JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
kepergian kyai


__ADS_3

"Abah...!!!"teriak Humairah,ia pun langsung berlari menghampiri kyai yang sedang terbaring lemas di pangkuan Bahri.


"Abah...mas,Abah kenapa?"tanya Humairah panik,ia pun segera memegangi tangan kyai.


"Mas juga tidak tau dek,awal nya Abah baik-baik saja,tapi tiba-tiba wajah Abah pucat dan mengeluh jantung nya terasa sakit,nafas nya sesak lalu Abah langsung terjatuh"sahut Bahri menjelaskan, sebenarnya kyai memang ada riwayat penyakit jantung sejak dulu.


"Mas, jantung Abah kambuh lagi, cepat kita bawa Abah ke poskesmas"ucap Humairah sambil menangis, Bahri pun mengangguk kan kepalanya dan hendak mengangkat kyai,namun kyai berlebihan mengangkat tangan kanannya dan seperti ingin bicara sesuatu,Bahri pun mengerti dan langsung mendekat kan telinga nya ke dekat mulut kyai.


"Tu..n..tun a..bah"bisik kyai pelan sambil tersengal-sengal nafas nya, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil meneteskan air mata nya.


"ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH...WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH"ucap Bahri berlahan menuntun dan di ikuti oleh kyai,dan setelah selesai mengucapkan dua kalimat syahadat, kyai pun berlahan memejamkan mata nya dan tak bergerak lagi.


"Innailaihi wa Inna ilaihi Raji'un"ucap Bahri sambil menangis, Humairah pun terkejut dan tak percaya.


"Abah...bangun bah..!mas.. Abah tidak mungkin tiada?bah... Humairah mohon bangun bah..hiks..hiks...hiks"ucap Humairah sambil menangis tersedu-sedu.


"Dek.. Abah sudah tiada"sahut Bahri sambil memeluk istrinya.


"Tidak...itu tidak mungkin mas, Abah tadi kan baik-baik saja, Abah pasti cuma pingsan saja mas,ayo..ayo kita bawa Abah ke poskesmas mas"ucap Humairah mengajak suami nya sambil berdiri.


"Dek...sadar dek, istighfar... Abah sudah tiada dek"sahut Bahri mencoba menenangkan istri nya, Humairah pun langsung terduduk dan menangis histeris.


Mendengar jeritan Humairah ibu Fatimah tetangga Bahri pun langsung menjenguk mereka.


"Assalamu'alaikum, Bahri ada apa dengan istri mu?"tanya ibu Fatimah,sambil masuk ke dalam dan menjenguk mereka.


"Astaghfirullahal'azim, innailaihi wa Inna ilaihi Raji'un pak kyai...!"ucap ibu Fatimah terkejut melihat nya.


"Bu Fatimah,saya minta tolong panggil kan warga lain untuk membantu saya,membawa Jenazah Abah ke rumah beliau"ucap Bahri.

__ADS_1


"Iya Bahri"sahut bu Fatimah,ia pun langsung segera pergi memanggil suami nya dan warga lain, Bahri pun segera menelepon umi dan mengabarinya, mendengar kabar kyai tiada umi pun sangat shock dan sempat jatuh pingsan.


"Abah..!"panggil Humairah sambil menangis tersedu-sedu.


"Yang sabar nak,kita sayang pada beliau, tapi Allah lebih sayang lagi, ikhlas kan kepergian beliau nak,beliau adalah orang baik,saya yakin Allah akan menempatkan beliau ke tempat yang paling indah di sisi nya"ucap bu Fatimah menasehati dan menghibur,sambil memeluk Humairah.


Beberapa warga sudah datang dan membantu Bahri membawa jenazah kyai ke rumah beliau.


"Bahri,saya sudah menyiapkan mobil untuk membawa jenazah kyai"ucap suami bu Fatimah, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.


"Terima kasih pak"ucap Bahri.


*


*


*


Semua orang sudah berkumpul dan menyiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan jenazah kyai yang mereka cintai dan hormati.


"Umi..! kenapa rumah kita ramai sekali?apa di rumah akan ada acara?"tanya si bungsu yang baru berusia 3 tahun,umi hanya diam sambil menangis.


"Umi kenapa menangis?"tanya si bungsu lagi,ia bingung melihat umi nya menangis,umi tak bisa menjawab pertanyaan si bungsu, hati nya terlalu sedih dan sakit.


Tak lama jenazah kyai pun datang dan segera di bawa masuk ke dalam rumah, semua keluarga, tetangga dan jama'ah murid-murid kyai pun berdatangan, untuk melayat dan mendo'a kan guru mereka, sungguh mereka merasa terkejut dan sedih mendengar kepergian kyai yang sangat mendadak.


"Umi..!"panggil Humairah sambil menangis,ia pun langsung memeluk umi nya,tangis umi pun pecah saat melihat jenazah suami tercinta nya, bagi Umi semua nya terasa mimpi.


Jenazah kyai pun segera di urus,mulai di mandi kan,di sholat kan dan di makam kan, semua terasa begitu cepat bagi Humairah,baru saja ia bercanda gurau, mengobrol dan makan bersama dengan Abah nya,kini sekarang Abah nya sudah pergi meninggalkan nya untuk selamanya, ingin rasanya Humairah memutar ulang waktu, agar Abah nya tetap hidup, namun takdir Allah lah yang mengatur dan menentukan, sekarang Humairah hanya bisa ikhlas kehilangan cinta pertama nya untuk selamanya.

__ADS_1


Malam hari selesai tahlilan, Bahri pun menghampiri istrinya di kamar


"Dek, sebaiknya kamu makan dulu, sejak tadi siang kamu belum makan"ucap Bahri membujuk, sambil membawa makanan untuk istri nya.


"Saya tidak lapar mas"sahut Humairah menolak,air mata nya terus saja mengalir tak berhenti sejak tadi siang, Bahri pun merasa sedih melihat keadaan istri nya,ia bisa merasakan bagai mana sedih nya dan sakit nya kehilangan orang yang paling berharga di dalam hidup kita.


"Dek,mas mengerti dan bisa merasakan bagai mana sedih nya perasaan mu saat ini,tapi lihat lah anak kita, yang sedang tertidur pulas di samping mu..!dia butuh ibu nya,jika kamu tak makan terus sakit, bagai mana kamu bisa merawat dan menyusui nya, lagi pula... Abah pasti ikut sedih melihat putri kesayangan nya saat ini tidak mau makan dan hanya bersedih" ucap Bahri mengingat kan istrinya, Humairah pun merasa bersalah pada putrinya, karena kesedihan nya seharian ini Humairah lupa pada putri kecil nya.


"Maaf kan saya mas"ucap Humairah sambil mengusap air mata nya, Bahri pun mengangguk dan tersenyum sambil mengusap kepala istri nya.


"Mas, apa umi juga sudah makan?"tanya Humairah khawatir dengan keadaan umi nya.


"Umi sudah makan,di bujuk sama ka Nur dan Wati tadi"sahut Bahri.


"Makan lah,biar sedikit tak apa"ucap Bahri sambil mengambil kan makanan yang ada di atas meja, dan menyerahkan pada istri nya, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya mas, terima kasih"sahut Humairah lalu berlahan memakan nya, Bahri pun sedikit merasa lega,sejak tadi siang ia sangat khawatir melihat wajah istri nya yang terlihat pucat.


"Mas, boleh kah kita menginap di rumah ini sampai seminggu..!"pinta Humairah, Bahri pun mengerti dan memahami istri nya,ia pun segera mengangguki nya.


"Tentu saja boleh dek"sahut Bahri sambil tersenyum.


"Terima kasih mas"ucap Humairah.


...****************...


Bersambung...


Baca episode-episode selanjutnya yaa ❤️

__ADS_1


Author tak akan bosan buat ngingetin kalian untuk beri bintang dan tekan favorit.


__ADS_2