
*Di kamar Rey melepaskan baju kerja meletakkan asal diatas tempat tidur, Ia mengambil handuk masuk ke kamar mandi.
Rey menghidupkan air kran dan berendam dalam bathtup, membiarkan air keluar dari shower spray membasahi wajahnya.
Peristiwa yang dialami siang tadi belum bisa dia lupakan. Rey tersenyum wajah Zahra terlihat jelas di ingatannya, "ini pertemuan kita yang ketiga kalinya sekarang aku mengenalmu entah mengapa setelah bertemu denganmu hatiku terasa teduh bahkan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan bila kau berada di depanku Zahra, aku tak ingin kau masuk lebih jauh ke dalam hati ku, aku tak ingin kecewa seperti mama, cinta hanya membuat orang menderita**." Rey memejamkan matanya ia tertidur di bathtup sambil merilekskan pikirannya dengan berendam air hangat.
2 jam Rey ketiduran di bathtup, setelah membersihkan diri ia keluar dengan menggunakan jubah handuk. Di ambil celana boxer dan kaus dalam tanpa lengan,
Ia menghempaskan tubuhnya ke king size miliknya melihat langit langit kamar mencoba kembali menutup mata untuk istirahat, akan tetapi Rey kembali melihat wajah Zahra, wajah cantik di saat Rey menghapus air matanya, wajah ceria disaat tertawa di foodcourt, wajah teduh di saat membantu nenek mengutip barang berserakan dan wajah kesal disaat Rey menyepelekannya.
"Fhu........ " Rey menghembuskan nafas seraya membuka mata. " mengapa semakin aku ingin membuang Zahra dari pikiranku semakin jelas pula wajahnya di ingatan ku. Tidak, ini tidak boleh terjadi, aku tak boleh jatuh cinta padanya tidak akan ku biarkan wanita itu mengganggu hidupku." Rey mengetok-ngetok kepalanya dengan jari.
Walau berusaha keras wajah Zahra tetap selalu terbayang-bayang oleh Rey. Ia bangkit dari tidur menuju meja di pojok kamar, mengambi berkas yang di letakkan saat masuk tadi.
Ada beberapa berkas di sana dan berkas yang menjadi pilihan untuk di buka adalah berkas lamaran kerja Zahra, saat Very ke masjid, Adi kembali keruanggannya. Rey meminta kunci lemari berkas-berkas dengan alasan ingin melihat-lihat laporan perusahaan, tanpa curiga Adi memberikannya ternyata yang di cari Rey adalah berkas lamaran kerja Zahra, Rey juga mengambil beberapa berkas lainya agar Very dan Adi tidak curiga dan akan lebih muda membawanya karena bisa menyelipkan berkas Zahra ditengah-tengah berkas yang lain.
Rey duduk di sofa mulai membuka berkas itu dan membaca "Zahra Asyila Sarfaraz, emh nama yang indah, menyelesaikan S1 teknik sipil dengan waktu 3,5 tahun, memperoleh predikat cum laude, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4,00. benar benar gadis yang pintar di Usia belum genap 21 tahun.Ternyata Zahra masih sangat muda terpaut umur kurang lebih 8 tahun dengannya."
Rey tersenyum " hari ini seorang Rafasya Raihan Ardana dikalahkan seorang bocah ingusan bernama Zahra Asyilah Sarfaraz, sangat menggemaskan di saat dia berani menantangku, dia malah berhasil mempermalukan ku untungnya hanya di depan Very dan Adi." Rey terus mengembangkan senyumnya mengingat Zahra ketika emosi tetapi masih bisa santai.
"Sepertinya Very sangat menyukai Zahra. besok kita punya agenda meninjau lapangan lagi bersama Zahra, aku harus pikirkan bagaimana caranya agar very tidak ikut kesana, aku masih penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Zahra sehingga dia menangis dan menggunakan baju pengantin di danau sendirian mungkin aku bisa mencari tahu besok bila very tak ikut." batin Rey.
"Kamu kenapa sih Rey senyam senyum sendiri? " tanya nenek yang sudah ada di kamar Rey.
"Nenek kenapa gak ketok pintu sih kalau masuk!!" tanya Rey marah langsung menutup berkas lamaran Zahra dan mengembalikan ke meja.
"Dari tadi udah nenek ketok-ketok sampe pegal tangan nenek tapi tidak ada jawaban, ya nenek buka aja kebetulan gak dikunci makanya nenek masuk. "
"Nenek mau apa kemari??"
"Nenek cuma ingin lihat cucu nenek, bolehkan??"
"Nenek udah lihat kan, lebih baik baik sekarang nenek kembali saja kekamar nenek, Rey ngantuk mau tidur." Rey kembali ke tempat tidur dan mengambil selimut.
Nenek keluar dari kamar Rey, " untung tadi aku kemari, jadi bisa melihat Rey tersenyum bahagia sudah lama sekali aku tak melihatnya tersenyum ntah apa yang membuat dia tersenyum hari ini semoga dia akan selalu merasakan kebahagiaan di hidupnya." batin nenek sembari menutup pintu kamar Rey langsung menuju kamarnya.
"Apa yang akan di pikiran nenek melihat ku tadi, bodoh sekali aku mengapa tadi aku sampai lupa mengunci pintu, hu...... sudahlah lebih baik aku tidur" Rey berdecak kesal. Ia pun terlelap dalam tidurnya.
#######
__ADS_1
Pagi yang cerah ,matahari menyapa dengan sinarnya dari jendela kamar yang menerobos gorden berwarna silver.
Rey mengucek-ngucek mata masih sangat mengantuk. dilihatnya jam weker di atas nakasdi samping tempat tidur.
"Ha jam 7?? Aku kesiangan aduh harus cepat ni," Rey langsung mandi.
***Di meja makan nenek, tante Linda dan Very sudah menunggu untuk sarapan.
"Nek Rey mana? kok belum kelihatan? Tanya Very.
"Nenek juga gak tahu mungkin dia mimpi indah makanya kesiangan, "nenek tersenyum mengingat Rey yang tadi malam senyum- senyum sendiri.
Rey berjalan menuruni anak tangga, dia melihat Very dan Linda sudah duduk bersama nenek di meja makan."sepagi ini tu anak da nyampe sini aja sepertinya dia sangat bersemangat mau berjumpa Zahra." batin rey terus bejalan dan duduk di samping nenek.
"Lo kok lama kali Rey, kami dah dari tadi nunggui nih!,"
Rey tidak menjawab pertanyaan Very dia malah mengambil makanan mengisi piring lalu makan sehingga membuat Very kesal.
"Lihat tu nek, cucu kesayangan nenek di tanya bukannya jawab malah makan.
"Udah-udah kita makan!." ajak nenek.
Very mengangguk mereka sarapan bersama
"Reza semalam pergi kepuncak katanya 3 hari di sana."
"Anak ini kerjanya selalu saja menghamburkan uang, ntah mau jadi apa dia?." gumam Rey tersalut emosi.
Nenek,tante Linda dan Very diam saja melihat Rey yang mulai emosi mengetahui tingkah adiknya Reza.
"Ver, hari ni kamu ke kantor, cek kembali berkas kerja sama dengan perusahaan Prima Jaya Grop, tadi malam mereka telpon mau mengajukan kontrak nanti jam 9 di restoran hotel kita. "
"Loh bukannya kontraknya minggu depan kenapa malah ini hari?" tanya Very heran,
"Minggu depan mereka ada acara jadi mereka minta ini hari, lagian makin cepat makin baik."
"Ni hari kan kita ada jadwal mau ke lokasi danau bersama Adi dan Zahra? "
"Kamu urus saja kontrak dengan perusahaan Prima Jaya Grop, proyek yang di danau biar aku tangani." Rey menjawab tanpa melihat Very,
__ADS_1
"Gak bisa aku akan tetap urus proyek yang di danau, kamu yang urus kontraknya kan kamu bosnya??"
"Justru karena aku bosnya maka nya aku nyuruh asistenku untuk menanganinya. Ingat jam 9 jangan sampai telat." Rey sudah selesai sarapan ia pun pamit mencium tangan nenek dan tante Linda kemudian berjalan menuju garasi mobil.
"Cucu nenek makin semena-mena tu nek, seenaknya saja menyuruh aku bentar ke sana bentar ke sini." Gerutu Very
"Nama nya juga bekerja ya haruslah dengarkan perintah bos, lagian kamu itu da enak punya bos sepupu sendiri posisi bagus gajinya pun bagus, kalau di tempat lain belum tentu enak begini." Linda tersenyum menasehati anaknya.
"Kamu maklumi ajalah Ver, si Rey itukan memang seperti itu semaunya aja terkadang nenek sendiri kewalahan di buatnya.mungkin karena dia gak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu makanya dia seperti itu."
"Maafi Very ya nek! Very gak bermaksud buat nenek sedih,
"Ini bukan kesalahan mu sayang,Rey memang selalu saja bersikap dingin padahal sebenarnya hatinya baik dan lembut kamu yang sabarya ngadapi Rey.
"Iya nek sebenarnya Very da biasa kok dengan sifat Rey, Very malah gak pernah ambil hati, tapi ntah kenapa pagi ni Very kesal, mungkin karena Very kurang istirahatya nek terlalu banyak kerjaan. yaudah Very berangkat dulu ya nek ma Assalamu'alaikum, ucap Very sambil mencium tangan mama dan neneknya, ia berjalan keluar meninggalkan mereka berdua.
Setelah kepergian Rey dan Very Nenek dan tante Linda masih melanjutkan sarapannya.
"Lin, ibuk khawatir dengan Rey dan Very," ucap nenek pda anaknya Linda.
"Kenapa buk,merekakan baik -baik saja.
"Mereka semakin dewasa dulu sewaktu kecil mereka sering bersama, selera mereka pun hampir sama.Ibuk takut kalau nanti untuk urusan jodoh mereka menyukai wanita yang sama pula.
"Ibuk ini apaan sih berfikir nya terlalu jauh, kan di dunia ini banyak wanita cantik masa iya sih mereka suka sama wanita yang sama.
"Bisa saja kan Lin? mereka itu selalu mempunyai selera yang sama.kamu gak ingat dulu Very dan Rey setiap disuruh milih sesuatu pasti pilihannya sering sama.
"Iya sih buk, tapi seperti biasa, kan selalu ada yang mengalah tidak sampe berantam.
"Ya kamu betul Lin selalu ada yang mengalah dan selalu Raihan lah yang mengalah pada adiknya Very. Rey berbeda dengan Very, jika Very selalu dengan mudah mengutarakan keinginannya maka Rey adalah kebalikannya, dia lebih memendam apa yang ia inginkan.
"Udahlah buk mereka udah dewasa, mereka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri lagian ibuk kan thu beberapa kali Very pacaran dan kita tahu tak ada satu pun diantara pacar Very yang disukai Rey. Jadi ibuk jangan bebani pikiran ibuk dengan hal yang macam macam.
"Kamu juga seharusnya memikirkan pernikahan Very, Very dan Rey sudah hampir 29 tahun tetapi belum saja menikah.
"Iya buk nanti kalau mas Akbar pulang akan Linda bicarakan untuk mengenalkan Very dan Rey dengan anak rekan-rekan bisnisnya mana tahu cocok dan berjodoh."
"Begitu baru, ibuk jadi sedikit legah"
__ADS_1
"Ya udah ibuk jangan mikir macam macam lagi ntar kolesterol ibu naik loh emang ibu mau??"
"Ya enngak lah aku mau mereka semua menikah dulu. Nenek tersenyum dia sangat menginginkan hari dimana ia melihat cucu cucunya menikah.