Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 43


__ADS_3

" Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, karena hasil akhir dari semua urusan di dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah. Jika sesuatu ditakdirkan untuk menjauh darimu, maka ia tak akan pernah mendatangimu. Namun jika ia ditakdirkan bersamamu, maka kau tak akan bisa lari darinya."


Happy Reading jangan lupa absen ya selesai baca...! 😆👍*


................................................................


Di perumahan ARDANA


Rey baru saja keluar dari kamar mandi sehabis membersihkan diri seharian beraktivitas membuat badannya gerah. Kini dia sudah Segar, Rey mengambil ponsel yang terletak di atas nakas lalu duduk di pinggir ranjang. Dilihatnya di layar ada tiga pesan Whatshapp, kemudian di bukanya. Ternyata pesan dari Zahra.


Zahra


- pak kirim dong fotonya tadi.


- Pak Rey kemana sih kok lama kali.


- Pak........


Rey tersenyum membaca pesan dari Zahra kemudian Rey membuka album kamera dan melihat- lihat kembali foto mereka saat berada di Museum 3D. Rey tersenyum rencananya mendapatkan foto Zahra berhasil bukan hanya 1 tapi puluhan foto Zahra kini berada di ponselnya dengan begitu dia bisa sepuasnya memandang wajah cantik itu walau cuma dalam ponsel.


Ting....


Ting....


Ting....


Ting...


ponsel kembali berbunyi tanda ada pesan, kali ini langsung 4 pesan yang masuk


Zahra....


- Pak Rey, kok di baca aja gak di balas.


- Pak mana dong foto nya, nungguin ni.


- Pak............


- Pak..............


Rey terkekeh kecil melihat pesan Zahra, ternyata dia sangat gak sabaran menunggu fotonya tadi, lalu Rey mengetik kan sebuah pesan pula sebagai balasannya.


Sementara di kamar Zahra udah ngedumel, ia merasa kesal karena melihat centang dua warna biru tapi belum juga di balas.


" Ini bos galak kenapa sih ngirim foto gitu aja lelet banget. Dari tadi juga ditungguin. " Kesal Zahra.


Ting... pesan masuk Zahra segera membukanya ia mengirafoto yang akan dikirimkan tetapi hanya sebuah pesan teks.


** Bos Galak


- Sabar Zahra, sayang.............


Zahra terkejut membulatkan matanya berulang kali ia baca pesan yang di kirim Rey itu, takut kalau ia salah baca tetapi tulisannya tetap sama, dan Zahra tak mungkin salah lihat.


" Ha ni orang kesambet apa ya? kok tiba tiba bilang sayang biasanya juga marah-marah. " Zahra memegang dadanya yang kini merasakan detak jantung yang tidak beraturan.


" Kenapa denganku ya masa gegara baca pesannya jadi keringatan gini. " Zahra semakin tak tenang bingung mau balas apa.


Ting.......


Kembali terdengar nada pesan.


Bos Galak


-Sayang....... nya aku udah mengantuk jadi besok aja ya aku kirim.


" Sial, dia ngerjain aku. Awas kamu ya Rey bakal aku balas nanti. " Gerutu Zahra semakin kesal dengan Rey.


Rey masih tertawa geli membaca pesannya sendiri kira kira gimana ya reaksi Zahra saat ini. Bukannya tidur seperti kata pesannya tadi yang bilang dia mengantuk eh Rey malah terus menatap foto-foto Zahra kemudian Rey mengirimkan foto-foto itu pada seseorang untuk di cetak. Kali ini dia tidak meminta bantuan Very untuk mencetak ke percetakan karena Rey gak mau kalau Very curiga padanya.


 

__ADS_1


***


 


" Ra lo kenapa kok kayak orang yang lagi kesel gitu. " Tanya Sasa yang baru masuk ke kamar.


" Aku emang lagi kesel ni Sa, "


" Kesel sama siapa? "


" Sama Pak Rey lah, dia tu slalu aja buat aku kesel, gak di kantor, di jalan sampe malam gini juga tu orang masih ngeselin. "


" Ha... ha... ha... jangan kesel kesel Ra ntar bucin loh." ledek Sasa.


" Idih amit-amit bucin sama orang sombong yang galaknya minta ampun kayak dia


" Hati-hati kalau ngomong Ra, benci dan sayang itu beda tipis. lagian kenapa si Ra kok bisa sampe kesel segitunya. "


" Ni lo baca aja sendiri pesannya dia ngerjain aku. "


Sasa mengambil ponsel dari tangan Zahra dan membacanya.


" Ha....ha... ha... bisa juga ya pak Rey becanda gini gak nyangka aku Ra, " Sasa tertawa cekikikan apalagi di tambah dengan reaksi wajah sahabatnya itu.


" Ce ile yang gagal di panggil sayang ngambek ya? " Sasa mencolek dagu Zahra.


" Sasa, aku lagi kesel jangan di ledeki. " Zahra meninggikan suaranya lalu memanyunkan bibirnya.


Sasa masih tertawa. " Emangnya lo minta Foto apaan si?"


" Tadi itu kita lagi nyiapin pernikahan adiknya Pak Rey, sepulang dari kantor WO kita mampir kemuseum 3D, kalau kesana pasti foto2 dong, pas minta ambili foto pake ponselku dia gak mau malah katanya dia gak biasa pake punya orang makanya pake ponselnya, katanya sih nanti di WA kan tapi sampe sekarang gak di kirim juga. "


" Oh..... " jawab Sasa meng o kan.


" Cuma oh aja, aku da panjang lebar jelasinnya jawabannya cuma oh, nyesel aku cerita sama kamu Sa. "


" Jangan ngambek dong Ra, (Sasa masih tertawa kecil) tapi ya Ra aku rasa nih pak Rey itu beneran suka deh sama Zahra " Sasa memainkan matanya ke Zahra.


" Ih aku serius Ra, lo tu sekretaris yang udah berhasil bertahan hampir 2 bulan, yang dulu dulu mah salah dikit langsung di tendang dari ARDANA GRUP, terus Zahra diajaki sarapan, makan di luar ni hari malah diajak jalan-jalan apalagi sama lo dia mau becanda gini, Pak Rey itu orangnya serius, dingin, gak pedulian tapi sama seorang Zahra sikapnya itu beda banget. "


" Apaan yang beda, kalau perhatian dan sayang tu gak mungkin disuruh-suruh macam pembantu terus di marah marah lagi."


" Iya juga ya kalian tu emang kayak tikus sama kucing bedebat mulu hehehe... kalau jodoh malam pertamanya lucu juga tuh. " Sasa senyum senyum menghayalkan sesuatu.


" Makan ni malam pertama. " Ucap Zahra menutup kepala Sasa pake bantal.


" Ra bisa mati gua ni gak bisa nafas. "


" Makanya tu otak jangan ngeres, tu mulut juga jangan nyerocos kemana mana. " Zahra meninggalkan Sasa masuk ke dalam kamar mandi untuk berwudhu sebelum melaksanakan shalat Isa.


Saat Zahra melaksanakan sholat, Yazid abangnya Sasa memanggil melalui VC.


" Dek, Mama mana? dari tadi abang telepon gak di angkat. " Tanya Yazid.


" Mama lagi kerumah temannya bang, temannya itu punya anak gadis kata mama mau di jodohin sama bang Yazid. "


" Mama ini ada ada aja." Kata Yazid geleng kepala.


" Habis abang sih kerja terus kapan mau nikahnya? abangkan da tua jadi wajarkan kalau mama cariin jodoh untuk abang mama juga pingin punya mantu terus biar akunya juga punya teman berantam." Sasa tertawa diakhir perkataannya.


" Ya tapi gak perlu di jodohin juga kan abang juga udah punya pilihan sendiri. "


" Jadi abang da punya cewek ya di sana?."


" Nggak."


" Lo tadi abang bilang da punya pilihan? "


" Ya pilihankan bukan berarti harus pacaran, "


" Lalu? " Tanya Sasa bingung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


" Abang da lama suka dengan seseorang dek tapi karena abang ngerasa abang belum mapan abang gak berani ngutarain isi hati abang ke dia. Insyaallah bulan depan abang pulang, abang akan ungkapi perasaan abang dan ngelamar dia. "


" Berarti cinta terpendam dong? Emh....siapa sih bang gadis yang udah buat abang Sasa ini jatuh cinta. "


" Nanti kamu juga tahu kok. "


" Ih abang rusuh, main rahasia -rahasian. " Sasa memajukan bibir bawanya.


" Dek kok sendirian, Zahra mana, bukannya Zahra tinggal di rumah kita ya? "


" Zahra lagi sholat bang, "


" Oh.. "


" Eh itu Zahra da siap abang mau ngomong sama Zahra? " Tanya Sasa, belum sempat Yazid menjawab Sasa sudah memanggil Zahra untuk duduk di sebelahnya.


" Ra sini Ra, bang Yazid mau ngomong ni. bulan depan dia mau pulang katanya mau ngelamar gadis pujaannya. "


" Dasar Sasa ember, adik gak guna, buat malu aja " batin Yazid.


" Assalamualaikum bang, " Sapa Zahra.


" Waalaikumsalam, Zahra pakabar? " balas Yazid.


" Alhamdulillah sehat bang, abang gimana di sana?. "


" Alhamdulillah abang sehat juga. "


" Tadi kata Sasa abang mau pulang ya dan mau ngelamar cewek, wah kabar gembira tu bang. "


" Ia Ra rencana nya gitu. "


" Wah selamat ya bang semoga rencananya lancar. "


" Makasih doanya Ra tapi kasih slamatnya nanti aja, soalnya abang belum tahu di terima apa gak sama gadis itu."


" Zahra yakin abang pasti di terimalah, cuma gadis bodoh yang nolak cowok seganteng dan sebaik abang. "


" Idih bisa besar kepala tu Ra bang Yazid lo bilang ganteng. " Cerocos Sasa.


" Kan emang ganteng ya kan bang? " puji Zahra.


" Tu temen mu emang gitu Ra gak bisa aja lihat abangnya senang. "


Zahra tersenyum.


" Mudah mudahan aja ya Ra abang bisa menikah dengan gadis yang udah lama abang cinta "


" Aamiin.. bang ada yang nelpon Zahra ni, Zahra angkat dulu ya bang. "


" Oh ya udah Ra abang juga udah mau istirahat."


" Abang gak mau ngomong sama Sasa lagi.


" Gak usah, yang ada ngeselin ngomong sama dia. "


" Dasar abang duralek, adiklo itu Sasa bang bukan Zahra. " sahut Sasa lagi.


" Iya tahu tapi tetap aja enakan ngomong sama Zahra di banding lo dek, ya udah ya Ra, selamat malam semoga mimpi yang indah Assalamualaikum. "


" Panjang amat salam penutupnya. " Sasa mengkerutkan keningnya.


" Waalaikumsalam. " tut.... tut..... panggilan terputus.


***


 


Sementara di tempat lain di dalam kamar Rey masih asyik memandangi foto Zahra yang membuat dirinya merasa senang, senyuman pun mengembang di pipinya. Pikiran Rey jauh menerawang ke angan angan, tiba tiba lamunan itu buyar karena sebuah panggilan.


" Baik besok abang akan kesana "

__ADS_1


itu kalimat terakhir yang di ucapkannya sebelum mengakhiri panggilannya.


__ADS_2