
Ceramah ustadz Hanan Attaki
" Jodoh itu cerminan diri sendiri, jangan hanya berharap dapat yang terbaik kalau kamu belum berhasil jadi versi terbaikmu.Jangan berharap tinggi, kalau kamu masih malas berbenah diri. Ibarat kamu naik kereta G tapi pingin ketemu orang yang di kereta A ya gak bisa ketemu. kamu harus naik kereta A juga biar bisa jumpa dengan orang di kalangan A,begitulah perumpamaannya. Allah jelaskan dalam Alqur'an surah An Nur : 26 yaitu : Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.”
Rey tertegun mendengar isi ceramah Ustadz Attaki. Rey berpikir gak akan mungkin dia dan Zahra bersama mereka berdua bagai langit dan bumi. Zahra seorang gadis yang sholeha sedangkan Rey sangat jauh dari agama. Rey menghela nafas dengan panjang di dalam lubuk hati, Rey tidak pernah ingin menceraikan Zahra.
Rey ingat dengan seseorang yang pernah menolongnya dulu dari sebuah kecelakaan mobil waktu Rey masih SMA. Seseorang yang mulai kejadian itu menjadi teman Rey namanya Arya dia dulu kuliah di bidang Dakwah Islam, sekarang menjadi dosen di fakultas islam ternama. Rey mencari nama Arya di kontak ponsel yang bertuliskan Ar, lalu mengirimkan pesan WA. Jika berkenaan dengan Agama temannya itu selalu memberikan nasehat walaupun nasehat itu tak dilakukan Rey, tetapi cukup membuat Rey tenang dan tidak pernah marah di nasehati malah merasa nyaman.
Rey : Assalamualaikum Ar, apa kabarnya sekarang?
Pesan Rey langsung dibaca Arya yang taklama kemudian mendapat balasannya.
Ar: Alhamdulillah sehat Han, lo sendiri pakabar?
Rey : Aku sehat, Ar lo ada waktu gak? ada yang ingin aku tanya sedikit.
Ar : Aku lagi nyantai kok, emangnya ada apa?
Rey : Tadi aku dengar ceramah ustadz Hannan Attaki di youtube, dia bilang perempuan baik itu untuk lelaki yang baik dan perempuan yang buruk untuk laki laki yang buruk pula,benar itu Ar?
Ar : Betul Han, itu bukan kata ustadz tapi Allah sendiri yang mengatakannya dalam Alqur'an Surah An Nur ayat 26 . Tumben lo tanya tentang jodoh bukannya lo gak mau nikah?apa jangan jangan sekarang lo lagi jatuh cinta ya Han? hehehe..
Rey : Sepertinya begitu.
Ar : wah berita bagus ni. Siapa gadis yang udah bisa buat kamu meruntuhkan prinsip2 mu itu? aku penasaran 🤔 lamar aja langsung Han gak usah pacaran, dosa.
Rey : Aku udah menikah dengannya Ar.
Ar : Serius lo Han? kok lo gak ngabari sih? kan gua bisa datang ke acara pernikahan lo. Slamat ya Han moga menjadi keluarga Samawah.
Rey : Tapi masalahnya kami menikah hanya sebatas kontrak, hanya karena Kyara. Kyara hanya bisa menikah jika aku menikah terlebih dahulu itu syarat dari keluarga suaminya. Dan setelah 3 bulan aku harus menceraikannya.
Ar : Kenapa bercerai? pernikahan kalian itu tetap sah dan jika lo mencintainya lo harus pertahankan gadis itu Han.
__ADS_1
Rey : Tapi Ar dia gak mencintaiku. Lagian kami sangat jauh berbeda dia gadis yang sholeha, berhijab sedangkan aku lo tahu sendirikan Ar, setelah aku mendengar ceramah ustadz tadi udah jelas kami gak mungkin berjodoh.
Ar : Ya sudah kalau begitu setelah masa kontraknya habis ceraikan saja dia. bereskan?
Rey : Aku mencintainya Ar, aku ingin selalu bersamanya, sebelumnya aku gak pernah seperti ini. Tapi aku juga sadar kalau aku gak pantas untuknya.
Ar : Kalau begitu mulai dari sekarang pantaskan diri lo untuk gadis itu Han.
Rey : Caranya?
Ar : Perbaiki dirimu? bertobatlah, dan dekatkan diri pada Allah, tapi ingat niatkan semua karena Allah. Jika lo ingin hidup bersama gadis itu mintalah di sepertiga malam saat selesai shalat tahajud. itu waktu mustajab untuk berdoa.
Rey : Tapi aku gak tahu caranya Ar.
Ar : Gak ada kata terlambat untuk belajar, lo bisa download aplikasi tentang agama, ibadah, belajar Alqur'an dan yang lainya sekarang udah gampangkan Han, jika nanti ada yang gak jelas dan gak lo mengerti lo bisa tanya gua.
Rey : Makasih ya Ar, lo memang sohib terbaik gua.
Ar : Oke Han gua doain semoga Itu gadis segera jatuh cinta sama lo, dan jangan lupa sampaikan salam gua ya! penasaran gua sama tu cewek hebat yang udah bisa melelehkan gunung es macam lo Hehehe....
Ar : Waalaikumsalam.
Rey langsung membuka aplikasi tentang belajar Sholat baik yang wajib maupun yang sunnah, kemudian Rey pun mendownload beberapa aplikasi lain seperti belajar membaca Alqur'an, Alqur'an dijital, dan beberapa apliksi tentang agama lainnya. setelah selesai Rey memasukkan ponselnya ke saku celana kini hatinya mulai tenang. Rey beranjak keluar dari ruang kerja kembali menuju ke kamarnya.
Rey masuk ke dalam kamar, melihat Zahra yang sudah tertidur. Saat Rey menarik selimut untuk menyelimuti Zahra terdengar suara dari mulut Zahra dengan mata yang masih terpejam.
" Maafkan Zahra Ma, Pa,Zahra mohon jangan tinggalkan Zahra, mafkan Zahra Ma, maafkan Zahra pa." Kata kata itu berulang kali di katakan Zahra. Zahra mengigau.
Rey mencoba membangunkan Zahra dari igauannya dengan mengguncang tangan Zahra. Betapa terkejutnya Rey saat menyentuh tangan Zahra yang terasa panas. Rey meletakkan tangannya di dahi Zahra. suhu badan Zahra terasa sangat panas, Zahra demam tinggi. Rey menepuk nepuk lembut pipi Zahra untuk membangunkan Zahra.
" Ra, Ra, bangun Ra, buka matamu Zahra." berulang kali Rey memanggil Zahra tetapi Zahra tidak bangun juga walau Zahra sudah tidak mengigau lagi tapi matanya masih tetap terpejam meski sudah ditepuk- tepuk Rey.
Rey panik melihat Zahra yang tidak sadarkan diri juga. Merasa hatinya gelisah Rey menggendong tubuh Zahra dan membawanya keluar kamar.
__ADS_1
" Nenek, bibik,mang Diman!" teriak Rey berulang kali sambil menuruni anak tangga dengan menggendong Zahra.
Nenek dan sebagian keluarga yang lainya juga keluar kamar mendatangi Rey yang teriak teriak di tengah malam.
" Rey Zahra kenapa? " tanya nek Retno.
" Zahra demam tinggi nek, dia juga gak sadarkan diri. Cepat suruh bibik manggil mang Diman nek kita bawa Zahra ke rumah sakit."
Nenek memerintahkan bibik memanggil mang Diman. Sementara nek Gendis dengan sigap mengambil kunci mobilnya dan berlari ke garasi membukakan pintu mobil untuk Rey dan Zahra.
" Pake mobil nenek aja Rey." tawaran dari nek gendis di jawab dengan aggukan Rey yang sedari tadi terlihat panik.
Mobil melaju dengan kencang menuju Rumah Sakit milik Rey.
Sesampainya di rumah sakit Rey turun membawa Zahra ke ruang UGD. Tak lama kemudian Zahra langsung masuk ke ruang ICU. Dokter masih memeriksa Zahra sementara Rey terlihat sangat khawatir memikirkan keadaan Zahra.
Dokter keluar dari ruangan yang segera disambut dengan pertanyaan dari Rey.
" Bagaimana keadaanya dok?"
" Pak Rey, apakah istri anda punya riwayat penyakit epilepsi?" tanya dokter yang memang sudah sangat mengenal Rey sekeluarga.
" Maksud Dokter?"
" Begini pak Rey, dari hasil pemeriksaan saya sementara saya menduga bahwa nona Zahra itu mengalami tekanan akhir akhir ini dan tekanan itu semakin bertambah sehingga membuat saraf di kepala non Zahra tidak bekerja dengan baik. Seorang yang mengidap epilepsi, tekanan itu membuat kepalanya sakit, juga bisa membuat kehilangan kesadaran pada kasus yang serius bisa terjadi pecahnya pembulu darah yang akan mengakibatkan kelumpuhan atau bahkan kehilangan nyawa dari si pasien itu sendiri. Tapi ini masih analisa saja semoga non Zahra tidak memiliki riwayat penyakit itu. Kalau begitu saya permisi dulu pak Rey saya harus menghubungi dokter spesialis neurologi agar lebih jelas." Dokter meninggalkan Rey dan yang lainnya.
Setelah selesai di berikan obat Zahra belum juga sadar. Karena rumah sakit ini milik Rey jadi Rey diizinkan bisa menunggu Zahra di dalam kamar tapi hanya satu orang saja sehingga Nek Retno dan Nek Gendis beserta beberapa keluarga lainnya pulang kembali kerumah keluarga ARDANA.
Rey duduk di bangku samping Zahra tangannya menggenggam tangan Zahra. Melihat wajah Zahra yang begitu pucat membuat Rey sangat takut kehilngan Zahra.
" Maafkan aku Zahra kau seperti ini karena diriku, sadarlah Zahra aku janji tidak akan berbuat kasar lagi. Aku mencintaimu Ra, bangunlah kumohon bangun." Air mata Rey menetes jatuh ketangan Zahra. Lama Rey menunggu Zahra sadar sampai dia ketiduran dengan posisi duduk yang sama kepala berada ditempat tidur di samping Zahra masih menggenggam tangan Zahra.
Rey Terbangun jam setengah tiga masih melihat Zahra belum sadarkan diri, Rey bangkit dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu kemudian Rey membentang sajadah yang sudah disediakan perawat karena tahu Rey akan menginap dirumah sakit jadi semua barang yang kira kira di butuhkan langsung disediakan malam itu juga.
__ADS_1
Rey melaksanakan shalat tahajud dua Rakaat ini pertama kalinya ia kembali melaksanakan Shalat. Setelah selesai Shalat Rey bermunajat kepada Allah. Di dalam doanya ia meminta agar Zahra segera sadar. Dia juga mengikhlaskan jika memang dia dan Zahra harus berpisah nantinya yang Rey harapkan sekarang hanyalah kesehatan Zahra supaya segera siuman dan tidak terjadi sesuatu hal yang buruk.