
" Ketika cinta sudah menyapa, siapa yang mampu untuk tidak menoleh? Siapa yang mampu untuk berpaling? Bahkan siapa yang mampu untuk memungkiri? "
...................................................
Happy Readding...jangan lupa likeπkomen dan vote.
..................................................
Rey berada di taman belakang dekat kolam renang di mana tempat itu sebentar lagi akan diadakan prosesi adat siraman untuk calon wanita yang akan menikah besok yaitu Kyara. Semua rangkaian acara sudah di persiapkan dengan baik. Kyara berjalan menuju tempat yang sudah di sediakan di tuntun oleh nek Gendis dan tante Linda.
Rey mengambil segelas orange jus yang ada di atas meja dekat kolam renang. Belum sempat ia meneguk jus yang ada di tangannya Rey sudah dikejutkan dengan kehadiran nenek Farhan dan Sasa.
" Nak Rayhan istri kamu dimana? " Tanya neneknya Farhan.
Rey melihat Sasa yang ada di belakang nenek. " Bukannya tadi Zahra bersama Sasa di kamar, mengapa sekarang Sasa bersama nenek tua ini. " Batinnya.
" Rayhan kamu dengar saya kan? istri kamu kemana? " Tanyanya lagi dengan suara tinggi.
" Zahra di kamar nek, dia lagi istirahat. " jawab Rey santai.
" Kamu ini suami macam apa sih, bukannya kamu temani istri kamu eh malah disini sendirian. Kamu jangan genit godain gadis gadis di sini ya? ingat kamu itu udah punya istri. Apakamu tahu kalau istri kamu itu dari pagi belum sarapan, sampai temannya yang bawakan sarapannya bukannya kamu. Sana sekarang kamu kasih istrimu makan penuhi tanggung jawabmu sebagai suami. "
" Ni nenek tua cocoknya aku sumpal juga mulutnya. Sembarangan bilang aku godain gadis-gadis. yang ada dari tadi mereka yang keganjenan." Gerutunya dalam hati. Rey sudah sangat geram dengan neneknya Farhan tetapi demi adiknya Kyara, Rey menahan amarahnya. Tanpa bersuara Rey langsung meninggalkan mereka berdua dengan pandangan sinis, Sasa yang melihatnya tertunduk takut. " Pak Rey marah gegera ni nenek cerewet, semoga aja tak terjadi apa apa dengan Zahra." batin Sasa.
Setelah kepergian Rey, Sasa melihat Very yang lagi duduk santai. Sasa berjalan mendekati Very karena tak ada lagi yang di kenalnya. Sasa memilih mendekati Very agar ada kawan ngobrol gak seperti orang bodoh clengak clengok sendirian.
" Pak Very, Sasa boleh duduk di sini kan pak, soalnya aku gak ada kawan jadi canggung rasanya pak. "
" Ya silahkan duduk, bukannya kamu tadi sama Zahra? "
" Tadinya sih iya pak, saya sama Zahra di kamar, saya turun ke bawah ngambil cemilan eh pas naik malah di bawa turun tuh sama nenek yang satu itu. Ampun dah kalau punya nenek macam tu. " mata Sasa menunjuk neneknya Farhan.
" Jadi Zahra,kamu tinggal sendiri? kasian Zahra pasti dia lagi sedih sekarang."
__ADS_1
" Ntar lagi pak Rey juga kesana kok pak nemeni Zahra, soalnya neneknya Farhan tadi marah-marah nyuruh pak Rey nemeni Zahra."
Very melihat Sasa kemudian mengambil botol minumannya dan meneguknya sampai habis.
" Pak, bapak minum? inikan masih pagi? " Tanya Sasa melihat Very yang minum banyak sekali padahal masih pagi."
" Biarkan aku minum hari ini Sa, aku lagi kepingin minum, dengan begini hatiku jauh lebih tenang. "
" Kenapa pak Very seperti ini ya, macam orang yang lagi patah hati aja. Apa jangan-jangan pak Very suka sama Zahra ya? ah masa iya sih tapi jika dilihat-lihat cara pak Very memandang Zahra memang berbeda tidak seperti saat memandangku meski ia baik pada ku tapi ia tidak mencintaiku. Ah sudahlah Sasa jangan mikir macam macam. " Sasa berkata kata dalam hatinya sementara Very terus saja asyik dengan minuman yang ada di depannya.
Β
***
Β
Rey masuk ke dalam kamarnya. Rey heran melihat kamarnya yang sudah di hias layaknya kamar pengantin baru, padahal tadi saat dia keluar sebelum ijab kabul, Kamarnya masih seperti biasa tidak ada dekorasi apapun.
Pandangan Rey kemudian tertuju pada Zahra yang duduk di depan meja rias memandangi wajahnya yang masih menggunakan pakaian pengantin dengan air mata yang membasahi pipi mulusnya. Zahra belum sadar bahwa Rey sudah masuk ke kamar dan berjalan mendekatinya.
Zahra menoleh " Saya gak lapar. " jawab Zahra sambil menghapus airmatanya.
" Aku bilang cepat makan. "
" Aku udah katakan aku tidak lapar. jadi aku tidak ingin memakannya. "
Rey mengambil potongan buah apel mengulurkannya tepat di depan mulut Zahra. " Makan! " perintah Rey.
Zahra tetap kekeh dengan pendiriannya.
Rey mendekatkan wajahnya di samping Zahra.Mengatakan sesuatu di dekat telinga Zahra. " Buka mulutmu dan makanlah, apa kamu mau aku menyuapimu dengan mulutku. " Ancam Rey.
Zahra melihat wajah Rey dari cermin mereka berdua saling pandang tetapi melalui cermin. Zahra tahu Rey gak pernah main main dengan ucapannya sehingga ia membuka mulutnya dan menggigit potongan buah apel yang di suapkan Rey.
__ADS_1
" Aku bisa makan sendiri." Zahra mendekatkan piring buah kehadapannya.
" Baguslah dengan begitu kamu tak merepotkanku lagi. " Rey berjalan menuju sofa dengan tanpa ragu ia memasukkan potongan buah bekas Zahra ke mulutnya dan memakannya.
Zahra terkejut. " Apa aku gak salah lihat. pak Rey makan buah bekas gigitanku. " batin Zahra tak percaya.
Entah mengapa seketika jantung Zahra berdebar, Zahra memegangi jantungnya dengan ekspresi yang aneh. Rey melihat tingkah aneh Zahra. " kamu kenapa? tanya Rey.
" Ti.. tidak, tidak kenapa-napa. " Zahra melanjutkan memakan buah yang ada di piring sampai habis karena jika dia tidak menghabiskannya dia takut jika Rey akan macam-macam biar bagaimana pun, walau terikat dengan kontrak tetapi mereka sekarang adalah sepasang suami istri yang sah secara agama.
Setelah Zahra menghabiskan buah yang di bawa Rey. Rey menyuruh Zahra mengganti pakaiannya dengan gamis yang sudah tergantung rapi di lemari Rey. Ada beberapa gamis yang semalam baru di pesan nenek dari toko pakaian langganan keluarga mereka.
Zahra memilih gamis polos warna hijau army dengan Jilbab polkadot yang warnanya senada. Zahra masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. sedangkan Rey masih menunggu duduk di sofa ia sudah terlebih dahulu mengganti bajunya.
Rey membawa Zahra keluar rumah dari pintu belakang agar tidak ada yang melihat. Di luar rumah sudah terparkir mobil yang telah di siapkan supir mereka.
Rey membukakan pintu. " Masuk " Perntahnya pada Zahra. Zahra masuk ke mobil tanpa bertanya karna bertanya lagi pada Rey percuma. Sedari tadi Dia bertanya kemana mereka akan pergi, Rey tak menjawabnya malah menarik paksa tangan Zahra.
Rey berjalan melingkari mobilnya kemudian duduk di kursi kemudi lalu melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Beberapa menit setelah mobil melaju ke jalan raya Rey memarkirkan mobilnya di depan minimarket. Ia masuk ke dalam minimarket tersebut meninggalkan Zahra sendiri di dalam mobil. Tak lama ia keluar dari minimarket tersebut dengan belanjaan dua kantong plastik besar di kedua tangannya di tambah lagi dengan barang belanjaan tiga kantong plastik besar yang di bawa oleh penjaga market.
Pikiran Zahra bertanya tanya untuk apa ia belanja sebanyak itu apa jangan jangan Rey mau nyulik dia sehingga membeli stok belanjaan begitu banyak.
Rey masuk kembali ke dalam mobil. Mengambil ponsel dari saku celana kemudian membuka aplikasi gogle maps. dan mengikuti petunjuk arah dari ponselnya itu.
" Pak Rey sebenarnya kita mau kemana? Bapak gak berniat nyulik saya kan? " Tanya Zahra penasaran.
" Sebentar lagi kamu juga tahu. " jawab Rey fokus mengemudi.
bersambung......
ππππππππππ
__ADS_1
Tetap dukung Author ya kalau sempat Author lanjut lagi nanti tapi ini Author ada urusan dulu jadi ceritanya gantung sabar ya Readders...salam dari Athor jangan lupa like nya dan yang belum kasih vote monggo atuh di kasih dikit dikit lama lamakan jadi bukit ππ