Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 48


__ADS_3

"Hasbunallah wani’mal wakiil” (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Sandaran)"


...........................................................


Happy Readding


...........................................................


" Pak Rey, nenek, bisakah saya berbicara sebentar tapi tidak di sini. " Ucap Zahra.


Rey menangkap bahwa ada syarat yang akan di ajukan Zahra. Ia mengangguk dan keluar dari kamar Kyara di ikuti Zahra dan nenek yang berjalan berdampingan.


Rey berjalan menuju Balkon / serambi atas yang mengarah ke taman bawah rumah itu.


Di balkon ada sofa dan kursi santai.


" Duduklah. " Perintah Rey.


Zahra duduk di sofa begitu juga dengan nenek.


" Apa yang ingin kamu katakan? " Tanya Rey dengan nada dingin.


" Nenek, Zahra menyetujui melakukan pernikahan kontrak ini bila pak Rey juga setuju dengan syarat yang Zahra ajukan. " Zahra berbicara pada nenek yang duduk di sampingnya dan tentu di dengar Rey juga.


" Apa Syaratnya? cepat katakan! " ketus Rey.


" Nek, Zahra ingin merahasiakan pernikahan ini dari keluarga Zahra terutama mama dan papa Zahra. Selama ini mereka menantikan hari pernikahan Zahra jika mereka tahu Zahra menikah kontrak mereka pasti akan sedih maka dari itu Zahra tidak ingin mereka tahu. Pak Rey, saya mau Saat pernikahan berlangsung hanya beberapa orang dari keluarga dekat bapak saja yang menghadirinya, saya juga ingin orang kantor tidak tahu kalau kita menikah. Hanya ada akad, tidak ada resepsi.


" Baik aku setuju, ada lagi?." Jawab Rey kemudian bertanya.


" Saya ingin kontraknya jelas tertulis. Sesuai kesepakatan Pernikahan ini bertujuan agar Mbak Kyara bisa menikah jadi kontrak ini berlangsung sampai pernikahan mbak Kyara selesai atau selama tak ada masalah dan penghalang pernikahan mereka lagi. Saya mau selama itu pula sebelum perceraian terjadi kita berdua saling menghargai privasi masing -masing, tidak ada yang boleh mengambil kesempatan. Meski sah secara agama saya tidak akan meminta nafkah lahir atau pun batin, saya harap pak Rey juga seperti itu. Kita tidak akan tidur satu kamar. "


" Hei gadis ceroboh apa aku gak salah dengar, kamu pikir aku mau tidur dengan mu ha? " Mata Rey membulat karena marah.


Zahra diam saja menatap pandangan nanar Rey.


" Kau tahukan pernikahan ini hanya satu hari, jadi kurasa tak perlu kamu pinta untuk menuliskan syarat itu di kontrak. Aku juga gak berminat satu kamar dengan gadis sepertimu. "


" Bahkan sampai hari ini saya gak pernah menyangka hidupku akan seperti ini pak, dan kita tidak akan pernah tahu pasti apa yang akan terjadi pada hidup kita di menit berikutnya. Aku hanya ingin melindungi diriku."


" Apa kamu bilang? melindungi diri kamu pikir aku..... "

__ADS_1


" Rey...!" panggil nenek dengan isyarat mengangguk.


Rey menghela nafas. " Baiklah aku akan siapkan kontraknya, kamu puas? apa ada lagi syarat berikutnya ha? "


" Tidak. " Zahra menggeleng.


" Oh ya sekarang kamu katakan berapa mahar yang kamu inginkan dan berapa jumlah uang yang harus saya berikan untuk membayar pernikahan ini biar sekalian tertulis jelas di kontrak agar kamu tidak takut saya ingkar dari kontrak. Katakan saja? berapa milyar yang kamu mau Zahra? "


Zahra terdiam sesaat dengan ucapan Rey yang merendahkan dirinya.


" Pak Rey yang terhormat saya setuju menikah hanya karna ingin membantu Kyara. saya pernah gagal menikah. Saya tidak ingin hal yang sama terjadi pada Kyara atau perempuan lain karna itu sangat menyakitkan. Saya sedikitpun tak tertarik dengan uang bapak. Saya akan meminta mahar jika saya menikah dengan orang yang mencintai saya dan bisa menghormati saya. dan bagi saya pernikahan itu akan ada jika papa sayalah yang menikahkan saya bukan wali hakim. jadi saya ingatkan pak meski pernikahan ini sah tapi bagi saya tidak sama sekali karena bukan papa saya yang menikahkan.lebih tepatnya ini bukan pernikahan tapi kesepakatan.


" Bukankah ini kontrak? jadi di balik kontrak pasti akan ada keuntungan. dipihak saya keuntunggannya adik saya Kyara bisa menikah. Maka dari itu saya akan memberikan uang sebagai keuntungan dari pihak kamu."


" Mungkin bapak benar, melihat jiwa kesombongan bapak sepertinya saya harus meminta.Baiklah bapak berikan saja sumbangan untuk pesantren yang di kelola papa saya di desa. Mungkin sumbangan itu bisa bermanfaat bagi pesantren dan anak anak santri yang belajar menghafal alQur'an. berapapun jumlahnya itu terserah bapak Tapi pak Rey tidak boleh mengatakan alasan dibalik sumbangan itu. saya gak ingin papa dan mama curiga. "


" Ok besok aku pastikan orangtuamu akan menerimanya tanpa harus tahu tentang pernikahan ini. "


Zahra setuju.


" Nek tidak ada lagi yang ingin Zahra katakan. kalau begitu Zahra pamit ya nek. "


" Terimakasih Zahra kamu udah menyelamatkan pernikahan cucu nenek Kyara. Maafkan cucu nenek Rey ya sayang, Rey udah berkata kasar pada Zahra nenek akan berdoa srmoga Allah memberikan kebahagiaan untukmu sayang. Besok pagi nenek akan menjemputmu dan untuk urusan pernikahan kalian nenek yang akan menyiapkannya. "


Zahra tersenyum mengangguk pelan. Lalu ia berjalan meninggalkan Rey dan Nenek.


" Entah mengapa setiap melihat Zahra aku seperti sudah mengenalnya lama. " Batin nenek melihat punggung Zahra yang semakin menjauh sampai tak terlihat.


Saat berjalan keluar Rumah Rey.Air mata Zahra kini menetes beberapa saat ia mampu menahannya waktu berbicara dengan Rey dan nenek. Tetapi kini Zahra tak mampu menahannya lagi ia membiarkan bulir itu jatuh bebas dari sudut matnya.


Sebelum sampi di gerbang pagar Zahra melihat beberapa anak bermain di taman rumah itu. Rumah Rey memang sudah terlihat Ramai karena pesta pernikahan Kyara tinggal dua hari lagi sehingga mungkin saja keluarga nenek yang lain sudah pada berdatangan.


Zahra duduk di kursi panjang yang berada di taman menyaksikan tiga orang anak yang bermain kejar-kejaran.


" Ingin rasanya aku kembali di masa kecil bermain bersama bang Arga dan bang Arya. masa di mana hanya bermain tidak memikirkan hal hal rumit seperti yang ku alami sekarang."


Airmata Zahra semakin deras mengalir dari mata indahnya. Zahra menghela nafas meyakini keputusan yang diambilnya ini sudah tepat. Zahra melamun mengingat apa yang dialaminya tadi malam.


 


 

__ADS_1


***


Flashback


Sepulang dari rumah Rey, Zahra semakin bingung apa yang harus dilakukannya. Zahra tidak ingin menikah dengan Rey, lelaki yang selalu membuatnya kesal. Walau hanya pernikahan kontrak tetapi bila dia menolak bagaimana dengan nasib Kyara. Zahra juga tidak ingin Kyara bernasib sama dengannya.


Zahra terus melamun sampai malam. Sasapun bingung dengan tingkah Zahra hari ini. Hanya saja saat di tanya Zahra mengatakan bahwa dia sedang dalam dilema tapi belum bisa cerita dengan Sasa. Sasa pun menghargai sahabatnya itu dan tidak ingin menambah masalah dengan mendesak untuk bercerita.


sebelum tidur Seperti biasa Zahra selalu melaksanakan sholat hajad. Setelah selesai Zahra melanjutkannya dengan Shalat Istiqarah dua Rakaat. Di dalam doa Zahra tuangkan semua keluh kesahnya berharap Sang Pencipta memberikan petunjuk atas apa yang harus dilakukannya. ini selalu dilakukan Zahra menyerahkan keputusannya kepada Allah, sama seperti saat dulu menerima lamaran dari Reza yang akhirnya gagal juga semua ini sudah menjadi ketentuan Allah.


Merasa sudah puas mengeluarkan curhatannya Zahra melanjutkannya dengan membaca Alqur'an agar hatinya menjadi tenang. Cukup lama ia mengaji dengan bacaan yang fasih dan suara yang merdu. Zahra merapikan kembali peralatan Sholatnya kemudian berbaring diranjang menutup mata tak lupa ia berdoa terlebih dahulu.


Dikeheningan malam Zahra melihat seseorang wanita tergeletak di lantai. Tangan kirinya ter iris pisau yang berada di sisi lengan kanannya. irisan itu mengeluarkan darah yang sangat banyak. Wajahnya tertutup rambut nafasnya terasa berat. Zahra mendekatinya mencoba untuk memberi pertolongan. Saat Zahra mengangkatnya Rambut wanita itu tersebak, sehingga terlihatlah wajahnya. Wanita itu adalah Kyara. Zahra terkejut dan ia tersentak dari tidurnya.


"Astaghfirullahaladzim... ternyata mimpi. " gumam Zahra kemudian ia mengangkat tangannya seraya berdoa.


"Allohumma inni a’zubika min ‘amalis syaithoni wa sayyi-atil ahlam.(“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dan buruknya mimpi.)”.


Sasa juga terbangun melihat sahabatnya yang tersentak dari tidur dengan keringatan padahal Ac di kamarnya cukup dingin.


" Ra, kamu kenapa? mimpi buruk? "


Zahra mengangguk.


" Zahra kalau ada masalah kamu cerita sama aku siapa tahu aku bisa bantu, kitakan sahabat."


" Sa, Zahra sholat tahajud dulu ya nanti Zahra cerita. "


Sasa mengangguk. kemudian kembali berbaring dengan mata terbuka berusaha untuk tetap terjaga menunggu Zahra selesai Shalat nantinya.


Zahra mengambil air Wudhu kemudian melaksanakan shalat Tahajud di sepertiga malam.


Bersambung...........


 


 


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Terus dukung Author ya 🙏🙏😘

__ADS_1


__ADS_2