
Pukul 17.45 tujuan telah sampai. Rey membawa Zahra ke Villa yang berada di pinggir pantai. Villa Rey yang paling besar dan mewah diantara villa yang lainnya.
" Wah pemandangannya indah sekali pak. Kita kepinggir pantai yuk pak." Ajak Zahra. Ia sangat kagum Sekali dengan keindahan alam yang disugukan. Pantai yang pasirnya putih bersih dengan air laut yang sangat jernih ditambah dengan villa-villa yang desainnya tertata rapi dan elegan membuat Zahra tertegun kagum.
" Nanti malam aja, ini udah mau maghrib kita masuk aja dulu." Rey berjalan menuju villa miliknya.
" Kita nginap di sini ya pak,tapi kitakan gak bawa baju ganti." sahut Zahra mensejajarkan jalannya dengan Rey.
Rey tak menjawab terus saja berjalan memasuki villa yang di ikuti oleh Zahra di belakang. Di dalam rumah, Rey membukakan sebuah kamar.
" Ini kamar kamu, di lemari itu sudah disediakan beberapa baju, pilihlah sesukamu, ntar habis maghrib selesai makan kita baru ke pantai." Jelas Rey.
" Wah kamarnya bagus banget pak, dari jendela bisa lihat pantainya langsung." Ucap Zahra takjub.
" Kamu suka?"
" Banget." Angguk Zahra.
" Ya sudah kamu bersih bersih dulu habis makan kamu bisa langsung istirahat." Rey kemudian berjalan keluar kamar.
" Bapak mau kemana?" tanya Zahra.
" Ke kamar saya, di sebelah kamar ini jadi kalau perlu apa-apa kamu tinggal panggil saya." Rey meneruskan langkah kakinya, sampai di depan pintu kamar, Rey pun membuka kunci knop pintu.
Zahra nyelonong masuk ke kamar Rey, ternyata Zahra mengikuti Rey dari belakang tetapi Rey sama sekali tidak tahu.
" Wah kamar bapak bagus banget. Jauh berlipat- lipat bagusnya dari kamar tadi." Zahra berjalan ke pintu yang disediakan kamar itu yang mengarah ke pantai lalu membukanya. " Indah sekali pak kita bisa langsung nikmati udaranya dari sini." Senyum Zahra mengembang, ia merentangkan tangannya membiarkan anggin menyapa tubuh nya di waktu senja.
" Kalau kamu suka kamu bisa tidur di sini."
" Benar pak?" Tanya Zahra memastikan.
" Iya. kamu boleh kok tidur di sini."
Zahra kembali masuk lagi ke kamar ia pun merebahkan tubuhnya ke tempat tidur yang super empuk itu. " benar - bener nyaman ni kamar, udah besar, pemandangannya indah, kasurnya juga empuk. Pasti nyenyak kalau tidur di sini."
Rey membuka lemari mengambil baju ganti dan handuk kemudian menuju kamar mandi.
" Pak di kamar sebelah kan juga ada kamar mandi, lebih baik bapak mandi di sana aja."
Rey mengerutkan keningnya. " Maksud kamu?"
" Ya bapak kan tadi bilang kalau saya boleh tidur di sini berarti kita tukaran kamar kan?" lanjut Zahra.
" Siapa yang bilang kita tukaran kamar. Saya kan tadi bilang kalau kamu boleh tidur di sini bukan berarti saya pindah ke kamarmu Zahra."
" Berarti maksud bapak kita tidur sekamar gitu?"
" Ya kan kamu yang mau."
" Tidak, kalau begitu aku kembali aja ke kamarku tadi." Zahra berdiri dari tidurnya dan berjalan keluar kamar.
__ADS_1
" Aku kira dia mau tukaran kamar eh malah dia bilang tidur satu kamar, emang gua cewek apaan? bisa-bisa diperkosa nanti gua sama tu kulkas dua pintu. Inget yang kemarin aja gua da merinding." Gerutu Zahra sambil jalan.
" Apa lo bilang? " Teriak Rey dari depan pintu kamar mandi."
" Hehehe...... gak bilasng apa-apa kok pak. " Zahra menunjukkan senyum terpaksasnya kemudian berlaru keluar dari kamar Rey.
***
Setelah Shalat magrib Rey menuju dapur untuk memasak makanan. Rey menggunakan apron masak lalu mengeluarkan bahan makanan dari kulkas kemudian memulai aktivitas memasak. Beberapa menit berlalu aroma wangi keluar memenuhi dapur sampai ke kamar Zahra Membuat Zahra yang mencium aroma itu merasa lapar. Zahra berjalan ke sumber aroma. Betapa terkejutnya Zahra mendapati Rey yang sedang asyik mengoseng- ngoseng masakan dalam kuali diatas kompor.
Zahra duduk di meja makan tepat di depan Rey, Ruang dapur dan ruang makan itu berada dalam satu tempat yang satu sisinya berhadapan langsung dengan pantai dan berbatas pintu kaca besar. Dengan begitu makanan bisa dinikmati sambil melihat desiran ombak pantai.
Zahra menumpang dagu dengan kedua tangan, matanya masih tertuju pada Rey.mengerjap- ngerjap tak percaya.
" Aku gak nyangka tuan besar ini bisa masak juga. Ku kira dia cuma pandai merintah dan marah saja." Batin Zahra tersenyum kecil.
" Kenapa kamu senyam- senyum gitu." Tanya Rey yang sesekali melirik Zahra yang sedang memperhatikannya.
" Bapak lagi masak?" lirih Zahra.
" Enggak saya olahraga."
Zahra terrtawa kecil mendengar jawaban Rey dari pertanyaannya yang sebenarnya tak berbobot dan tak penting udah tahu masak di tanya lagi.
" Ngak.Kamu duduk aja bentar lagi juga udah matang."
" Pak Villa sebesar ini apa gak ada asisten rumah tangganya ya?" Mata Zahra melihat ke sekitar villa.
" Ada, Tapi si bibik lagi ada acara keluarga besok pagi juga udah pulang. lagian sebelum pergi dia sudah mempersiapkan semuanya hanya saja dia gak sempat masak."
" Kenapa kita gak makan di luar aja pak?"
" Aku lagi kepingin masak."
" Bapak pintar masak ya?"
" Gak pintar sih tapi bisa. Hanya masak kalau lagi kepingin aja."
" Oh.." Zahra mengangguk dia masih gak percaya kalau bos yang sering dikenalnya galak itu punya keahlian masak juga.
Rey membawa sepiring besar spageti kemeja makan, duduk disamping Zahra. "Makanlah." perintahnya.
" Kok cuma sepiring? emang bapak gak makan?" Tanya Zahra lagi.
" Menghemat piring."
Zahra melihat Rey lalu melihat spageti di depan dengan menelan salivanya melihat spageti yang dari tampilannya sangat menggoda selera.
__ADS_1
" Kenapa gak dimakan? kamu jijik ya makan sama aku." ujar Rey lagi.
Zahra tak menjawab hanya diam saja dalam hatinya ia berkata bisa-bisanya pak Rey mengajaknya makan sepiring berdua.
Rey memperhatikan Zahra kemudian Rey membelah spageti menjadi dua bagian, masih dalam satu piring. " yang ini bagian ku dan ini punya mu." tunjuk Rey.
Zahra pun memakan spageti tanpa bertanya lagi perutnya memang sudah sangat lapar.
" Enak sekali spagetinya seperti dari restoran mewah, ternyata pak Rey beneran pintar masak.salut gua." batin Zahra melihat Rey.
" Kenapa?" tanya Rey menaikkan alisnya." gak enak ya?"
" Enak kok. Malah ini enak banget. Kapan- kapan ajari aku masak seperti ini ya pak!."
" Gak usah minta ajari, kalau kamu suka aku akan masakan setiap hari untuk mu." Jawab Rey santai terus mengunyah makanannya.
Deg... hati Zahra berdesir mendengar perkataan Rey, sederhana memang tapi cukup bermakna bagi Zahra. Zahra tak ingin berpikir yang macam-macam ia terus melanjutkan makannya dengan tertunduk tanpa berkata lagi. Rey memperhatikan Zahra yang terus makan sampai- sampai bibirnya berselemotan bumbu saos spageti.
Jika berada di dekat Zahra, Rey selalu tidak mampu memgontrol Dirinya, Tangan Rey menyapu lembut bibir Zahra yang celemotan sehingga Zahra terkejut dan berhenti mengunyah. Mata bulat milik Zahra memandang Rey yang sedari tadi hanyut memandangi Zahra. Kedua netra itu bertatapan sangat lekat cukup lama detak jantung Zahra semakin tak beraturan. Zahra mengelap mulut dengan tangannya sendiri dan menundukkan pandangannya.
Rey tersadar dengan apa yang baru di lakukannya. Keduanya pun menjadi canggung.
Rey jadi salah tingkah, Ia kemudian meneguk segelas air putih lalu berdiri hendak meninggalkan Zahra. " Setelah selesai makan istirahatlah besok baru kita kepantai."
" Tapi pak, tadikan bapak bilang malam ini kita ke pantai? kenapa jadi besok."
" Aku mengantuk." Rey terus berjalan membelakangi Zahra.
Zahra berlari medahului Rey sebelum Rey masuk kekamar. Ayolah pak sebentar aja inikan masih jam 8." Rengek Zahra di depan Rey.
Rey diam sejenak memandangi Zahra. " baiklah kalau begitu ganti baju mu aku tunggu di depan."
" Kenapa ganti baju pak begini aja. Yuk kita pergi."
" Kamu mau kepantai dengan baju tidur?"
" Emangnya kenapa pak.? kan ini juga udah tertutup."
" Tertutup sih iya tapi bajunya terlalu pendek apa lagi itu bawahannya celana, diluar sna banyak cowok hidung belang. Apa kamu mau kamu jadi pusat perhatian mereka ha." Sewot Rey.
" Tapi pak...."
" Gak ada tapi -tapi, baju tidur itu untuk tidur bukan untuk di pakai diluar, udah sana cepat ganti aku tunggu di depan." Rey berjalan keluar Villa.
" Kok pak Rey udah macam Bang Arga dan bang Arya ya, gak ngasih keluarpakai baju tidur padahal kan juga udah nutup aurat. Emh udah deh aku ganti baju aja. " Gerutu Zahra sambil berlalu menuju kamarnya.
Makasih yang udah dukung Author 🙏🙏😆
__ADS_1