JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Di rumah sakit


__ADS_3

Setelah selesai operasi,selama 2 hari Bahri masih tak sadar kan diri, keadaan nya pun belum ada perkembangan,masih banyak selang yang terpasang di tubuh nya, Humairah hanya bisa pasrah dan menangis melihat keadaan suaminya,sambil mengusap perut nya Humairah berbicara pada anak nya yang ada di dalam kandungan nya.


"Nak,sekarang Ayah mu sedang berjuang melawan maut, semoga berkat do'a dan keberuntungan mu,Ayah mu kembali sembuh dan berkumpul lagi dengan kita"gumam Humairah sambil meneteskan air mata nya.


"Assalamu'alaikum"ucap seseorang yang datang menjenguk.


"Wa'alaikum salam"sahut Humairah sambil menoleh.


"Umi...!"ucap Humairah,umi pun langsung menghampiri dan memeluk putri nya.


"Bagai mana keadaan suami mu nak?"tanya Umi sambil mengusap punggung putri nya.


"Mas Bahri masih belum sadar umi, kondisi nya juga tidak stabil hiks..hiks.."sahut Humairah sambil menangis terisak-isak.


"Bersabar lah nak, jangan pernah putus asa,terus lah berdo'a semoga Allah menyembuh kan suami mu"ucap umi sambil mengusap kepala putri nya,umi pun sangat sedih melihat keadaan menantu dan putri nya saat ini,umi pun mengajak Humairah duduk.


"Nak,umi membawakan makanan untuk mu,umi tau kamu pasti belum makan kan?"tanya umi, Humairah pun menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Belum umi"sahut Humairah.


"Kalau begitu, kamu makan lah dulu"suruh umi sambil membuka kan rantang makanan yang di bawa nya.


"Tapi umi, Humairah ti.."ucapan Humairah langsung di potong oleh umi.


"Jangan bilang kalau kamu tidak lapar...! nak..kamu harus makan,kasian bayi yang ada di dalam kandungan mu,dia perlu asupan, jika kamu tidak makan dan terus kamu sakit, lalu siapa yang akan merawat suami mu nanti kalau dia sudah bangun"sahut umi menasehati sambil menatap putri nya, Humairah pun langsung terdiam mendengar nya, menurut nya apa yang di katakan oleh umi nya memang benar.


"Sekarang makan lah.."suruh umi sambil menyendok kan makanan dan menyuapi Humairah.


"Terima kasih umi hiks..hiks.."ucap Humairah sambil menangis lagi dan memeluk umi nya.


Di saat Humairah sedang menangis tiba-tiba terdengar suara rintihan pelan, Humairah pun terkejut lalu langsung berdiri dan menoleh ke arah suaminya.


"Alhamdulillah ya Allah"ucap Humairah.


"Mas Bahri..!umi..mas Bahri sudah siuman"ucap Humairah merasa bahagia,umi pun mengangguk kan kepalanya ikut bahagia.


"Uugghh..."rintih Bahri merasa kesakitan, berlahan ia membuka matanya, wajah yang pertama ia lihat adalah wajah istri nya, yang selalu menjaga,merawat dan menemaninya,tak ada kata-kata yang bisa ia ucap kan, karena ia merasa kan rasa sakit yang luar biasa di tubuh nya, Bahri pun merasa bersyukur masih di beri Allah umur.


"Mas...mas jangan bergerak dulu, tunggu saya panggil kan dokter"ucap Humairah khawatir, lalu ia segera berlari memanggil dokter dengan tergesa-gesa.


Dokter pun segera datang dan memeriksa keadaan Bahri.


"Bagai mana keadaan suami saya dok?"tanya Humairah.

__ADS_1


"Alhamdulillah,keadaan bapak Bahri sudah mulai membaik dan stabil,tapi sepertinya untuk sementara waktu bapak Bahri tidak bisa berjalan dulu"sahut dokter.


"Apa maksud dokter tidak bisa berjalan?" tanya Humairah tidak mengerti.


"Karena bapak Bahri terkena sengatan listrik yang bertegangan tinggi, mengakibatkan bapak Bahri mengalami kelumpuhan sementara,tetapi ibu tidak perlu khawatir, dengan rutin melakukan perawatan dan terapi, insya Allah bapak Bahri masih mempunyai harapan untuk bisa berjalan lagi"sahut dokter memberi tahu.


"Ya...Allah.."gumam Bahri pelan mata nya pun sudah mulai memanas dan berkaca-kaca,ia merasa begitu terpukul mendengar nya, berlahan ia hendak mengangkat kedua tangan nya, ternyata kedua tangannya tak bisa di gerak kan juga.


"Do..k..ter..ta..tangan sa..ya?"ucap Bahri terbata-bata dengan suara yang pelan, karena kondisi nya masih sangat lemah.


"Maaf pak Bahri, kedua tangan bapak juga mengalami kelumpuhan"sahut dokter dengan berat hati memberi tahu,dan ikut merasa sedih.


"Ti..dak..mung..kin..!"ucap Bahri terkejut dan tak percaya,air mata nya pun menetes ia merasa putus asa, Humairah dan Umi pun ikut menangis,mereka tak sanggup melihat kesedihan Bahri.


"Mas...!mas pasti bisa sembuh seperti dulu lagi,saya yakin itu,kita akan sama-sama berusaha mas"ucap Humairah memberi semangat dan kekuatan untuk suaminya.


"Benar nak,kata dokter kamu masih punya harapan untuk bisa sembuh dan berjalan lagi"sahut Umi ikut menyemangati menantu nya.


"Benar pak Bahri, bapak harus mempunyai semangat untuk sembuh,kami akan membantu bapak untuk cepat sembuh"ucap dokter, Bahri pun hanya mengangguk kan kepalanya.


Selama sebulan Bahri di rawat di rumah sakit,ia juga selalu mengikuti terapi dan pengobatan yang di saran kan oleh dokter, kesehatan nya pun sudah semakin membaik,tetapi karena faktor biaya yang sudah tidak ada lagi, akhirnya Bahri dan Humairah pun, memutuskan untuk keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah.


*


*


*


Para tetangga berdatangan silih berganti untuk menjenguk keadaan Bahri, mereka merasa iba dan ikut sedih melihat kondisi Bahri saat ini,tak sedikit juga yang mendo'a kan kesembuhan untuk Bahri.


Keesokan hari nya, pagi-pagi sekali Humairah sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya,ia juga sudah menyiapkan air hangat untuk menyeka tubuh suami nya, dengan sabar dan telaten ia membersih kan tubuh suaminya,ia juga tak jijik membersihkan dan mencuci bekas kencing dan BAB suaminya, setelah suami nya sudah bersih ia pun dengan ikhlas menyuapi suami nya makan.


"Apa mas mau tambah?"tanya Humairah.


"Tidak dek,mas sudah kenyang"sahut Bahri.


"Kalau begitu,saya ke dapur dulu ya mas,mau mencuci pakaian, kalau mas mau apa-apa panggil saya ya mas"ucap Humairah sambil tersenyum, Bahri pun mengangguk kan kepalanya.


Selesai mencuci pakaian Humairah segera menjemur nya di luar.


"Nak Humairah..!"panggil ibu Fatimah.


"Bu Fatimah, ada apa bu?"tanya Humairah.

__ADS_1


"Bagai mana keadaan suami mu nak?"tanya bu Fatimah, sambil menghampiri Humairah.


"Alhamdulillah, semakin hari keadaan mas Bahri sudah semakin membaik bu"sahut Humairah sambil tersenyum ramah.


"Alhamdulillah,ibu sebenarnya ingin sekali menjenguk nak Bahri di rumah sakit,tapi karena cucu ibu yang di Banjarmasin juga sedang sakit dan masuk rumah sakit, ibu pun jadi nya harus berangkat ke sana"ucap ibu Fatimah merasa tidak enak.


"Tidak papa bu,lalu bagai mana keadaan cucu ibu di sana?"tanya Humairah sambil tersenyum.


"Alhamdulillah sudah sembuh dan sehat, dan sekarang sudah bisa lari-lari lagi"sahut ibu Fatimah sambil terkekeh, Humairah pun ikut tersenyum.


"Oiya..waktu ibu mau berangkat ke Banjarmasin,ibu sempat ketemu sama Diana,kata nya dia mau ke rumah sakit menjenguk Bahri,jadi ibu cuma sempat titip amplop saja buat di kasih kan ke nak Humairah"ucap bu Fatimah memberi tahu.


"Amplop..? amplop apa ya bu?"tanya Humairah kebingungan,pasal nya ia tak pernah merasa mendapat kan titipan amplop dari ibu Fatimah.


"Iya amplop dari saya, waktu itu saya titipkan ke Diana,apa kamu tidak pernah menerimanya?"tanya bu Fatimah heran, Humairah pun menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Tidak ada bu, Diana tidak pernah memberikan titipan amplop dari ibu ke saya"sahut Humairah jujur dan memberi tahu,bu Fatimah pun terkejut mendengar nya.


"Astaghfirullahal'azim...jadi Diana tidak pernah menyampaikan kan nya dan memberikan amplop itu? padahal ibu menitipkan amplop itu jelas-jelas untuk kamu nak,dan isi amplop itu 1 juta"sahut bu Fatimah menjelaskan.


"Ya Allah...satu juta..! banyak sekali"batin Humairah terkejut mendengar nya.


"Demi Allah tidak ada bu,dan saya tidak merasa menerima nya"sahut Humairah jujur.


"Ya Allah,tega sekali Diana mengambil uang itu, yang seharusnya di beri kan untuk kaka nya berobat"batin bu Fatimah merasa sangat kecewa dan kesal pada Diana yang sama sekali tidak amanah,dan dengan cepat bu Fatimah pun langsung mengambil uang yang ada di kantong baju nya dan langsung menyelip kan ke telapak tangan Humairah.


"Apa ini bu..?"tanya Humairah bingung dan terkejut.


"Ambil ini untuk mu nak, tolong kamu terima,ibu tidak mau ada penolakan, ibu ikhlas nak"ucap bu Fatimah sambil memberikan nya, mendengar perkataan bu Fatimah, Humairah pun terpaksa menerima nya.


"Terima kasih bu, semoga Allah memberikan rezeki yang luas dan lapang buat ibu,dan kebaikan ibu di balas Allah dengan kebaikan yang berlipat ganda"ucap Humairah mendo'a kan.


"Aamiin ya Allah"sahut bu Fatimah merasa senang.


"Dek...!!!"panggil Bahri.


"Saya masuk dulu bu,mas Bahri memanggil saya"ucap Humairah sopan.


"Iya nak"sahut bu Fatimah, Humairah pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah,di dapur ia pun sempat melihat uang yang di berikan oleh bu Fatimah.


"Masya Allah,lima ratus ribu... banyak sekali bu Fatimah memberi kan nya"ucap Humairah merasa sangat bersyukur dan bahagia, akhirnya ia bisa membeli beras dan lauk untuk suaminya nanti siang.


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


Baca terus episode-episode selanjutnya yaa ☺️ dan tinggalkan jejak kalian beri bintang dan tekan tombol favorit kalian ❤️


__ADS_2