JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Usaha Dimas


__ADS_3

"Dek Mei mau kemana..?"tanya Dimas, sambil menghentikan motor sport nya,saat melihat Mei berjalan sendirian.


"Mau ke pasar kak"sahut Mei dengan ramah sambil tersenyum.


"Oh ke pasar,kok jalan kaki..?"tanya Dimas lagi.


"Iya,tadi rencana mau cari becak,tapi becak nya gak ada yang lewat, kalau motor sedang di bawa Ayah"sahut Mei.


"Kalau begitu aku anterin ke pasar ya"ucap Dimas menawari, Mei menggeleng kan kepalanya.


"Tidak usah repot-repot kak,terima kasih,saya jalan saja sambil menjaga becak yang lewat"sahut Mei menolak dengan sopan, sambil tersenyum.


"Tidak papa dek, kebetulan aku juga lagi mau ke pasar, soalnya tadi di suruh mama mengambil pesanan beras nya"ucap Dimas meyakin kan Mei,ia berusaha mencari alasan agar bisa mengantarkan Mei ke pasar,padahal mana pernah Dimas mengambil beras ke pasar.


"Aku harus bisa membujuk Mei supaya mau ikut dengan ku,Ini adalah kesempatan buat menunjukkan pada teman-teman, kalau aku bisa mendapatkan Mei"batin Dimas, sambil berpikir keras.


"Benar kah..?"tanya Mei, Dimas dengan cepat mengangguk kan kepalanya.


"Iya,aku sangat sering ke pasar"jawab Dimas


"Tapi saya tidak pernah melihat kak Dimas di pasar"sahut Mei, Dimas pun langsung gelagapan.


"Ah.. mungkin pas aku pulang baru kamu ke pasar,atau bisa jadi pas kamu pulang baru aku ke pasar,maka nya kita tidak pernah ketemu"sahut Dimas mencari alasan, Mei pun menyeritkan alis nya bingung.


"Ya sudah gak usah di pikir kan,ayo, sekalian aku antar ke pasar "bujuk Dimas,berusaha keras, Mei pun dengan terpaksa mau menaiki motor sport itu dan ikut dengan Dimas, Dimas pun ingin sekali rasanya bersorak gembira, karena sekian lama menunggu akhirnya sang pujaan hati mau ikut dengan nya.


"Sudah siap..?"tanya Dimas, Mei pun mengangguk kan kepalanya.


"Pegangan ya,entar jatuh"ucap Dimas sambil tersenyum lebar, Mei pun memegang pundak Dimas, Dimas menghela nafas nya, padahal ia berharap Mei memeluk pinggang nya, tetapi Mei malah justru berpegang di pundak saja.


"Tak apa lah, yang penting Mei sudah mau ikut dan di bonceng sama aku"batin Dimas sambil tersenyum, Dimas pun menjalankan motor nya dengan sedikit pelan, agar lama sampai ke pasarnya,ia pun sengaja melewati tempat di mana teman-teman sering menongkrong.

__ADS_1


Tit..tit..! sengaja Dimas membunyikan klakson motor nya agar teman-teman nya langsung menoleh,benar saja semua teman-teman nya langsung menoleh ke arah nya dan langsung ternganga melihat Dimas membonceng gadis yang selama ini menjadi incaran nya, Dimas pun langsung melempar kan senyuman yang sangat lebar sambil menaik turun kan alisnya dan segera berlalu dari sana.


"Wan, gue gak salah liat kan...?itu yang lewat tadi Dimas dan Mei..?"tanya Bagong salah satu teman Dimas yang sangat suka mengatai Dimas, kalau Dimas gak bakal bisa membonceng apa lagi mendapatkan Mei.


"Iya,kamu gak salah lihat kok,itu memang benar Dimas yang lagi boncengan sama Mei"sahut Iwan.


"Buju buset..gila bener..! pakai ilmu pelet apa tuh anak, sampai bisa bonceng Mei..!"ucap Bagong,merasa tak percaya.


"Mungkin dia tadi malam melakukan ritual mandi kembang tujuh rupa,maka nya Mei langsung ke pelet"sahut yang lain, sambil tertawa.


"Hus, kalian ini,bukan nya mendukung temannya,malah mengata-ngatai yang gak enggak"tegur Iwan.


"Iya..iya.. terus kenapa lo gak deketin dan Pepet terus juga adiknya Mei si Caca,Lo kan dari dulu juga ngincar dia,tuh..liat si Dimas, berkat perjuangan nya akhirnya berhasil" ucap Bagong, Iwan menghela nafas nya dengan panjang.


"Kamu tuh gak tau, Caca itu bukan gadis sembarangan yang bisa di dekatin"sahut Iwan.


"Maksudnya,sama seperti kakak nya?"tanya Bagong.


"Ah..lo nya aja yang cemen masa takut sama gadis"sahut Bagong mengejek.


"Aku bukan nya takut gong,tapi aku lebih menghargai wanita baik yang menjaga kehormatan dan harga diri nya, tidak sembarang orang yang bisa mendapatkan hati nya"sahut Iwan.


"Wah...gue salut sama Lo, yang mencintai dalam diam,semoga saja..,pas Caca nikah sama orang lain nanti, Lo gak bakal gila wan"ucap Bagong.


"Kamu mau nyumpahin aku gong..?"tanya Iwan kesal sambil melotot.


"Siapa yang nyumpahin,gue cuma bilang, kalau suatu saat orang lain yang nikung duluan dan menikahi si Caca.. lo harus siap-siap"sahut Bagong mengingat kan, mendengar itu hati Iwan pun menjadi takut dan gundah.


*


*

__ADS_1


Di pasar.


"Terima kasih kak Dimas,udah mau ngantarin saya ke pasar"ucap Mei sambil tersenyum ramah.


"Iya dek sama-sama,ayo aku temani berbelanja"sahut Dimas sambil tersenyum.


"Ah.. tidak usa..-"perkataan Mei belum selesai,namun keranjang yang di pegang Mei sudah berpindah tempat.


"Ayo.."ajak Dimas dengan lembut, Mei pun dengan terpaksa menyetujui nya, mereka asik berbelanja kebutuhan di pasar, bahkan tak segan-segan Dimas membawa semua belanjaan Mei, melihat ketulusan Dimas,hati Mei pun menghangat,ia merasa senang karena laki-laki yang di depan nya tidak lah seperti yang ia pikirkan.


"Bagai mana, apa semua nya sudah di beli..? atau ada lagi yang tertinggal..?"tanya Dimas.


"Seperti nya sudah semua, terima kasih ya kak Dimas, sudah mau membantu saya"ucap Mei sambil tersenyum.


"Sama-sama dek,yuk aku antar pulang..!"ajak Dimas lagi.


"Ah.. tidak usah kak,saya naik becak saja, soalnya kalau sampai ketahuan Ayah, nanti saya kena marah"sahut Mei, mendengar itu, Dimas pun tak mau memaksakan kehendak nya,ia tak mau gadis pujaannya di marahi, gara-gara diri nya, bisa-bisa selamanya Mei tidak akan mau lagi di bonceng oleh nya.


"Baik lah kalau begitu,biar aku cari kan becak untuk mu"ucap Dimas,lalu segera memanggil becak dan membantu Mei naik dan mengangkat kan barang belanjaan nya, Dimas pun sudah membayar kan upah becak itu, supaya gadis nya tidak lagi repot-repot untuk membayar nya.


"Hati-hati di jalan ya"ucap Dimas sambil tersenyum, Mei pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


Semenjak kejadian itu, Mei dan Dimas sering bertemu, Dimas juga sering mengantarkan Mei ke pasar, hubungan mereka semakin hari semakin dekat, mereka juga sering bertukar pesan, walau pun hanya sekedar menanyakan apa kabar,sudah tidur apa belum,sudah makan, dan lagi ngapain.


...****************...


Bersambung...


Jangan lupa kasih semangat nya ya ☺️ biar author makin semangat nulis nya 🤗


Terima kasih🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2