Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 104. Satu kesempatan


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Rey telah sampai di pelataran rumah Zahra. Mereka berdua turun berjalan masuk kedalam rumah.


Di ruang tamu Pak Arman dan Buk Neha sudah menunggu. Rey di persilakan duduk.


Suasana menjadi hening untuk beberapa detik. Zahra duduk di sebelah Mamanya, sedangkan Rey duduk di sofa dengan posisi tepat berhadapan dengan Papanya Zahra.


" Siapa tadi nama mu? " Tanya Papa memulai pembicaraan.


" Rayhan om, om bisa panggil Rey saja. " Rey mencoba mengakrabkan diri.


" Baiklah Rayhan. Perlu kamu ketahui bahwa Zahra adalah putri kami satu-satunya, dia memiliki dua orang abang tentunya kami semua mengharapkan Zahra akan selalu hidup bahagia. Dan sebenarnya kami sudah memilih calon suami untuk Zahra, anak dari sahabat kami yang juga seorang pimpinan POMPES. Namanya Salim, seorang hafis, bergelar M.A. bisa saya pastikan ilmu agamanya jauh lebih baik dari Zahra yang juga penghafal Qur'an. Saya rasa kamu pernah bertemu dengannya tempo hari pasti kamu juga tahu yangbmana orangnya. " Papa menjedah kalimatnya dengan terus menatap Rey yang mendengarkan dengan sangat tenang.


" Saya memanggilmu kemari hanya karena saya menuruti permintaan istri saya, Mamanya Zahra yang ingin memberikan kamu kesempatan. Maka dari itu saya akan memberikan kamu satu kesempatan dengan dua syarat jika kamu bisa memenuhi syarat itu saya akan merestui kamu untuk menikahi putri kami Zahra. Apakah kamu siap dengan syarat yang akan saya ajukan nanti?" Tanya Papa pada Rey.


" Insyaallah saya akan siap menerima syarat yang om berikan. " Jawab Rey mantab tanpa ragu.


" Baiklah syarat yang pertama, kamu harus membawa keluargamu besok kemari. Ingat harus keluaga asli bukan keluarga bayaran seperti yang dibawa adikmu Reza. Kami ingin mengenal lebih jauh tentang keluargamu agar kami yakin jika nantinya Zahra hidup berdampingan dengan keluargamu yang mungkin akan jadi keluarga Zahra pula. Apa kamu bisa menyanggupi syarat yang pertama ini.? " Papa Zahra langsung meminta jawaban pada Rey.


" Saya menyanggupinya Om. saya akan membawa keluarga saya kemari besok. "

__ADS_1


" Baiklah tapi kamu tidak perlu membawa adikmu serta karena saya tak ingin lagi melihat wajahnya. "


" Baik om. " Angguk Rey.


" Syarat yang kedua,


seharusnya Zahra akan menikah dengan laki-laki yang sekufu, sama-sama mencintai Qur'an dan penghafal Al-qur'an. Lelaki yang saya sudah tahu bahwa dia sangat pantas menjadi imam buat anak saya Zahra. sedangkan kamu sendiri saya tidak tahu tentang pendidikan agama yang di berikan keluargamu jadi saya belum yakin apakah kamu bisa jadi imam untuk Zahra. Jika saya meminta mu untuk menghafal Al-qur'an juga, itu sama saja berarti saya tidak memberimu kesempatan. karena saya rasa mustahil bagimu jika menghafal Al-qur'an dalam waktu kurang satu tahun. Maka dari itu saya hanya meminta kamu untuk menghafal surah Ar-Rahman, bacakan itu satu minggu lagi." Pinta Papa.


" Pa, Surah Ar-Rahman lumayan panjang, satu minggu itu waktu yang singkat, ini sangat berat bagi pak Rey Pa, " Zahra menyela ucapan Papa.


" Papa tidak memaksanya, semua pilihan dia yang tentukan jika dia tidak mau dia tidak perlu menghafalnya, dan kamu Zahra akan segera Papa nikahlah dengan Salim. " tegas Papa.


" Saya siap Om, Seminggu lagi saya akan membacakan surah Ar-Rahman di depan Om." sambar Rey tanpa spasi meyakinkan bahwa dia mampu menerima syarat dari Papanya Zahra.


" Baca dengan tartil sesuai kaidah hukum tajwidnya bukan hanya asal hafal saja. " Titah Papa kembali menjelaskan.


" Baik om. " Jawab Rey singkat.


" Saya Rasa cukup. Sekarang kamu bisa pulang untuk memulai menghafal karena waktumu tidak banyak. " Dengan kalimat halus Papa mengusir Rey. Rey pun mengerti maksud Dari Papanya Zahra.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Papa dan Mama Zahra, Rey beranjak keluar diantar oleh Zahra sampai di Teras rumah.


" Pak Rey kenapa bapak setuju dengan Syarat yang diajukan Papa?" lirih Zahra.


" Apakah aku harus merelakan kamu untuk lelaki pilihan Papamu? atau jangan-jangan emang kamu maunya begitu? Mata Rey mengintimidasi Zahra.


" Bukan begitu pak, tapi surah Ar-Rahman itu tidak sedikit, ada 78 ayat walau ada beberapa ayat pengulangan tetapi tetap saja tidak semudah yang dibayangkan untuk menghafalnya. "


" Jadi kamu meragukan kemampuan suamimu ini ya?" Rey mengukir senyum.


" Emh.. " Zahra melepas nafas kasar. " Iya aku sekarang yakin kalau pak Rey pasti mampu menghafalnya. " Zahra memainkan bibir bawahnya sedikit.


" Kok ekspresinya macam gak ikhlas gitu. senyum dong, masa mau ngantar suami pergi manyun gitu. " Rey tersenyum manis menggoda Zahra.


Zahra pun akhirnya tersenyum.


" Nah gitukan canis. "


" Apa tu canis? " tanya Zahra mengkerut kan dahi.

__ADS_1


" Cantik manis. " celetuk Rey.


Zahra tersipi malu wajahnya pun memerah membuat Rey yang melihatnya semakin gemas. ingin rasanya Rey terus menggoda Zahra tetapi situasi saat ini tak mendukung Rey takut kalau tiba-tiba orangtua Zahra keluar dan malah curiga dengan hubungan mereka. Mereka berdua kini hanya saling melempar senyum kemudian Rey pamit pergi. tak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Rey melaju sampai tak terlihat lagi oleh Zahra. Zahra masuk kembali kerumahnya seraya menutup pintu.


__ADS_2