JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Hari pernikahan


__ADS_3

"Apa ada yang salah ya..?"batin Diana.


"Diana,kamu pasti merasa bingung,dan ingin tau jawaban kaka"ucap Bahri, yang tau dengan kegelisahan adik nya.


"Setelah bicara kami semua sudah sepakat,kalau kalian..-"perkataan Bahri pun sengaja terhenti, Diana pun semakin penasaran.


"Kalau kami apa ka?"tanya Diana, sambil menatap Bahri dengan harap-harap cemas.


"Kalau kalian akan menikah 2 Minggu lagi"sahut Bahri sambil tersenyum, Diana pun terkejut mendengar nya, ia langsung ternganga merasa tak percaya, atas apa yang ia dengar.


"Jadi..ka Bahri setuju?"tanya Diana lagi, Bahri mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum lebar.


"Iya"sahut Bahri,Diana pun langsung menangis mendengar nya.


"Haii... kenapa kamu menangis?"tanya Bahri bingung,ia langsung menghampiri adiknya.


"Ini tangisan bahagia ka, Diana tidak menyangka ka Bahri akan menyetujui nya, terima kasih ka"sahut Diana lalu segera memeluk kaka nya, Bahri pun tersenyum mendengar nya, yang lain pun ikut tersenyum.


"Iya Diana, kebahagiaan mu adalah ke bahagian Kaka, kesedihan mu adalah kesedihan kaka juga,ka Bahri tidak mau melihat mu bersedih"sahut Bahri, sambil mengusap kepala adiknya.


"Iya, apa lagi kalau kamu mengancam, akan menjanda seumur hidup, pasti kaka mu akan sangat sedih"sahut nenek Idah sambil tertawa, Diana pun langsung melongo mendengar nya, semua orang pun ikut tertawa, wajah Diana pun langsung memerah menahan rasa malu, karena di ledek oleh nenek nya sendiri.


Malam itu adalah malam bahagia bagi Diana dan Rahmat, akhirnya hubungan mereka pun di restui oleh keluarga mereka masing-masing,dan tinggal menunggu hari pernikahan mereka saja lagi.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


2 minggu kemudian....


Hari pernikahan Diana dan Rahmat pun akhirnya tiba, segala persiapan semua sudah rampung, orang yang paling sibuk di situ tentu saja Bahri, mulai dari mengurus tenda, konsumsi hingga penghulu semua nya Bahri yang menyiapkan.


Karena hari pernikahan Diana bertepatan dengan hari meninggal ayah nya, Bahri ingin mengirimkan do'a untuk ayah nya.


"Nek, Bahri ingin memanggil seorang kyai untuk membacakan do'a untuk ayah"ucap Bahri, nenek Idah pun setuju dengan keinginan dan niat Bahri.


"Iya,kamu panggil saja kyai H.Darsi yang ada di kampung sebelah, waktu maulid kemaren nenek dengar ceramah dan do'a beliau sangat bagus, beliau juga adalah kyai yang sangat di segani dan di hormati di kampung itu"suruh nenek, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Kalau begitu, Bahri pergi ke rumah beliau dulu nek"ucap Bahri,nenek Idah pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya, hati-hati di jalan "sahut nenek Idah.


Bahri pun pergi ke kampung sebelah, sambil bertanya -tanya pada orang-orang yang di temui nya,di mana rumah kyai H. Darsi, karena beliau ulama yang terkenal di kampung itu, sangat mudah untuk mencari rumah beliau.


Tok..tok..tok..!


"Assalamu'alaikum"ucap Bahri memberi salam sambil mengetuk pintu rumah kyai.


"Wa'alaikum salam"sahut seseorang.


Setelah pintu terbuka,Bahri pun terkejut melihat nya,ternyata yang membukakan pintu adalah seorang gadis cantik,yang memakai kerudung coklat, berkulit putih,bermata coklat,dan mempunyai bibir yang tipis ke merah-merahan,gadis itu pun mempunyai senyuman yang sangat manis, untuk sesaat Bahri terpana menatap nya.


"Maaf..cari siapa?"tanya gadis itu dengan sopan, Bahri pun langsung tersadar dan menunduk kan kepalanya.


"Sa..saya mencari kyai H.Darsi"sahut Bahri, merasa gugup,entah kenapa jantung Bahri berdegup dengan kencang tak karuan.


"Tunggu,saya panggil kan Abah sebentar"sahut gadis cantik itu, sambil mengangguk dengan sopan, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum ramah, setelah gadis itu masuk, Bahri segera memegangi dadanya.


"Assalamu'alaikum"ucap kyai yang baru keluar dan menyapa Bahri.


"Wa.. wa'alaikum salam"sahut Bahri, yang terkejut dan langsung menyalami tangan kyai.


"Mari silahkan masuk anak muda"ajak kyai, Bahri pun mengangguk kan kepalanya dan mengikuti kyai.


Setelah duduk, Bahri pun menyampaikan maksud kedatangan nya ke sana, kyai pun mengabulkan hajat dan tujuan Bahri, beliau pun segera ikut dengan Bahri dan membacakan do'a, sungguh Bahri merasa sangat bersyukur dan senang karena kyai orang nya sangat baik,ramah dan tidak memandang siapa pun, Bahri langsung terkesan dan mengagumi sosok kyai itu, hati Bahri pun terketuk untuk menuntut ilmu dengan beliau, kyai pun dengan senang hati menerima Bahri sebagai murid nya.


"Datang lah ke rumah, setiap malam Ahad dan malam Jum'at untuk pengajian rutin, siapa pun boleh datang"ucap kyai, memberi tahu sambil tersenyum ramah.


"Inggih kyai, insya Allah saya pasti akan datang" sahut Bahri sopan.


Setelah membaca do'a,akad nikah Diana dan Rahmat pun di mulai.


Bahri pun menyerahkan hak wali nya kepada wali hakim.

__ADS_1


"WAHAI RAHMAT BIN PARDI, SAYA NIKAH KAN DAN KAWIN KAN ENGKAU,DENGAN RUSDIANA BINTI ARDIANSYAH ALMARHUM, YANG WALI NYA TELAH BERWAKIL KEPADA SAYA, DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN CINCIN EMAS 3 RGAM DI BAYAR TUNAI"


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWIN NYA RUSDIANA BINTI ARDIANSYAH ALMARHUM, DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN CINCIN EMAS 3 RGAM DI BAYAR TUNAI "


"Bagai mana saksi?"tanya penghulu.


"Sah..!"sahut para saksi dan semua tamu undangan.


"Barakallah..!"sahut penghulu, dan segera membaca do'a, semua para tamu undangan pun ikut mengaminkan dan ikut bahagia.


Bahri pun ikut bahagia melihat adiknya bahagia,di saat memandang sepasang pengantin,Bahri pun melihat wajah gadis yang ada di rumah kyai tiba-tiba melintas di hadapan nya, dengan cepat ia mengucek-ngucek mata nya, Bahri pun celengak-celenguk mencari ke beradaan gadis itu, namun tak ia temukan,nenek Idah yang melihat cucu nya seperti mencari seseorang pun jadi penasaran.


"Kamu mencari siapa Bahri?"tanya nenek Idah, Bahri pun terkejut mendengar suara nenek i.


"Ti.. tidak ada nek"sahut Bahri jadi salah tingkah lalu segera pergi, nenek Idah pun mengerutkan alisnya heran.


"Aneh sekali tingkah nya kali ini, tidak seperti biasanya"gumam nenek Idah sambil menatap cucu nya.


"Ah..sudah lah.. sebaiknya aku menyapa para tamu undangan saja"gumam nenek Idah.


Satu persatu para tamu undangan menyalami dan memberikan selamat untuk pasangan pengantin, mereka pun mendo'a kan ke bahagian Diana dan Rahmat.


Tak terasa acara pun berlangsung dengan lancar dan sukses, setelah selesai acara semua orang pun beristirahat karena kelelahan.



(ini contoh visual anak kyai ya)


Di bab selanjutnya akan kita perkenalkan nama nya ☺️


...****************...


bersambung dulu ya ☺️


Jangan lupa baca episode-episode selanjutnya ❤️

__ADS_1


Dan tinggalkan jejak kalian... terima kasih 🤗


__ADS_2