
*** Kembali ke kantor
Rey dan Zahra masuk kedalam kantor, Beberapa karyawan melihat mereka jalan bersama menuju ruangannya Rey. Lani yang melihatnya pun merasa geram.
***
" Zahra kamu pelajari ini, 15 menit lagi kita ada meeting. " Rey memberikan file kepada Zahra.
Setelah menerimanya Zahra pun keluar menuju ruangannya. Ia duduk di meja kerjanya dan mulai membuka file yang di berikan Rey Tadi.
Very masuk ke ruangan Zahra.
" Zahra kamu kemana? dari tadi saya mencari mu." Tanya Very.
" Saya tadi keluar kantor pak."
" Oh ya sudah, kamu tahu nanti kita meeting kan? "
" Iya pak. "
" Kita punya dua agenda. Tentang pembangunan perumahan untuk kalangan menengah ke bawah dan pengaturan pesta ulang tahun perusahaan PRIMA GRUP. Ini kamu kasih sama Sasa suruh dia copy kan rangkap 10." Ujar Very menjelaskan.
" Baik pak. "
" Ya udah saya keruangan Rey dulu. " Very tersenyum pada Zahra.
Setelah kepergian Very, Zahra menemui Sasa.
" Sa ini copy kan rangkap 10, disuruh pak Very."
Sasa mengambil file yang di tangan Zahra.
" Ra, tadi lo kemana sama pak Rey?." Tanya Sasa penasaran.
" Makan. " Jawab Zahra singkat.
" Ha, serius lo Ra? pak Rey ngajak lo makan? gak salah? "
" Ih lo kok gitu kali si nanyak nya Sa emang salah ya kalau pak Rey ngajak aku makan? "
" Bukan begitu Ra, aku heran aja, kok bos ganteng yang seperti kulkas dua pintu itu bisa ngajak sekretaris nya makan? lo tahu Ra?, sekretaris-sekretaris sebelum loh itu jangankan di ajak makan bisa bertahan seminggu aja udah hebat bahkan ada yang baru bekerja satu hari udah di pecat. "
" Masa sih Sa?"
" Iya loh Ra, jangan jangan pak Rey s.....
__ADS_1
" ehm..... " Lani berdehem sehingga Sasa memberentikan perkataannya.
" Kalian ini di gaji bukan untuk menggosip tapi untuk kerja, mengerti? " Tegur Lani.
" Mengerti buk, Maaf saya mau keruang fotocopy dulu." Jawab Sasa takut dan kabur untuk mengcopy file yang di berikan Zahra pada nya.
Sedangkan Zahra juga akan kembali ke ruangannya tetapi langkah kakinya di hentikan oleh perkataan Lani.
" Zahra," panggil Lani.
" Iya buk. "
" Jika kamu ingin bertahan lama di sini saya harap jaga sikap mu, jangan kecentilan di depan Rey. "
" Maaf buk, tapi saya tidak pernah kecentilan seperti yang ibuk tuduhkan. " jawab Zahra.
" Saya tahu orang seperti kamu itu pasti punya rencana jahat untuk menggoda bos agar bisa hidup enak kan? saya ingatkan sekali lagi Rey itu bukan orang yang mudah tergoda dengan wanita genit seperti mu. Dan kamu juga sadar diri orang kampung kayak kamu itu bukan tipenya Rey. " kata Lani sinis.
" Ibuk ini orang terpandang dan berpendidikan, semestinya ibuk bisa jaga ucapan ibuk. Saya di sini bekerja sama sekali saya tak tertarik menggoda atasan saya. " ucap Zahra tegas.
" Oh ya bagus kalau begitu. Ini yang aku harapkan kamu harus tahu diri siapa kamu?. "
Lani pergi meninggalkan Zahra, Zahra pun kembali ke ruangannya.
" Dasar orang aneh. " gumam Zahra.
Di ruang meeting.
seperti biasa Very yang membuka setiap diadakannya meeting. semua orang mengambil kursinya masing - masing. kursi di depan meja Panjang yang memuat sekitar 15 orang. Sisi kanan 7 kursi sisi kiri 7 kursi dan di tengah 1 kursi yaitu kursi tempat Rey pemilik Perusahaan ARDANA GRUP.
Ini adalah hari pertama Zahra masuk ke ruangan itu.Hari perdana kerja sekaligus ikut meeting.
" Baiklah pertama kita membahas rancangan komplek perumahan yang akan kita bangun untuk kalangan menengah ke bawah. Lani yang di tugaskan sebagai pendesain boleh di jelaskan rinciannya?" pinta Very.
Lani berdiri menuju layar infokus di depan Rey.
Layar infocus sudah menampilkan gambar yang di desain Lani. Lani menjelaskan perumahan yang setiap bangunannya menggabungkan dua buah rumah dengan satu dinding yang sama di sisi dinding satunya.
Rumah berukuran 7 x 15 m dengan dua kamar tidur yaitu kamar utama dan kamar anak. satu kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga dan dapur. di bagun pada tanah ukura 8 x 20 m.
Lani juga menjelaskan tentang desainnya yang mana letak ruang tamu berada di tengah, satu kamar utama berjendela dan satunya lagi, kamar anak tidak berjendela, karena posisinya berada di tengah dengan dinding yang sama dengan rumah di sebelahnya.
" Rancangan yang bagus". kata Very, Lani pun duduk kembali ke tempat duduknya dengan menyunggingkan senyum lebarnya.
" Apakah ada ide lain untuk desain perumahan ini, atau ada yang ingin menambahkannya?." Tanya Very lagi.
__ADS_1
Semua karyawan yang ada di ruangan itu hanya diam kecuali Zahra.
" Pak boleh saya memberikan ide sedikit pak?". Tanya Zahra mengangkat satu tangannya.
Rey melihat Zahra merasa penasaran bagaimana kira kira ide Zahra.
" Silahkan Zahra, kemukakan ide mu? " pinta Very.
" Desain buk Lani sangat indah pak tetapi menurut saya sebaiknya posisi ruang tamu dan kamar utama di ubah, ruang tamu di sebelah pinggir sedangkan kamar dibagian dinding yang sama dengan dinding rumah sebelahnya, jendelanya menghadap ke depan, ini lebih cocok untuk kamar anak. Sedangkan kamar satu lagi kita jadikan kamar utama di belakang ruang tamu jendelanya di samping dan bisa kita buat dua kamar mandi satu pintunya dari ruang dapur dan satunya lagi dari kamar utama. dengan demikian kedua kamar mendapatkan sirkulasi udara yang baik dan tidak panas. " jelas Zahra.
" Kalau masalah sirkulasi udara kamar yang kedua akan tetap mendapatkan nya dengan membuka pintu, udara di ruang keluarga akan masuk juga kan? dan untuk masalah panas mudah sekali mereka tinggal beli AC. " Kata Lani tidak sependapat dengan Zahra.
" Bukankah ini untuk masyarakat menengah ke bawah buk? mungkin sebagian mereka tidak semua menggunakan AC kalau pun mereka membelinya saya rasa tidak untuk kedua kamarnya. Untuk membelinya mereka mampu tapi bagaimana dengan biaya tarif listrik perbulannya yang pasti akan lebih tinggi nilainya dan itu pasti menjadi bahan pertimbangan bagi mereka. Ditambah lagi biasanya mereka lebih banyak menggunakan Ac yang setengah PK selain harganya lebih murah tarif listriknya juga lebih hemat, apabila letak salah satu kamar itu terjepit tanpa jendela maka untuk pemasangan Ac akan memakan selang kabel yang panjang, itu akan menambah biaya dan mempengaruhi kurang dinginnya suhu karena terlalu jauh letak mesin Ac nya yang hanya bisa di letakkan di depan atau di belakang rumah. " Kembali Zahra menjelaskan.
" Saya setuju dengan ide Zahra, gimana menurut mu Rey? " Tanya Very.
" Saya juga sependapat dengan Zahra, selain keindahan yang kita berikan kenyamanan juga harus menjadi bahan pertimbangan utama untuk konsep perumahan ini. Lani segera kamu ubah desainnya sesuai dengan yang di paparkan Zahra tadi. " Kata Rey.
" Tapi Rey desain ku tadi sudah sangat matang dan baik." sangkal Lani tidak ingin dirinya di sainggi Zahra.
" Aku mau perumahan ini di buat sesuai yang di katakan Zahra tadi. " lanjut Rey.
meski Lani tak setuju ia harus tetap menjalankan perintah bosnya itu.
" Ok sekarang kita lanjut pembahasan tentang pesta ulang tahun Perusahaan PRIMA GRUP." Ucap Very.
" Kalau untuk itu serahkan saja padaku, akan ku buat yang mewah dan sangat meriah. " Lani menawarkan diri dengan pedenya karna memang dialah yang biasa untuk mengatur hal-hal seperti itu.
" Untuk kali ini akan saya beri kesempatan pada Zahra untuk menanganinya." Rey menatap Zahra.
" Tapi Rey ini salah satu proyek penting untuk kelanjutan kerja sama dengan PRIMA GRUP, kamu gak bisa memberikan nya pada sekretaris yang baru satu hari bekerja." Lani sangat tidak terima dengan perkataan Rey.
" Gimana menurutmu Ver? " tanya Rey.
" Saya rasa keputusan yang tepat walau Zahra baru satu hari bekerja di sini tapi kita udah tahu kemampuannya ya kan Rey." tanya very balik.
" Tapi pak, sebaiknya pengaturan pesta ini di tangani oleh buk Lani yang lebih berpengalaman. " Pinta Zahra.
" Keputusan sudah ditentukan tak ada yang bisa merubahnya. Rapat di tutup. saya harap semua bisa bekerja sama dengan baik." Rey kemudian berjalan keluar ruanggan meeting.
" Baiklah rapat hari ini selesai, berhubung sudah hampir jam 12 semuanya bisa beristirahat. Very menutup meeting dan keluar ruangan di ikuti karyawan lainnya.
Jeny mendekati lani.
" Buk apa saya gak salah lihat ibuk di kalahkan oleh sekretaris baru yang kegenitan itu?. " Jeny mulai memanasi Lani.
__ADS_1
" Lihat saja aku akan memberikan pelajaran untuk Zahra, dan kamu lihat Jen, sebentar lagi nasibnya akan sama dengan sekretaris-sekretaris Rey sebelumnya, aku akan buat dia malu hingga Rey memecatnya. " Lani tersenyum licik mereka berdua pun keluar dari ruangan itu.