Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 11


__ADS_3

"Alhamdulillah, akhirnya selesai," Zahra melihat jam di tangannya.


"Jam 11.45, kira kira ketiga bos itu sudah keluar belum ya? ini kan udah jam makan siang, da gak sabar ni menyumpal mulut si Rey yang sombong itu, aku da belajar keras agar bisa cepat lulus, eh malah dia seenak nya bilang pihak kampus salah kasi nilai, dasar manusia sombong".Gerutu Zahra berbicara sendiri.


"Aku coba kesana aja dulu siapa tahu mereka masih di sana," Zahra berjalan menuju ruangan Rey.


Sementara diruangan Rey,


"Yuk kita makan di Kantin dulu, udah lapar nih?" Ajak Adi pada Rey dan Very.


Very menutup laptopnya sedangkan Rey membereskan berkas - berkas di atas meja mereka baru saja akan keluar ruangan tiba-tiba,


tok.... tok.... tok...


cklek pintu dibuka.


"Boleh saya masuk pak?" ucap Zahra di depan pintu.


"Ya, ada apa Zahra? tanya Adi.


"Bapak sudah mau istirahat ya? kata Zahra lagi.


" ya baru aja mau ke kantin." jawab Adi


"Oh ya sudah pak, nanti saja saya kembali lagi." pamit Zahra.


"Emang nya ada apa Zahra?" tanya Very penasaran.


Rey hanya diam saja melihat Zahra dan kedua temannya.


"Tadinya saya mau menunjukkan dan mempersentasikan sketsa rancangan awal pembangunan hotel pak, tapi berhubung bapak-bapak mau istirahat nanti saja saya kembali lagi." jawab Zahra sopan


"Jadi sketsanya sudah selesai? Tanya Adi terkejud.

__ADS_1


"Alhamdulillah, sudah pak, Zahra menganggukkan kepalanya.


"Wow zahra, ayo cepat kemari persentasikan kepada kami, aku jadi penasaran gimana hasilnya dalam waktu setengah jam sudah kamu selesaikan." Verry bersemangat ingin mengetahui hasilnya.


"Tapi bukannya bapak bertiga mau istirahat? tanya Zahra memastikan.


"Udah istirahatnya setelah kamu selesai menjelaskan, ayo kemari!" ajak Very.


Zahra pun berjalan menuju meja Rey dan membuka gulungan rancangan di atas meja.Very dan Adi duduk di kursi, mereka sudah sangat penasaran dengan hasil kerja Zahra begitu juga dengan Rey namun Rey hanya diam saja memperhatikan Zahra.


Zahra berdiri sambil menjelaskan, tangannya menunjuk ke arah gambar yang sudah dibuatnya.


"Kita mulai dari sini ya pak, agar bangunan terlihat mewah kita tinggikan pondasi sekelilingnya, dan bagian bawah gedung masih bisa digunakan untuk tempat parkir.Hotel ini akan mempunyai lahan parkir yang luas selain ada parkiran disisi kiri juga ada yang dibawah."


"Lanjut ke lobby hotel, Disini akan kita ciptakan nuasa elegan dengan bahan bahan yang sudah saya rincikan nanti bisa bapak lihat detail bahannya, kita sediakan soffa tungu yang nyaman dan beberapa kursi santai serta meja untuk para tamu.Beberapa dinding dipasang cermin agar terlihat luas dan di pojok ruangan ini tersedia dua toilet umum pria dan wanita."


"Meetingroom ukurannya juga sudah saya gambarkan pak,saya rasa cukup luas, di sebelah ruangan ini untuk dapur, yang ini Restoran dibuat menghadap ke danau dengan 2 konsep, dalam ruangan dan luar ruangan".


Zahra terus menjelaskan dengan rinci sampai dia benar benar selesai, semua ukuran,desai ,detai furnitur dan bahan bahan material juga tertulis lengkap di sketsanya.


Plok..... plok.... plok....


"Luar biasa Zahra, rancangan mu sempurna bahkan aku saja yang biasa menanganinya tak terpikir desain seperti itu, saya sangat suka" ucap Very kagum.


"Bener, ini sangat bagus dengan waktu singkat kamu sudah menyelesaikannya dengan sangat baik Ra, tidak salah aku memilih kamu menangani proyek ini," sambung Adi.


Rey masih terdiam dia tidak tahu harus mengatakan apa " wanita ini memang luar biasa selain cantik dia juga sangat pintar" batin Rey.


"Gimana pak Rey?? saya sudah menyelesaikan tanntangan dari bapak lebih cepat setengah jam dari waktu yang bapak berikan, pak Adi dan pak Very Juga menyukainya apa bapak masih berpikir kalau pihak kampus salah memberi saya nilai? " tanya Zahra tegas.


"Ya harus saya akui kamu mampu menyelesaikannya, tapi terkadang teory lebih mudah dari pada praktek karena di lapangan nanti mungkin saja banyak kendala yang tak sesuai dengan prediksi, jadi jangan bangga hati dulu hanya karna pujian Very dan Adi" jawab Rey menatap Zahra.


"Tenang saja, saya tidak seperti bapak,Saya hanya menjelaskan apa yang saya buat,saya rasa tidak ada kalimat yang membanggakan diri dari penjelasan saya tadi. Bapak mungkin punya banyak kelebihan, bukan berarti bapak bisa merendahkan orang lain seenaknya, ingat pak diatas langit masih ada langit, tak ada yang perlu disombongkan, saya cuma menjelaskan apa yang sudah saya kerjakan, jangan bapak menyimpulkan seseorang dengan apa yang di pikiran bapak hanya karna sebuah kesalahan, tidak ada yang sempurna di dunia ini alangka baiknya jika kita mempunyai sifat saling menghargai." jelas Zahra sambil menyunggingkan senyumannya,

__ADS_1


Wajah Rey memerah karna ucapan Zahra, Very dan Adi juga melihat reaksi wajah Rey.


"Oh ya pak, hutang saya sudah lunas kan bapak juga jangan lupa untuk mentraktir kami semua makan siang bapak tinggal atur kapan harinya tak perlu bapak booking Restoran mahal.Cukup bapak bawa aja makanannya kemari saya yakin seluruh karyawan akan sangat senang di traktir pimpinan yang sangat baik hati seperti bapak," Zahra tersenyum kembali dia berbalik untuk keluar.


Wajah Rey semakin merah seperti tomat dia tadi sudah menyepelekan Zahra tetapi Zahra masih bisa berkata manis mengatakan dia pimpinan yang baik, dia tahu itu sindiran halus untuknya.


"Tunggu sebentar Zahra" panggil Verry


"Iya pak?" Jawab Zahra.


"Udah jam makan siang, bagaimana kalau kita makan siang bareng." ajak Very


"Terimakasih pak, tapi hari ini saya bawa bekal mungkin lain waktu pak, " tolak zahra lembut dengan senyum.


"Baiklah lain kali kamu harus mau! kamu berhutang janji makan siang dengan saya."


Zahra tersenyum menandakan setuju lalu dia keluar dari ruangan itu.


Hahaha..... Rey kamu harus segera telpon catring untuk mentraktir orang satu kantor ini, Adi meledek Rey


"Sumpah Di, Zahra keren banget lihat aja dia bisa bikin seorang Rafasya Raihan Ardana yang jadi inceran para gadis, mati kutu tak berkutik, wajahnya pun udah kayak tomat hahaha "


"Sialan kalian" ketus Rey


"Kalau dilihat-lihat Rey lo itu cocok sama Zahra, cuma Zahra yang berani bicara menantang lo yang lain ma pada lebay semua."


"Sembarangan lo ngomong Di, Zahra itu tercipta untuk gue, mana mau dia sama cowok dingin macam Rey"


"lo bener Ver, si Rey sadis banget ama Zahra malah pake bilang salah nilai lagi, pasti zahra sakit hati tu,kayaknya kamu harus berusaha ngambil hatinya ver biar jangan kayak si Rey" Adi memberi saran ke very


"Udah yuk kita makan lapar ni" ajak Adi lagi.


Mereka bertiga berjalan menuju kantin kantor untuk makan siang.

__ADS_1


__ADS_2