
" Zahra, lama sekali ya kita gak jumpa, kamu ternyata nampak dewasa dan makin cantik." Salim memuji kecantikan Zahra, Zahra memang gadis yang sangat cantik setiap lelaki yang melihatnya mustahil tidak terpesona pada Zahra.
" Terimakasih bang." Ucap Zahra tersipu malu. Biasanya dulu Zahra sangat manja dengan Salim, sama seperti sikapnya pada kedua abangnya Arga dan Arya. Memang mereka sangat akrab dan kerena dulu masih kecil tapi sekarang berbeda, mungkin karena lama tak berjumpa dan karena mereka sudah sama sama dewasa keduanya jadi tak seakrab dulu.
" Ra, lelaki itu siapa? tadi abang lihat kalian datang bersama." Tanya Salim penasaran.
" Namanya pak Rayhan dia satu kantor sama Zahra."
" Atasan Zahra di kantor ya?"
" Iya." Angguk Zahra.
" kok bisa dia ikut kemari apa dia temannya Lili juga?" Dalam hati Salim curiga kalau Rey juga menyukai Zahra karena mana mungkin atasan mau ikut ke acara bawahannya jika tidak ada sesuatu.
Zahra melihat arah pandang Salim yang tertuju pada Rey, kemudian kembali menatap salim menjawab pertanyaan Salim tadi. "Pak Rey gak kenal sama Lili, kebetulan kita berdua ada kerjaan di kawasan danau, tadi sehabis ngantor setelah jam istirahat kita langsung kemari, Seharusnya Zahra gak kemari karena Zahra gak bisa cuti, berhubung kerjaannya pas di sini jadinya Zahra ajak kemari aja." Jawab Zahra mencari alasan yang tepat. Tapi Zahra tidak berbohong karena memang mereka akan meninjau pembangunan Hotel di danau Mautara, kalau tidak bersama Rey maka Zahra tidak bisa menghadiri pernikahan sepupunya Lili.
" Oh, tadi abang kirain dia yang jadi alasan Zahra nolak abang." Salim tersenyum.
" Zahra pun tersenyum.
" Maafkan Zahra bang, sebenarnya memang pak Rey lah alasan Zahra nolak bang salim, karena Pak Rey sekarang adalah suami Zahra, tidak mungkin seorang wanita yang bersuami menerima pinangan dari lelaki lain . Maafkan Zahra karena Zahra gak berani jujur, Zahra takut kalau Papa akan marah besar ke Zahra. Zahra juga gak ingin buat Papa dan Mama malu jika tahu Zahra menikah kontrak." batin Zahra tertunduk.
__ADS_1
" Ra, kamu kerja di perusahaan apa?"
" Di ARDANA GRUP bang."
" Wah kamu hebat ya Ra, itukan perusahaan terkenal, gak sembarangan orang bisa kerja disitu, oh ya abang lupa Zahra ini kan gadis cerdas multi Talent jadi gak heran lah ya, kalau bisa kerja di perusahaan ternama seperti ARDANA GRUP yang perusahaannya sampai ke beberapa negara."
" Gak usah ketinggianlah bang mujinya nanti Zahra gak bisa turun." Zahra tertawa kini kecanggungan diantara mereka mulai mengikis.
" Tenang aja kalau gak bisa turun nanti abang yang bantu nuruninya." canda Salim.
Mereka berdua tertawa renyah seperti wafer rasa coklat. Berbeda dengan Rey wajahnya malah terlihat sangat kecut seperti jeruk nipis melihat Zahra dan Salim tertawa.
" Ra aku akan menjadi orang yang paling beruntung jika punya istri seperti Zahra, sudah cantik sholeha pula." Salim berkata sehingga tawa Zahra terhenti.
Tak lama Mama mendatangi Zahra dan Salim. Mama mengajak Rey, Zahra dan Salim makan. Mereka kini makan satu meja Sesil juga ikut bersama mereka.
Mereka mulai makan, Rey mengambil makanan dengan lauk kepiting asam manis, sudah lama sekali Rey gak makan makanan itu.
Saat Rey memasukkan makanan kemulutnya iya mengunyah pelan seakan akan mengingat sesuatu. Mama melihat perubahan di wajah Rey.
" Nak Rey, kenapa, apa makanannya gak enak?" tanya Mama.
__ADS_1
" Tidak kok tante, malah ini enak sekali." Jawab Rey.
" Ya jelaslah enak ini Mama yang masak ya kan ma?, masakan Mama itu memang yang pialing enak,gak ada tandingannya, restoran bintang lima mah lewat."Celetuk Zahra.
Mama tersenyum." Lewat aja kan Zahra," yang lainnya ikut tertawa." Zahra ni aneh saja masa dibandingi sama restoran mewah yan jelas kalah lah mama."Sambung Mama lagi.
" Tapi Zahra bener tante, tante kan memang jago masak." Tambah Salim.
" Kan, bang Salim aja bilang gitu, Zahra ingat bang Salim selalu gak mau pulang sebelum makan dulu dirumah kita ya kan?" Zahra tertawa kecil mengingat masa kecilnya bersama Salim.
" Kamu masih ingat aja ya Ra?." Salim juga tertawa.
" Ya ingatlah, mana mungkin Zahra melupakan kenangan masa kecilnya sama bang Salim." Sambung Sesil yang sengaja mendekatkan Zahra dan Salim. Kini Sesil sudah gak tertarik dengan sawlim tapi malah tertarik dengan Rey yang di pandangannya lebih tampan dan terlihat mapan.
Rey berusaha menenangkan emosinya, dia sangat tak suka melihat Zahra tertawa dengan lelaki lain. Kembali Rey menyuap makanan ke mulutnya.
Sambil makan Rey mencoba mengingat. " Ya makanan ini persis sama dengan masakan tante Kal, rasa ini membuat aku ingat temannya mama, Tapi kenapa sampai sekarang aku gak bisa mengingat wajah tante Kal. Foto tante Kal juga tak ada satupun tersimpan. Mama sudah membakarnya aku gak tahu ada apa sebenarnya antara Mama dan tante Kal. Kecelakaan itu membuat aku lupa dengan wajahnya tapi tidak dengan masakan kesukaanku ini, rasa yang persis sama dengan buatan tante Kal." dalam hati Rey berkata mengingat masa lalunya. kepiting asam manis memang menjadi makanan faporit Rey, Rey juga belajar memasak tapi masakannya tidak bisa seperti masakan teman baik Mamanya dulu yang sekarang tak tahu kabar dimana keberadaannya.
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
Makasih yang da dukung Author 🙏🙏
__ADS_1
like, komen dan Vote kalian menjadi vitamin buat Author 😁😁.
Author bobok dulu ya selamat baca moga jumpa Rey, Zahra, Very,Salim, dan semuanya di dalam mimpi 😅😅