
Bahri dan Humairah beserta anak-anaknya pulang ke kampung halaman mereka, untuk memasukkan Mei ke sekolah.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam,masya Allah... cucu nenek udah sampai,ayo...mari masuk sayang" sambut Umi sangat bahagia, Bahri dan Humairah pun mengalami tangan Umi nya.
"Umi sehat..?"tanya Humairah, sambil memeluk hangat Umi,ia begitu merindukan umi nya yang sudah setahun lebih tidak bertemu.
"Umi sehat nak,umi sangat merindukan kalian"sahut umi sambil tersenyum bahagia.
"Nenek..! Mei sebentar lagi akan masuk sekolah di sini"ucap Mei memberi tahu.
"Benar kah...? Alhamdulillah...cucu nenek sudah besar ya rupanya"sahut Umi sambil mengusap kepala Mei yang sedang duduk di pangkuan nya.
"Emm... Mei juga akan tinggal di sini ,bersama Nenek...! apa Nenek tidak keberatan..?"tanya Mei dengan polos nya sambil menatap Nenek nya, Umi pun langsung tertawa mendengar nya.
"Tentu saja Nenek tidak keberatan sayang,kan Mei cucu nya Nenek"sahut Umi, Bahri dan Humairah pun hanya tersenyum melihat tingkah laku anak mereka yang semakin lincah dan pintar saja.
"Nenek Caca juga mau sekolah"ucap Caca ikut bicara.
"Benarkah...? Caca juga pengen sekolah ya rupanya"sahut Umi sambil tersenyum, Caca pun langsung mengangguk kan kepalanya dengan cepat.
"Kalau begitu Caca harus banyak makan,biar cepat gede seperti kak Mei,dan bisa sekolah bersama kak Mei"ucap Umi.
"Caca mau makan sekarang Nek..!ayo bu Caca mau makan"rengek Caca sambil menarik tangan ibunya, Umi, Humairah dan Bahri pun langsung tertawa mendengar nya.
"Ayo nak, sebaiknya kita makan bersama, di dapur Nur dan Wati sudah menyiapkan makanan untuk kalian,dan setelah itu kalian istirahat, kalian pasti capek habis perjalanan jauh"ajak Umi sambil tersenyum, mereka semua pun makan bersama sambil mengobrol hangat.
Keesokan harinya Bahri dan Humairah langsung mendaftar kan Mei ke sekolah.
"Mas, setelah dari sekolah Mei, kita mampir berziarah dulu ya ke makam Abah,terus ke makam Ayah, Ibu, dan Nenek"ajak Humairah.
"Iya Dek,Mas juga tadi merencanakan ingin mengajak mu ke sana habis ini,tapi ternyata malah duluan mu yang mengajak mas "sahut Bahri sambil tersenyum.
"Berarti itu tanda nya kita sehati mas"ucap Humairah sambil berjalan menggandeng tangan suaminya.
Di saat mereka sedang asik berjalan, mereka bertemu dengan bu Ela.
"Eehh... ada nak Bahri dan Humairah..!kapan kalian datang..? lama sekali ya kalian tidak pulang ke kampung"sapa bu Ela sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya bu, kami baru kemarin datang"sahut Humairah sambil tersenyum ramah.
"Oh... baru kemarin ya...saya dengar kalian sudah sukses ya di kota sana, berarti udah banyak uangnya dong..!dan nggak susah lagi ya" cerocor bu Ela, Humairah dan Bahri hanya tersenyum saja menanggapi perkataan bu Ela.
"Alhamdulillah bu"sahut Humairah sambil tersenyum.
"Syukurlah saya senang dengar nya, oiya.. Humairah saya masih punya hutang ya sama kamu"ucap bu Ela yang masih ingat dengan hutang-hutang nya ketika ia membeli kosmetik yang di jual Humairah dulu, Humairah hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.
"Emm... Humairah,kamu kan udah kaya, banyak uang nya, sedangkan saya kamu tau lah.. pekerjaan saya sama suami saya kan hanya serabutan,jadi...-"perkataan bu Ela terjeda, Humairah pun sangat mengerti maksud perkataan bu Ela.
"Tidak papa bu Ela, semua hutang-hutang bu Ela sudah saya ikhlas kan,dan bu Ela tidak perlu membayar nya lagi"sahut Humairah sambil tersenyum ramah,bu Ela pun sangat bahagia mendengar nya,ia tak menyangka Humairah masih seperti yang dulu,baik hati,ramah dan tidak sombong, walau pun ia sudah sukses sekarang.
"Yang benar Humairah..?"tanya bu Ela memastikan lagi.
"Iya bu Ela"sahut Humairah, Bahri pun tersenyum senang dan sangat bangga pada istri nya.
"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih Humairah,kamu begitu baik, semoga rezeki mu sekeluarga semakin di tambahkan oleh Allah"ucap bu Ela kegirangan.
"Aamiin, iya bu Ela sama-sama"sahut Humairah dan mengaminkan do'a bu Ela.
"Ngomong-ngomong kalian mau kemana...?"tanya bu Ela.
"Kami mau berziarah ke makam Abah, Ayah,ibu dan Nenek bu"sahut Bahri.
"Iya bu"sahut Humairah sambil tersenyum ramah,bu Ela pun langsung pergi.
"Mas bangga pada mu dek,sudah cantik baik hati pula"puji Bahri tersenyum sambil menatap istrinya dengan penuh kasih sayang, Humairah pun langsung tersipu malu mendengar pujian dari suaminya.
Setelah selesai berziarah ke makam orang tua dan Nenek mereka, Bahri dan Humairah pun menyempatkan waktu untuk mampir ke rumah lama nya dan rumah Diana.
"Ka Bahri..!"sambut Diana gembira dan menyalami tangan Bahri juga Humairah.
"Di mana Yanur dan Fahru"tanya Bahri mencari adik-adik nya yang lain,ia begitu merindukan ke tiga adik-adiknya, yang sudah lama tidak bertemu,sebenarnya Bahri sangat sedih dan kecewa pada sikap ketiga adik-adik nya, karena mereka tidak pernah menelpon atau pun menanyakan kabar nya.
"Yanur sekarang bekerja di tempat keluarga istrinya ka"sahut Diana memberi tahu, Yanur sebenarnya sudah dua kali menikah, pernikahan nya yang pertama gagal karena konflik masalah keluarga, lalu mereka memutuskan untuk bercerai,lalu Yanur kembali menikah untuk yang kedua kalinya dan sekarang sudah memiliki 2 orang anak.
"Kalau Fahru dan mas Rahmat sedang ke hutan mencari kayu jati ka"ucap Diana lagi memberi tahu,namun wajahnya terlihat sangat sedih.
"Hutan..?"tanya Bahri terkejut mendengar nya, Diana mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
"Iya ka, sekarang mas Rahmat dan Fahru tidak lagi bekerja di pabrik, mereka juga tidak mendapatkan pekerjaan lain setelah itu, uang dan emas saya pun juga sudah habis terpakai, jadi mereka pun terpaksa pergi kehutan untuk mencari kayu jati buat di tebang dan dijual ke pabrik kayu"sahut Diana sedih, Bahri dan Humairah pun ikut merasa sedih mendengar nya,ia tak menyangka adik-adik nya sedang kesulitan ekonomi sekarang.
"Bukan kah itu tindakan ilegal..? kenapa Rahmat dan Fahru berbuat senekat itu"ucap Bahri,tidak setuju dan khawatir jika adiknya akan berurusan dengan polisi.
"Apa boleh buat ka, seandainya saja kami ada modal untuk usaha, mungkin mas Rahmat tidak akan melakukan itu "sahut Diana, Bahri pun merasa sangat kasihan pada adik-adiknya.
"Ka,apa ka Bahri mau meminjami kami uang untuk bermodal usaha lain..?"tanya Diana sambil memelas.
"Berapa yang kamu butuh kan Diana..?"tanya Bahri.
"Sekitar 25 juta saja ka,gak banyak, nanti kalau berhasil akan kami kembalikan secepat nya"ucap Diana membujuk sambil memohon, Humairah pun terkejut mendengar nya, ia pun langsung teringat ketika waktu dulu ia pernah memohon untuk meminjam uang pada Diana sekitar 3 juta, Diana justru menolak nya dan cuma hanya meminjamkan uang satu juta saja,itu pun sambil mendapatkan penghinaan dari Diana.
Bahri terdiam mendengar nya, pasalnya uang yang ia miliki saat ini untuk keperluan Mei sekolah dan kebutuhan Mei selama tinggal di kampung.
"Diana mohon ka,ka Bahri pasti tidak akan tega melihat kami sengsara kan..!"bujuk Diana sambil memohon.
"Iya Diana,ka Bahri akan meminjamkan uang itu pada mu"sahut Bahri yang tak tega melihat adik perempuan nya memohon dan merengek,ia juga teringat tentang kebaikan Diana yang pernah meminjamkan uang satu juta kepada nya, sedangkan Humairah pun terkejut mendengar nya karena uang 25 juta itu tidak sedikit.
"Terima kasih ka Bahri"ucap Diana sambil memeluk Bahri dan tersenyum bahagia.
"Yes...aku tau ka Bahri pasti tidak akan menolaknya, karena ka Bahri sangat sayang pada kami"Batin Diana bersorak gembira.
"Dek,mas minta tolong ya,bisa kah kamu memberikan kalung emas mu dulu untuk membantu Diana..? soal nya uang yang mas pegang sekarang untuk keperluan dan kebutuhan Mei di sini,mas janji, nanti mas akan membelikan nya kembali untuk mu"ucap Bahri sambil menatap istrinya, Humairah sangat begitu terkejut mendengar nya,ia tak menyangka suaminya akan melakukan hal itu demi adik perempuan nya,tetapi Humairah tak berdaya menolaknya,ia pun hanya diam dan pasrah,dengan hati yang sangat berat, Humairah terpaksa melepaskan kalung yang ada di leher nya dan memberikan nya kepada suaminya itu untuk di serahkan kepada Diana.
"Ini kalung kakak ipar mu, kalau kamu jual harga nya sekitar 25 juta lebih,kamu bisa menjualnya ke pasar besok"ucap Bahri sambil memberikan kalung itu kepada Diana, melihat kalung itu mata Diana pun langsung berbinar dan tersenyum lebar, ia sangat gembira mendapatkan nya.
"Terima kasih ka Bahri..!"ucap Diana gembira, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum bahagia, melihat adiknya bahagia, sedang kan Humairah hanya bisa menghela nafasnya panjang, tak ada kata-kata yang terucap dari bibirnya, sebenarnya ia kecewa pada Diana,karena sejak tadi Diana hanya mengucapkan terima kasih pada Bahri saja,tetapi tidak pada nya seolah-olah Humairah di anggap tidak ada oleh Diana.
"Kalau begitu kami pulang dulu ya"ucap Bahri sambil tersenyum dan mengajak Humairah pulang.
"Iya ka, hati-hati di jalan"sahut Diana sambil tersenyum lebar.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"sahut Diana, Bahri dan Humairah pun langsung pulang kembali ke rumah Umi.
"Aku gak mau menunggu besok,mending sekarang saja aku ke pasar nya,dan menjual kalung ini,lebih cepat kan lebih baik..!mas Rahmat pasti senang setelah mengetahui nya"gumam Diana kegirangan dan langsung berlari menuju kamar nya, untuk berganti pakaian dan langsung pergi ke pasar.
...****************...
__ADS_1
Bersambung dulu ya...
Jangan lupa beri dukungan nya ya buat author, biar lebih semangat lagi nulis bab nya 🤗