Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 45


__ADS_3

Agar menjadi sebuah berkah maka ubahlah kata lelah menjadi Lillah dan ingatlah


Allah tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hambaNya, jadi jangan pernah menyerah dan merasa lelah."


.......................................................


Happy Reading


.......................................................


Hari ini sangat melelahkan bagi Zahra, jam 07.00 Wib Zahra sudah sampai di rumah Rey, dan Rey langsung memberikannya pekerjaan, jika di lihat dari pekerjaan yang di lakukan, Zahra saat ini bukan seperti sekretaris lebih tepatnya asisten pribadi seorang Rafasya Rayhan Ardana.


Rey masih kesal dengan Zahra yang kini menjadi sangat dekat dengan Very selama Rey berada di Jerman. Kekesalan itu pula yang membuat Rey menyuruh-nyuruh Zahra seenaknya. Pekerjaan yang seharusnya di kerjakan karyawan Wedding Organizer malah Zahra yang ikut mengerjakannya.


Zahra bekerja semampunya dan minim istirahat sehingga dirinya kurang fokus mengakibatkan kakinya tersandung meja di ruangan yang akan di pakai untuk acara ijab kabul Kyara nantinya yang akan di laksanakan 4 hari lagi.


Tubuh Zahra pun sudah hampir terjatuh karena cukup kuat ia tersandung tetapi untuk kesekian kalinya Rey yang selalu mengawasi Zahra dan berada tidak jauh dari Zahra menarik tangan Zahra sehingga tidak terjatuh ke lantai.


Mereka berdua saling berhadapan dengan jarak begitu dekat membuat detak jantung Rey dan Zahra semakin cepat. Kedua netra saling bertemu yang kemudian diakhiri oleh Zahra yang mengalihkan pandangannya ke bawah seraya menunduk.


Untuk menutupi rasa canggung diantara keduanya, terutama Rey, ia malah memarahi Zahra.


" Kok ada ya orang seceroboh kamu Zahra,, setiap melakukan pekerjaan pasti tidak pernah berhati hati, Untung saya cepat menarik kamu kalau tidak kamu pasti bisa terluka terbentur besi. Sebenarnya kamu niat kerja gak sih? " ketus Rey.


" Saya lelah pak, bolehkah saya istirahat sebentar." Jawab Zahra lemas tidak seperti biasanya yang selalu berdebat.


Rey melihat wajah cantik Zahra dari dekat, jelas terlihat Zahra kelelahan wajahnya sedikit pucat.


" Apa kamu sakit Ra? "tanya Rey khawatir. "Gimana klau kita periksa ke dokter. " sambungnya lagi.


" Tidak pak, saya hanya butuh istirahat sebentar. "


" Duduklah di sana. " Rey mengarahkan pandangannya ke sofa yang berada di dekat mereka berdiri saat ini.


Zahra beristirahat duduk di sofa, tak lama Rey datang membawa satu botol air mineral untuk Zahra, Zahra menerima dan langsung meminumnya tak lupa sebumnya Zahra mengucapkan terimakasih dan membaca basmallah.


Rey masih melihat Zahra meneguk air dari botol mineral. " Kasian Zahra dia kelelahan karena aku, apa aku terlalu berlebihan ya padanya? padahal aku sendiri tahu bahwa Very lah yang mengejar-ngejar Zahra tapi mengapa kulampiaskan kekesalan ku pada gadis ceroboh ini. " fuh.... batinnya, Rey kemudian berbalik dan meninggalkan Zahra.


Baru dua langkah Rey berjalan hendak meninggalkan Zahra tiba-tiba suata ponsel Zahra berbunyi, terdengar jelas apa yang di katakan Zahra dalam pembicaraannya di telepon.


" - Assalamualaikum,


- saya tidak kekantor hari ini pak,


- oh tidak pak, saya sehat kok tapi hari ini pak Rey menyuruh saya untuk bekerja di rumahnya.


- iya pak, membantu mempersiapkan pernikahan adeknya Pak Rey.


- Bapak mau kemari? apa pekerjaan yang semalam kita kerjakan udah kelar pak?.


- Oh gitu ya, saya senang kalau bapak bisa kemari siapa tahu bapak bisa bantu saya di sini biar kerjaan saya bisa cepat selesai.


- Udah duluya pak saya mau melanjutkan pekerjaan lagi.


- Waalaikumsalam.


Zahra menyudahi panggilan dengan menjawab salam.


" Sepertinya itu Very, mau apa lagi dia kemari." Kesal Rey.


Rey kembali mendatangi Zahra yang sedang duduk.


" Zahra, ikut saya. "


" Kita mau kemana pak? "


" Ikut saja jangan banyak tanya. "


" Tapi pak, pekerjaan saya di sini belum selesai."


" Tinggalkan saja, bukankah ada WO, mereka yang akan menyelesaikan nya. " Rey berjalan menuju garasi mobil.


" Udah tahu ada WO masih aja merintah aku untuk ngerjainnya apa gunanya mereka dibayar kalau orang lain juga yang menyiapkannya, dasar orang aneh. " Gerutu Zahra kesal sambil mengikuti Rey yang berjalan di depannya.


Rey bersama nenek akan menjemput Kyara di bandara. Kyara bersama calon suaminya Farhan dan juga keluarga besar Farhan yang datang dari Brunaidarusalam. Tadinya Rey hanya akan pergi dengan nenek dan dua orang supir dengan mobil berbeda. Meninggalkan Zahra sebentar di rumahnya tetapi setelah mendengar Zahra berbicara di telepon tadi Rey yakin itu adalah panggilan dari Very. Very akan kerumahnya untuk menemui Zahra jadi Rey berinisiatif membawa Zahra ikut ke Bandara agar tidak bertemu Very nantinya.


Di Garasi mobil, Nenek tersenyum melihat Zahra, dengan demikian berarti Zahra akan ikut mereka ke Bandara, pikirnya. Rey sudah masuk ke mobil. Nenek memilih duduk di belakang dan Zahra juga ikut duduk di belakang bersama nenek.


" Kalian kira aku sopir? " sewot Rey melihat ke nenek dan Zahra yang duduk di kursi belakangnya.

__ADS_1


" Zahra sayang kamu aja ya yang duduk di depan, Nenek udah nyaman duduk disini." pinta nenek.


Zahra mengagguk tersenyum, Dia pun keluar untuk berpindah tempat duduk di depan, sebelah Rey.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Di Bandara tidak terlalu lama menunggu. Kyara, Farhan dan juga beberapa keluarga dari Farhan yang juga ikut sudah tiba di Bandara. Mereka semua di sambut hangat oleh nenek.


Rihana Kyara Ardana adalah adik kandung Rey, Kyara meneruskan study nya di Amerika. Selama kuliah ia menjalin hubungan dengan teman kuliahnya bernama Muhammad Farhan Faturahman bekewarganegaraan BrunaiDarusalam. Setelah lulus kuliah dengan bantuan Rey, perusahaan ARDANA mengembangkan sayap bisnis di Brunei. Perusahaan itu di kelola oleh Kyara.


Beberapa menit berbincang dengan keluarga Farhan kini mereka pulang dan akan melanjutkan pembicaraan lagi nanti saat makan malam, mereka baru saja melakukan perjalan jauh pasti mereka masih lelah.


Kyara ikut pulang bersama nenek, Rey dan Zahra sedangkan Fahran dan keluarganya diantar supir Rey ke ARDANA HOTEL'S untuk beristirahat.


Di dalam mobil Rey, Kyara terlihat murung.


" Bang Rey, abang harus melakukan apa yang dikatakan neneknya Farhan kalau tidak pernikahan kami akan batal. " Kata Kyara merengek.


" Kyara abang gak mungkin melakukannya kamu kan Tahu kalau abang gak akan melakukan itu. " tegas Ret.


" Abang mau aku gagal menikah, Bang Rey Tega?"


" Tapi kyara ka..... "


" Kalau syarat itu di tujukan pada bang Eza, Kyara yakin bang Eza akan melakukannya untuk Kyara. Karna dia menyayangi Kyara gak seperti bang Rey yang hanya peduli dengan diri bang Rey sendiri." Kyara menangis di pelukan Nenek.


" Sudah Kyara sayang biarkan abang mu memikirkanya nanti kita bahas lagi di rumah ya. "


Kyara mengangguk, Rey menarik nafas lega sejenak sedangkan Zahra hanya menjadi pendengar budiman ia tidak ingin ikut campur dengan urusan keluarga Rey.


 


***


 


Sesampainya di rumah mereka menuju ruang makan karena jam susah menunjukkan ke angka 1 lewat 23 menit. Jalanan yang macet membuat makan siang mereka sedikit tertunda.


Mereka duduk di meja makan, Nenek juga mengajak Zahra untuk ikut makan bersama, awalnya Zahra menolak tapi karena perintah dari Rey Zahra terpaksa menurutinya perutnya juga sudah merasa lapar dari tadi, memberontak memberi tanda untuk segera di isi.


Disela-sela makan Kyara membuka pembicaraan tentang syarat yang di ajukan Nenek Farhan saat di bandara.


 


 


Di bandara saat mereka semua bertemu, Nenek Retno menyambut Farhan dan keluarganya dengan Ramah.


" Ini buk Retno ya?" tanya nenek Farhan.


" Iya saya Retno neneknya Kyara, " jawab Retno tersenyum.


Nenek Farhan melihat ke arah Rey dan Zahra bergantian.


" Ini abang Kyara nek, Namanya bang Rayhan dan ini emh.... " Kyara bingung mau ngenalkan Zahra sementara dia sendiri baru pertama kali berjumpa dengan Zahra hari ini.


" Ini pasti istri abangmu Rayhan kan? " Tebak Nenek Farhan memotong pembicaraan Kyara yang belum selesai.


" Bukan, bukan nek saya Zahra sekretarisnya pak Rey. " Sangkal Zahra dengan tersenyum canggung.


Nenek Farhan mengerutkan dahinya.


" Nak Rayhan kemari bersama sekretarisnya kenapa tak mengajak istrinya saja apa istri nak Rey gak cemburu melihat suaminya bersama dengan gadis cantik. " Tanyanya dengan nada tak suka melihat Zahra.


" Saya belum menikah nek. " jawab Rey santai memberi senyum. Ia gak tahu bahwa jawaban jujurnya itu malah akan menjadi masalah untuk pernikahan adiknya Kyara.


" Jadi kamu belum menikah? " tanyanya lagi memastikan.


Rey mengangguk.


" Farhan apakah kamu tahu bahwa Kyara mempunyai abang yang belum menikah?"


Farhan mengangguk terlihat wajahnya sedikit cemas.


" Kalau begitu pernikahan ini akan bisa terus berlangsung jika abangnya Kyara menikah terlebih dahulu. "


Semuanya terkejut dengan perkataan Nenek Farhan, terutama Rey yang memang tidak ingin menikah.


" Itu tidak mungkin nek Karena aku tidak ingin menikah. " Ucap Rey.


" Ya sudah kalau begitu pernikahan ini kita batalkan saja. " kekeh nenek Farhan.

__ADS_1


" Ummi pernikahan ini sudah di persiapkan kita gak mungkin membatalkannya begitu saja. " Kata Ummi Farhan mencoba membujuk ibu mertuanya.


" Zainab, kamu tahukan tradisi keluarga kita, tidak akan boleh ada pelangkahan di dalam pernikahan keluarga kita baik dari pihak kita maupun pihak calon pengantinnya. seharusnya sebelum ini terjadi kamu harus memastikan bahwa saudara calon mantumu itu sudah menikah semua. " Jelas nenek lagi.


" Tapi Ummi, Kyara bukan hanya mempunyai satu orang abang melainkan ada dua yang satunya ada di luar negri kan gak mungkin dia harus di paksa menikah juga. " Ummi Farhan mencoba memberikan penjelasan kepada mertuanya.


" Buk Retno tolong jelaskan bagaimana mungkin seorang abang tidak pulang saat adiknya akan menikah, dia juga akan berada disini dan menikah sebelum Kyara dan Farhan Menikah.lagian kemaren kata Farhan Kyara hanya dua bersaudara kandung kenapa sekarang jadi tiga?".Nk Farhan semakin bingung dengan hubungan keluarga Kyara yang menurutnya janggal.


" Sebenarnya buk, Kyara punya dua orang abang kandung hanya saja bila dengan Rayhan, Kyara saudara seayah dan seibu sedangkan dengan Reza saudara satu ayah lain ibu. Dan karena ada urusan mendadak membuat Reza tidak bisa menghadiri pernikahan Adiknya Kyara." Jelas nek Retno dengan nada lembut.


Mendengar kata Reza disebut Zahra merasa darahnya berdesir mengingat nama yang sama yang hampir menikah dengannya tetapi di tepisnya dengan pikiran bahwa ada bejuta nama Reza di dunia ini. Jadi tidak mungkin Reza yang sama.


" Baiklah jika seperti itu, karena abangnya yang satu lagi bukan saudara sekandung satu ayah dan satu ibu, dia tidak apa belum menikah tapi nak Rey harus menikah terlebih dahulu satu hari sebelum pernikahan Kyara dan Farhan. Ini adalah tradisi keluarga kami jangan di rubah, nenek hanya tidak ingin terjadi masalah di pernikahan cucuku Farhan."


Aneh memang tradisi itu di dengar tapi itulah yang sudah menjadi kepercayaan keluarga Farhan turun temurun. Menurut mereka jika dilanggar akan terjadi masalah dan itu pernah terjadi entah mungkin hanya kebetulan tapi ada keluarga Farhan yang menikah dengan melangkahi saudaranya tidak lama kemudian terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa keduanya. dan satu lagi kakak dari ayah nya Farhan juga mengalami masalah dalam keluarga sehingga terjadi perceraian. Peristiwa itu membuat nenek Farhan trauma dan tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan pada pernikahan cucu kesayangannya Farhan.


Flashback of.


 


.......................


 


Kembali ke meja makan.


" Nek jadi gimana syarat yang diajukan neneknya mas Farhan." Tanya Kyara.


" Rey sepertinya kamu memang harus menikah jika bukan untuk dirimu atau nenek setidaknya menikahlah untuk Kyara." tambah nenek.


" Nek harus berapa kali Rey katakan Rey gak mau nikah. Apapun yang kamu minta kyara akan abang turuti tapi tidak dengan yang satu itu. "


" Tapi kalau abang gak nikah, Kyara juga gak akan menikah bang, Nenek Farhan gak bakal ngizini kami menikah. "


" Kalau begitu kita cari cara untuk membuat neneknya setuju dengan pernikahan kalian walau abang tidak menikah."


" Yang ada kita harus cari cara agar abang setuju untuk menikah itu lebih pas bang, ayolah bang demi Kyara. " Rengek Kyara lagi.


" Kyara please jangan paksa abang. "


" Abang egois hanya mikiri diri sendiri gak sayang dengan kyara. " Kyara meletakkan sendok kini selera makannya sudah hilang.


" Lalu abang harus gimana? " Rey berusaha menghibur adiknya.


" Gak ada cara lain abang harus nikah. "


" Tapi kamu tahu kan abang gak mau. "


Kyara mencoba berfikir mencari solusi sementara nenek masih melanjutkan makannya sambil memperhatikan kedua cucunya itu.


" Gimana kalau abang nikah kontrak aja. setelah pernikahan Kyara dan Farhan abang bisa langsung bercerai. " Kyara memberi ide.


" Kyara pernikahan itu tidak boleh dipermainkan sayang. " kata nenek sebagai tanda penolakan.


" Ayolah nek kita gak punya cara lain. "


" Kamu kira gampang nikah kontrak gitu. Dimana kita mau cari wanita yang mau melakukan pernikahan kontrak. " Sambung Rey.


" Kyara rasa gak sulit bang untuk mencari pengantin wanita buat abang, gak dibayar aja mereka mau apa lagi nanti kalau kita kasih uang yang lumayan besar pastilah mereka mau. "


" Tapi waktunya tinggal satu hari lagi Kyara di mana kita mau mencarinya. "


" Gimana kalau abang nikahnya dengan kak Lani aja, atau keponakannya tante Ola dokter Tiara, atau juga teman Kyara juga bisa si Cila bang, pasti mau tu, mereka semuakan gagal move on dari abang. "


" Nggak abang gak setuju, jika menikah dengan salah satu dari mereka yang ada abang malah kena masalah. "


" Jadi siapa dong, emh atau kita cari aja di kantor abang pasti banyak kan tu karyawan cewek yang bisa di jadikan istri kontraknya abang, atau kalau gak...... " Kyara melihat ke arah Zahra yang masih asyik menyantap makan siangnya seolah olah dia tidak peduli dengan masalah yang di hadapi keluarga Rey.


Nenek juga melihat arah pandang Kyara yang tertuju pada Zahra kemudian melihat Rey dan mengangguk setuju. Ketiganya melihat Zahra yang terus saja memasukkan makanan ke mulutnya dia gak sadar bahwa ketiganya melihati dia. Ya Zahra memang sangat lapar apalagi jam makan siang sudah telat, meski dia mendengar semua perbincangan di meja makan, Zahra sadar dia gak punya hak ikut campur makanya Zahra ingi segera menyelesaikan makannya dan kembali bekerja meninggalkan Rey, Nenek dan Kyara.


" Gimana saran Kyara bang? abang mau kan? " tanya kyara penuh harap.


Rey menarik nafas panjang. " Baiklah abang setuju, abang mau menikah kontrak jika Zahra setuju menjadi pengantin wanitanya. "


" Uhuk..... uhuk.... uhuk.... " Zahra tersedak mendengar ucapan Rey barusan.


 


 

__ADS_1


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


Halo Readers semoga kalian suka dengan ceritanya Author. Author udah nulis 2207 kata untuk Readers jari2 udah mulai kriting ni 😆 jadi readers jangan pelit ya untuk kasih jempolnya 👍 dan tinggali jejak di kolom komentar. 🙏🙏 Thanks buat semua yang udah kasih like, vote dan komentnya. 😘😘


__ADS_2