
Di kampung.
Setelah satu bulan pernikahan Fahru dan Siti, kini istrinya Fahru sudah merengek minta untuk pindah rumah.
"Mas Fahru,kita kan sudah satu bulan menikah,kok masih tinggal di rumah orang tua ku sih..!"ucap Siti mengeluh, sambil bergelayut di lengan suaminya.
"Lah... kalau kita gak tinggal di sini,terus kita mau tinggal di mana sayang...?"sahut Fahru bertanya,ia tak mengerti dengan maksud istrinya.
"Ya mikir kek, cari rumah... kalau gak beli, ngontrak juga gak papa, yang penting aku tuh gak malu mas,masa udah nikah masih tinggal sama orang tua sih"sahut Siti mengeluh.
"Sayang, kita itu kan baru satu bulan menikah, masa kamu udah mau pindah...! lagi pula apa orang tua mu tidak keberatan..?dan kamu malu sama siapa sih..?"tanya Fahru.
"Ya malu sama para tetangga lah mas,itu si Desi saja yang baru menikah satu minggu, udah di ajak suaminya pindah ke rumah baru nya,mas tau gak..? rumah nya Desi ternyata bessaaaarrr banget... beruntung banget sih si Desi,ah..aku jadi iri"keluh Siti sambil memuji tetangga nya, Fahru pun hanya bisa menghela nafas nya panjang.
"Mas Fahru...mas mau kan ajak aku pindah rumah...?ibu dan bapak pasti juga gak melarang kok,malah mereka justru mendukung kalau kita punya rumah, apa lagi kalau kita punya rumah sendiri"rengek Siti meminta.
"Ya ampun...!nih istri...dia pikir aku punya uang segudang apa..!"batin Fahru menjerit.
"Mau ya mas...!"rengek Siti lagi sambil memelas, Fahru pun hanya bisa pasrah dan mengangguk kan kepalanya.
"Iya, nanti mas usahain ya"sahut Fahru menuruti kemauan istri nya.
"Yeay...!makasih mas"ucap Siti kegirangan sambil memeluk suaminya, Fahru hanya bisa tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
"Aduh...aku harus cari uang kemana biar bisa ngontrak rumah...?"Batin Fahru kebingungan, karena ia belum punya uang lagi setelah membelikan istri nya perhiasan,baru dua minggu menikah istrinya sudah merengek meminta perhiasan emas,dan sekarang merengek lagi minta pindah rumah.
Fahru pun memutuskan untuk pergi ke rumah Diana.
"Assalamualaikum"ucap Fahru yang datang ke rumah Diana.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam, Fahru..kamu datang sendiri..?mana istri mu..?"tanya Diana sambil mencari.
"Di rumah kak"sahut Fahru sambil duduk lemas di kursi dengan wajah yang masam, Diana pun mengerutkan alisnya heran.
"Muka mu kenapa,kok kusut begitu...? seharusnya kan pengantin baru wajah nya berseri-seri dan bahagia... pasti gak di kasih jatah ya sama istri kamu?"tanya Diana sambil meledek dan menertawakan adik bungsu nya itu, Fahru pun menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Saya lagi bingung nih kak.."sahut Fahru sambil cemberut.
"Bingung kenapa...?"tanya Diana penasaran.
"Siti minta pindah rumah.."sahut Fahru, Diana terkejut mendengar nya.
"Pindah rumah..? kenapa mau pindah rumah..?"tanya Diana bingung.
"Katanya malu sama para tetangga,masa sudah satu bulan menikah kami masih numpang sama orang tua"sahut Fahru memberi tahu.
"Ya ampun... kalian kan baru menikah satu bulan,jadi masih wajar lah kalau masih tinggal sama orang tua,beda... kalau kalian udah tinggal sepuluh tahun,nah...baru malu maluin"sahut Diana, sambil geleng-geleng kepala.
"Ya sudah kalau begitu kamu cari saja rumah kontrakan yang tidak jauh dari sini"saran Diana menyuruh.
"Masalah nya kak... saya udah gak punya uang lagi kak buat ngontrak rumah"sahut Fahru jujur dan kebingungan.
"Gak punya uang..?terus uang tabungan kamu kemana?"tanya Diana heran.
"Habis di belikan perhiasan buat Siti,minggu kemaren dia merengek minta gelang emas,maka nya saya kuras tuh uang tabungan buat beliin dia"sahut Fahru memberi tahu, Diana pun langsung menepuk jidatnya sendiri, ia tak habis pikir dengan kebodohan adik nya itu.
"Astaga Fahru...!ck,istri kamu bener-bener kelewatan ya... kamu juga bego,kenapa kamu mau saja menuruti semua kemauan istri kamu"ucap Diana sambil berdecak kesal.
"Ya bagai mana lagi kak,nama nya juga cinta" sahut Fahru.
__ADS_1
"Makan tuh cinta...!"sahut Diana kesal
"Terus... sekarang apa rencana kamu..? jangan bilang kalau kamu kesini mau minta uang..? pokok nya aku gak bakalan kasih" ucap Diana langsung menolak mentah-mentah sambil cemberut.
"Tolong lah kak...!kalau bukan kak Diana siapa lagi...gak mungkin kan saya minta tolong lagi sama kak Bahri..!sama kak Yanur juga pasti langsung di tolak sama istri nya"rengek Fahru sambil memelas, Diana pun menghela nafas nya ya panjang, tiba-tiba Diana teringat sesuatu.
"Oiya... kenapa gak aku suruh Fahru saja,buat nempatin rumah di belakang"batin Diana.
"Fahru,kenapa kamu gak tempati rumah almarhumah nenek saja,kan rumah itu sudah lama kosong"ucap Diana memberi saran.
"Apa boleh kak..? soalnya kan itu sudah jadi rumah nya kak Bahri"tanya Fahru.
"Tenang saja,aku yakin kak Bahri pasti tidak keberatan,kamu langsung bersihin aja tuh rumah biar bisa segera kamu tempati bersama istri mu"ucap Diana.
"Beneran kak..?"tanya Fahru gembira sambil tersenyum lebar.
"Iya, tunggu di sini biar aku ambil kan kuncinya di kamar dulu"sahut Diana sambil berjalan menuju kamar nya dan kembali membawa kunci rumah itu.
"Nih kunci nya,kamu beruntung tuh kunci di titipin ke aku,jadi kamu bisa pakai nih rumah" ucap Diana merasa bangga pada diri nya sendiri.
"Tapi kak, apa tidak sebaiknya kak Diana telpon dulu kak Bahri..? dan minta ijin pada nya,saya takut kalau kak Bahri bakalan marah kak sama kita"ucap Fahru sambil bertanya.
"Kamu tenang saja,kak Bahri gak bakalan marah sama kita,dia kan sangat sayang sama kita,lagi pula percuma bertanya...toh nanti ujung-ujungnya kak Bahri juga bilang iya,jadi gak perlu minta ijin,aku yakin kak Bahri pasti bakal seneng jika mengetahui nya"sahut Diana santai dan sangat yakin.
"Ya sudah kalau begitu, makasih ya kak,saya mau pulang dulu, pengen cepet-cepet kasih tau Siti,dia pasti sangat senang mengetahui nya "ucap Fahru gembira sambil tersenyum lebar.
Setelah sampai ke rumah mertua nya,Fahru langsung menceritakan kabar itu ke pada istri nya, dan istri nya pun sangat gembira mendengar nya, mereka pun dengan cepat langsung membersihkan rumah itu dan segera pindah ke sana, tanpa di ketahui oleh Bahri dan Humairah.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ☺️