Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
part 69. Sarapan


__ADS_3

Zahra duduk di samping Rey, tanpa berkata Zahra menyendok nasi beserta lauk pauknya ke dalam piring kemudian memakannya dengan lahap, bersikap masa bodoh dengan Rey yang masih menatapnya.


Rey tersenyum tipis melihat Zahra yang makan begitu lahap karena terlalu lama menahan lapar.


" Bapak gak makan?" Tanya Zahra di sela-sela kunyahannya.


" Saya da kenyang lihat kamu makan seperti itu.pelanlah sedikit, itu makanan untuk mu tak akan ada yang berani mengambilnya, Jika kamu makan terburu-buru begitu kamu bisa tersedak."


Zahra tak menghiraukan ucapan Rey dia tetap menyantap makanannya.


" Uhuk...uhuk..." Tak lama dari ucapan Rey Zahra beneran tersedak.


" Minumlah, kan sudah di bilang makan lah perlahan." Rey menyodorkan segelas air putih.


Zahra meminumnya ia merasa Rey masih terus menatapnya, saat Zahra selesai minum dia juga melihat Rey, ada rasa gugup melihat tatapan Rey yang mendalam padanya jantungnya kembali berdebar kencang. Zahra baru ingat perkataan bibik tadi bahwa Rey juga belum sarapan apapun pagi ini.


" Pak Rey makanlah, bapak juga belum sarapan kan?, bukankah bapak masih ada janji mau ngajak saya jalan-jalan hari ini? aku gak mau ya kalau bapak sampai ingkar janji." Zahra mengambilkan nasi dan lauk meletakkan di piring Rey. " Makan lah." Pintanya lagi.


Rey pun menurut setelah membaca Basmallah dalam hati ia pun memulai sarapannya. Kini mereka makan berdua tak adalagi suara keluar dari mulut mereka hanya terdengar dentingan sendok garpu yang sesekali beradu.


Selang beberapa menit keduanya telah selesai makan.


" Bersiaplah kita akan keluar sekarang." Kata Rey.


" Saya beresi ini bentar ya pak."


" Kan ada bibik, biarkan bibik saja."


" Pak tapi kan kita yang makan gak enaklah kalau bibik juga yang memberesinya udah tadi malam dibiarkan saja berserak masa sekarang begitu juga."

__ADS_1


" Zahra, bibik itu di gaji untuk pekerjaan ini semua jadi biarkan saja."


" Bapak bisa gak sih memanusiakan manusia, walaupun dia dibayar tapi kita masih bisa kan bersikap baik walau sedikit, apa salahnya kita meringankan pekerjaannya." Sewot Zahra.


" Ya sudah terserah kamu aja,aku hanya gak ingin kamu kelelahan, setelah selesai ganti bajumu. Aku tunggu diluar. Dengar,, aku tak suka menunggu terlalu lama jadi cepatlah." Rey meninggalkan Zahra dari ruang makan.


Zahra tersenyum entah mengapa Zahra merasa kini Rey sangat perhatian padanya. Jantungnya kembali berdebar mengingat perkataan Rey. Tak ingin berkhayal yang enggak-enggak Zahra pun mengangkat piring menuju wastafel untuk di cuci.


" Non biar bibik aja yang membersihkannya," pinta bibik melihat Zahra sedang mencuci piring.


" Gak apa bik, biar saya saja."


" Kalau den Rayhan tahu bibik menbiarkan non Zahra mencuci piring yang ada bibik nanti di pecat Non."


Zahra tersenyum melihat bibik. " Bibik tenang saja saya gak akan biarkan Pak Rey mecat bibik kok. Oh ya bik, bibik da lama ya ngurus Villa ini?"


" Iya non, dari pertama Villa ini dibangun kalau gak salah waktu itu usia den Rayhan baru satu tahun."


" Iya non."


" Apa pak Rey sering kesini bik?"


" Tidak non setahun sekali aja susah."


" Pak Rey pernah gak sih bik bawa temen wanitanya gitu kemari."


" Nggak non, yang bibik tahu den Rayhan gak pernah punya pacar,den Rayhan juga gak pernah mau menikah makanya waktu den Rayhan bilang mau ke Villa bersama istrinya bibik kaget juga. Tapi setelah lihat non Zahra bibik gak bertanya-tanya lagi, orang non Zahra cantik begini baik pula pantesan den Rayhan gak bisa ngelak lagi untuk menikah."bibik tertawa kecil.


" Ah bibik ini ada-ada aja, pernikahan kami gak seperti yang bibik pikirkan." Zahra tersenyum.

__ADS_1


" Oh ya non, bibik minta maaf ya, karena semalam bibik gak bisa langsung pulang jadinya non Zahra harus repot masak tadi malam."


" Bibik gak perlu minta maaf, seharusnya kami yang minta maaf ke bibik, karena kami bibik harus cepat pulang."


" tapi tetap aja bibik yang salah non, ini udah jadi tugas bibik melayani setiap keluarga ARDANA yang datang ke Villa."


" Gak apa bik, lagian tadi malam bukan Zahra kok yang masak."


" Jadi siapa non?"


" Pak Rey yang masak, saya aja gak nyangka kalau Pak Rey ternyata padai masak. masakannya enak.


" Den Rey dari kecil emang suka masak non, makanya dia pernah kursus memasak. tapi dia cuma hanya ingin masak kalau lagi rindu sama mamanya. Den Rayhan pasti sangat mencintai nwon Zahra buktinya Den Rayhan mau masak untuk non, Nenek Retno dan non Kyara aja pernah minta dimasakin makanan sama den Rayhan tapi den Rayhan gak mau masakinnya, walau no Kyara merengek menangis tetal aja den Rayhan gak mau masakin."


" Itu mah cuma kebetulan aja Pak Rey pingin masak bik, tapi beneran ya bik Pak Rey suka masak? dia itu kan galak kok aneh ya punya hobby masak?"


" Sebebarnya den Rayhan itu orangnya baik non, ceria, penyayang, tapi semenjak papa dan mamanya meninggal den Rayhan berubah menjadi anak yang pendiam dan tertutup bahkan hampir tak pernah tersenyum apalagi tertawa."


" Gitu ya bik."


" iya non, non Zahra tahu, dulu saat usia den Rey 6 tahun mereka liburan ke villa bersama keluarga temannya nyonya Elyn juga. Temannya nyonya Elyn punya dua orang anak lelaki hampir sebaya sama Den Rayhan, temannya nyonya Elyn itu pintar masak, den Rayhan selalu ikut masak sama teman mamanya di dapur dari pada bermain di pantai dengan papanya.dan anak teman mamanya itu. Sampai-sampai nyonya Elyn dulu takut den Rey nanti melambai pula besarnya karena hobbi nya seperti anak perempuan."


" Hehehe sasmpai segitunya bik." Zahra tertawa mendengar cerita bibik begitu juga bibik ikut tertawa mengingat kisah Rey kecil dulu.


Zahra sudah selesai mencuci puring dan membersihkan wastafel." Bik Zahra lamit dulu ya mau ganti baju, mungkin nanti habis jalan kami langsung pulang bik gak singgah kemari lagi,"


" Iya non hati- hati di jalan ya non."


Zahra mengagguk dan tersenyum manis pada bibik lalu meninggalkan bibik di dapur.

__ADS_1


" Wanita yang sempurna pantesan Den Rayhan mengubah prinsipnya yang tak ingin menikah, pasti den Rayhan sangat mencintai non Zahra, ya Allah semoga mereka berdua selalu bahagia, pasangan yang sangat serasi, yang satunya ganteng dan satunya lagi cantik." gumam bibik melihat Zahra berjalan menuju kamar.


__ADS_2