Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 58


__ADS_3

Aku tak pernah menunggumu. Kamu tak pernah sengaja datang. Tapi kita sengaja dipertemukan Tuhan. Entah untuk saling duduk berdampingan atau saling memberi pelajaran.Entah untuk bersama memilih undangan pernikahan, atau duduk bersama di pelaminan.


.......................................................


Happy Reading 👍👍


........................................................


Party Wedding Kyara dan Farhan


Resepsi pernikahan Kyara dan Farhan menjadi pernikahan impian bagi siapa saja yang hadir dikarenakan resepsi diatur dengan sangat sempurna, mewah dan elegannya dekorasi dari Grand Ballroom di Hotel Ardana.


Ballroom hotel seluas 2.700 meter persegi ini memiliki akses ke lobby terpisah di hotel. Ballroom hotel yang kira kira mampu menampung tamu hingga 3.000 orang sekaligus. Ditambah lagi ada akses menuju taman yang bisa disulap menjadi area indah untuk menambah kesan mewah di pernikahan Kyara dan Farhan malam ini.


Kyara mengenakan model gaun Ball gown lengan pendek, menjadikan Kyara tampil elegan di tengah dekorasi megah.Model gaun yang dikenakannya itu membuat penampilannya semakin gorgeous.


Ball gown berwarna gold dengan detail rumit yang memenuhi gaun sangat cocok untuk Kyara yang menyukai gaya klasik.


penampilan Kyara disempurnakan dengan crown cantik dan tatanan rambut simple nan elegan.


Semua tamu memuji kecantikan Kyara kecuali nyonya Raudha yang lebih menyukai wanita berhijab seperti Zahra. Sebenarnya Kyara berencana memakai gaun pengantin tanpa lengan, Kyara sangat suka bila terlihat Sexi tapi Farhan melarangnya. Farhan tahu neneknya pasti tidak akan menyukai Kyara dengan balutan baju minim, akhirnya gaun lengan pendek lah yang menjadi pilihan Kyara.


Senyuman selalu mengembang di bibir Kyara saat keduanya bersalaman dengan para tamu yang mengucapkan selamat dan doa - doa terbaik untuk mereka berdua.


Ditengah keramaian para tamu itu. Zahra duduk menyendiri di pojokan. Sedangkan Rey disibukkan dengan tamu- tamu dari rekanan bisnisnya. Sepasang bola mata Zahra yang indah mencari keberadaan sahabatnya Sasa, tetapi ia tidak menemukannya. Zahra mengeluarakan ponsel dari tas pesta miliknya mencoba menghubungi Sasa, belum sempat Zahra menghubungi Sasa seseorang berada di depan ia duduk menyapa Zahra dengan Ramah.


" Hai Ra, aku boleh duduk disini kan? "

__ADS_1


" Eh pak Very, si, silahkan pak! " sambut Zahra.


" Kok sendirian Sasa mana? "


" Sasa belum datang mungkin pak? dari tadi saya cari-cari gak kelihatan. "


" Ra, aku udah tahu tentang pernikahan kalian yang tidak bisa berpisah sebelum waktu tiga bulan. "


" Bapak tahu dari mana? "


" Mama ku yang cerita."


Zahra menunduk kembali wajahnya senduh karena sedih teringat kembali tentang nasibnya.


" Ra, aku akan menunggumu selama waktu yang telah ditentukan neneknya Farhan. Aku akan tetap menikahimu Ra, setelah Rey menceraikanmu, aku gak peduli dengan status itu, karena aku sangat mencintaimu Ra, aku ingin hidup bersamamu."


Zahra menatap kembali Very, tatapan gak percaya dengan apa yang baru ia dengar, disatu sisi ia senang karena ada lelaki yang mencintainya dengan begitu tulus tak memandang statusnya nanti setelah bercerai tetapi disisi lain ia juga sedih karena orang yang mencintainya itu adalah lelaki yang di cintai sahabatnya. Mana mungkin Zahra akan bahagia di atas kesedihan sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri.


" Ra, kamu mau kan menikah denganku?" tanya Very membuyarkan lamunan Zahra.


" Pak, aku gak pernah menyangka kehidupan yang kujalani sekarang seperti ini jadi untuk kedepannya aku juga gak ingin berharap apa apa. Aku akan menjalani semua ini dengan ikhlas. jika kelak kita berjodoh Insyaallah jalannya akan di permudah pak. " Jawab Zahra dengan nada pasrah.


" Aku akan memperjuangkanmu Ra, karna aku sangat mencintaimu. "


Zahra tersenyum lepas hatinya merasa sangat bahagia mendengar pernyataan cinta yang tulus dari lelaki yang dia yakini baik.


" Mau minum? " Very menawarkan segelas orangejus yang saat datang sudah dibawa di kedua tangannya.

__ADS_1


Zahra menerima gelas yang di sodorkan padanya lalu meminumnya. mereka melanjutkan perbincangan diantara mereka yang sesekali diselingi canda tawa.


Sasa baru saja datang. melihat Zahra dan Very duduk bersama dan keduanya saling melempar senyum membuat Sasa tarik diri. Ia sadar seharusnya dia tidak ada ditengah tengah Zahra dan Very. Zahra berhak bahagia dengan lelaki baik yang sangat mencintainnya. Kembali setetes air meluncur dari sudut mata Sasa, dengan segera disapu kedua tangannya.


Bukan Hanya Sasa yang memperhatikan Very dan Zahra, Rey juga terus melihat ke arah mereka berdua. Melihat Zahra tersenyum ke Very, senyum yang tidak dilihat saat Zahra bersamanya membuat Rey menjadi sangat kesal.


" Kamu kenapa Rey, cemburu ya melihat Zahra bersama Very?" tanya Nek Gendis yang baru saja menghampiri Rey.


" Nenek apaan sih, siapa juga yang cemburu." Sangkal Rey.


" Rey, kamu bisa menyembunyikan isi hatimu sama semua orang tapi tidak pada nenek. Justru terkadang nenek lebih tahu apa yang kamu suka dari pada mbakyu Retno nenek kesayanganmu,ya kan?. "


" Nenek gak usah sok tahu dan jangan ganggu Rey sekarang. "


" Nenek bukan sok tahu tapi nenek memang tahu. Dari kecil siapa coba yang lebih mengerti keinginanmu? nenek kan? dan nenek juga yang selalu memberikan kesukaanmu tanpa kamu pinta, sekarang nenek juga melakukakan hal yang sama, memberikan apa yang hatimu inginkan. seharusnya kamu berterimakasih sama nenek. bukan malah di ketusin gini. " Nek Gendis tersenyum mencibir.


" Maksud nenek? " Rey mengkerutkan dahi tanda tak mengerti.


" Emh.... baiklah nenek akan beritahu kamu. Sebenarnya neneklah yang sengaja membocorkan kabar pernikahan kontrak kamu ke nyonya Raudha. "


" Jadi nenek bilang langsung ke neneknya Farhan kalau kami menikah kontrak, begitu? "


" Ya enggak gitu juga lah Rey, nenek tahu kalau nyonya Raudha udah curiga ada yang gak beres dengan pernikahan kalian. Dia berusaha mencari tahu. Saat nenek berbicara dengan tantemu Nita nenek sengaja membicarakan tentang pernikahan kontrak kalian karna nenek tahu nyonya Raudha lagi nguping pembicaran kami. Setelah dia tahu ternyata yang dilakukannya itu sesuai dengan harapan nenek. " Nek Gendis semakin melebarkan senyumnya.


" Nenek tahu gak yang nenek lakukan ini salah nenek udah buat aku sama Zahra dalam masalah. "


" Nenek gak tahu dan gak mau tahu masalah antara kalian yang nenek tahu cucu nenek Rey ini mencintai gadis cantik dan sholeha bernama Zahra, jadi nenek ingin kau perjuangkan cintamu. Buatlah Zahra mencintaimu Rey, nenek Rasa waktu tiga bulan sudah cukup untuk membuat Zahra jatuh cinta padamu. Jangan sia siakan kesempatan ini apa kamu mau kamu di tikung sama Very?"

__ADS_1


Rey diam saja memdengar penjelasan nenek gendis.


Nek gendis menepuk lembut bahu Rey. " Rey lupakan prinsip-prinsipmu. Jangan jadikan masalalu sebagai penghalang kebahagiaan mu sayang. Jika mamamu Elyn masih hidup dia juga pasti ingin anaknya ini bahagia. Pikirkanlah perkataan nenek baik-baik. " Nek Gendis pergi meninggalkan Rey, yang matanya masih tertuju ke arah Zahra dan Very.


__ADS_2