
Hari ini Rey membawa Zahra berkeliling. Zahra sangat menikmati perjalanannya bersama Rey. Senyum selalu mengembang di bibir Zahra, begitu juga dengan Rey, melihat Zahra tersenyum, Hati Rey seakan mendapatkan ketenangan sendiri. Matanya tak mau lepas memandang wajah cantik Zahra.
Satu harian mereka lewati dengan canda tawa meski perdebatan kecil masih menghiasi hubungan mereka yang aneh itu tapi walau begitu tetap membuat hari ini begitu berarti buat Rey, rasa yang tak pernah dialaminya dengan siapa pun, hanya dengan Zahra Rey merasakan kenyamanan dan kebahagiaan. Hari ini di ponsel Rey penuh dengan foto Zahra yang selalu tersenyum di antara bunga-bunga yang bermekaran sangat indah tapi bagi Rey Zahra adalah bunga yang paling indah.
Matahari mulai terbenam Rey dan Zahra kembali melakukan perjalanan pulang ke pusat kota.
drt....drt...drt....
Ponsel Zahra bergetar tanda panggilan masuk.
" Mama." Gumam Zahra lalu mengangkat panggilan itu. " Assalamualaikum ma,"
" Waalaikusalam, Zahra sehat kan nak?"
" Sehat kok ma, emangnya ada apa kok tumben sore gini mama telpon Zahra?"
" Gak apa kok sayang, Zahra lagi di mana nak?"
" Di jalan ma,?"
" Baru pulang kerja ya sayang?"
" I,,iya ma," jawab Zahra sedikit bingung gak mungkin dia bilang pulang dari Villa.
" Zahra kamu besok pulang gak nak?"
" Kok mama tiba- tiba nanyain pulang, besokkan masih hari kerja ma, Zahra harus masuk kantor."
" Zahra lupa ya, besok Lili kan menikah nak, tempo hari Zahra bilang mau ambil cuti karena pas hari kerja."
__ADS_1
" Astaghfirullahalazhiim, Zahra lupa ma, Zahra juga belum izin cuti untuk besok."
" Papa mu sibuk sekali nyuruh Zahra pulang, ni papa mau ngomong sama Zahra." Mama memberikan telpon kepada suaminya, Papanya Zahra.
" Assalamualaikum Nak." Sapa papa dari sebrang.
" Waalaikumsalam, Papa sehat kan?"
" Alhamdulillah papa dam mama sehat, Zahra pulang besok ya, tante kamu ngundang ustadz Abdul, kebetulan mereka baru kembali ke Indonesia, papa gak sengaja ketemu mereka beberapa hari yang lalu, Salim juga ikut nak, Salim nanyain Zahra, katanya dia juga pingin ketemu Zahra."
" Salim pulang ke mari pa, wah Zahra da lama banget gak jumpa Salim, tapi pa, Zahra da lama cuti besok baru masuk kerja mana mungkin Zahra cuti lagi." Zahra keceplosan bilang dia udah lama gak masuk kantor.
" Zahra cuti, cuti apa nak, kok cuti malah gak pulang."
Zahra bingung mau jawab apa." i...itu pa, kemaren Zahra sakit makanya izin gak masuk."
" Zahra sakit apa nak? kenapa gak bilang Papa sama Mama?"
" Ya udah tapi usahain pulang ya nak ini Mama kamu." Papa memberikan kembali telpon pada mama.
" Sayang kamu jaga kesehatan dong nak makannya teratur biar gak sakit."
" Iya Ma, da dulu ya Ma, Zahra sayang mama ummmuach..... Assalamualaikum.
" Waalaikumsalam."
Zahra memasukkan kembali ponsel ke dalam tasnya lalu menoleh ke arah Rey.
" Kenapa?" Tanya Rey.
__ADS_1
" Mama dan Papa nyuruh pulang besok pak, adik sepupu saya menikah, padahal besok kan da mulai kerja, kalau saya izin satu hari lagi boleh pak?"
" Boleh."
" Beneran pak?, makasih ya Pak." Zahra tersenyum sumringah.
" Tapi dengan satu syarat."
" Kok pake syarat segala sih," Zahra mencebikkan bibir merasa kecewa. " Emang apa syaratnya?"
" Kamu boleh pulang jika perginya sama saya."
" Apa? mana mungkin bapak ikut, papa pasti akan marah jika melihat saya pergi berdua dengan laki-laki yang bukan muhrim.
" Aku ini suamimu Zahra. Aku sekarang muhrimmu. Bukankah dalam ajaran kita di katakan seorang istri tidak boleh pergi tanpa seizin suaminya, yakan Zahra?"
" Tapi pak, Papa gak tahu kalau kita sudah menikah dan Papa gak boleh tahu kalau tidak tamatlah riwayatku." Zahra menghela nafas panjang.
" Ya terserah kamu keputusan ada ditanganmu Zahra, kamu mau pulang bersama ku atau tidak pulang sama sekali."
" Apa gak ada pilihan lain pak?"
" tidak, lagian aku mau melihat perkembangan proyek pembangunan hotel di desa sekalian ada hal yang ingin ku meetingkan dengan Adi. jadi kita bisa sekalian bekerja.besok pagi juga kita harus ke kantor, tadi Very mengabari bahwa ada beberapa berkas yang harus di tandatangani dan ada beberapa proyek yang harus kita selesaikan ditambah lagi lusa ulangtahun perusahaan, jadi banyak yang harus dipersiapkan semuanya dengan baik. Kita akan berangkat sekitar jam 3.
" Aku masih bingung pak mu pulang apa tidak, kasih aku waktu untuk berfikir." jawab Zahra tak bersemangat.
" Pikirkanlah dengan baik, bila perlu lakukan shalat istiqarah sama seperti saat kamu meminta petunjuk untuk bersedia menjadi istri ku atau tidak." Rey tersenyum tipis pada Zahra. Sementara Zahra melihat dengan tatapan bengong." Kok dia tahu ya dulu aku shalat istiqarah. tapi itu dulu keputusan terbaik untuk Kyara tidak untuk diriku lihatlah sekarang mau pulang saja harus minta izin dulu sama Dia." batin Zahra menggerutu. " Ya Allah Zahra bingung mau pulang atau tidak Zahra gak mau keluarga di sana curiga kalau Zahra sebenarnya melakukan pernikahan kontrak, itu akan membuat mereka kecewa dan sedih." wajah Zahra tertekuk sedih.
Rey melirik Zahra yang terlihat sedih, senyum yang tadi mengembang di bibirnya kini sudah menghilang. " Mungkin saat ini kau tidak ingin bersamaku Zahra tapi sebaliknya ntah mengapa aku selalu ingin berada di dekatmu untuk memastikan kau baik-baik saja. Jika ini yang disebut cinta, ya mungkin aku sudah mulai mencintai mu Ra, dan aku akan berjuang untuk mempertahankanmu, meski aku sendiri tak tahu apa yang akan terjadi setelah waktu tiga bulan ini berlalu." batin Rey pula.
__ADS_1
Mobil terus melaju membelah jalanan menuju pusat kota. kini keduanya melayang dengan pikiran masing-masing.
..........................