
Di kamar Bahri sedang duduk termenung.
"Ada apa mas?"tanya Humairah,lalu duduk di samping sambil menatap lembut suami nya.
"Mas hanya bingung dengan jalan pikiran Fahru,dia begitu keras tidak mau melanjutkan pendidikan nya,dan lebih memilih ingin bekerja,dia itu masih muda..dan tidak tau bagai mana keras nya hidup di luar sana"ucap Bahri mencurah kan uneg-uneg nya, Humairah pun hanya diam dan mendengar kan dengan seksama.
"Mas menaruh harapan besar untuk Fahru,agar dia tidak putus sekolah seperti mas dan Yanur,mas ingin melihat nya berhasil dan mendapatkan pekerjaan yang bagus dan layak"ucap Bahri lagi,ia merasa kecewa dengan keputusan adiknya itu.
"Mas... pemikiran orang itu berbeda-beda, saya setuju dengan pemikiran mas, namun belum tentu dengan Fahru, mungkin dia akan merasa lebih senang dan puas jika apa yang dia impikan terwujud,dan lagi pula.. Fahru juga sudah bicara jujur pada mas, kalau dia tidak sanggup lagi jika otak nya di suruh belajar, jadi kita tak bisa memaksakan kehendak kita"sahut Humairah mencoba memberikan pengertian dan menghibur suaminya.
"Kamu benar dek, mungkin mas memang harus mengalah dan memberikan kebebasan untuk Fahru untuk memilih kehendak nya sendiri"ucap Bahri, sambil menatap istrinya.
"Iya mas, selama itu baik maka tak apa,tetapi jika menjadi mudharat untuk nya,maka mas berhak melarangnya"sahut Humairah, Bahri pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Dek besok sore, mas sudah harus berangkat kerja kembali,apa besok pagi kamu mau mas antar ke rumah Abah?"tanya Bahri sambil memeluk tubuh istri nya.
"Sebaiknya saya tinggal di sini saja dulu mas, untuk merawat nenek,karena nenek masih belum pulih"sahut Humairah, Bahri pun semakin kagum dan terkesan dengan istri nya yang memiliki hati yang sangat baik dan lembut.
"Terima kasih dek,kamu sudah mau menerima mas dan merawat nenek"ucap Bahri, sambil menatap dengan penuh cinta pada istrinya.
"Iya mas,nenek sudah saya anggap seperti nenek kandungan saya sendiri"sahut Humairah sambil tersenyum.
Keesokan harinya Bahri dan Yanur pun bersiap hendak berangkat ke kapal, sedang kan Rahmat dan Fahru justru pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat ke kota Banjarmasin untuk bekerja di pabrik kayu.
"Nenek, Bahri berangkat dulu ya, jangan lupa minum obat nya dan istirahat"pesan Bahri, sambil menyalimi tangan nenek nya.
"Iya..iya"sahut nenek Idah sambil tersenyum.
"Tenang saja mas, nanti biar saya yang akan mengingatkan nenek jika lupa nanti"sahut Humairah,nenek Idah pun tertawa mendengar nya.
"Iya, obat nya pasti nenek minum, kalian hati-hati di jalan"sahut nenek Idah, Bahri pun mengangguk kan.
"Dek,mas berangkat dulu ya, kalau ada apa-apa tolong segera hubungi mas"pinta Bahri sambil menatap lembut istri nya.
"Iya mas,mas juga hati-hati di jalan jangan sampai telat makan"sahut Humairah sambil tersenyum,ia pun menyalimi tangan suaminya, dengan penuh kasih sayang Bahri pun mengecup kening istrinya.
"Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikum salam, hati-hati di jalan mas, semoga Allah selalu melindungi mu, memberi rejeki yang halal dan mendapatkan keberkahan"ucap Humairah mendo'a kan suaminya.
__ADS_1
"Aamiin"sahut Bahri mengaminkan.
Bahri dan Yanur pun berangkat ke kapal, tinggal lah nenek Idah, Diana dan Humairah,selama nenek Idah sakit,semua pekerjaan rumah Humairah lah yang mengerjakan semua nya, mulai merawat nenek Idah, memasak,mencuci piring dan pakaian,itu semua ia lakukan dengan ikhlas dan sabar, bahkan juga sering kali Humairah membantu Diana untuk merawat ke 2 anaknya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Hari berganti hari hingga sampai lah satu bulan, semua aktivitas seperti biasa Humairah lakukan,hari ini ia memasak lebih banyak menu, karena suaminya akan pulang, hati nya pun begitu bahagia rasanya ia sudah tak sabar ingin sekali bertemu dengan suaminya.
"Uhuk..uhuk..uhuk.. Humairah..!"panggil nenek Idah sambil terbatuk-batuk.
"Iya nek..!"sahut Humairah,lalu segera ia menghampiri nenek Idah.
"Uhuk...uhuk..uhuk"batuk nenek Idah pun semakin keras dan tiba-tiba sampai mengeluarkan darah, nenek Idah pun juga sudah 2 hari ini diare, Humairah sudah beberapa kali membujuk nenek Idah untuk ke poskesmas, namun ia selalu menolak.
"Nenek..!"teriak Humairah, yang terkejut melihat nenek Idah tergelak lemas di lantai, dengan segera ia meminta tolong tetangga untuk membawa nenek nya ke poskesmas terdekat, nenek Idah pun langsung di bawa dan di tangani oleh para dokter dan perawat.
"Ya Allah, semoga saja nenek baik-baik saja"gumam Humairah panik dan gelisah.
"Ka, sebaiknya Kaka hubungi dulu ka Bahri, mungkin saja kapal sudah datang di pelabuhan"ucap Diana.
"Ah...iya,kamu benar Diana,kaka hubungi mas Bahri dulu"sahut Humairah,ia pun segera memberi kabar kepada Bahri,dan beruntung kapal Bahri sudah menyandar,Bahri dan Yanur pun langsung segera pergi ke poskesmas untuk melihat keadaan nenek mereka.
"Nenek masih di periksa dokter mas"sahut Humairah.
Bahri pun merasa gelisah dan khawatir dengan kondisi nenek nya.
"Keluarga nenek Idah...!"panggil dokter.
"Iya dok..! bagai mana keadaan nenek saya dok?"tanya Bahri.
"Maaf kan kami pak, kondisi nenek Idah saat di bawa ke mari,sudah sangat kritis dan kekurangan cairan, kami pun juga sudah melakukan semampu kami untuk menolong nenek Idah,namun...Allah berkehendak lain, nenek Idah pun meninggal dunia"ucap dokter memberi tahu.
Deg!
"Innailaihi wa Inna ilaihi Raji'un"ucap Humairah, sambil menangis.
"Kami turut berduka cita"ucap dokter yang juga ikut sedih.
Jantung Bahri rasa nya seakan-akan langsung berhenti berdetak,ia merasa begitu terkejut dan merasa tak percaya,tubuh nya pun langsung kaku,kaki dan tangan nya bergetar hebat,air mata nya pun tak bisa di bendung lagi, keluar begitu deras nya, seakan-akan hujan dan petir pun datang menggema,hari ini adalah hari yang begitu sulit untuk Bahri terima,ia merasa langit seakan -akan runtuh begitu saja,ia masih tak percaya orang yang begitu ia sayangi dan yang selalu memberikan dukungan juga kasih sayang nya kini sudah tiada dan pergi meninggalkan nya untuk selama-lamanya.
__ADS_1
Tangisan Diana, Yanur dan Humairah pun terdengar di telinga Bahri, untuk sesaat ia pun tak bisa mengendalikan emosi nya, tiba-tiba Bahri pun jatuh pingsan dan tak sadar kan diri.
Brug!
Suara tubuh Bahri yang tiba-tiba terjatuh ke lantai.
"Ka Bahri..!"
"Mas..!"
Semua orang pun terkejut dan panik melihat nya, dengan segera Bahri pun langsung di tolong.
"Bagai mana keadaan suami saya dok?"tanya Humairah terlihat sangat panik.
"Suami nya baik-baik saja,mungkin karena terlalu shock sehingga membuat nya menjadi tak sadar kan diri, dan sebentar lagi juga akan siuman"sahut dokter menjelaskan.
Benar saja tak lama Bahri pun bangun,ia segera turun dari ranjang dan berlari mencari keberadaan nenek nya.
"Mana nenek...?dek, di mana nenek? nenek baik-baik saja kan? dokter tadi pasti bercanda saja kan?"ucap Bahri yang terlihat sangat kacau, Humairah pun menangis melihat keadaan suami nya.
"Mas..!nenek baru saja di bawa pulang ke rumah"sahut Humairah sambil menangis, Bahri pun segera berlari pergi ke rumah, Humairah pun ikut mengejar suaminya.
Sesampai nya di rumah,benar saja, sebuah bendera putih sudah terpasang di depan rumah nya, semua orang pun sudah banyak berkumpul dan mendo'a kan nenek Idah, Bahri pun langsung berlari masuk ke rumah dan langsung memeluk tubuh nenek nya yang sudah terbujur kaku,ia menangis histeris, sungguh hati nya sekarang begitu hancur, nenek yang ia anggap sebagai pengganti kedua orang tua nya,dan satu-satunya yang ia punya, kini sudah pergi meninggal kan nya.
Humairah pun ikut sedih dan terpukul melihat suaminya,ia hanya bisa memberikan dukungan dan semangat untuk suami nya.
Seluruh keluarga dan para tetangga pun silih berganti berdatangan,kyai dan umi pun juga ikut mendo'a kan nenek Idah.
"Bahri,"panggil kakek Mukti,adik bungsu nenek Idah, Bahri pun menoleh ke arah kakek Mukti.
"Ada yang ingin kakek bicarakan"bisik kakek Mukti, Bahri pun menatap bingung kakek Mukti.
"Apa itu kek?"tanya Bahri penasaran sambil menatap kakek Mukti.
"Sebaik nya, kita bicara kan di dalam saja"ajak kakek Mukti, Bahri pun mengangguk pelan dan mengikuti kakek Mukti,Humairah pun juga ikut karena ia khawatir dengan kesehatan suaminya yang kurang sehat.
...****************...
(Aduh.. kira-kira apa ya yang akan di bicara kan kakek Mukti ke Bahri?jadi penasaran🤔)
__ADS_1
Baca episode-episode selanjutnya yaa ☺️