Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 94. Kejutan untuk Zahra.


__ADS_3

Akan tetapi Zahra juga merasa penasaran dengan dessert spesial itu.


" Baiklah kalau begitu akan aku buka jika memang aku suka akan aku makan tapi kalau tidak bapak yang ngabiskannya ya, jangan di buang, kan sayang." cicit Zahra lagi yang dibalas senyum tipis oleh Rey.


Zahra membuka penutup baki.


Saat telah terbuka dengan sempurna, Mata Zahra membulat karena kaget tak menyangka ketika melihat isi di dalam baki.


" Benar kata si mbak tadi. ini memang penutup makan malam yang spesial, bahkan sangat spesial, Sesuatu yang sangat indah tetapi tidak untuk di makan." batin Zahra.


Zahra menatap Rey tanpa kata, tetapi matanya menyatakan begitu banyak pertanyaan untuk Rey.


Zahra terkejut karena melihat isi di dalamnya bukan makanan penutup yang melainkan sebuah cincin berlian yang sangat indah di dalam sebuah kotak berwarna merah, yang harganya pasti sangat mahal. Zahra masih gak percaya jangan-jangan itu hanya kue yang berbentuk cincin.


" Pak ini kuenya berbentuk cincin ya?" tanya Zahra karena ia merasa gak mungkin Rey memberikan cincin berlian asli untuknya.


Rey yang mendengar pertanyaan Zahra mengelengkan kepala pelan. " Gadis ini sangat pintar dalam segala hal, Dia juga Mahasiswa terbaik di Universitasnya tapi mengapa untuk hal ini dia sangat bodoh." Batin Rey mengeluh karena yang Rey bayangkan Zahra akan bahagia setelah tahu di beri cincin dan akan memeluknya tapi malah yang terjadi Zahra mengira cincin itu adalah makanan sejenis kue.


Pikiran Zahra masi di penuhi pertanyaan mengenai cincin yang di depannya itu asli apa memang dessert yang berupa kue berbentuk cincin. Untuk memastikannya Zahra menyentuh cincin tersebut, dia membulatkan mata sekali lagi karena yang ia sentuh cincin beneran.


" Pak ini bukan kue tapi ini cincin betulan, Asli cincin pak." Ucap Zahra lagi dengan ekspresi masih tak percaya.


" Zahra, yang bilang itu kue Siapa itu memang cincin di buat oleh tukang perhiasan bukan tukang kue Ra." Jawab Rey sedikit kesal. Moment romantis yang ia siapkan gagal hanya karena tingkah konyol Zahra.


Zahra melihat cincin dan Rey secara bergantian dahinya mengerut memikirkan sesuatu.


" Gak mungkinkan Pak Rey menyiapkan cincin ini untukku, apalagi disaat dia mau menceraikanku. Atau jangan-jangan ini memang untukku sebagai ganti rugi karena perceraian di lakukan lebih cepat dari waktu yang di tentukan? Sultan mah bebas berbuat semaunya." Zahra masih diam tetapi kepalanya terus berfikir dan menerka - nerka tentang cincin di depannya itu.


" Oh cincin ini pasti untuk hadiah Kyara kan pak?. Ucap Zahra saat ia ingat dengan Kyara. Seketika Zahra berfikir bisa jadikan Rey mau minta saran pada Zahra tentang hadiah yang ia pilih untuk pernikahan adik kesayangannya.


Kali ini Rey menarik nafas panjang dia sangat kesal karena Zahra gak peka dengan perasaan Rey saat ini, tetapi Rey tetap berusaha untuk mengendalikan emosinya.

__ADS_1


" Zahra, cincin itu bukan untuk Kyara, tapi untuk mu." Kata Rey dengan nada suara yang lembut menahan emosi yang sedari tadi ia tahan.


" Untuk ku pak?" tanya Zahra tak percaya.


" Ya untuk mu Ra." Angguk Rey tersenyum tipis.


" Tapi pak, hari ini aku Gak lagi ulang tahun." Jawab Zahra polos. Sempat terlintas di pikiran Zahra bahwa Rey memberikan cincin karena Rey mencintainya tetapi pikiran itu dengan cepat di tepis Zahra karena Zahra tak ingin berharap yang akhirnya mungkin akan membuat ia kecewa jika itu tidak benar.


Rey bangkit dari duduknya berdiri disisi kiri samping pagar bambu.


" Zahra kemarilah, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu."


Zahra pun bangkit mendekati Rey, berdiri sejajar di samping Rey. Rey mengarahkan Zahra untuk melihat ke bawah dimana di bawah ada danau buatan yang disediakan Cafe.


" Lihatlah ke danau buatan itu, sekarang Kamu lihat di dalamnya ada apa?"


" Air." jawab Zahra lugu yang memang hanya melihat air.


Jantung Zahra kini berdetak sangat cepat. Pikiran dan hati Zahra tak karuan bertentangan bertanya-tanya sebenarnya apa yang ingin di tunjukkan Rey padanya. Hal ini membuat Zahra langsung mengikuti perkataan Rey tanpa berdebat lagi. Zahra menutup mata kurang lebih selama 10 detik.


" Sekarang bukalah mata mu Ra."


Zahra yang berdiri berhadapan dengan Rey membuka mata secara perlahan dan otomatis Zahra melihat wajah tampan Rey yang berada di depannya tersenyum sangat manis membuat Zahra serasa ingin pingsan tak mampu mengatur nafas dengan baik.


Rey memberikan kode dengan gerakan kepala agar Zahra melihat ke bawah. Zahra pun mengikuti Rey, mata Zahra kini tertuju pada danau buatan di bawah mereka.


Betapa terkejutnya Zahra saat melihat ke danau,di mana Di dalam danau memancarkan cahaya seperti lampu yang bertuliskan " Zahra you Marry me." Mata Zahra berkaca-kaca. Zahra kembali menatap Rey.


" Pak Apa maksudnya ini. Bukankah kita memang sudah menikah? Tanya Zahra dengan suara tercekat.


" Bukankah kamu bilang kalau kamu gak pernah menganggap pernikahan ini ada Zahra, karena bukan papa mu yang menjadi walinya? Saat ini aku bertanya maukah kamu menerimaku sebagai suami mu? Aku ingin menikah denganmu Ra, bukan hanya sekedar pernikahan kontrak tapi pernikahan yang membawa kita menuju kebahagiaan sampai ke Jannah nya Allah." Ucap Rey lembut.

__ADS_1


" Jadi benar malam itu kita sudah melakukannya, sehingga Pak Rey merasa kasihan padaku dan ingin menikahiku?." bukannya menjawab Zahra malah memberikan pertanyaan lagi, airmatanya sudah hampir terjatuh tapi sekuat tenaga ia tahan karena Zahra tak ingin terlihat lemah.


" Tidak Zahra, kita tidak melakukannya. Tidak ada yang terjadi malam itu. Percayalah." Rey meyakinkan Zahra.


" Lalu kenapa tiba-tiba bapak ingin pernikahan kontrak ini menjadi pernikahan sesungguhnya. Bukankah tujuan bapak kemari ingin memberitahu kebenaran tentang kita pada neneknya Farhan agar perpisahan lebih cepat dari waktu yang di tentukan. Lagian bapak juga gak percayakan dengan pernikahan, lalu atas dasar apa bapak ingin menikahi ku? aku gak mau bapak melakukannya hanya karena merasa kasian dengan nasibku." Zahra meminta penjelasan Rey.


" Ra, gak ada yang tiba-tiba. Aku yang terlalu egois, pikiranku berusaha terus menolak perkataan hatiku. Ketakuatanku selama ini membuatku tak berani melakukan apa yang sebenarnya hatiku inginkan. Aku ingin menjalani hidupku bersamamu Ra." Tatapan Rey sangat dalam ada cinta dimatanya.


"Jika itu yang bapak inginkan, lalu mengapa bapak menghilang menjauhi ku tanpa kabar selama sebulan ini? Bapak kemana? kenapa bapak pergi?" Zahra terus mengeluarkan semua pertanyaan yang selalu bersarang di kepalanya selama ditinggal Rey.


" Aku pergi untuk memantaskan diri dengan mu, kamu adalah wanita sholeha, wanita yang terlalu baik sangat berbeda jauh dengan ku. Prilaku ku bahkan kebalikan mu Ra, itu lah alasanku, aku ingin mensetarakan diriku denganmu, belajar memperbaiki diri, walaupun Aku tahu aku gak akan mungkin bisa sebaik kamu Zahra, kamu seharusnya mendapatkan suami seperti pria yang di jodohkan Papamu itu. Pria itu seorang Hafiz, kriteria suami yang kamu idamkan dari dulu kan, tapi aku gak rela jika kamu bersamanya. Karena aku ingin kamu hanya menjadi milik ku hidup bersamaku bukan pria lain.


" Tapi Pak..." Zahra menjeda kalimatnya ia tidak meneruskan nya lagi.


" Tapi kenapa?" Tanya Rey.


" Bapak salah menilaiku, aku nggak sebaik yang bapak katakan, justru aku gak pantas untuk bapak bahkan untuk lelaki manapun, wanita yang sudah gagal menikah apalagi sampai dua kali sudah membuktikan kalau aku ini wanita yang buruk." Zahra menundukkan kepalanya.


" Jika boleh jujur, aku malah bersyukur kamu gagal menikah, dengan begitu kita bisa bersama sampai saat sekarang ini Ra."


" Pak Rey gak tahu sebenarnya tentang ku, aku ini wanita yang buruk pak, bahkan saudara ku sendiri mengatakan aku wanita pembawa sial setiap orang yang bersamaku pasti akan mendapat masalah sama seperti bapak saat ini dalam masalah semenjak mengenalku kan, sebelumnya hidup pak Rey baik-baik saja dan menjadi kacau sejak aku bekerja dengan bapak." Zahra memalingkan wajahnya dari Rey.


bersambung..........


Β 


Β 


Β πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Tetap dukung Author ya biar semangat up tiap hari. β˜Ίβ˜ΊπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2