
Rey sampai di kediaman Ardana pukul 18.00 WIB. Ia langsung ke kamarnya tanpa memperdulikan nenek yang menyapanya saat berjalan melewati nenek.
Di kamar Rey membuka sepatu, jas, dan kemejanya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Rey berendam untuk mendinginkan dirinya yang kini kacau memikirkan apa yang akan terjadi antara Very dan Zahra setelah Very mengungkapkan perasaannya ke Zahra, apakah Zahra akan menerima Very atau malah menolaknya.
Satu jam setengah berlalu nenek masuk ke kamar Rey tetapi nenek tidak melihat Rey. Rey masih berada di kamar mandi.
Nenek mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil Rey.
" Rey ayok kita makan malam, nenek sudah menyiapkan makanan kesukaan mu. "
Tetapi tak ada jawaban.
" Rey ayolah sayang temeni nenek makan. "
" Makanlah nek, Rey gak lapar. " Teriak Rey dari dalam kamar mandi.
Nenek tahu benar sifat Rey cucunya yang tidak bisa dipaksa akhirnya nenek mengalah keluar dari kamar Rey.
Merasa sudah enakan Rey pun selesai berendam ia keluar dari kamar mandi dan memakai piyama tidurnya. Kemudian menghempaskan dirinya ke tempat tidur. Ia memejamkan matanya tetapi kembali wajah cantik itu terlihat. Ya wajah cantik seorang gadis yang kini telah terpatri di ingatannya yaitu Zahra Asyila Sarfaraz, gadis sholeha yang juga di cintai oleh sepupunya Very.
Rey membuka matanya ia duduk bersila dan mengambil foto di atas nakas samping tempat tidurnya. Foto dia bersama mamanya saat kecil. Rey memandangi foto itu.
" Mama Rey kangen mama, " Airmata Rey jatuh, ia sangat merindukan mamanya.
" Kemaren Rey bertemu dengan tante Neha dia mamanya Zahra. Tante Neha mengingatkan Rey pada mama, kalau mama masi ada pasti Rey akan merasakan kasih sayang seperti yang di berikan Tante Neha pada anak-anaknya dan mungkin Rey akan seperti Very yang bisa dengan mudah mengungkapkan isi hatinya karena ia selalu dilatih terbiasa mengeluarkan apa yang di rasakannya dengan bercerita pada mamanya. Tapi Rey ma? Rey hanya bisa mandang wajah mama di foto ini, Allah gak adil sama Rey kenapa Allah harus ambil mama,kenapa Allah gak ambil Rey juga." Airmata Rey terus mengalir deras.
" Mama tahu sejak berjumpa dengan Zahra Rey merasakan Rey punya semangat hidup. berada di dekatnya Rey gak butuh alasan untuk tersenyum bahkan tertawa. Tapi kini Rey harus sadar Allah gak akan biarkan Rey bahagia. Hari ini Very juga mencintai Zahra dan dia akan mengungkapkan isi hatinya, Rey gak mau jadi orang ke tiga ma, cukup mama saja yang merasakan sakit di khianati papa. Rey gak ingin Rey melukai saudara Rey sendiri tapi Rey juga gak tahan jika melihat Zahra bersama orang lain.Rey gak tahu kenapa hati Rey terasa sakit ma, Rey mohon bawa Rey bersama mama. " Rey begitu rapuh dibalik sosok seorang laki-laki tampan bertubuh atletik bersikap dingin ternyata ia menyimpan begitu banyak rasa sakit yang hanya mampu di luapkannya di depan foto mamanya.
Rey memeluk foto itu dan berbaring mencoba memejamkan matanya. ternyata sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikannya diam-diam di delcela pintu kamar yang sedikit terbuka. sepasang mata itu milik wanita tua yang juga ikut menangis tak tahan melihat kesedihan yang dialami cucunya.
Nenek Retno kembali ke kamarnya lalu mengambil air Wudhu'. jika sedang sedih nenek selalu meluapkan keluh kesahnya di atas sajadah. Nenek Retno melaksanakan sholat Hajad dua rakaat.
Setelah selesai shalat nenek masih duduk bersimpuh bermunajad kepada sang pencipta.
" Ya Allah berikanlah kebahagiaan kepada cucu-cucuku. Hal yang kutakutkan selama ini terjadi, cucuku Rey dan Very mencintai wanita yang sama yaitu Zahra. Aku juga sangat menyukai Zahra tadinya hamba ingin menjodohkannya dengan Rey tetapi ternyata Very sudah terlebih dahulu mengatakan cintanya pada Zahra. keduanya adalah cucuku dan aku ingin keduanya bahagia. siapapun yang berjodoh dengan Zahra baik itu Very atau Rey aku hanya meminta semoga yang lainnya bisa berlapang dada menerimanya tanpa harus menahan rasa sakit yang berkepanjangan. Berikanlah jalan yang terbaik dekatkan lah jalan jodoh bersama Zahra untuk salah satu dari kedua cucuku baik itu Very atau pun Rey. perkenankanlah doa Hamba Mu Ini. Aamiin. Nenek mengusap wajahnya dan juga air mata yang mengalir di pipinya. Hal yang sangat berat baginya dia tidak bisa memilih antara Very dan Rey keduanya ia sayangi ia hanya berharap semoga keduanya akan bahagia walaupun tak berjodoh dengan Zahra. Tetapi hati kecil nenek ingin Rey lah yang berjodoh dengan Zahra karena setelah mengenal Zahra nenek melihat perubahan positif di kehidupan Rey, dan cuma Zahra yang bisa meluluhkan hati cucunya itu.
***
Rey sudah lebih baikan pagi ini. Ia turun menuju meja makan untuk sarapan bersama nenek. Rey merasa lapar karena dari tadi malam belum makan.
__ADS_1
" Pagi nek!" sapa Rey sambil menarik kursinya.
" Pagi sayang, Ayuk kita makan nenek udah masakin nasi goreng spesial untuk cucu nenek yang paling ganteng ini. " nenek tersenyum Rey pun juga tersenyum sedikit.
Ditengah asyiknya makan Very datang.
Assalamualaikum nek, Very boleh ikut sarapan kan nek? " Tanya Very sambil menarik sebuah kursi di depan nenek.
" Boleh lah, ayuk kita makan, nenek dan Rey juga baru makan nih. mama kamu mana Ver? gak ikut? " tanya nenek.
" Mama pergi sama papa nek, katanya mau ke rumah koleganya papa gitu." jawab Very.
Kini ketiganya makan dengan tenang tak ada lagi yang bercerita nenek sesekali memperhatikan kedua cucunya yang satu makan dengan sangat bersemangat sepertinya ia sangat bahagia dan yang satunya lagi makan hanya sekedar mengisi perut, tidak berselera sama sekali padahal sarapan dengan menu paforitnya.
Setelah selesai makan nenek membereskan meja makan bersama kedua pembantunya sedangkan Rey menuju ruang keluarga dan di ikuti oleh Very.
Rey duduk di sofa dan memencet tombol TV. Very juga duduk di samping Rey.
" Rey nanti malam kamu datangkan ke Grand Opening Cafe nya Vano? " tanya Very.
" Aku belum tahu Ver, sepertinya aku malas, kayaknya ni malam mau rebahan aja di kamar. " Jawab Rey tanpa melihat Very.
" Ayolah Rey, Vano kan rekan bisnis kita , masa gak datang."
" Nanti gua pikirkan lagi, eh ya jadi semalam lo nembak Zahra? "
" Trus lo di terima? " tanya Rey penasaran.
" Zahra minta waktu, dia semalam curhat kalau dia pernah gagal menikah sampai dua kali itu membuat dia masi trauma sehingga ia butuh waktu untuk menuju hubungan itu lagi."
" Jadi kalian sekarang pacaran? "
Very menggeleng
" Lo masi ingat gak kata mamanya Zahra kemaren? Zahra tu gak mau pacaran jadi dia mau kita jalani aja dulu untuk mengenal satu sama lain nanti kalau dia udah siap aku akan langsung melamar dia Rey. "
" Oh begitu, " ntah mengapa hati Rey merasa lega.
" Tapi gua yakin Rey, Zahra pasti mau nerima gua soalnya ni malam aja gua ngajak dia ke Grand openingnya Cafenya Vano dia mau, berarti udah ada lampu hijau, kencan pertama malam ini. " Very tersenyum.
" Jadi ntar malam lo sama Zahra perginya?"
" Ya sih, tapi dia ngajak Sasa karena sekarang kan Zahra tinggal sama Sasa jadi dia gak enak katanya. "
" Hahaha itu ma sama aja bukan kencan namanya. " Rey kini tertawa dia merasa senang mendengar perkataan Very yang juga akan membawa Zahra nanti malam membuatnya jadi bersemangat untuk pergi juga ke acara cafe baru Vano.
" Ya kan kencan juga itu, udah ah gua pulang aja. "Very kesal karena di tertawakan Rey, ia pun pergi meninggalkan Rey dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
................
Flash back
**Di Wahana Bermain Very bersama Zahra.
Ra ada yang ingin Saya katakan ke kamu. " kata Very serius.
Zahra memiringkan sedikit posisi duduknya dan memandang Very.
" Bapak mau bilang apa? "
" Saya mencintai mu Ra, dari awal kita berjumpa saya sudah menyukai mu, aku ingin menjalani hidupku bersama mu Zahra, kamu mau kan menjadi Istriku?" Ucap Very*.
Zahra terdiam ia sama sekali tak menyangka bahwa Very mencintainya sementara baru beberapa jam yang lalu dia tahu sahabatnya Sasa mencintai Very. Zahra tidak mungkin menghianati sahabatnya sendiri.
Zahra masih saja terdiam pikirannya berkecamuk. Ia berkata-kata dalam hatinya.
" Bagaimana ini, pak Very lelaki yang sangat baik, tampan, perhatian dan sangat sempurna pasti akan sangat mudah mencintai lelaki sepertinya tetapi aku gak mungkin menerimanya sedang aku tahu kalau Sasa juga mencintainya. Aku gak boleh egois aku harus menolaknya, tapi apa yang harus aku katakan aku gak mungkin bilang kalau aku gak bisa nerima dia karena Sasa juga mencintainya, ia kalau dia terima kalau tidak dia mungkin akan jauhi Sasa ak........"
" Ra, Ra, kenapa kamu diam, apa kamu tidak menyukaiku?. "Tanya Very bingung melihat Zahra diam terpaku sehingga membuyarkan lamunan Zahra.
" Bu... bu..bukan begitu pak?" jawab Zahra gugup.
" Jadi apakah kamu Mau menjadi istriku Zahra?.
" Bapak tidak mengenalku, saya punya masalalu yang buruk. Sebenarnya saya sudah hampir menikah tapi pernikahan gagal dan itu terjadi sampai dua kali. Hal itu membuat orang-orang mengatakanku wanita tidak benar bahkan ada yang bilang wanita pembawa sial yang membuat keluargaku menjadi malu. "
" Zahra, aku gak peduli tentang masalalu mu, sekarang aku hanya ingin menjalani masadepan bersama mu. "
" Tapi saya masih trauma pak dengan kejadian itu. saya takut jika itu terulang lagi. saya belum bisa membuka hati saya pak, saya takut. lagian kita juga baru kenal, bapak belum mengenalku sepenuhnya akan lebih baik bila kita berteman dan jalani aja seperti ini jika ternyata kita berjodoh pasti Allah akan memudahkan jalan bagi kita pak. " jawab Zahra.
" Baiklah jika itu yang kamu inginkan, kita akan lebih mengenal satu sama lain jika kamu sudah bisa membuka hati untukku kamu harus segera katakan ya Ra, saya akan langsung melamarmu. " Very memberikan senyum manisnya.
Zahra mengangguk dan membalas senyuman Very dengan sedikit tersenyum, ia gak mungkin mengkhianati temannya sendiri meskipun ia tak bisa memungkiri bahwa berada di dekat Very membuatnya sangat nyaman.
" Besok malam Vano mengundang ke Grand Opening Cafe barunya kamu ikut ya Ra, nanti saya jemput kamu jam 7."
" Saya boleh ajak Sasa ya pak? soalnya sayakan sekarang tinggal di rumahnya dan kita biasa kemana mana bareng apalagi besok malam sebenarnya Sasa ngajak jalan-jalan jadi saya gak enak pak jika batali gitu aja. " Pinta Zahra.
" Emh baiklah. "
Zahra tersenyum mendengar jawaban Very waktu semakin sore kini mereka berdua berjalan menuju parkiran untuk pulang kerumah.
__ADS_1
Flash back of