
Hadi pergi meninggalkan Nur yang masih saja menangis dan mengomel-omel,melihat suaminya pergi Nur pun semakin sedih dan sakit hati,ia tak habis pikir dengan suaminya yang tega membiarkan nya menangis dan tidak berusaha meminta maaf atau pun membujuk nya.
Nur pun berdiri dan mencari handphone nya,ia segera menghubungi adik nya Humairah dan meminta nya untuk datang ke rumah nya.
*
*
*
Di kapal.
"Dek,mas mau ke rumah koh Ali dulu ya,tadi beliau meminta nya kesana"ucap Bahri sambil mengusap perut buncit istri nya.
"Iya mas, saya titip salam saja buat koh Ali ya,dan hati-hati di jalan mas"sahut Humairah sambil tersenyum.
"Iya,ini buah mangga nya, udah mas kupas dan di potong-potong,makan yang banyak ya,biar dede bayi dan ibu nya sehat"ucap Bahri sambil tersenyum dan mengecup kening istrinya.
"Terima kasih mas"sahut Humairah sambil mengangguk kan kepalanya dan tersenyum.
"Mas pergi dulu ya, assalamu'alaikum"ucap Bahri pamit lalu segera pergi.
"Iya mas, wa'alaikum salam"sahut Humairah sambil tersenyum manis pada suaminya.
Humairah pun langsung memakan buah mangga itu, sambil asik menonton TV di kamar nya, tiba-tiba handphone nya berdering, ternyata Nur lah yang menghubungi nya.
"Assalamu'alaikum kak Nur"ucap Humairah sambil tersenyum.
"Wa'alaikum salam hiks..hiks.. hiks"sahut Nur sambil menangis tersedu-sedu, Humairah pun menyeritkan alis nya bingung.
"Kak Nur.. kakak kenapa..? kenapa kak Nur terdengar sedang menangis..?"tanya Humairah merasa panik.
"Dek..! hiks.. hiks.. hiks.. apa kamu bisa kerumah kakak,ada yang ingin kakak bicara kan dengan mu hiks.. hiks.."ucap Nur sambil menangis, Humairah pun semakin khawatir dengan keadaan kakak nya.
"Iya kak,saya akan langsung ke sana, tolong kakak jangan menangis"sahut Humairah mencoba menenangkan kakak nya, Nur pun langsung mematikan handphone nya.
"Hallo kak Nur.. Hallo..ya Allah.. ada apa dengan kak Nur..? apa yang telah terjadi pada nya..?"ucap Humairah merasa cemas, Humairah pun langsung berganti pakaian nya dan langsung bergegas pergi.
"Ucup...bisa kah saya meminta motor mu..?"tanya Humairah, Ucup terkejut mendengar nya.
"Bisa kak,tapi..bukan kah kak Bahri melarang kak Humairah untuk menaiki motor sendiri..?"sahut Ucup bertanya, Humairah pun menghela nafasnya panjang.
"Ya sudah kalau begitu,kamu bisa kan, mengantar kan saya ke rumah kak Nur..?"tanya Humairah, Ucup pun mengangguk kan kepalanya.
"Bisa kak,tapi..-"ucap Ucup langsung di sela oleh Humairah.
"Saya tunggu kamu di atas pelabuhan "sahut Humairah lalu segera pergi meninggalkan Ucup.
"Tapi apa kak Humairah sudah minta ijin sama kak Bahri ya..?"gumam Ucup, Ucup takut jika kena semprot lagi sama Bahri jika terjadi sesuatu lagi pada istri nya.
"Agung... nanti kalau mas Bahri datang..tolong kamu sampai kan pada nya, kalau saya sedang pergi ke rumah kak Nur,tadi saya telpon mas Bahri tidak mengangkat, mungkin sedang di jalan jadi tidak dengar"ucap Humairah berpesan.
__ADS_1
"Baik kak Humairah"sahut Agung sambil mengangguk kan kepalanya.
Ucap pun langsung mengantarkan Humairah ke rumah Nur, sesampai nya di sana.
"Ucup,terima kasih ya, sekarang kamu pulang saja kembali ke kapal"ucap Humairah menyuruh.
"Baik kak, nanti kalau kak Humairah ingin pulang, hubungi saja saya kak,biar saya segera menjemput kak Humairah "sahut Ucup dengan sopan.
"Iya"sahut Humairah sambil tersenyum dan langsung masuk ke rumah Nur.
Tok..tok..tok..!
"Assalamu'alaikum,kak Nur..!"panggil Humairah merasa panik.
Pintu pun terbuka dan terlihat Nur sedang menangis lalu segera memeluk Humairah dengan erat sambil histeris, Humairah langsung terkejut melihat kakak nya yang terlihat sangat kacau, Ucup yang belum pergi dari sana pun ikut terkejut melihat nya.
"Apa yang terjadi dengan kakak nya kak Humairah ya, kenapa menangis dengan histeris seperti itu..?"batin Ucup kebingungan melihat nya.
"Bagai mana ini,apa aku harus pulang..?atau tetap di sini ya?aduh..jadi bingung..!biar aku tunggu di sini aja deh.. siapa tau terjadi sesuatu pada mereka,jadi aku bisa langsung menolong nya"gumam Ucup,dan langsung mencari tempat teduh untuk menunggu.
Humairah pun segera membawa kakak nya masuk kedalam rumah, dan mengajak nya duduk,ia pun mencoba menenangkan kakak nya.
"Ka Nur..kak Nur kenapa..?apa yang terjadi dengan mu kak..?"tanya Humairah merasa ikut sedih melihat keadaan kakak nya.
"Dek..mas Hadi.. hiks.. hiks.. hiks.."ucap Nur yang terus saja menangis, Humairah pun menyeritkan alis nya bingung.
"Kak Hadi..?ada apa dengan kak Hadi kak..?"tanya Humairah penasaran.
Deg.
Humairah sangat terkejut mendengar nya,ia tak menyangka kak Hadi tega menyakiti Kakak nya, Nur pun menceritakan semua nya pada Humairah, mendengar itu Humairah merasa geram dan sangat marah.
"Kak, apa kak Nur tau di mana rumah wanita itu..?"tanya Humairah, Nur pun mengangguk kan kepalanya.
"Kakak tau di mana alamat rumah nya.."sahut Nur.
"Baik lah, kalau begitu ayo kita kesana"ajak Humairah sangat marah.
"Untuk apa dek..?"tanya Nur bingung.
"Untuk memberikan pelajaran dan peringatan untuk wanita itu kak..! apa Kakak hanya ingin diam di rumah saja dan menangis seperti ini..? sedang kan wanita itu sedang asik bersenang-senang dengan suami kakak"ucap Humairah emosi.
"Tapi dek, kakak takut.."ucap Nur, tidak berani.
"Kakak tak perlu takut, karena kakak berada di posisi yang benar, sekarang mana kunci motor kakak,ayo kita ke sana "ucap Humairah sambil mengambil kunci motor itu,dan segera menarik tangan kakak nya untuk pergi.
Mereka pun langsung segera pergi dari rumah Nur menuju ke rumah plakor itu, sedangkan Ucup, melihat Humairah dan Nur pergi ia pun segera membuntuti mereka.
"Kemana mereka pergi..?aduh kak Humairah ini,sudah di bilang jangan bawa motor sendiri,malah bawa..dan bonceng kakak nya lagi,bisa kena semprot lagi aku sama kak Bahri.. oiya..aku harus beri tau ini sama kak Bahri"gumam Ucup sambil mengendarai motor nya dan mengambil ponselnya lalu langsung menghubungi Bahri, beruntung Bahri segera mengangkat teleponnya, sehingga Ucup pun langsung menceritakan semua nya pada Bahri.
Humairah dan Nur pun sudah sampai di sebuah rumah yang terlihat cukup luas dan besar, Humairah pun langsung berjalan dan menggedor pintu rumah itu dengan sangat kencang.
__ADS_1
"Ya Allah... apa kak Humairah ingin menggerebek orang..? kenapa menggedor pintu nya sangat keras"gumam Ucup bingung sambil mengintip mereka dari kejauhan.
Pintu pun terbuka dan tampak seorang wanita cantik dan seksi keluar dari rumah itu.
"Cari siapa ya..?kenapa mengetuk rumah orang tidak sopan begitu..!"tegur Avita sedikit kesal menatap Humairah,yang tidak ia kenal.
"Tidak sopan..? sekarang saya tanya,tidak sopan mana saya yang menggedor pintu rumah mu,dengan kamu yang diam-diam merebut suami orang..!"ucap Humairah menyinggung sambil menatap tajam Avita, mendengar ucapan Humairah Avita pun langsung merasa tersinggung dan sangat marah.
"Heh..jaga ucapan mu ya..!datang-datang langsung mengatai orang sembarangan, di lihat saja pakaian nya alim..tapi tuh mulut nya gak di sekolahin"ketus Avita marah.
"Saya hanya bertanya pada mu, kenapa kamu marah dan justru malah mengakui nya...berarti memang benar ya kalau kamu itu seorang plakor...!"sahut Humairah sambil tersenyum miring, Avita pun langsung melotot kan mata nya sangat marah.
"Siapa kamu sebenarnya..?kenapa berani sekali menyebut ku plakor,asal kamu tau.. aku ini wanita baik-baik..!!!"teriak Avita emosi., mendengar suara teriakan dan ribut-ribut dari rumah Avita,para tetangga Avita pun langsung keluar dan menonton mereka.
"Kamu memang pantas di sebut plakor...! karena sudah berani merebut suami orang dan merusak rumah tangga orang lain,jika kamu wanita baik-baik..kamu tidak akan berani merebut suami orang "teriak Humairah ikut emosi, semua orang pun langsung berbisik-bisik menatap Humairah dan Avita, Avita pun merasa malu karena menjadi bahan tontonan dari para tetangga nya.
"Aku bukan plakor...dan aku juga tidak kenal dengan mu..!"ucap Avita membela diri,ia sangat kesal pada Humairah dan malu pada para tetangga nya.
"Kamu memang tidak kenal dengan saya,tapi kamu pasti kenal dengan perempuan yang kamu rebut suami nya "sahut Humairah sambil menarik Kakak nya ke hadapan Avita, Avita pun langsung ternganga dan membelalakkan matanya terkejut.
"Ada apa ini, kenapa ribut sekali..?"tanya Hadi yang tiba-tiba keluar, hanya menggunakan celana kolor tanpa memakai baju, tampak sekali sehabis mangun tidur, Hadi pun langsung terkejut dan panik melihat keberadaan istri dan adik ipar nya, semua tetangga pun langsung heboh menyaksikan itu.
"Ternyata benar, Bu Avita menyembunyikan suami orang di rumah nya..!"ucap tetangga nya.
"Iya,pantas saja terlihat genit, ternyata dia memang benar -benar wanita yang tidak baik" sahut tetangga nya yang lain.
"Pergi kalian dari rumah ku..!"usir Avita sambil mendorong Humairah dengan keras, Humairah pun hampir terjungkal dan terjatuh, beruntung Nur dengan sigap dan cepat menangkap Humairah.
"Dasar.. plakor,tega sekali dia menyakiti wanita hamil.."ucap para tetangga mencaci Avita,Avita pun merasa terpojok dan sangat di perlukan oleh Humairah dan Nur,ia pun menangis dan langsung memeluk Hadi, melihat itu.. Humairah pun merasa emosi dan langsung membalas Avita dengan menjambak rambut nya dan menariknya keluar,semua orang pun langsung heboh melihat nya.
"Aakkkhh...!"teriak Avita kesakitan, Hadi pun panik melihat nya.
"Humairah, lepas kan dia dek.."ucap Nur mencoba mencegah dan melepas kan jambakan Humairah,namun Humairah tak memperdulikan nya.
"Dasar wanita tidak tau malu..!plakor..!suka menggoda suami orang..!rasa kan ini..!kamu sudah menyakiti hati kakak saya"ucap Humairah sangat emosi dan marah.
"Dek... astaghfirullahal'azim..!"ucap Bahri yang datang,dan langsung menangkap tubuh istri nya lalu melepaskan jambakan itu, Humairah pun terkejut dengan kedatangan suaminya.
"Mas Bahri..!"
"Dek, istighfar Sayang, ingat kamu sedang hamil besar"ucap Bahri mencoba menenangkan istri sambil memeluk erat istrinya.
Pak RT pun datang ke tempat kejadian dan langsung membubarkan para warga.
"Sebaik nya kita bicara kan secara baik-baik dan kekeluargaan, sekarang kalian semua mari ikut saya"ucap pak RT menengahi.
...****************...
Bersambung....
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya βΊοΈ terima kasih ππ»
__ADS_1