
Dua hari telah berlalu kini Zahra kembali bekerja. Setibanya di kantor ARDANA GRUP beberapa karyawan yang telah hadir duluan heran melihat Zahra. Selama dua hari Zahra tidak masuk mereka mengira bahwa Zahra telah di pecat. Lani juga berpikir seperti itu.
Lani mendatangi Zahra.
" Hei wanita genit, mau apa lagi kamu ke kantor ini? " Lani menarik tangan Zahra dari belakang.
" Saya mau bekerja buk. " Jawab Zahra santai.
" Ternyata selain genit kamu juga tidak tahu malu ya? sudah dipecat masih aja kemari. "
" Maaf buk, tapi siapa yang di pecat?? " Zahra bertanya lagi karena heran dengan ucapan Lani.
" Bukankah tiga hari yang lalu kamu sudah di pecat Rey, jadi untuk apa kamu kemari lagi ha? "
" Oh itu, saya beri tahu ya ke ibuk, saya sama sekali gak pernah dipecat, malah saya di kasih cuti dua hari sama pak Rey, enak kan buk?. " Zahra tersenyum pada Lani, ia pun pergi masuk ke ruangannya meninggalkan Lani.
" Sial, ternyata dia tidak dipecat, awas kamu akan ku buat kamu tidak akan bisa bekerja di kantor ini lagi. " Lani mengepalkan tangannya karena geram, wajahnya pun memerah.
Zahra memasuki Ruangan Rey.
" Assalamualaikum pak, selamat pagi " Zahra menyapa Rey dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
" Zahra, kamu udah sehat? " tanya Rey.
" Alhamdulillah sudah pak, saya mau memberitahukan ke bapak bahwa party untuk malam ini sudah saya persiapkan sesuai arahan bapak. Pagi ini saya mau izin untuk mengawasi langsung dekorasi di ARDANA Hotel pak."
" Baiklah, kamu ajak saja teman kamu siapa itu namanya?." tanya Rey.
" Sasa pak." jawab Zahra.
" Ya Sasa, nanti Very dan Lani juga akan kesana untuk membantu persiapannya."
" Baik pak, kalau begitu saya permisi. " Zahra keluar dari ruangan Rey dan menemui Sasa. mereka berdua pergi menuju ARDANA HOTEL.
__ADS_1
#######
Lani dan Jeny menyusul Zahra ke Hotel, Berhubung Very masih ada urusan dengan klien di kantor PRIMA GRUP yang akan mengadakan Party di ARDANA Hotel, Lani mengajak Jeny, ia mengatakan pada Rey bahwa ia akan membantu Zahra dan Sasa, padahal sebenarnya dia sudah berencana buruk pada Zahra.
pukul 17.00 Persiapan Party sudah hampir selesai. lokasi di dekat kolam renang dengan dekorasi yang elegan membuat tempat itu menjadi sangat indah dan menakjubkan. Lani menyuruh Zahra untuk memasang beberapa lampu hias agar semakin berkesan mewah dengan lampu-lampu yang bentuknya juga sangat antik.
Zahra mengambil tangga. tadinya ia ingin menyuruh pihak dekorasi untuk memasangkan lampu-lampu yang di berikan Lani tetapi Lani malah menyuruh Zahra memasangkannya sendiri.
Akhirnya Zahra memasang lampu- lampu itu sendiri sudah tiga buah lampu di pasangnya, kini dia akan memasang lampu yang ke empat. Zahra menaiki tangga yang bautnya sengaja di longgari oleh Lani dan Jeny. Saat Zahra menaiki tangga ternyata Rey sudah datang. Rey melihat Zahra yang sedang memasang lampu hias, ia tersenyum tipis melihat Zahra yang bekerja dengan penuh tanggung jawab.
Satu dari Baut tangga terlepas sehingga membuat tangganya miring, Zahra yang ada di atasnya pun menjadi oleng dan akan terjatuh. Rey yang berada tak jauh dari Zahra langsung berlari menangkap Zahra agar tidak terjatuh.
Zahra memejamkan matanya karena dia tahu akan terjatuh, tetapi seseorang menangkapnya sehingga dia tidak terjatuh, Zahra membuka matanya dia melihat dirinya berada di pangkuan Rey dengan kedua tangan memegangi leher Rey. Kedua pasang bola mata itu bertemu membuat jantung keduanya berdetak kencang.
Zahra menundukkan matanya sehingga Rey tersadar dan menurunkan Zahra.
Lani melihatnya semakin geram. apa yang di rencanakannya tak sesuai dengan yang di bayangkannya.
" Buk,kok bisa ada pak Rey sih, kan Zahra gak jadi celaka. " Ucap Jeny yang juga ikutan kesal.
Seketika Rey dan Zahra diam tanpa kata, mereka berdua menjadi canggung. Rey melihat Zahra yang tidak suka jika dia di sentuh laki-laki yang bukan mahramnya.
" Maaf, aku refleks karna tadi lihat kamu mau jatuh. kamu gak kenapa-napa kan? "
Zahra menggeleng tanpa melihat Rey.
" Apa sudah selesai persiapannya? " tanya Rey lagi.
" Sudah pak hanya tinggal memasangi lampu ini dan bersih2 saja. " jawab Zahra kali ini melihat Rey.
" Ya udah sekarang kamu dan Sasa pulang saja untuk bersiap,biar ini nanti di lanjutkan sama OB aja. Ingat jam setengah tujuh harus da sampai sini. "
" Baik pak." Zahra berjalan mencari Sasa, mereka akan pulang bersama ke rumah sasa yang cuma berjarak 10 menit dari Hotel.
__ADS_1
..............
Zahra dan Sasa telah selesai bersiap mereka baru saja akan keluar rumah tetapi ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Sasa.
ceklek.
Sasa membuka pintu. Ternyata seorang gojek.
" Ada pa pak? " tanya Sasa karena merasa tak memesan gojek atau gofood.
" Ini mbak saya mau berikan ini untuk mbak Zahra dari bapak Rey. " Abang gojek memberikan sebuah paperbag pada Sasa.
" Oh, makasih ya pak. "
" Iya mbak, permisi.
Sasa menutup pintu kembali dan menghampiri Zahra.
" Ini Ra, untuk mu dari pak Rey. " Sasa memberikan paperbag kepada Zahra.
" Apa ini? " Ucap Zahra membuka isi paperbag.
Betapa terkejut nya Zahra melihat sebuah gamis pesta berwarna dusty pink. Di dalamnya ada sebuah kertas kecil dengan tulisan " kenakan untuk malam ini ke party,(Rey) ".
" Wah cantik banget Ra, pasti mahal, udah cepatan lo ganti sana!"
" Mana mungkin aku pakai ini Sa, lo gak lihat apa warnanya? bukankah party ini temanya nuansa gelap, pasti para tamu akan memakai baju warna gelap bukan seperti ini. aku gak mau ah, yuk kita pergi saja lagian kita da siap kan. " Ajak Zahra yang mengenakan baju warna hitam sama dengan Sasa.
" Tapi Ra, lo tahu kan pak Rey gimana, jika dia lihat kamu gak pakai gaun pemberiannya dia pasti akan sangat marah. "
" Bodo amat "
" Ayolah Ra, cepetan ganti sana nanti kita telat ni, aku gak mau ya ikutan dimarahi gara-gara kamu." Sasa memanyunkan bibirnya.
Karna melihat Sasa yang manyun akhirnya Zahra setuju, ia pun kembali ke kamar untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang di berikan Rey.
__ADS_1
kini mereka berangkat dengan menggunakan mobil baru Sasa, Sasa gak mau make up nya luntur berantakan kena debu kalau harus naik motor maticnya.
Jeny melihat sasa dan Zahra yang baru saja keluar dari rumah naik kedalam mobil. ia tersenyum puas karena melihat Zahra menggunakan baju yang diantar gojek yang sebenarnya adalah suruhan dia dan Lani.