
Nek Gendis berjalan keluar rumah ia menemukan Reza yang sedang duduk ngelihati ikan -ikan di kolam taman belakang.
" Eza, boleh Nenek duduk di sini. " tanya nek gendis saat sudah tepat berdiri di belakang Reza.
" Kalau Nenek kesini hanya untuk membujuk Eza buat ninggali Zahra, lebih baik Nenek pergi saja karena Eza gak akan merubah keputusan Eza nek. " ucap Reza tanpa melihat Nenek.
" Nenek kesini bukan untuk itu, tapi ada hal lain yang ingin Nenek katakan. "
" Apa? " tanya Reza menatap Nek Gendis .
" Reza, Sebenarnya Mama mu masih hidup. " Ucap Nek Gendis yang membuat Reza terperanjat.
" Mama masih hidup, apa maksud nenek? bukankan Mama dan Papa meninggal karena kecelakaan?" tanya Reza tak percaya.
" Ya Papa mu memang meninggal saat kecelakaan tetapi Mamamu tidak pernah mengalami kecelakaan."
" Nenek jangan becanda aku melihat makam Mama di samping Papa, Papa dan Mama meninggal karena kecelakaan, itu kata nek Retno saat di pemakaman. " sangkal Reza.
" Makam itu adalah makam Mamanya Rey dan Kyara bukan makam Mama mu Reza. "
" Maksud nenek apa? bukannya Mama bang Rey dan Kyara adalah Mamaku juga. " Reza semakin gak mengerti.
" Bukan, Mamamu bukan Melynda melainkan Intan seorang wanita yang sudah merebut suami dari Mamanya Rey dan Kyara. "
" Cukup Nek, Nenek jangan mengarang cerita. " Kesal Reza membentak Nek Gendis dengan suara keras.
" Nenek tidak ngarang cerita tetapi itulah kenyataannya. Mamamu adalah seorang pelakor, dia merebut Papa Rey dari menantu kami Melynda sehingga mereka bertengkar lalu kecelakaan maut itu pun terjadi."
" Kalau memang seperti itu lalu di mana Mamaku yang sebenarnya Nek.Kenapa dia gak pernah menemuiku?."Tanya Reza lagi.
" Mamamu di penjara karena kasus percobaan pembunuhan terhadap Rey. "
" Tidak, Mama tidak mungkin seperti itu. Mama gak mungkin mencoba membunuh orang. "
" Tapi itulah kenyataannya saat mobil papamu kecelakaan, Rey juga berada di dalam mobil itu nasib baik Rey selamat, Rey dilarikan ke rumah sakit kondisinya sangat kritis saat itu. Setelah sepeninggalan Dony dan Melynda semua harta kekayaan keluarga ARDANA jatuh pada Rey tak sedikit pun dibagi pada mu ataupun Mamamu sehingga Mamamu sangan marah kemudian berencana untuk menghabisi Rey, untungnya ada yang melihat perbuatan keji Intan sehingga Rey bisa diselamatkan dan Intan mamamu itu di fonis hukuman penjara selama 25 tahun. "
" Berarti aku anak seorang pembunuh. mengapa kalian membawaku ke keluarga ARDANA. Menapa nek? bukankah kalian semua membenci Mama ku."
" Ya, awalnya aku juga gak setuju ketika Mbakyu Retno mengasuhmu di rumah, tetapi mbakyu bilang biar bagaimanapun kamu adalah anak dari Dony Ardana putra Mnbakyu Retno berarti kamu juga cucunya. Mbakyu gak ingin kalau kamu nanti malah membenci Rey dan Kyara jika kamu salah didik. Mbakyu Juga ingin memberkanmu pengasuhan yang sama seperti dia mengasuh Rey dan Kyara. Memastikan kamu mendapatkan yang terbaik. tidak kekurangan apa pun. "
Reza menatap Nek Gendis dengan tatapan kosong. Hatinya terpukul mengetahui kenyataan bahwa dirinya saudara lain ibu dengan Rey dan Kyara.
__ADS_1
" Reza kamu tahu, Saat Rey keluar dari rumah sakit Rey sangat marah melihatmu ada di rumah, tetapi setelah Nek Retno memberi penjelasan pada nya akhirnya Rey luluh dan mau menerima mu, Rey juga menyayangimu sama seperti dia menyayangi Kyara meski terkadang kamu selalu saja berbuat ulah, Rey tetap membantumu keluar dari semua masalah mu kan Za, Bukan hanya itu Rey dulunya adalah anak yang periang dan baik hati, semenjak ia melihat pertengkaran antara Papa dedan Mamanya, Rey berubah menjadi anak yang pendiam dan tertutup, itu juga yang menyebabkan Rey gak mau menikah dan gak pernah bisa jatuh cinta, Rey menutup hatinya rapat-rapat. Kau tahu betul kan bagaimana sifat Rey, dia jarang sekali tersenyum bahkan hampir tak pernah Nenek melihatnya tersenyum. Tapi semenjak bertemu Zahra perubahan terjadi pada Rey. Rey jadi sering tersenyum bila berada bersama Zahra malah terkadang Rey tertawa bahagia." Papar Nek gendis
Reza masih menatap nek Gendis tanpa berkata apa-apa.
" Nenek tahu kamu juga mencintai Zahra, tapi kamu sangat salah karena udah menyia-nyiakan Zahra. Andai sebelumnya kamu benar menikahi Zahra mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Sekarang meski hanya kontrak Zahra adalah istri sah nya Rey. Hubungan mereka awalnya tidak baik tapi saat ini mereka berdua saling mencintai dan sudah saling mengetahui perasaan masing masing satu hari sebelum kamu bertemu dengan Zahra. Jadi Nenek Berharap semoga kejadian yang terjadi pada Mamanya Rey tidak terjadi juga pada Rey. Nenek yakin kamu tidak seperti Mama mu yang hanya demi mementingkan dirinya sendiri tega menyakiti hati orang lain. " Nenek menegaskan perbuatan buruk yang pernah dilakukan Mamanya Reza dulu.
Reza tertunduk sedih mendengar semua penjelasan Nenek dimana dirinya ternyata adalah anak dari seorang pelakor. Wanita yang menghancurkan kehidupan wanita lain.
" Eza Nenek tidak akan memaksa kamu tapi Nenek yakin kamu adalah cucu Nenek yang bijak, kamu pasti akan mengambil keputusan yang tepat, besok abangmu Rey akan kerumah Zahra untuk meminta maaf atas apa yang telah kamu lakukan sekaligus ingin melamar Zahra untuk menjadi istrinya dengan restu dari keluarga Zahra. Jika kamu berubah pikiran dan ingin ikut dengan Rey bersiaplah untuk pulang bersama kami nanti sore." Nek Gendis memengang pundak Reza lalu pergi meninggalkan Reza yang masih duduk termenung tak percaya bahwa sebenarnya wanita yang melahirkannya masih hidup dan malah berada di penjara.
Β
****
Β
Sementara di tempat lain di dalam kamar Hotel, Zahra sedang duduk di sofa, ia meletakkan sarapan yang baru saja diantar oleh pelayan.
" Pak Rey kamu kemana? kenapa sudah pergi sepagi ini? Sarapan ini pasti Pak Rey yang memesannya untukku, dibalik sifatnya yang dingin sebenarnya Pak Rey itu sangat lembut dan Perhatian." Gumam Zahra melihati sarapan yang berada di atas meja di samping Sofa, Zahra sama sekali tak berselela makan.
Zahra temenung mengingat kembali awal pertemuannya dengan Rey, disaat Zahra dikecewakan oleh Reza, disaat yang sama Zahra pertama kali bertemu dengan Rey yang ternyata abangnya Reza. Perdebatan selalu terjadi diantara mereka berdua tetapi Zahra juga tak bisa pungkiri bahwa semenjak mengenal Rey, Rey lah yang selalu membantu setiap Zahra berada dalam masalah. Rey pula yang selalu membuat Zahra merasa nyaman.
" Pak Rey, sepertinya kita memang tidak di takdirkan bersama, Papa gak mungkin menyetujui hubungan kita. " Terdengar suara lirih Zahra. Kepalanya menunduk sambil memeluk kedua lutut, tak terasa airmata kembali menetes membasahi pipi.
Pintu dibuka, Rey masuk ke dalam kamar dengan membawa dua buah koper, koper miliknya dan milik Zahra.
Rey menatap Zahra yang masih duduk di sofa memeluk kedua lutut menutupi kepalanya. Rey mendekati Zahra duduk di samping Zahra. Rey melihat Zahra belum menyentuh sarapan yang ia pesan.
" Ra." Panggil Rey lembut memegang pundak Zahra.
Zahra mengangkat kepala menoleh sumber suara yang memanggilnya dengan airmata yang sudah membasahi pipi.
" Hei kenapa kamu menangis lagi, aku udah pernah bilang kan aku gak suka lihat Zahraku menangis. " Rey mengusap airmata di pipi Zahra.
" Apa kah mungkin Zahra akan menjadi istrinya pak Rey untuk selamanya. " Tanya Zahra dengan nada lemah.
" Hust.... " Rey meletakkan jari telunjuknya di bibir Zahra. " Zahra adalah istriku, wanita yang di pilihkan Allah untuk menjadi jodohku, dan selamanya akan menjadi istriku. " Rey tersenyum untuk menenangkan Zahra. Zahra memeluk Rey. Ia menangis Haru mendengar ucapan Rey.
" Aku takut pak, Aku takut jika Papa dan kedua abangku berbuat hal buruk pada Pak Rey. "
" Tak ada yang perlu di takutkan Ra, ini ujian cinta kita, aku akan berusaha memenangkan hati Papa dan Mama mu, dan aku butuh dukungan dari mu Ra." Rey semakin mengeratkan pelukannya pada Zahra.
__ADS_1
Zahra melihat Rey kembali.
" Aku akan selalu mendukung bapak."
" Kalau begitu mulai sekarang jangan panggil bapak lagi, aku rasa aku juga gak terlalu tua kan sampai harus di panggi bapak sama istri sendiri. " Gerutu Rey yang berhasil membuat Zahra tersenyum.
" Lalu Zahra harus panggil apa dong? " tanya Zahra memainkan bibir bawanya.
" Panggil sayang mungkin. " goda Rey.
" Gak mau ah, lebih enak manggil bapak. Nanti kalau Pak Rey da berhasil mendapatkan restu dari Papa dan Mama baru deh aku akan panggil Pak Rey dengan sebutan yang lain. " Kata Zahra kini bersemangat.
" Ya udah sekarang kamu makan dulu, setelah itu bersiaplah kita akan pulang, pesawatnya jam 11."
" Bapak udah makan? " tanya Zahra.
Rey menggeleng.
" Kalau begitu kita makan sama-sama." Zahra mengambil baki tempat makanan yang berada di atas meja meletakkannya di tengah-tengah.
" Jadi ceritanya kita makan sepiring berdua nih? " Goda Rey tersenyum.
" Ya udah kalau gak mau aku makan sendiri aja. " Zahra kembali menggeserkan piringnya hendak memakan sendiri, wajahnya memerah menahan rasa malu.
" Ets, maaf," Rey menarik piring yang di pegang Zahra. " Aku gak nyangka ternyata selain Galak istriku ini tukang merajuk juga. " Sambungnya masih menggoda Zahra.
Zahra mendelikkan mata menatap Rey dengan tatapan sinis.
" Iya maaf, kita makan yuk! lapar. " Ucap Rey lagi.
Mereka berdua akhirnya memulai pagi dengan sarapan sepiring berdua.
Β
Β
πππππππππππππ
Hai semua, terimakasih buat yang suka sama halunya Author, Semoga Readers kenyang ya walau makannya sepiring berdua ππ eh salah maksudnya senang bacanya ngayalin Rey dan Zahra makan sepiring berduaπ π .
Tetap dukung Author ya biar Author semangat terus nulisnya.
__ADS_1
Jangan lupa kencengi vote nya ya biar bisa naik ratingnya.
Terimakasih πππ