JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Meminta maaf


__ADS_3

Sampai di rumah, Bahri tidak langsung ke rumah nya,ia mampir ke rumah Diana terlebih dahulu, karena di lihat nya pintu rumah adik nya sudah terbuka.


"Assalamu'alaikum"ucap Bahri yang langsung masuk ke rumah adik nya.


"Wa'alaikum salam"sahut Diana yang baru saja ada di rumah.


"Ka Bahri..!ada apa ka"tanya Diana berbasa-basi sambil tersenyum.


"Dari mana kamu Diana? sejak tadi tidak ada di rumah"tanya Bahri menyelidik.


"Diana dari rumah mertua ka"sahut Diana santai.


"Diana,tadi pagi ada bu Asih datang dan mencari mu"ucap Bahri, memberi tahu sambil menatap adiknya.


Deg.


Diana terkejut mendengar nya, tubuh nya pun menjadi kaku,ia takut jika kaka nya mengetahui semua kelakuan nya,dan akan memarahi nya.


"Bu..A..asih..!ke..kenapa dia mencari Diana ka?"tanya Diana terbata-bata dan pura-pura tidak tahu.


"Kata nya mau menagih hutang,apa kamu ada hutang sama bu Asih"sahut Bahri pura-pura tidak tahu, Diana pun semakin menjadi panas dingin mendengar nya.


"Hu..hutang?Diana tidak ada hu...hutang ka"sahut Diana berbohong, Bahri pun kecewa mendengar adik nya berbohong.


"Benar kah?"ucap Bahri, sambil menatap dingin adik nya,tubuh Diana gemetaran,ia menjadi semakin takut dengan tatapan kaka nya.


"Mu...mungkin,bu A..asih nya salah orang,dan lupa kali ka"ucap Diana sambil tersenyum kecut mencoba menutupi ketakutan nya.


"Salah orang?memangnya ada berapa Diana di kampung ini,setau kaka nama Diana cucu nenek Idah hanya kamu, tidak ada yang lain,dan bu Asih tidak mungkin salah orang,jika dia sendiri memegang buku catatan orang-orang yang sudah berhutang dengan nya"sahut Bahri, mulai emosi Diana pun langsung terdiam dan menundukkan kepalanya sambil meremas baju nya.


"Kenapa kamu berbohong Diana? kenapa kamu melakukan itu?apa gajih suami mu masih kurang? sampai-sampai kamu berhutang ke sana-sini"ucap Bahri kecewa dan sedih, Diana pun menggeleng kan kepalanya sambil menunduk.


"Diana,sejak kecil kita di ajar kan oleh Ayah dan ibu untuk tidak berhutang-hutang, walau pun sesakit dan semiskin kita,jangan pernah berhutang,kaka juga selalu mengingat kan mu dan menasehati mu,tapi kenapa kamu justru melupakan ajaran dan nasehat itu ha.."ucap Bahri, Diana pun hanya bisa menangis mendengar nya.


"Maaf kan Diana ka"ucap Diana sambil tersedu-sedu.


"Minta maaf lah pada suami mu, karena kamu sudah mencoreng dan mempermalukan nama baik suami mu, karena kegilaan mu dengan belanja...kamu sampai tega berhutang pada pedagang kecil dan tidak mau membayar nya"ucap Bahri memarahi Diana.


"Sekarang juga kamu bayar dan lunasi semua hutang-hutang mu,mulai besok kaka tidak mau lagi mendengar kalau kamu masih ada hutang"suruh Bahri.


"Tapi ka,uang nya sudah habis di beli kan gelang emas"sahut Diana protes.

__ADS_1


"Jual gelang nya,dan bayar kan ke hutang, buat apa punya gelang emas, tapi kamu masih mempunyai sangkutan hutang pada orang lain,itu akan membuat amal ibadah mu terhalang di akhirat kelak"ucap Bahri menyuruh, Diana pun tak bisa lagi berkutik,ia pun hanya pasrah merela kan satu perhiasan nya di jual.


"Ba..baik ka"sahut Diana sedih sambil mengusap air mata nya.


"Ingat..!se...ka...rang,kaka tidak mau nanti-nanti"ucap Bahri mengingat kan lagi.


"Iya ka,ini Diana langsung ke pasar dan menjual gelang nya,lalu setelah itu segera melunasi utang"sahut Diana.


"Semua hutang, jangan ada yang tersisa"ucap Bahri.


"Iya semua hutang Diana,sama bu Asih,bu endang,bu Gea dan pak gendut"sahut Diana, Bahri pun langsung ternganga mendengar nya, ternyata adik nya benar-benar tukang hutang.


"Astaghfirullah Diana, sampai panci pun di pak gendut kamu hutang"ucap Bahri sambil geleng-geleng kepala,ia tak menyangka ternyata adik nya itu sudah berubah.


*


*


*


Setelah dari rumah Diana, Bahri pun langsung ke rumah dan mencari keberadaan istri nya di kamar, setelah masuk ia terkejut melihat istrinya sudah tidak ada lagi di kamar, Bahri pun menjadi panik dan mencari-cari istri nya di setiap ruangan,dan tak lama ia mendengar suara putri nya yang sedang tertawa,Bahri pun segera menuju dapur, ternyata istri nya sedang mencuci pakaian dan anak nya sedang mandi sambil bermain air.


"Ayah...! Ayah sudah pulang,sini yah main air"ajak putri nya, Bahri pun tersenyum melihat nya.


"Mei sambil bantu kok yah"sahut Mei.


"Ya kan bu...?"tanya Mei, Humairah hanya mengangguk kan kepalanya namun tak ada senyum di bibir.


"Sini mas bantu dek"ucap Bahri mencoba mengajak istrinya bicara,ia pun mengucek-ngucek baju yang sudah di kasih sabun,namun istri nya sejak tadi hanya diam tak bicara, Bahri pun menjadi serba salah dan merasa canggung, pada hal ia ingin sekali meminta maaf.


Selesai mencuci dan menjemur pakaian, Humairah langsung menyiapkan makanan untuk suaminya,ia tau suaminya sejak tadi belum makan.


"Apa kamu sudah makan dek?"tanya Bahri sambil menatap lembut istri nya, Humairah tak membalas tatapan suaminya dan juga tak bicara,ia hanya menunduk dan mengangguk kan kepalanya,lalu segera pergi ke kamar untuk membantu mengambil kan anak nya baju, Bahri pun menghela nafas nya.


"Wajar dia sangat marah pada ku, karena ini semua memang salah ku"batin Bahri, merasa bingung, bagai mana cara nya membujuk dan meminta maaf kepada istrinya.


Malam hari ketika mereka hendak tidur, Bahri mencoba bicara lagi pada istri nya.


"Dek,emm...mas..mas mau bicara"ucap Bahri grogi,ia bingung mau memulai bicara, Humairah pun menatap suaminya sambil diam,tak ada sahutan atau balasan pertandingan dari istri nya.


"Dek,mas...mau minta maaf,mas salah,tidak seharusnya mas menuduh mu dan seharusnya mas percaya dengan apa yang kamu katakan,maaf kan mas dek"ucap Bahri sambil menunduk kan kepalanya,ia berharap istri nya mau memaafkan nya,namun Humairah tak menjawab, justru dia hanya diam saja sejak tadi, Bahri pun menjadi merasa sedih.

__ADS_1


Sebenar nya Humairah bukan nya tak ingin menjawab,tetapi sejak dari pagi ia merasa kan pusing dan mual,ia pun tak tahan lagi dan segera pergi ke dapur lalu memuntahkan seisi perut nya, Bahri menjadi khawatir melihat istrinya muntah-muntah dan terlihat sangat pucat.


"Dek,kamu tidak papa..?"tanya Bahri dan langsung memapah istri nya,ia terkejut ketika menyentuh tangan istri nya terasa panas.


"Astaghfirullah..Dek,kamu sakit..?badan kamu sangat panas"ucap Bahri cemas,ia pun segera membawa istri nya ke kamar dan membaring kan nya,lalu Bahri segera memanggil dokter.


"Bagai mana keadaan istri saya dok?"tanya Bahri khawatir.


"Syukurlah istri bapak dan kandungan nya baik-baik saja, dia demam karena terlalu kelelahan, sebaiknya untuk sementara perbanyak istirahat, saya akan memberikan obat untuk rasa pusing dan mual nya"sahut ibu dokter memberi tahu, Bahri pun terkejut mendengar nya.


"Kandungan...!jadi istri saya sedang hamil dok?"tanya Bahri memastikan.


"Iya pak,usia kandungan nya sekarang sudah 13 minggu"sahut dokter sambil tersenyum.


"Alhamdulillah ya Allah"ucap Bahri merasa bersyukur dan bahagia.


"Kalau begitu, saya permisi pamit dulu ya"ucap dokter ramah, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya dok, terima kasih banyak atas bantuan nya dok"ucap Bahri.


"Iya pak Bahri, sama-sama"sahut dokter lalu segera pergi.


Setelah dokter itu pergi,Bahri pun segera menemui istrinya di kamar.


"Alhamdulillah dek, ternyata kamu hamil lagi"ucap Bahri sambil tersenyum dan langsung memeluk istrinya, Humairah mengangguk dan tersenyum.


"Dek, maaf kan mas, karena telah menyakiti hati mu"ucap Bahri sambil mengusap pipi Humairah.


"Iya mas, saya juga minta maaf jika membuat mas merasa kecewa"ucap Humairah.


"Mas lah yang sudah membuat mu kecewa dek,mas minta maaf,mas janji akan selalu percaya pada mu,dan mas juga akan mencari kebenaran nya dulu sebelum bertindak dan marah"sahut Bahri sambil memeluk istrinya.


"Alhamdulillah ya Allah, engkau telah menunjukkan kebenaran nya pada suami hamba"batin Humairah merasa bersyukur dan bahagia.


...****************...


Bersambung...


(Alhamdulillah... akhirnya baikan lagi,☺️)


Baca terus episode selanjutnya yaaa... jangan sampai ketinggalan ❤️

__ADS_1


Yuk kasih bintang 5 dan tekan favorit buat author, biar makin semangat 🤗


__ADS_2