JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Memohon maaf


__ADS_3

Sudah dua hari Nur berada di kapal Humairah dan Bahri,ia tidak mau pulang ke rumah nya, kerjaan nya hanya menangis, makan pun hanya sedikit.. itu pun harus di paksa oleh Humairah.


"Eh.. Gung,aku kasihan pada kakak nya kak Humairah, sejak kemarin dia terus saja menangis, dan dia juga tidak mau makan" ucap Ucup merasa iba.


"Iya cup, kasihan sekali dia,tega sekali ya suaminya menyakiti dan mengkhianati nya"sahut Agung ikut sedih melihat nya.


"Kamu tau gak Gung, waktu itu... tangan ku ini sangat gatal sekali ingin menonjok tuh muka suaminya,yang bernama Hadi itu"ucap Ucup bercerita,ia merasa sangat geram dengan perilaku Hadi.


"Terus.. kenapa tidak kamu tonjok saja, kenapa hanya gatal doang..?"tanya Agung heran.


"Ya..aku mikir Gung, kalau aku tonjok tuh orang,dia bakal laporin aku ke polisi,terus aku bakal di tangkap dan di penjara..! apa kata orang tua ku dan keluarga di kampung nanti nya...aku juga belum kawin Gung...nanti malah tidak ada yang mau lagi sama aku, kalau aku mantan nara pidana"sahut Ucup, Agung pun tertawa mendengar nya.


"Kenapa kamu malah ketawa Gung..?"tanya Ucup bingung.


"Ternyata pemikiran mu sampai sejauh itu ya cup..!tapi cup,walau pun kamu tidak mantan nara pidana juga tetap saja"sahut Agung, Ucup menyeritkan alis nya bingung.


"Sama apa nya Gung..?"tanya Ucup.


"Sama tidak ada yang mau sama kamu ha..ha"sahut Agung sambil tertawa terbahak- bahak.


"Huh dasar...teman gak ada akhlak, kurang asem..!"sungut Ucup kesal.


*


*


*


"Kak Nur, makan lah dulu, nanti kakak sakit jika tidak makan"ucap Humairah membujuk.


"Tapi kakak tidak ada nafsu makan dek.."sahut Nur, terlihat sangat pucat dan lemas.

__ADS_1


"Tapi saya sangat khawatir dengan keadaan kakak yang seperti ini,kak Nur,saya mohon...! jika ini bukan demi kakak,maka makan lah demi anak-anak kakak, mereka pasti sangat sedih jika mengetahui ibu mereka sedang bersedih dan sakit di sini"bujuk Humairah, Nur pun langsung teringat dengan anak-anak nya yang berada di kampung,ia pun segera mengambil makanan yang di berikan Humairah pada nya,dan langsung memakan nya, Humairah pun akhirnya bisa tersenyum lega melihat nya.


"Dek,kakak minta,kamu jangan memberi tahu kan atau pun menceritakan masalah ini pada Umi dan yang lain nya,kakak tidak mau,kalau Umi ikut merasa sedih dan menjadi pikiran jika mengetahui nya" pinta Nur,Humairah pun mengangguk kan kepalanya,ia pun setuju dengan apa yang di katakan oleh kakak nya.


"Iya kak,saya tidak akan menceritakan masalah ini ke pada Umi"sahut Humairah.


Ketika mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba mereka mendengar suara yang memanggil nama Nur, Nur pun langsung mengenali suara yang tidak asing lagi di telinga nya.


"Dek Nur..!"panggil Hadi, sambil menghampiri mereka, Nur dan Humaira pun terkejut melihat nya.


"Sedang apa mas kemari..?"tanya Nur terlihat sangat marah.


"Dek,mas ingin bicara berdua sama kamu"ucap Hadi, Humairah pun mengerti dan langsung meninggalkan mereka berdua.


"Sekarang bicara lah..!"ucap Nur sambil mengalihkan pandangan nya terlihat sangat dingin, Hadi pun menghela nafasnya dengan panjang.


"Dek Nur,mas kesini untuk minta maaf pada mu,mas mengakui semua nya..mas salah,dek, mas sudah tidak ada lagi hubungan dengan Avita dan mas juga sudah tidak bekerja lagi di gudang nya"ucap Hadi memohon maaf dan memberi tahu, Nur hanya diam seribu bahasa,ia pun tidak mau menatap suaminya.


"Dek, tolong tatap mata mas,mas yakin kamu masih mencintai mas kan..?"tanya Hadi, sambil meraih dagu istri dan mengarah kan nya ke pada nya.


"Dek,mas mohon... maaf kan lah mas,mas sangat mencintai mu dan tidak mau kehilangan mu dek"ucap Hadi, berusaha terus membujuk.


"Kalau mas sangat mencintai saya..!kenapa mas tega menyakiti saya mas.."ucap Nur sambil meneteskan air mata nya lagi.


"Mas khilaf,mas mengaku salah,mas sangat menyesal dek,mas janji..tidak akan lagi mengulangi nya"sahut Hadi sambil menangis dan bersujud di kaki Nur.


Melihat suami nya bersujud dan sambil menangis Hati Nur pun merasa iba dan tak tega,ia pun langsung memegang bahu suami nya dan menyuruh nya untuk bangun dari kaki nya.


"Mas,jangan seperti ini, tolong bangun mas"suruh Nur, Hadi pun menolak dan masih bersikeras bersujud di kaki Nur untuk memohon maaf dan ampunan dari Nur.


"Pokok nya, mas tidak mau bangun sampai kamu mau memaafkan mas"ucap Hadi sambil menangis, Nur pun menghela nafas nya dengan panjang, jujur hati nya masih begitu sakit dan hancur jika mengingat kejadian itu,namun di sisi lain.. benar ia masih sangat begitu mencintai suami nya.

__ADS_1


"Baik lah mas, saya memaafkan mas, sekarang saya minta.. mas bangun dari situ" sahut Nur, mendengar Itu.. Hadi pun langsung bangun dan segera memeluk istrinya.


"Terima kasih dek... terima kasih..!"ucap Hadi merasa gembira.


"Jangan terima kasih saja... ingat janji mas tadi..!"ucap Nur sambil memutar bola matanya malas menatap suami nya, walau pun Nur sudah memaafkan suaminya, tetapi rasa kesal di hati nya masih terasa dan belum hilang.


"Iya dek"sahut Hadi sambil mengangguk kepalanya dan tersenyum.


Nur dan Hadi akhirnya kembali rujuk dan berbaikan, mereka pun berpamitan kepada Humairah dan Bahri untuk kembali pulang ke rumah mereka, Humairah dan Bahri pun merasa sangat senang melihat mereka, Humairah bersyukur rumah tangga kakak nya akhirnya tidak jadi hancur dan kembali baik-baik saja.


"Alhamdulillah ya mas, sekarang kak Nur dan kak Hadi sudah baikan, dan semoga saja kak Hadi tidak lagi mengulangi nya"ucap Humairah sangat berharap.


"Ya dek, semoga ini menjadi pelajaran buat kak Hadi, sehingga dia tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama,dan menjadi lebih baik lagi "sahut Bahri sambil tersenyum.


"Oya mas, sekarang kan kak Hadi sudah tidak punya pekerjaan lagi,dan kak Nur pun juga tidak bekerja,bagai mana kalau kita pinjam kan modal untuk kak Nur buat buka usaha.."ucap Humairah.


"Usaha apa dek..?"tanya Bahri.


"Dari dulu, kak Nur itu ingin sekali berjualan baju mas,bagai mana kalau seandainya,kita suruh saja kak Nur dan kak Hadi berdagang baju bersama-sama...bagai mana menurut mas...?"tanya Humairah.


"Mas setuju saja dek, seperti nya.. itu lebih baik"sahut Bahri, Humairah pun merasa sangat senang mendengar nya,


Akhirnya Humairah dan Bahri pun memberi kan modal usaha kepada Nur,tentu nya Nur dan Hadi merasa sangat bahagia dan mereka sangat bersyukur memiliki saudara seperti Humairah dan Bahri.


...****************...


Bersambung....


Jangan lupa dukungan nya ya ❤️


terima kasih 🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2