JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU

JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU
Perjuangan Melahirkan


__ADS_3

"Humairah,kamu kenapa nak..?"tanya Umi khawatir, melihat wajah Humairah yang sangat pucat dan berkeringat dingin, sedang terduduk di lantai dekat dengan toilet.


"Saya merasa mules Umi,sejak tadi sudah bolak-balik pipis dan bab"sahut Humairah memberi tahu.


"Apa ini tanda-tanda sudah waktu nya kamu mau melahirkan nak..?"tanya Umi, Humairah pun menggeleng kan kepalanya.


"Saya tidak tau umi, masalah nya, justru kandungan saya sudah lewat 2 minggu dari tanggal jadwal persalinan"sahut Humairah memberi tahu,memang terakhir kali ia periksa kandungan, bidan sempat khawatir karena jadwal persalinan nya sudah lewat 2 minggu, sehingga mereka menyarankan Humairah untuk segera periksa ke rumah sakit,namun Humairah tidak mau,ia takut jika harus di operasi,selain takut dia juga tidak punya biaya banyak.


"Ya Allah..!terus apa kamu sudah periksa kandungan kamu nak?"tanya Umi.


"Kemaren sudah Umi,tapi...akhh..!"ucapan Humairah terpotong dan di sambung dengan ringisan kesakitan, tiba-tiba darah mencucur keluar dari ************ Humairah, Umi pun langsung terkejut melihat nya.


"Astaghfirullahal'azim darah..!Humairah,kamu keluar darah nak" ucap Umi panik.


"Bahri.. Bahri..! Mei..! Caca..! cepat kemari..!"teriak Umi memanggil-manggil.


Mendengar teriakkan Umi yang nyaring,Bahri, Mei dan Caca pun berlari menuju dapur dan mendatangi Umi yang memanggil-manggil sejak tadi.


"Ada apa umi..?"tanya Bahri terkejut.


"Astaghfirullah..dek.!kamu kenapa..?"tanya Bahri panik, Mei dan Caca pun tak kalah panik melihat begitu banyak darah yang keluar dari bawah ************ ibu mereka.


"Cepat bawa istri mu ke poskesmas Bahri, seperti nya dia sudah mau melahirkan"suruh Umi panik.


"Tapi nek,hari ini poskesmas sedang tutup, mereka semua sedang berangkat karena ada pengarahan di kota,dan besok pagi baru buka kembali"sahut Caca, karena ia baru saja di beri tahu temannya yang ibunya seorang dokter di poskesmas itu.


"Astaghfirullahal'azim,lalu kita harus bagai mana..?"tanya Umi panik, Bahri pun merasa kebingungan.

__ADS_1


"Panggil mantri Aisah saja nek,tadi saya liat beliau baru saja lewat, seperti nya beliau tidak ikut ke kota"sahut Caca memberi tahu.


"Kalau begitu cepat panggil dia, suruh dia cepat kemari..!"suruh Umi, sambil mengambil kain sarung untuk Humairah, karena darah nya sudah semakin banyak keluar.


"Biar Mei yang memanggil nya nek"sahut Mei,ia pun langsung berlari keluar dan merodakan sepeda nya dengan laju ke rumah mantri Aisah, benar saja, beruntung mantri Aisah ada di kampung,ia tidak ikut ke kota karena anak nya sedang demam, karena Mei memohon, terpaksa mantri Aisah pun menitipkan anaknya sebentar ke pada orang tua nya,dan segera menolong Humairah.


Bahri pun sudah menggendong dan memindahkan Humairah ke kasur yang sudah di siapkan oleh Umi,tak lama mantri Aisah pun datang bersama Mei.


"Nak Aisah.. tolong anak saya,sejak tadi darah nya keluar terus"ucap Umi panik.


"Tenang nek, tolong jangan panik, saya akan mencoba menolong bu Humairah"ucap mantri Aisah, mencoba menenangkan Umi, Umi pun langsung berzikir untuk menenangkan diri nya.


Mantri Aisah segera memeriksa Humairah, ternyata memang benar jika Humairah sudah memang waktu nya melahirkan.


"Bu Humairah sudah pembukaan 8,bahkan kepala bayinya pun sudah kelihatan"ucap mantri Aisah,ia berusaha membantu mengarahkan Humairah, agar mengatur nafasnya dan mengejan dengan benar, Humairah pun mengikuti semua arahan dari mantri Aisah,tak berapa lama,bayi nya pun lahir dengan selamat dan sehat, sosok bayi perempuan yang sangat cantik dan bersih, semua orang pun menyambut nya dengan bahagia, tetapi tiba-tiba, kebahagiaan mereka hanya sebentar lalu berubah menjadi ketegangan, karena plasenta dari bayi itu tidak ikut keluar dan tertinggal di dalam rahim Humairah, mantri Aisah pun menjadi pucat pasi,ia segera mengambil tindakan memberikan suntikan perangsang agar plasenta itu bisa keluar, namun nihil.


"Bu Humairah,tolong ibu tahan,ibu jangan sampai tertidur"sahut mantri Aisah,mencoba tenang dari kepanikan nya,dan harus berpikir jernih,ia harus segera mengeluarkan plasenta yang tertinggal itu, jika tidak,nyawa Humairah dalam bahaya.


"Bu Humairah harus semangat, jangan tidur bu"ucap mantri Aisah, mencoba menahan Humairah supaya jangan sampai tertidur, karena jika Humairah tertidur, plasenta itu akan lebih cepat naik dan melengket,hal itu lah yang akan membuat nyawa nya melayang.


"Dek, buka mata mu sayang,kamu harus kuat,ini demi anak-anak kita,mas mohon jangan tertidur"ucap Bahri, sambil menangis dan menepuk-nepuk pipi istrinya, Humairah pun membuka matanya kembali,ia berusaha keras untuk tetap terjaga.


"Pak Bahri,tolong segera persiapkan mobil untuk membawa bu Humairah ke rumah sakit"ucap mantri Aisah, untuk berjaga-jaga jika ia memang sudah tidak sanggup lagi mengatasi nya,maka harus cepat di bawa ke rumah sakit, walau harapan untuk selamat sangat kecil, mendengar itu,kaki Bahri terasa lemas,ia teringat dengan kejadian ibu nya yang meninggal beberapa tahun silam,sekuat tenaga Bahri mengayunkan kakinya pergi mencari mobil yang bisa ia sewa.


Sementara Caca, Mei, Umi dan yang lain pun langsung menangis melihat keadaan Humairah, yang seakan tidak ada harapan lagi


"Tolong salah satu dari kalian,datang ke rumah saya,dan minta pada suami saya agar mengambil kan beberapa kantong darah di poskesmas"suruh mantri Aisah, dengan cepat Caca langsung pergi ke sana, beruntung kunci poskesmas berada di tangan mantri Aisah, melihat Humairah yang banyak mengeluarkan darah, mantri Aisah menjadi khawatir.

__ADS_1


Dengan cepat mantri Aisah memasang kan infus di tangan Humairah,dan memberikan suntikan untuk kedua kalinya ke tubuh Humairah.


"Maaf bu,saya harap ibu tahan rasa sakit nya, karena saya harus memasukkan tangan saya kedalam, untuk menarik plasenta itu"ucap mantri Aisah meminta ijin, Humairah hanya mengangguk pelan, sebagai tanda setuju,lalu dengan terpaksa mantri Aisah mengambil reseko yang sangat besar, mencoba memasukkan tangannya untuk mengambil plasenta itu,satu kali,dua kali gagal.


Mantri Aisah pun sudah hampir putus asa, apa lagi melihat Humairah yang meringis menahan rasa sakit yang luar biasa,tak lama mobil yang Bahri sewa datang, Bahri pun dengan cepat berlari masuk kedalam.


"Kita coba sekali lagi bu, tolong bertahan lah"ucap mantri Aisah, Humairah pun mengangguk pelan.


"Bismillahirrahmanirrahim"ucap mantri Aisah,ia pun mencoba untuk ketiga kalinya,


"Ya Allah, selamat kan lah istri hamba, sungguh hamba belum siap kehilangan nya"batin Bahri berdo'a,air mata nya pun tak henti mengalir, Umi, Caca dan Mei pun juga tak henti mendo'a kan keselamatan Humairah.


"Alhamdulillah ya Allah"ucap mantri Aisah, merasa sangat bersyukur ketika ia berhasil menarik dan mengeluarkan plasenta itu, seketika ia pun langsung terduduk lemas dan menangis haru, akhirnya nyawa Humairah bisa di selamat kan.


"Alhamdulillah ya Allah, segala puji bagi Allah pemilik makhluk dan sekalian alam"ucap Bahri, tangisan nya pun semakin pecah, sambil memeluk istrinya dan menciumi nya, dengan penuh rasa bersyukur, akhirnya istri nya bisa selamat,ia merasa kan dunia nya hampir saja runtuh ketika melihat keadaan istrinya yang sudah hampir mendekati kematian.


Setelah beberapa jam istirahat dan minum obat,, keadaan Humairah semakin membaik, wajah nya pun sudah tidak pucat lagi,ia pun sudah bisa tersenyum dan berlahan bisa duduk, mantri Aisah pun merasa lega melihat semangat yang tinggi dari Humairah,di rasa sudah aman dan tidak apa-apa lagi, mantri Aisah pun pamit pulang, Bahri dan seluruh keluarga besar Humairah sangat berterima kasih kepada mantri Aisah yang terlihat berjuang keras untuk menolong orang yang mereka sayangi.


...****************...


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan dan semangat nya buat author 🤗


semoga rezki teman-teman selalu lancar dan berkah ya Aamiin 🤲🏻☺️


Jangan lupa, like, komen, vote dan hadiah nya ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2