
Para karyawan kantor sudah pada berdatangan menghadiri pesta ulangtahun perusahaan ARDANA GRUP. Suasana Party yang Glamor terletak di ruangan terbuka ARDANA Hotel's lantai 4.
Rey baru saja datang ketempat itu langsung disambut oleh semua karyawan terutama MC Yang bertugas membawa acara hari itu.
" Selamat datang kami ucapkan kepada CEO sekaligus pemilik Perusahaan ARDANA GRUP yaitu bapak Rafasya Rayhan Ardana. doa kita semua semoga Perusahaan ARDANA GRUP akan terus berjaya. Dan harapan kami juga semoga kali ini Pak Rey mau ikut lomba dansa dengan kita semua." Celetuk Seorang MC.
Lany tersenyum lebar ia sangat berharap kali ini dia bisa berdansa dengan Rey, impian yang selalu diharapkannya tiap tahun.
Mata Rey tertuju pada para karyawan yang hadir tapi Rey belum menemukan Zahra maupun Sasa.
" Rey, Zahra mana? "tanya Very menghampiri Rey.
Belum sempat Rey menjawab Lani udah berada di dekat mereka dan mengajak mereka berkumpul bersama untuk mencari pasangan dansa.
" Rey, Verry yuk kita gabung sama yang lain, acara mencari pasangan akan segera di mulai." Ajak Lani. Lani berjalan duluan dan diikuti Rey dan Verry.
" Rey kali ini aku akan berdansa dengan Zahra, tapi Zahra mana ya?" mata Verry juga mencari Zahra.
Zahra dan Sasa ternyata sudah berada diantara karyawan wanita yang lainnya. Zahra begitu cantik dengan gaun berwarna Navy yang di berikan Rey. Gaun yang sangat sopan, di bagian ujung lengan dan bagian bawah gaun ada motif kristal kecil beling-beling. dengan melihatnya saja orang-orang sudah tahu bahwa itu gaun mahal yang sangat serasi di padu dengan Zilbab fasmina yang sederhana tapi elegan.
" Ayo semuanya berkumpul acara mencari pasangan dansa akan segera di mulai silahkan berpisah antara pria dan wanita." kata MC memberi aba-aba." Suatu kebanggaan buat kita karena pak Rey ada di tengah-tengah kita, kita berharap pak Rey juga akan ikut berdansa hari ini." lanjut MC Lagi mengulang harapannya karena setiap tahun Rey tidak pernah menghadiri acara sore, Rey selalu datang saat acara dansa sudah selesai.
Terdengar suara bisik bisik dari karyawan wanita yang sangat menginginkan berdansa dengan Rey.
" Ra, denger tu semua cewek-cewek di kantor kita bermimpi untuk berdansa dengan pak Rey. Lo beruntung Ra karna bisa jadi istrinya, sekarang lo harus cari cara biar lo bisa dansa sama pak Rey, apa lo rela pak Rey yang ganteng tu dansa dengan cewek lain." Canda Sasa yang mencoba menghibur Zahra yang dari tadi cemberut.
" Gak ah, aku gak mau ikutan dansa aku lihat aja. Lagian siapa lagi yang mau dansa sama tu kulkas. Lo aja Sa yang cari cara biar biasa dansa sama bos loh tu." cicit Zahra sambil mencibir.
" Idih takut gua dansa sama pak Rey, gua malah bermimpi dansanya sama pak Verry." Sasa tersenyum lebar. Mereka berdua saling berbisik.
Setelah kelompok Pria dan Wanita terpisah barulah Rey dan Verry dapat melihat Zahra dan Sasa diantara karyawan wanita lainnya. Keduanya terpukau dengan kecantikan Zahra yang seperti bidadari.
Zahra hendak keluar dari kelompok wanita karena ia tak mau ikut berdansa, Zahra berjalan untuk mencari tempat duduk tetapi saat ia hendak pergi di tarik oleh Sasa.
" Ra mau kemana.?"
" Aku mau duduk aja Sa di sana, aku gak mau ikut dansa kamu gak lihat apa aku pakai high hils gini, jalan aja susah mau dansa pula. Lagian berdosa tahu nari sama laki-laki yang bukan muhrim."
" Ya kamu nanti dansanya sama pak Rey aja kan da muhrim." Celetuk Sasa lagi masih berbisik.
" Ogah." Zahara meneruskan jalannya tetapi langkahnya terhenti mendengar suara yang menanggilnya.
" Nona yang baju navy, " panggil MC, Zahra langsung menoleh, semua pasang mata tertuju pada Zahra. " saya pinta kembali ke kelompok Para cewek cantik yang di sebelah kiri ini. Acara sudah akan dimulai anda tidak bisa meninggalkan arena ini karena semua karyawan wajib berdansa. Silahkan." Jelas MC.
__ADS_1
" Zahra bengong sebentar, ia sadar semua orang melihatinya akhirnya dengan berat hati Zahra kembali mendekati Sasa yang disambut senyum kemenangan oleh Sasa.
" Puas loh Sa." cicit Zahra memanyunkan bibirnya yang dari kejauhan di perhatikan oleh Rey.
Baiklah kita akan mulai sekarang, kali ini caranya kita akan panggil 7 orang wanita untuk ditutup matanya dengan kain pengikat ini." MC menunjukkan tujuh helai kain penutup berwarna hitam yang di pegangnha. " Kemudian dia akan diarahkan ke tempat pria. Pria yang ia temukan atau yang di pegang maka pria itulah yang akan menjadi pasangan dansanya malam ini. Bagaimana sudah jelas kan?" tanyanya lagi, di jawab anggukan dan kata jelas oleh para karyawan yang hadir.
Tujuh orang wanita di tutup matanya lalu sang MC memerintahkan para Pria bertukar tempat, roker tempat atau bergeser agar para wanita yang ditutup matanya tidak tahu pria mana yang akan di tujunya. Kemudian mereka di bawa ketengah lalu mulailah berjalan menuju kelompok Pria, yang telah memiliki pasangan berpindah ke tempat yang di sediakan. Begitu seterusnya.
Kini giliran Lani dan 6 karyawati lainnya. Lany memakai penghubung suara di telinganya yang sudah terhubung dengan Jeny dan ditutupi oleh rambutnya yang terurai hingga tidak kelihatan.
" Jen, kamu harus mengarahkan aku untuk menemukan Rey." Perintah Lany pada Jeny.
" Baik Buk." Jawab Jeny.
Lany dan yang lain pun sudah memakai penutup mata lalu mencari pasangan dansa mereka, Jeny mengarahkan lany untuk menuju Tempat Rey berdiri.Lany sudah berada tepat di depan Rey, Jeny menyuruh lany untuk terus berjalan lurus hanya tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba ponsel Rey berbunyi. Karena suara riuh dari sorakan beberapa orang Rey pun pergi meninggalkan tempat itu sebelum Lany sampai padanya. Jeny yang melihat itu spontan menepuk jidat. tak lama lany mendapatkan seseorang. Dia tersenyum puas karena mengira pasangannya itu adalah Rey saat membuka penutup mata Lany terkejut ternyata pasangan dansanya bukan Rey melainkan stap bawahannya. Lany melihat ke sekeliling dan tak menemukan Rey ia pun langsung mendatangi Jeny dengan wajah kesal.
Sekarang giliran Zahra, Mc telah memanggil Zahra untuk memakai penutup mata.
" Sa aku gak mungkin berdansa dengan mereka aku malah gak ingin pegangan dengan mereka, kamu kan tahu itu dosa." ujar Zahra.
" Ya udah nanti dansa nya gak usah pegangan tangan di babak awal kamu kalahkan aja biar gak lanjut." Sasa memberi saran.
Zahra pun memakai penutup mata. Jeny membawa Zahra ke barisan paling pinggir dia mengarahkan arah yang salah pada Zahra sehingga Zahra bukannya berjalan menuju tempat para pria belkumpul malah berjalan kenuju pagar dinding yang tingginya hanya di bawah lutut.
Kaki Zahra Sudah mengenai ujung pagar badanya pun oleng akan terjatuh sebagian yang melihat berteriak histeris berbeda dengan Lany yang tersenyum sungging.
" Zahra....." panggil Sasa dan yang lainnya Zahra kini benar-benar akan terjatuh tetapi tanganya di tarik oleh seseorang sehingga mereka seperti berpelukan.
Zahra membuka penutup mata, ternyata yang menarik tangannya adalah Rey. Zahra melihat ke bawah dia sangat terkejut andai Rey tidak menariknya pasti saat ini dia sudah berada di rumah sakit.
" Kamu tidak apa-apa kan Ra, " Tanya Rey panik memegang kedua pipi Zahra.
" Saya tidak papa pak." jawab Zahra
" Syukurlah." Rey kemudian menoleh ke arah MC dan semua yang Hadir.
" Apa kalian semua gak punya mata. Mengapa kalian tidak melihat Zahra hampir saja terjatuh, kenapa tak satupun diantara kalian yang menariknya sebelum dia sampai ke pinggir." teriak Rey dengan penuh amarah. "Kamu bisa gak jadi MC? apa gak bisa kamu memberitahukan kepada Zahra untuk berhenti sebelum Zahra berjalan jauh ke pinggir." Rey memarahi MC yang ketakutan langsung tertunduk tak berani lagi menatap Rey.
" Rey saya tadi juga udah berlari hendak menolong Zahra." ucap Verry.
" Berlari kamu katakan Ver. Apa kamu gak lihat tadi, terlambat sedetik saja Zahra sudah akan terjatuh. Kamu lagi, temen seperti apa kamu, yang melihat temannya dalam bahaya hanya diam saja." Rey juga memarahi Sasa yang berdiri di samping Verry.
" Pak Rey, sudahlah pak jangan memarahi mereka lagian aku kan baik-baik saja." Zahra mencoba menenangkan Rey yang sedang marah.
__ADS_1
" Baik kata kamu Zahra, untung Aku tadi melihatmu saat waktu yang tepat, jika tidak aku gak kan pernah maafkan mereka semua." Rey masih sangat marah. Terlihat jelas di matanya.
Waktu magrib pun tiba, suara Azan berkumandang tanda panggilan shalat bagi umat islam.
" Pak Rey bisakah bapak tunjukkan Mushalah di hotel ini." Pinta Zahra mengalihkan pembicaraan agar bisa sedikit meredahkan amarah Rey.
" Untuk apa? " tanya Rey.
" Ya shalatlah pak inikan udah masuk waktu magrib."
" Bukannya kamu sedang tidak sholat.?" Rey mengerutkan dahi.
" Dari subuh tadi aku uda sholat."
" Baiklah kalau begitu ayok kita kesana." Ajak Rey berjalan mendahului Zahra.
" Pak Verry, Sasa kami ke Mushala dulu ya, Silahkan dilanjutkan pak bilang aja sama MC nya. Nanti pak Rey saya coba bujuk agar sehabis sholat dia mau kembali kemari." kata Zahra.
" Zahra, kamu mau sholat apa terus ngobrol di situ." Panggil Rey yang melihat Zahra tak ada di bakangnya.
" Iya pak sebentar. Zahra pun segera berjalan di belakang Rey.
Verry dan Sasa melihat kepergian Rey dan Zahra.
" Rey semarah itu melihat Zahra hampir celaka, biasanya dia gak pernah perduli dengan orang lain, tapi dengan Zahra dia sangat berbeda, dan Zahra juga dengan mudah bisa meredakan amarah Rey. Biasanya tidak ada yang bisa lari dari kemarahan Rey semua akan bernasip tragis." gumam Verry pelan yang hanya terdengar oleh Sasa karena berada disampingnya.
" Saya rasa pak Rey memcintai Zahra pak."
Verry langsung menatap Sasa, Sasa tersenyum takut karena dia keceplosan padahal dia sendiri tahu kalau Verry mencintai Zahra.
" Ayok kita kembali ke sana." Verry mengajak Rey kembali ke tempat mereka semula dan bermaksud melanjutkan acara karena masih ada beberapa orang yang belum mendapatkan pasangan dansa termasuk mereka berdua.
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
Dongeng sebelum tidur datang 😅😅
terimakasih buat semua yang udah like,komen dan kasih vote nya 🙏🙏
jangan lupa yang banyak ya. he... he. he .....😂😂
__ADS_1