JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Melahirkan


__ADS_3

Semakin hari dan semakin bertambah bulan kandungan Humairah semakin membesar,ia pun juga semakin susah berjalan karena kandungan nya yang terasa berat,namun Humairah selalu menjaga kandungan dan kesehatan nya dengan baik, Bahri pun juga selalu memperhatikan dan memantau istri nya jika ia sedang bekerja.


"Ka Bahri dan semuanya,saya ingin memberi tahu kan kalian kabar baik"ucap Rahmat, saat mereka makan malam bersama.


"Kabar baik apa itu Rahmat?"tanya Bahri penasaran, yang lain pun ikut penasaran, hanya Fahru yang tidak penasaran, karena ia sudah tau lebih dulu,namun Rahmat tidak membolehkan nya untuk bercerita lebih dulu, karena ia ingin, ia sendiri yang memberi tahu semua orang.


"Kemaren sore, Alhamdulillah saya resmi di tunjuk menjadi kepala pabrik ka"sahut Rahmat memberi tahu sambil tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah... selamat ya Rahmat"ucap Bahri merasa senang, yang lain pun ikut senang mendengar nya.


"Terima kasih ka"sahut Rahmat


"Beneran mas? jadi gajih mas bakalan naik ya?"tanya Diana antusias dan kegirangan, Rahmat pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Berapa mas?apa gajih nya sangat besar?terus,nanti kalau mas sudah gajihan Diana boleh ya belanja apa saja yang Diana mau"ucap Diana meminta sambil tersenyum lebar, Rahmat pun tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.


"Iya boleh"sahut Rahmat.


"Asikkk...!!! berarti Diana boleh beli perhiasan juga ya? Diana mau beli kalung, cincin dan gelang emas ya mas"pinta Diana sambil tersenyum lebar.


"Oiya.. Ahmad mau beli sepatu dan baju baru juga kata nya kemaren mas,ya kan Ahmad..?" ucap Diana lagi, sambil bertanya kepada Ahmad,dan Ahmad pun ikut mengangguki nya.


"Ehm... Diana..! Kalau sebanyak itu yang kamu beli,bisa langsung habis gajih suami kamu"tegur Bahri sambil menatap datar adiknya itu,yang meminta nya sangat berlebihan,ia merasa tidak enak dengan Rahmat, Diana yang di tegur pun hanya cengengesan saja.


"Rahmat..maaf atas tingkah dan permintaan Diana yang kelewatan"ucap Bahri merasa tidak enak, pada hal dari kecil Bahri selalu mengajar kan adik-adiknya untuk hidup sederhana dan selalu bersyukur juga selalu menghargai jerih payah orang lain.


"Tidak papa ka,sebenarnya saya yang harus minta maaf, karena selama menikah dengan Diana, saya belum bisa membeli kan perhiasan untuk nya"sahut Rahmat merasa bersalah.


Bahri pun merasa senang dan lega mendengar nya,ia bersyukur adik perempuan nya kini mendapat kan seorang suami yang baik,pengertian dan rajin bekerja juga sangat bertanggung jawab.

__ADS_1


"Beneran mas?"tanya Diana memastikan, Rahmat pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum" Yeay... terima kasih ya mas"ucap Diana kegirangan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Di kamar.


"Dek,Alhamdulillah hutang mas dengan kakek Sukri, sudah lunas kemaren"ucap Bahri memberi tahu istri nya.


"Alhamdulillah...saya senang dengar nya mas" sahut Humairah sambil tersenyum.


"Iya dek,ini juga berkat mu yang selalu ikut menyisihkan uang untuk membayar hutang mas"ucap Bahri, lalu memeluk istrinya.


"Mas beruntung mendapatkan istri seperti mu dek, cantik dan pengertian"ucap Bahri, Humairah tersenyum dan bahagia mendengar nya,hati nya pun menghangat, karena ini hal yang pertama kali ia mendengar kata-kata romantis dari suaminya, sebenarnya Bahri adalah tipe orang yang kaku dan tidak bisa romantis,ia hanya menunjukkan rasa cinta nya dengan perhatian dan perbuatan.


"Terima kasih mas, saya juga beruntung mendapatkan suami seperti mas"sahut Humairah sambil tersenyum.


Pagi hari Humairah sedang asik menyapu dan membersihkan lantai teras.


Ibu Fatimah adalah tetangga yang sangat ramah dan baik,ia juga selalu memperhatikan Humairah.


"Alhamdulillah,sudah 9 bulan lebih bu"sahut Humairah, sambil menyapu lantai teras.


"Wah.. berarti tinggal menunggu hari ya"tanya ibu Fatimah sambil tersenyum ramah, Humairah mengangguk kan kepalanya.


"Iya bu"sahut Humairah sambil tersenyum ramah.


"Semoga lahirannya lancar ya nak, selamat dan sehat ibu serta anak yang ada di kandungan mu.. Aamiin"ucap ibu Fatimah tulus mendo'a kan Humairah.


"Aamiin, terima kasih bu"sahut Humairah merasa senang,ibu Fatimah mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah itu Humairah pun segera masuk ke dalam rumah karena ia merasa kan sakit di bagian perut nya,sambil meringis berlahan ia duduk dan memegangi perutnya.


"Dek...kamu kenapa?"tanya Bahri, dan langsung menghampiri istrinya.


"Mas,perut dan pinggang saya sakit banget, seperti nya saya mau melahirkan"sahut Humairah sambil meringis.


"Ayo dek,cepat kita ke poskesmas sekarang"ajak Bahri lalu segera membawa istri nya.


Sampai di sana ternyata memang benar, Humairah sudah pembukaan 6 dan sebentar lagi akan segera melahirkan,ibu bidan pun segera membantu Humairah, dengan penuh perjuangan Humairah akhirnya anak yang mereka nanti-nanti kan telah lahir.


"Alhamdulillah, selamat pak Bahri,anak anda perempuan dan lahir dengan sehat"ucap ibu bidan.


"Alhamdulillah... terima kasih bu bidan"sahut Bahri merasa bersyukur dan sangat bahagia, dengan segera Bahri meng adzan kan putri nya.


"Semoga engkau sehat, panjang umur dan menjadi anak yang Sholehah ya nak"ucap Bahri sambil mengusap lembut kepala putri kecil nya,tak terasa air mata nya pun menetes,ia berharap kali ini Allah memberi nya kesempatan untuk menjadi seorang Ayah yang sesungguh nya, bisa merawat dan mendengar suara putri nya kelak memanggil nya dengan sebutan Ayah.


"Mas, bagai mana keadaan anak kita?"tanya Humaira merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada anaknya,ia takut jika harus kehilangan anak nya lagi.


"Alhamdulillah, putri kita lahir dengan selamat dan sehat dek"sahut Bahri memberi tahu sambil tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah ya Allah"ucap Humairah merasa bersyukur dan bahagia.


Bahri pun tak lupa segera memberi kabar kepada kyai dan umi,bahwa Humairah sekarang sudah melahirkan, mereka pun sangat bahagia dan lega mendengar putri mereka sudah melahirkan, mereka pun langsung bergegas menjenguk Humairah dan cucu mereka, Bahri pun sudah mempersiapkan sebuah nama untuk putri mereka, Setelah 2 hari dan di pasti akan bayi mereka benar-benar sehat, mereka pun segera pulang ke rumah,di umur 2 minggu putri mereka, Bahri pun mengadakan acara syukuran dan pemberian nama untuk putri mereka,dan ia pun memberi kan nama Putri mereka adalah Maisaroh, semua keluarga dan para tetangga pun ikut bahagia melihat kebahagiaan Bahri dan Humairah.


(Author juga mau ngucapin selamat ya buat Bahri dan Humairah ☺️)


...****************...


Jangan lupa mampir dan baca episode-episode selanjutnya yaa ❤️

__ADS_1


Terima kasih ☺️


__ADS_2