
** "Cemburu tandanya sayang. Tapi jangan cemburu yang berlebihan sebab hanya akan menghancurkan sebuah hubungan" **
Matahari sudah kembali menyapa bumi dengan sinar cerahnya. Semua orang memulai aktivitas seperti biasa. Begitu juga Kegiatan di kantor ARDANA GRUP semua berharap hari ini suasana hati bos besar seperti matahari pagi itu agar hari mereka juga cerah tidak mendapatkan masalah.
Tetapi sepertinya harapan para karyawan berbanding terbalik dengan kenyataan. Suasana hati Rey sangat buruk semenjak ia melihat Very mengantar Zahra pulang.Pagi ini pun ia masih terlihat sangat kesal.
Beberapa karyawan telah dimarahi Rey hanya karna melihat meja mereka yang tidak rapi dan beberapa dari mereka dimarahi karena ada yang masih ngobrol sebelum jam kantor dimulai.
" Very panggil Zahra ke ruangan ku sekarang!." perintah Rey.
Very mencari Zahra di ruangannya tetapi tidak kelihatan. Ia juga bertanya pada Sasa tetapi seperti nya Zahra belum datang padahal itu sudah jam delapan kurang lima menit.
" Rey, sepertinya Zahra belum datang. " ucap Very yang kini berada di ruangan Rey.
" Kemana gadis ceroboh itu, jam segini belum datang juga??. " Ujar Rey semakin kesal.
#######
Sementara di jalan Meranti, seorang gadis duduk di sebuah bengkel sepeda motor dengan tangan dan kaki yang berdarah karena terluka. Gadis itu adalah Zahra, ia menunggu motornya yang lagi di perbaiki.
Zahra melihat jam tangannya yang telah menunjukkan jam delapan.
" Ya Allah kenapa nasib baik tak berpihak kepadaku, baru hari kedua aku bekerja sudah terlambat. Aku gak tahu apa yang akan di lakukan bos galak itu pada ku hari ini. " Zahra menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya dengan perlahan ia meringis kesakitan dan menahan rasa pusing di kepalanya.
Zahra korban begal pagi ini di jalan Meranti yang kemaren baru di bilang Sasa. Di jalan itu hampir setiap hari ada saja yang menjadi korban.
Saat Zahra melintasi jalan itu, jalanan terlihat sepi. Dua orang yang mengendarai motor menarik paksa tas Zahra sehingga Zahra terjatuh. Tasnya di bawa lari oleh pembegal beruntung nya ketika Zahra mengisi bensin setelah membayar dompetnya tidak di masukkan kembali ke tas tetapi di letakkan di dalam bagasi motor.
Zahra ingin memberitahukan Sasa tetapi ponselnya berada dalam tas yang telah diambil pembegal tadi.
Motor Zahra telah selesai di perbaiki dan bisa kembali jalan, ia segera menuju kantor.
Pukul 08.37 Zahra baru sampai di kantor, dengan setengah berlari dan menahan rasa sakit ia memasuki kantor menuju ruangannya.
Para karyawan lainnya melihat Zahra yang sedang berjalan sebagian dari mereka bergosip, bagaimana nasib Zahra yang datang telat mungkin ini akan di pecat dari kantor ARDANA GRUP.
Lani juga melihat Zahra yang berjalan terengah-engah.
" Seperti nya aku gak perlu buang-buang tenaga untuk mencampakkan nya dari kantor ini, kamu lihat Jen hari ini akan menjadi hari terakhirnya di kantor ini. " Lani tersenyum puas sambil terus melihat Zahra.
__ADS_1
" Ra, lo kok telat sih, pak Rey udah menunggu mu dari tadi di ruangannya. " Tanya Sasa saat Zahra melewati meja kerjanya.
" Cerita nya panjang Sa, ntar aku ceritainnya ini aku ke ruangan pak Rey dulu ya."
" Kok kamu pucat Ra, kamu sakit ya?? " Tanya sasa lagi.
" Enggak kok Sa. da dulu ya. " Zahra berjalan masuk ke ruangan Rey.
ceklek....
Pintu di buka Zahra, Rey duduk dengan arah kursi membelakangi pintu masuk.
" Maaf pak saya telat. " kata Zahra.
Rey membalikkan kursinya ia berdiri. Sesaat ia senang melihat Zahra sudah datang, tetapi saat ia mengingat Zahra yang lagi dekat dengan Very amarahnya kembali membara.
" Oh nona Zahra baru datang, kenapa kamu terlambat apa kamu pagi ini tidak dapat tumpangan gratis ha? " Rey meluapkan amarahnya.
" Maksud bapak apa? " tanya Zahra polos.
" Bukankah kamu paling suka sama yang gratisan, apa hari ini kamu gak jumpa laki-laki yang mau antar jemput kamu Zahra? "
" Pak saya makin gak ngerti dengan ucapan bapak?.
" Kamu gak ngerti, apa pura-pura gak ngerti?. Saya gak nyangka ternyata gaya berbusana muslimahmu hanya untuk menutupi sifat asli mu kan, padahal kamu gak jauh beda dengan wanita matre diluar sana." perkataan Rey semakin tajam merendahkan Zahra.
" Bukan kah kamu selalu bersemangat kalau ada yang gratisan, ku harap kamu gak lupa perkataan yang kamu katakan saat kita makan semalam. itu juga kan yang buat kamu tidak bisa nenolak ajakan Very untuk mengantarkan mu pulang dan mentraktir mu makan. Apa namanya itu kalau bukan matre.
" Pak urusan saya dengan bapak itu hanya sebatas kerjaan, berarti hanya di kantor ini saja. Dengan siapa saya pulang dan makan itu bukan urusan bapak lagi. Bapak berhak mau menilai apa saja tentang saya tapi jika bapak menghina saya tepat di depan saya, saya gak akan tinggal diam. Saya tidak seperti yang bapak pikirkan. Ya saya masih sangat ingat apa yang saya katakan saat makan semalam tapi saya harap bapak juga tidak lupa bahwa bapaklah yang mengajak saya dan saya tidak tahu sebelumnya bukan, bahkan saya tidak pernah minta untuk bapak ajak makan. Bapak hitung saja harga makanan yang sudah saya makan, saya akan menggantinya. Ingat bapak Rey yang sombong sekalipun saya tidak bekerja orangtua saya masih sanggup memberi saya makan, saudara-saudara saya juga masih sanggup mengantar dan membiayai kemana pun saya ingin pergi. " jelas Zahra panjang lebar karna merasa hatinya sangat sakit dengan ucapan Rey.
Zahra semakin pucat, kepalanya pun semakin pusing. Ia memegangi kepalanya dan pemandangannya semakin gelap sehingga ia akan terjatuh. Rey ingin menolong, tangannya hampir saja menyentuh Zahra tetapi dengan cepat Zahra menangkisnya.
" Singkirkan tangan bapak. Aku udah pernah bilang kalau aku lebih baik terjatuh dari pada disentuh oleh mu. " Zahra setengah berteriak.
" Tapi Zahra," Rey kembali ingin menolong Zahra yang hampir terjatuh karena lemas.
" menjauh dari diriku!! " teriak Zahra " aku i....."
Bruk......
Zahra pingsan, terjatuh kelantai sebelum ia menyelesaikan perkataannya.Rey pun segera berlari mendekati Zahra.
" Zahra, Zahra kamu kenapa? bangun Zahra!. " Rey memukul-mukul pipi Zahra dengan pelan tapi Zahra tidak sadar juga.
Rey sangat panik melihat gadi cantik di hadapannya tidak sadarkan diri. Ia mengeluarkan ponsel dan menelepon Very.
__ADS_1
" Ver cepat hubungi tante Ola, suruh kemari sekarang, cepat! " Rey mematikan telepon sebelum Very berkata satu kata pun.
Zahra di gendong Rey ke kamarnya, tempat khusus Rey untuk beristirahat, tak sembarangan orang bisa masuk ke kamar itu kecuali cleaning service. Setelah di letakkan di tempat tidurnya Rey terus memanggil Zahra berusaha agar Zahra bangun tetapi ia tetap tidak sadarkan diri juga.
Very masuk ke ruangan Rey tetapi ruangan itu kosong. Rey keluar dari kamarnya.
" Ver apa kamu sudah hubungi tante Ola?" tanya rey saat melihat Very datang.
" Tante ola sedang menuju kesini, tapi ada apa? apa kamu sakit? " tanya Very.balik.
" Zahra pingsan, itu dia aku baringkan di kamar."
" Apa Zahra pingsan?? kok bisa? " very melihat Zahra dari luar pintu kamar.
" Tadi aku marah karna dia datang telat sepertinya dia lagi sakit, saat masuk wajahnya terlihat pucat. " jelas Rey.
Tidak lama kemudian tante Ola masuk ke ruangan. Tante Ola adalah Dokter keluarga ARDANA, dia juga temannya Tante Linda.
" Loh Ver, Rey siapa yang sakit? seperti nya kalian berdua baik-baik saja. " Tanya tante Ola bingung.
" Ayuk tante kemari! " Ajak Rey masuk kedalam kamar.
mereka bertiga pun masuk ke kamar.
" Tadi dia pingsan tan, tangannya juga terluka coba tante periksa. "
" Baiklah, bisakah kalian keluar sebentar biar tante periksa.
Rey dan Very keluar dari kamar.
Setelah memeriksa dan mengobati Zahra tante Ola keluar kamar menemui Rey dan Very.
" Gimana tante dia tidak kenapa-napa kan? " tanya Rey panik.
" Sebenqrnya siapa dia Rey, Ver? " tante Ola melihat Rey dan Very secara bergantian. .
" Dia sekretaris di kantor ini tan, " jawab Very.
" Oh, Seperti nya dia mengalami kecelakaan kendaraan atau lebih tepatnya terjatuh karena ada luka terbuka di tangan dan di kakinya. dan ada luka memar di punggung kananya. Mungkin karena trauma dan sedikit tekanan membuat dia pingsan. tapi tadi tante udah mengobati lukanya dan memberi suntikan, sebentar lagi dia akan sadar dia harus banyak istirahat dulu. Ini resep obatnyanya nanti kalian tebus di apotik. " Jelas tante Ola.
" Dia akan baik-baik saja kan tan? " tanya Rey lagi memastikan keadaan zahra.
Tante Ola tersenyum.
" insyaallah dia akan segera sadar dan perlu istirahat yang cukup. Jangan lupa nanti setelah sadar berikan obatnya."
__ADS_1
" baik tan." Jawab mereka serentak.
"kalau begitu tante pergi dulu ya? " tante Ola tersenyum lalu ia pergi meninggalkan kantor ARDANA.