
Mohon maaf semuanya karena jaringan yang tidak bagus sehingga terupload sampai tiga kali. Author sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu udah coba author hapus tetapi tetap tidak bisa. tapi jangan hujat author dong tolong hargain juga jerih paya author yang udah nyempati up ditengah kesibukan.niat mau menghibur eh malah di hujat karena da buat readers kecewa 😢. Tapi author gak tahu kenapa bisa sampai terulang 3 kali maaf udah buat readers semua kecewa jadi untuk mengobati kekecewaan readers author upload satu episode lagi ya. Author tulis dalam waktu +- 1 jam. Jadi dukung author terus ya. 👍👍
Happy reading**....
.....................................................
Cuaca hari ini sangat cerah, Rumah ARDANA dipenuhi dengan tamu-tamu yang berdatangan baik dari golongan saudara, kerabat maupun tetangga. Acara ijab kabul kali ini sangat meriah berbeda sekali dengan semalam yang sangat sederhana.
Kyara sudah di dandani bak putri raja, Wajahnya sangat cantik tetapi Kyara tidak menggunakan hijab seperti Zahra. Rambutnya disanggul dan di hiasi melati putih.
Mempelai pria beserta keluarga sudah berada di ruang ijab qabul. Ruangan yang sama dengan ruangan yang di pakai saat prosesi ijab qabul Rey dan Zahra.
Jika semalam Rey menikah kali ini dia malah menikahkan adiknya. disaksikan para tamu Rey duduk di depan Farhan. Tuan kadi memberi aba-aba untuk memulai prosesi ijab qabul. Rey dan Farhan pun berjabat tangan.
" Saya nikahkan adik saya Kyara binti..... "
" Tunggu dulu! " ( teriak nyonya Raudah menghentikan perkataan Rey)
" Tuan kadi maafkan saya tapi saya ingin berbicara terlebih dahulu dengan buk Retno dan nak Rey sebelum acara akad ini berlangsung, bapak bisa tunggu sebentarkan.? " tanyanya lagi.
" Oh iya nyonya silahkan. " Jawab tuan kadi.
Nenek Retno dan Rey mengikuti nyonya Raudha sementara Farhan dan juga keluarga nya yang lain bingung dengan apa yang dilakukan neneknya itu.
" Ohya Zahra kamu juga ikut." Ajak Nyonya Raudha lagi.
Zahra pun mengikuti mereka bertiga berjalan keruang keluarga.
" Sebenarnya ada apa ini nyonya Raudha? kenapa nyonya menghentikan pernikahan ini.? tanya nek Retno bingung.
nyonya Raudha memberikan selembar kertas. " pernikahan ini hanya akan berlangsung jika Rey dan Zahra menandatangani surat ini. "
" Surat apa ini nyonya. "
" surat perjanjian. "
" Perjanjian apa? " tanya Rey.
" Nak Rey jangan kamu pikir kamu bisa mengakali orangtua seperti ku, aku tahu kamu menikah dengan Zahra hanya untuk memenuhi syarat dari ku kan agar adikmu Kyara bisa menikahi cucuku Farhan."
Rey, nenek dan Zahra hanya bisa diam terpaku tak tahu mau memberi jawaban apa.
__ADS_1
" Aku gak peduli dengan pernikahan kalian yang aku pedulikan adalah nasib pernikahan cucuku. Aku gak ingin pernikahan yang kalian jadikan permainan ini berdampak negatif pada Farhan. Maka aku menyiapkan kontrak perjanjian yang isinya selama tiga bulan kalian tidak bisa bercerai dan selama itu pula kalian harus tinggal satu atap selayaknya suami istri. jika kalian tidak menandatanganinya maka pernikahan ini harus di batalkan. "
Nenek Retno melihat Zahra yang diam menunduk kebawah ia merasa sangat kasihan dengan Zahra.
" Rey dan Zahra tidak akan menandatangani surat itu. mungkin Kyara dan Farhan memang tidak berjodoh jika anda ingin membawa Farhan pulang silahkan tapi aku tidak akan pernah mengorbankan kebahagiaan gadis lain demi kebahagiaan cucuku Kyara. " dengan tegas nek Retno mengatakan pada nyonya Raudha.
" Baiklah kalau begitu kami akan pergi. " nyonya Raudha hendak berjalan meninggalkan ketiganya.
" Tunggu! " Ucap Zahra yang membuat langkah kaki nyonya Raudha terhenti.
" Kami akan menandatanganinya. " Lanjut Zahra lalu mengambil selembar kertas dan sebuah pena dari tangan nenek Retno. Zahra pun menandatanganinya kemudian ia memberikannya pada Rey. Kedua pasang netra itu kembali bertemu yang kemudian di putus oleh Zahra yang memberikan kode mata menyuruh Rey untuk tanda tangan. tanpa berkata -kata Rey pun menandatanganinya.
Kini Rey dan Zahra terikat kontrak pernikahan dimana mereka akan menjadi suami istri selama tiga bulan lamanya. setelah itu Mereka semua kembali keruangan ijab Kabul.
Prosesi ijab kabulpun di mulai.
Sah... sah... sah....
Terdengar suara saksi mengesahkan pernikahan Kyara dan Farhan. Mereka sekarang sudah resmi menjadi suami istri.
" Zahra, maafkan nenek gara gara keluarga nenek kamu jadi menderita harus menjalani pernikahan kontrak ini. " kata nek Retno meneteskan air mata. "
" Nek ini bukan salah nenek, semuanya sudah di takdirkan oleh Allah. Zahra juga sudah menikah dengan pak Rey jika tadi kami tidak setuju dengan yang dikatakan neneknya Farhan maka yang kami lakukan juga sia-sia nek. " jawab Zahra.
***
Sore hari menjelang malam setelah menjalankan ibadah Sholat magrib Rey dan Zahra masih berada dalam satu kamar. Biasanya mereka selalu berdebat tapi tidak ini hari, kini keduanya menjadi canggung.
Rey dan Zahra memakai baju cuple untuk acara resepsi pernikahan Kyara. Tetapi untuk kali ini Rey dan Zahra tidak ikut disanding di pelaminan karena atas permintaan nenek Retno yang mengatakan ia ingin mengadakan Resepsi pernikahan juga untuk Rey dan Zahra. Permintaan itu di setujui nyonya Raudha.
" Ini pakailah. nenek menyuruhmu untuk memakainya malam ini. " Rey memberikan seperangkat perhiasan kepada Zahra yang masih duduk di depan meja rias.
Zahra mencoba memakai kalung yang diberikan Rey tetapi ia kesulitan untuk memakainya. Rey yang memperhatikannya tak sabar melihat Zahra yang dari tadi tak bisa bisa. Hatinya memaksa ia mendekati Zahra dan memasangkan kalung di leher Zahra. Netra mereka kembali bertemu lewat cermin meja rias kemudian Rey memegang tangan Zahra dan memakaikan gelang. Hati Zahra berdebar kencang ada debaran kuat yang ia rasa saat Rey menyentuh tangannya untuk memasangkan gelang dengan sangat lembut.
" Maafkan aku yang membawamu ke dalam masalah keluargaku. Apapun yang kau pinta Zahra aku pasti akan memberikannya karena kamu sudah sangat berjasa menyelamatkan pernikahan Kyara." kalimat yang di ucapkan Rey terdemgar sangat lembut.
Zahra menggeleng." Aku ikhlas melakukannya pak. Aku gak ingin apa pun, aku hanya ingin melihat Kyara bahagia menikah dengan lelaki yang di cintainya."
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri Zahra? kamu malah menikah dengan orang yang paling kamu benci bagaimana mungkin kamu akan bahagia? "
Zahra terdiam sejenak kemudian ia menjawab pertanyaan Rey. " Pak aku akan bahagia jika aku bisa membuat orang lain bahagia. Setidaknya hidupku bermanfaat bagi orang lain. "
" Kalau begitu tersenyumlah, kau terlihat sangat cantik jika tersenyum. "
Zahra pun tersenyum dengan sangat cantik.
" Gimana pak? aku udah kelihatan cantikkan sekarang? " tanya Zahra dengan senyum merapatkan gigi putihnya.
Rey pun ikut tersenyum melihat Kelakuan Zahra. " Sudah lama aku tidak melihat senyuman mu ini. Kau terlihat sangat manis Zahra. "
Pujian yang dikatakan Rey membuat pipi Zahra merah merona.
" Apalagi jika pipimu memerah seperti itu kau semakin menggemaskan. " Rey sudah hampir mencubit kedua pipi Zahra tetapi Zahra mengelak.
" Eits jangan macam macam pak walau kita berteman tapi bapak harus ingat perjanjian kita di surat kontrak yang pertama, bapak jangan meminta hak apapun."
" Ya ya tapi aku gak janji. "
" Gak janji gimana? "
" Bisa ajakan aku khilaf. "
Pak Rey." Buk.. buk... buk... Zahra memukuli Rey.
" Adu Ra, Sakit. " teriak Rey.
Zahra pun ngos- ngosan mukuli Rey yang kekar malah Rey nya seperti pasrah dan merasa senang. ia teriak sakit sambil tertawa.
" Capekkan tangannya sini aku pijitin. " Goda Rey.
" Awasya kalau berani. " Ancam Zahra.
" Iya iya. Sekarang kita ke hotel aja yuk? " Ajak Rey.
" Ngapain? " Tanya Zahra curiga.
" ya ke pesta pernikahan Kyara dong Zahra kamu pikir mau ngapain? "
" Oh, " Zahra tersenyum dan mengangguk mengiyakan. "
__ADS_1
Keduanya pun tersenyum mereka berjalan keluar untuk segera berangkat ke Ardana Hotels tempat resepsi pernikahan Kyara dan Farhan di gelar.