek, nanti kakek suruh dia membawa kalian,lagi pula dia juga sendirian" sahut kakek Sukri, Bahri pun sangat senang mendengar nya.


"Alhamdulillah, terima kasih kek, kalau begitu saya pulang dulu untuk memberi tahu nenek dan adik-adik, setelah itu saya akan langsung ke rumah kakek untuk bertemu dengan cucu keponakan kakek "ucap Bahri, kakek Sukri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya, kakek tunggu di rumah ya"sahut kakek Sukri,lalu segera pulang.


"Assalamu'alaikum "ucap kakek Sukri.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam kek"sahut Bahri,ia pun juga segera pulang ke rumah.


Sesampai nya di rumah, Bahri pun memberi tahu kan niat nya pada nenek dan adik-adiknya,semua nya pun setuju dan merasa sangat senang, karena sudah sangat lama mereka tak pernah pergi jalan-jalan.


Sementara yang lain sedang siap-siap, Bahri pun langsung pergi ke rumah kakek Sukri.


"Assalamu'alaikum"ucap Bahri memberi salam.


"Wa'alaikum salam"sahut kakek Sukri sambil keluar menghampiri Bahri.


"Bahri, perkenalkan ini cucu keponakan ku,nama nya Rahmat"ucap kakek Sukri, memberi tahu, Rahmat pun langsung mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Bahri,dan Bahri pun menyambut nya dengan senang hati sambil tersenyum ramah.


"Rahmat ka"ucap Rahmat.


"Saya Bahri "sahut Bahri memperkenalkan diri nya.


"Pemuda yang sangat baik dan sopan"batin Bahri,ia menyukai sifat dan perilaku Rahmat.


"Baik lah, kalian bisa berangkat sekarang" suruh kakek Sukri, mereka pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Kalau begitu kami berangkat dulu kek"ucap Rahmat, sambil menyalami tangan kakek Sukri, Bahri pun ikut menyalami kakek Sukri.


"Ayo kita berangkat"ajak Bahri, sambil mengangkat tas bawaan mereka, rencana mereka akan pergi ke kota Banjarmasin dan akan menginap selama 2 hari di sana, Rahmat pun ikut membantu Bahri memasukan tas mereka,tak sengaja mata Rahmat bertemu dengan mata Diana, mereka pun saling bertatapan dan saling mengunci, Rahmat terpesona dengan kecantikan Diana, tanpa sadar jantung nya pun berdegup kencang ketika menatap Diana.


"Ehem..!"deheman Bahri menyadar kan mereka berdua, dengan cepat Rahmat langsung mengalihkan pandangan nya, ia pun menjadi salah tingkah,sama dengan hal nya Diana,ia pun tak kalah grogi nya saat tersadar tadi, sedang kan Bahri hanya geleng-geleng kepala saja sambil tersenyum geli melihat tingkah mereka berdua.


"Ya ampun kenapa jadi salah tingkah begini sih..!"batin Rahmat.


"Aduh..malu banget sama ka Bahri, kenapa aku jadi terpesona dengan wajah laki-laki itu..?"batin Diana,ia pun segera buru-buru masuk ke mobil menyusul nenek dan adik-adik nya.


Setelah semua nya siap mereka pun segera berangkat, mobil pun di kemudikan oleh Rahmat.


Fahru dan Yanur duduknya paling belakang,nenek Idah dan Diana di tengah, sedang kan Bahri tentu nya duduk di bagian depan samping supir,selama 10 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga ke kota Banjarmasin, Bahri pun meminta Rahmat untuk mencari kan penginapan yang harganya terjangkau dan dekat dengan pasar, Rahmat yang sudah hapal dengan kota itu tak butuh waktu lama ia sudah mendapatkan apa yang di inginkan Bahri, Bahri pun meminta Rahmat untuk menemani dan mengantar mereka jalan-jalan besok, Rahmat pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum, dengan senang hati ia akan membawa mereka.


"Masya Allah,kota ini sangat besar dan cantik, jalanan nya juga sangat luas dan bagus"ucap nenek Idah, terkagum-kagum melihat nya, Bahri tersenyum melihat nenek nya, Diana dan Fahru pun tak kalah hebohnya, mereka sampai tak berkedip melihat keindahan kota itu.


"Setelah makan, malam ini kita istirahat dulu,besok pagi baru kita jalan-jalan ke pasar"ucap Bahri memberi tahu.


"Apa kita akan belanja-belanja ka?"tanya Diana heboh, Bahri terkekeh melihat tingkah lucu adiknya itu.


"Iya, apa pun yang kalian mau beli,akan ka Bahri belikan"sahut Bahri, mereka pun sangat senang mendengar nya.

__ADS_1


Mereka pun makan malam di sebuah warung yang terkenal enak dengan masakan nya,nenek Idah dan yang lain pun sangat lahap memakan makanan nya,saat mereka asik makan ada dua pasang mata yang dari tadi curi-curi pandang,dan sesekali mereka saling lempar senyuman, Bahri pun menyadari tingkah mereka.


"Seperti nya, mereka saling menyukai"batin Bahri.


...****************...


Bersambung...


(Rupanya ada yang sedang jatuh cinta ya😅)


Buat pembaca setia author jangan lupa kasih like, komen dan vote nya ya ❤️


Oya..Author mau kasih contoh visual dulu ya,biar kalian gak penasaran, dan semoga kalian suka🤗



(ini contoh visual Bahri ya☺️)



(ini contoh visual Yanur)



(ini contoh visual Fahru)



(yang ini contoh visual Diana,adik kesayangannya Bahri)



(ini contoh visual Rahmat ya)



(yang di contoh visual Manaf)



(ini contoh visual nenek Idah ya)

__ADS_1


__ADS_2