
" Ver kamu tebus resep ini ya! " Rey memberikan resep dari tante Ola tadi kepada Very.
" Baiklah, tapi gimana meeting kita dengan klien jam setengah sepuluh ini Rey?" tanya Very.
" Kamu saja yang jumpai klien kita, ajak Lani atau terserah kamu mau ajak siapa. "
" Ok, nanti obatnya aku suruh gojek ngantar kemari ya soalnya ntar dari apotik aku langsung ke lokasi meeting." Very kembali melihat Zahra dari depan pintu kamar sebenarnya ia sangat ingin menemani Zahra tetapi ia juga punya tanggung jawab mengurus pekerjaan, ia pun berjalan pergi meninggalkan Rey.
***
Setelah meninggalkan kantor ARDANA GRUP tante Ola berbelanja di Mall karena kebetulan lewat dan ada sesutu yang ingin dicarinya. Tidak disengaja tante Ola bertemu dengan nenek Retno.
" Ibuk, " panggil tante Ola.
" Ola kamu disini, enggak dinas di rumah sakit?" tanya nenek Retno.
" Tadi Ola baru dari kantor Rey buk, kebetulan lewat sini, karena ada yang mau Ola cari, Ola pikir mampir dulu kemari nanti dari sini baru ke rumah sakit. Ibuk sendirian? " Tante Ola bertanya balik ke nenek Retno.
" Iya, tadi sama pak Mun,dia nunggu di parkiran, Kamu ke kantor Rey ada apa la'? apa Rey sakit?? " tanya nenek khawatir.
" Rey gak kenapa napa kok, tapi tadi sekretaris nya pingsan. Cantik loh buk orangnya, seperti nya gadis itu sangat spesial bagi Rey. "
" Ah kamu ni jangan becanda, kamu kan tahu si Rey bagaimana, mana pernah dia itu peduli sama orang lain apalagi seorang gadis. " Sambung nenek lagi.
" Ola tu kenal Rey dari kecil buk, dia memang gak pernah mau peduli sama orang lain tapi Ola tadi lihat sendiri Rey itu sangat panik dan khawatir melihat gadis itu tidak sadarkan diri. Makanya Ola rasa Rey mencintai gadis itu buk." Jelas tante Ola.
" Tadinya ibuk mau menjodohkan Rey sama gadis pilihan ibuk, tapi ya kalau ternyata Rey nya udah punya pilihan sendiri syukurlah ibuk hanya berharap dia bisa merasakan bahagia itu aja. "
" Iya buk biari aja dia memilih gadis yang ia cintai gak usah di jodoh-jodohin, macam zaman Siti Nurbaya aja hehehe..... " Tante ola tertawa kecil.
" Tapi Ola, gadis pilihan ibuk ini cantik, udah gitu hatinya baik lagi, ibuk rasa cocok sama Rey, "
" Ya kalau Rey udah punya gadis pilihan nya sendiri, ibuk kenalkan aja gadis itu sama Very. Lagian kalau saya lihat buk seperti nya Very tadi juga suka dengan sekretaris itu, kan kasian si Very, mana tahu cocok sama gadis pilihan ibuk. Rey dan Very kan sama-sama cucu ibuk. " Ola tersenyum.
__ADS_1
" Betul juga kata mu La. Ini lah yang ibuk takutkan, Rey dan Very selalu bersama, mereka berdua juga punya selera yang hampir sama dari kecil. Mulai dari mainan, makanan, pakaian semuanya sama, ibuk takut mereka juga akan menyukai gadis yang sama. Ibuk gak mau kalau salah satu dari mereka ada yang pata hati."
" Kita doakan saja buk semoga itu gak akan terjadi pada Rey dan Very."
" Aamiin, ibuk juga berharap seperti itu."
" Kalau begitu Ola kesana dulu ya buk,"
" Oh iya. " Ucap nenek.
Tante Ola pun masuk ke sebuah toko perlengkapan kerja. sedangkan nenek yang tadinya mau berbelanja malah keluar dari mall menuju parkiran mobil.
" Aku harus ke kantor Rey, apa betul yang dibilang Ola, aku mau lihat sendiri seperti apa gadis yang udah buat cucuku peduli dengannya. biar bagaimanapun aku tetap menginginkan Rey menikah dengan Zahra gadis yang menolongku. " batin nenek.
Di parkiran mobil.
" Pak Mun, kita ke kantor sekarang. " Ajak Nenek.
" Baik buk." Jawab pak Mun, kemudian menjalankan mobilnya.
Sementara di kantor, di dalam kamar, Rey masih setia menunggu Zahra yang masih berbaring di rempat tidurnya. Matanya tak lepas memandang Zahra yang masih belum sadarkan diri.
" Kamu telah menarik ku lebih jauh untuk selalu memikirkan mu dan mengenalmu lebih dekat.Meski sekuat tenaga aku berusaha menepis rasa yang menyelimuti hati ku, namun ku rasa aku tak mampu bila harus jauh dari mu apalagi sampai kehilanganmu. " Rey duduk di samping Zahra, tangannya menggenggam tangan Zahra yang terasa dingin.
" Bangunlah Zahra, jangan biarkan aku merasa ketakutan melihatmu diam tak bergerak seperti ini. Aku ingin mendengar suara lantangmu membatah perkataanku, aku tak mengerti apa yang terjadi padaku,rasa ini tak pernah ku alamu sebelumnya. Rasa di mana aku ingin melihatmu tersenyum bahagia, aku tidak suka melihat air mata membasahi pilpi mu, apalagi sampai nelihatmu terluka. Maafkan aku Zahra, yang telah membuat kamu seperti ini." Ucap Rey lagi sambil terus memandangi Zahra tanpa sadar air matanya jatuh dan mengenai tangan Zahra. Air mata yang sudah sangat lama tak pernah ia keluarkan setelah ke pergian mamanya di saat ia masih kecil.
Zahra mulai bergerak, matanya pun sudah mulai terbuka perlahan, dengan cepat Rey melepaskan genggaman tangannya dari tangan Zahra karena ia tahu jika Zahra melihat ia seperti itu Zahra pasti akan sangat marah dan mungkin malah akan membenci dirinya.
Zahra memegangi kepalanya dan berusaha untuk duduk.
" Aku dimana? " ucap Zahra yang bingung melihat kamar yang sebelum nya tidak pernah dilihatnya.
sedangkan Nenek Retno sudah sampai di kantor dan sudah berada di ruangan Rey ia melihat Rey dan seorang gadis dari luar pintu.Dengan diam-diam nenek melihat mereka berdua. Betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang dikenalnya.
__ADS_1
" Zahra! " ucapnya pelan, ia tak percaya dan mengucek kedua matanya dan nenek masih melihat orang yang sama yaitu Zahra gadis yang menolong nya dan yang dia inginkan bisa berjodoh dengan cucunya.
Nenek tersenyum dan mememilih memperhatikan mereka dari jauh.
Zahra berusaha bangkit dari tidurnya tetapi ia masih sangat lemah.
" Zahra beristirahatlah dulu tadi saat pingsan aku memanggil dokter untuk memeriksamu. Ia menganjurkan agar kamu istirahat yang cukup." ucap Rey lembut.
" Tidak, aku sudah baikan, aku tidak ingin mengambil kesempatan dari keadaan ku sekarang ini. Aku harus kembali bekerja." Zahra kini sudah berdiri tetapi dia masih pusing sehingga dia duduk kembaki di tempat tidur.
" Zahra ini obatmu minum dulu," Rey memberikan obat yang tadi di resepkan tante Ola.
" Katakan berapa harganya?, saya tidak akan mau meminumnya sebelum membayarnya terlebih dahulu. " Jawab Zahra.
" Maafkan aku Zahra, aku tadi sangat kelewatan karna sudah menyakiti hati mu, aku mohon minumlah obat ini!." Rey masih mengulurkan obat yang di pegangnya.
Di luar nenek terkejut.
" Apa aku gak salah dengar kan?? Rey minta maaf itu pun pada seorang gadis. Seumur umur walau pun dia beneran salah dia tidak akan pernah mau minta maaf. " Gumam nenek.
" Baiklah lain kali aku akan temuin Zahra, sekarang biarlah mereka menyelesaikan masalah di antara mereka berdua. Kini aku bisa bernafas lega karena akhirnya Rey sudah menemukan gadis yang tepat untuknya. Lebih baik aku pulang saja. " Nenek berjalan keluar kantor.
" *Zahra aku tahu kamu marah pada ku, kamu bisa membayar obat ini nanti tapi sekarang kamu minum dulu ya obatnya. " Pinta Rey dengan nada yang sangat lembut.
Zahra pun akhirnya meminum obat yang di berikan Rey kepadanya.Setelah itu ia kembali beristirahat. Rey keluar kamar agar Zahra bisa beristirahat*.
***
Setelah makan siang Zahra diantar pulang oleh Rey, tadinya Zahra menolak tetapi karena Rey memaksa akhirnya dia setuju. Sedangkan motor maticnya diantar oleh karyawan kantor.
Di perjalanan pulang Rey bertanya pada Zahra sebenarnya apa yang terjadi padanya. Zahra menceritakan kejadian yang di alaminya hari ini sehingga ia datang terlambat.
sesampainya di rumah Arga, Rey hanya mengantar Zahra sampai depan pintu ia tidak masuk ka dalam Rumah karena Zahra memberi tahu bahwa Abang dan kakak iparnya lagi tidak di rumah. Rey pun pamit pulang sebelumnya ia memerintahkan Zahra agar istirahat di rumah selama dua hari. awalnya Zahra juga menolak dengan alasan dia sudah baik-baik saja tetapi Rey tidak mengizinkannya ke kantor sampai keadaannya benar-benar pulih. Akan tetapi Zahra masih tetap bisa bekerja dari rumah untuk mempersiapkan pesta ulang tahun Perusahaan PRIMA GRUP.
__ADS_1