JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Meninggal


__ADS_3

Drettt...Drettt..Drettt..!


Ponsel Bahri bergetar,pertanda ada yang menelpon nya, Bahri terbangun dari tidur nyenyak nya,di lihat nya jam menunjukkan pukul 3 subuh, di raih nya ponsel yang sudah berhenti bergetar itu dan memeriksa nya, Bahri menyeritkan alisnya,ada 5 panggilan tak terjawab dari adiknya.


"Fahru..?"gumam Bahri,ia bingung ada apa adik bungsu nya itu subuh-subuh begini menghubungi nya.


"Ada apa mas..? siapa yang menelpon subuh-subuh begini..?"tanya Humairah, yang ikut terbangun bersamaan dengan bayi nya, segera Humairah memberi kan ASI nya agar bayi nya tidak menangis terlebih dulu.


"Fahru dek"jawab Bahri, Humairah menyeritkan alisnya bingung.


"Fahru..? kenapa dia menelpon subuh-subuh begini mas..?"tanya Humairah, Bahri menggeleng kan kepalanya.


"Mas juga tidak tau dek,tapi yang jelas..pasti ada kabar yang sangat penting yang ingin dia sampai kan"sahut Bahri yakin, Humairah pun setuju dengan apa yang di katakan oleh suaminya, tidak mungkin orang menghubungi kita, jika tidak ada kabar yang sangat penting atau mendesak.


"Biar mas hubungi dia balik dan menanyakan nya"ucap Bahri, sambil mengutak ngatik ponsel nya,namun sebelum ia menghubungi balik, ponsel itu kembali berdering, Bahri pun langsung segera mengangkat nya.


"Hallo, assalamu'alaikum Kak Bahri hiks.. hiks.."ucap Fahru, sambil menangis tersedu-sedu.


"Wa'alaikum salam, Fahru ada apa..? kenapa kamu menangis..?"tanya Bahri,ia merasa kebingungan mendengar suara adik bungsu nya yang di sebrang sana sedang menangis.


"Kak Bahri..!kak Diana..kak Diana dia..hiks..hiks.."ucap Fahru terjeda dengan tangisan nya,ia merasa tak sanggup mengatakan nya,hal itu membuat Bahri semakin penasaran.


"Fahru,kamu kalau bicara yang jelas, Diana kenapa..?"tanya Bahri tak sabar,dan sedikit meninggikan suara nya, Humairah pun menyeritkan alis nya Itu penasaran.


"Kak Diana..me.. meninggal.. hiks.. hiks.." sahut Fahru memberi tahu, Bahri terkejut dan menjatuhkan ponsel nya,ia merasa tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Fahru, Humairah pun terkejut dengan suara benda pipih itu terjatuh,dan melihat suami nya yang seketika mematung,ia pun penasaran dan segera mengambil ponsel itu yang masih tersambung.

__ADS_1


"Hallo Fahru,ada apa dengan Diana..?"tanya Humairah penasaran.


"Kak Humairah,kak Diana meninggal hiks.. hiks.."sahut Fahru memberi tahu kan kepada Humairah, Humairah terkejut mendengar nya.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, yang benar..?kamu tidak sedang bercanda kan Fahru..?"tanya Humairah, merasa tidak percaya.


"Tidak kak,kak Diana beneran meninggal,tadi malam dia mendadak di bawa kerumah sakit karena penyakit nya kambuh lagi,dan menjelang subuh sekitar pukul setengah 3, kak Diana menghembuskan nafas terakhir nya"sahut Fahru sambil menangis.


"Sekarang kalian ada di mana?"tanya Humairah.


"Kami masih di rumah sakit,dan sebentar lagi akan kembali pulang ke kampung untuk memakam kan jenazah kak Diana"sahut Fahru, Bahri menangis mendengar nya,ia sangat terpukul kehilangan adik perempuan satu-satunya yang ia besar kan sejak kecil dengan penuh kasih sayang, Humairah pun ikut menangis dan merasa sangat sedih melihat suaminya, ia pun langsung memeluk suaminya untuk memberikan dukungan dan semangat agar suaminya kuat.


"Dek,mas mau kerumah Diana sekarang"ucap Bahri, setelah mulai tenang, Humairah pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya mas,mas hati-hati di jalan ya,saya akan menyusul dengan anak-anak nanti pagi"sahut Humairah, Bahri pun mengangguk dan segera berganti pakaian lalu pamit.


"Umi,saya titip putri sebentar ya,tadi habis saya tetein dia langsung tidur,saya mau ke rumah Diana bersama Mei dan Caca"ucap Humairah, Umi pun mengangguk kan kepalanya, walau pun Humairah masih merasa sakit hati pada adik ipar nya itu, tetap saja ia tak tega dan ingin mendo'a kan adik ipar nya itu untuk yang terakhir kalinya,ia pun memaaf kan segala kesalahan adik ipar nya itu agar arwah nya tenang di alam sana.


"Iya nak,kamu hati-hati di jalan"sahut Umi.


Humairah dan kedua putrinya pun langsung pergi menuju rumah Diana, dari kejauhan terlihat bendera putih terpasang di depan rumah itu, Humairah dan kedua putrinya pun masuk ke dalam dan segera mendo'a kan jenazah yang sedang terbaring kaku tertutup sebuah kain tipis.


Setelah di mandikan, jenazah Diana pun segera di solat kan dan di makam kan di dekat makam ibu dan nenek nya, Bahri tak kuasa menahan tangisnya ketika melihat 3 gunduk tanah yang berjejer di depan matanya,makam 3 wanita yang begitu ia sayangi yang kini sudah mendahului nya.


"Ibu,nenek dan Diana, semoga Allah menempatkan kalian di tempat yang paling baik dan indah di sisi nya"ucap Bahri sambil mengusap air matanya, Humairah pun mengamin kan sambil mengusap pundak suaminya, pemakaman pun selesai.

__ADS_1


"Mas,saya pulang dulu ya, takut si putri bangun dan lapar"ucap Humairah meminta ijin, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya dek,mas akan tetap di sini dulu, sampai nanti malam, selesai tahlilan baru mas pulang,kamu kalau mau kembali kesini boleh,kalau tidak bisa tidak papa"sahut Bahri, Bahri sangat mengerti dengan keadaan istri nya yang saat ini sedang sibuk mengurus putri mereka, Humairah mengangguk.


"Iya mas,jika putri bisa di tinggal,saya akan kembali ke sini bersama Mei"ucap Humairah.


"Dengan siapa kamu pulang dek..?"tanya Bahri,ia baru teringat menanyakan itu ketika melihat istrinya hanya sendiri.


"Saya pulang nya dengan Yasir mas, Mei dan Caca sudah saya suruh pulang duluan tadi, takut si putri bangun"sahut Humairah.


"Ya sudah, hati-hati di jalan ya "ucap Bahri, Humairah pun mengangguk kan menyalimi tangan suaminya.


"Iya mas, assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam "sahut Bahri.


Malam hari semua keluarga dan para tetangga berkumpul untuk mendo'a kan almarhumah Diana, putri Diana yang baru berusia 3 tahun terus-menerus menangis mencari Ibu nya, Bahri pun sangat sedih melihat nya, begitu pun Rahmat suaminya Diana yang sejak pagi hingga malam hari terus saja terdiam dan menetes kan air mata nya,ia sangat terpukul dengan kepergian istri tercinta nya, Fahru dan Yanur pun tak kalah sedih nya,berbeda dengan Siti yang justru menunjukkan raut wajah yang biasa saja.


...****************...


Bersambung..


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️


terima kasih 🙏🏻

__ADS_1


Kasih like, komen, vote dan hadiah nya ya jangan sampai lupa ❤️


__ADS_2