Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan
Part 89. Sekamar Berdua. (1)


__ADS_3

Di dalam rumah Rey dan Zahra dibawa ke sebuah kamar tamu yang di dalamnya ada kamar mandi.


" Ini kamar kalian sebentar ya saya akan mengambilkan baju ganti untuk kalian berdua."


Wanita bertubuh mungil itu keluar dari kamar tamu, sedangkan suaminya masih di kamar bersama Rey dan Zahra.


" Ohya kita belum berkenalan kan,Saya Akram, dan yang tadi istri saya Shoviah, " Akram mengulurkan tangannya.


" Saya Rey, dan ini Zahra." Rey menjabat tangan Akram.


" Saya rasa saya lebih tua dari awak. Bolehlah panggil saya abang." Akram tersenyum. " kalian dari mana." tanyanya lagi.


" Indonesia."


" Oh senang kat indonesia, bila masa bolehlah main sana kan?" ucap Akram.


" Tentu." Jawab Rey.


Istri Akram Soviah datang membawa baju ganti di dalam sebuah keranjang kecil." Ini kalian pakailah, Nanti baju kalian akan saya keringkan biar besok pagi sudah bisa di pakai." Sovia memberikan keranjang kecil yang berisi pakaian pada Zahra dan Rey.


" Ra, kamu ganti baju deluan aja." Titah Rey yang melihat Zahra sudah sangat kedinginan.


Zahra mengangguk.


" Oh ya, saya belum berkenalan dengan istrimu, bisakah kalau kamu aja yang terlebih dulu mengganti pakaian." Ucap shoviah.


Zahra memberi kode agar Rey menyetujuinya.


" Baiklah." angguk Rey masuk ke kamar mandi mengganti pakaian.


" saya Sovia, kamu bisa panggil saya kak Sofi." kata Soviah mengulurkan tangannya.


" Zahra." Sambut Zahra tersenyum.


" Nama yang cantik sama seperti orangnya, pasti suamimu sangat menyayangi mu yakan Zahra, kalian udah berapa lama menikah" Tanya Sofi.


" Dua bulan." Jawab Zahra.


" Dua bulan, berarti kalian pengantin baru dong." Kata Sofi lagi tersenyum sumringah.


Zahra hanya tersenyum sipu.


" Baiklah Zahra, kakak akan buatkan kalian teh. Agar tubuh kalian hangat." Soviah memberikan kode kedipan mata pada suaminya. Mereka berdua berjalan keluar kamar.


Tak lama Rey sudah berganti pakaian. Keluar dari kamar mandi dengan celana pendek di bawah lutut dan baju tanpa lengan. Rey melihat kesekeliling kamar.


" Mereka kemana Ra?" tanya Rey yang tak melihat Akram dan Sovia.


" Keluar, katanya mau buat teh." Zahra pun gantian masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya yang basah.


Saat Zahra baru masuk kamar mandi, Akram dan soviah pun datang kembali dengan membawa dua gelas teh hangat.


Soviah meletakkan di atas meja. " Ini minuman untuk kalian, pakaian kamu mana biar saya keringkan?" kata soviah.


" Di kamar mandi, Saya lupa membawanya keluar."


" Zahra mana?" tanya Soviah lagi.


" Ganti pakaian di dalam." Rey menunjuk kamar mandi.

__ADS_1


" Baiklah biar saya aja yang ambil sama Zahra." Soviah mengetuk pintu kamar mandi


" Zahra bisa kamu keluarkan pakaian kamu dan suamimu biar kakak keringkan. Ucap Soviah dari depan pintu.


Zahra membuka pintu kamar mandi sedikit hanya terlihat kepalanya saja yang di tutupi handuk.


" Kak Sofi bisakah saya pinjam piyama kakak saja." Bisik Zahra.


" Loh emangnya kenapa, bukannya kakak udah kasih kamu pakaian ganti."


Zahra tersenyum kecut. " pakaian ini terlalu sexi kak." Jawab Zahra.


Sofi tertawa kecil. " Zahra kakak rasa itu baju terbaik untuk mu malam ini, di luar hujannya sangat deras, sepertinya suamimu kedinginan tu." Sofi tersenyum lagi pada Zahra. " Cepat berikan pakaian basah kalian.


" Tapi kak, aku gak terbiasa pakai baju seprti ini."


" Kamu malu?"


Zahra engangguk pelan.


" Sama suami sendiri juga, kenapa mesti malu, lagian dia kan juga udah biasa lihat.....," Sofi berfikir sejenak tak melanjutkan ucapannya. " Atau jangan- jangan kalian berbohong kalau kalian suami istri." Tanya Soviah tiba- tiba curiga.


" Bukan begitu kak,"


" Ya udah kalau memang bukan begitu,cepat kemarikan pakaian kalian?" pinta Sofi.


Dengan berat hati Zahra memberikan keranjang yang berisi pakaian basah miliknya dan Rey pada Sofi. Sovi berjalan mendekati suaminya yang sedang ngobrol dengan Rey.


" Ayuk pa, " Ajak Soviah keluar.


Akram mengangguk melihat Istrinya berjalan terlebih dahulu meninggalkan kamar tamu.


" Rey kamu jangan lupa minuman mu yang ini ya, jangan salah.?" Akram menunjuk pada satu gelas yang dimaksudkannya khusus untuk Rey. " Udaranya sangat dingin, moga malam ini menjadi malam yang menyenangkan." Akram menepuk bahu Rey,


" Jangan lupa kunci pintu nya Rey." Akram tersenyum penuh makna lalu menutup pintu kamar.


Rey melihat ke kamar mandi. " Lama sekali Zahra di dalam." Batin Rey.


Rey berjalan menuju kamar mandi dan mengetuk pintu.


Tok...tok...tok ...


" Ra, kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Rey sedikit khawatir karena Zahra belumjuga keluar.


" E...enggak papa kok pak, aku gak kenapa-napa." jawab Zahra dengan suara kuat.


" Kok lama banget di dalam?" "sambung Rey.


" Pak Rey tidur aja duluan, aku masih betah di sini." Zahra memejamkan matanya." ups ngomong apa sih aku ni masa di kanar mandi betah." Batin Zahra.


" Aneh kok dia betah sih di kamar mandi." gumam Rey pelan.


" Ya udah kalau gitu aku tidur duluan nanti jangan lupa kamu minum teh nya di atas meja."


" Iya, pak, lampunya matikan aja ya Pak." teriak Zahra lagi dari dalam kamar mandi.


" Kenapa dimatikan gelap dong," sahut Rey.


" Maksudnya ganti sama lampu tidur aja pak."

__ADS_1


" Oh, Gitu, ok." Rey menuju meja tempat teh yang tadi di berikan Soviah, Rey pun mengambil salah satu cangkir teh dan meminumnya sampai habis. Rey mematikan lampu kemudian naik keatas ranjang untuk beristirahat.


" Bagaimana aku mau keluar jika pakaian ku seperti ini, aku harus tunggu pak Rey tidur dulu baru bisa keluar dari sini." gumam Zahra.


hampir 10 menit berlalu, Zahra mencoba mengecek Rey sudah tidur apa belum.


" Pak Rey." panggil Zahra kuat masih dari dalam kamar mandi.


" Ya Ra, " jawab Rey cepat takut Zahra kenapa-napa.


" Oh gak papa, Pak, bapak tidur aja duluan." Jawab Zahra.


Rey semakin bingung dengan ulah Zahra kenapa dia belum juga keluar, tadi manggil eh malah nyuruh tidur. " Sepertinya ada yang gak beresni." Batin Rey penasaran.


Zahra di dalam kamar mandi sudah mulai gelisah kakinya sudah keram karena terlalu lama berdiri, Zahra menunggu 10 menit lagi berharap Rey tertidur.


Malam semakin larut dan Suasana semakin sepi, Zahra kembali memanggil Rey.


" Pak Rey." Panggil Zahra tetapi tidak ada jawaban.


" Pak Rey, " kembali ucap Zahra tetapi tetap tak ada jawaban.?


" Pak Rey apa bapak sudah tidur?" tanya Zahra memastikan


Tak ada sahutan dari Rey.


" Sepertinya pak Rey sudah tidur,


sudah aman untuk keluar." gumam Zahra.


kreeeeek.......


Zahra membuka pintu dengan perlahan dan berjalan pelan-pelan, Zahra mengintip ke tempat tidur, dia meelihat Rey sudah dalam posisi berbaring dengan mata terpejam.


" Aman, akhirnya Pak Rey tidur juga." ucap Zahra pelan tapi masih bisa terdengar oleh Rey. Zahra berjalan pelan menuju meja untuk meminum teh yang sudah di buat soviah, terlalu lama berdiri membuatnya menjadi haus, ingin segera minum.


Rey yang pura-pura tidur membuka matanya sedikit melihat apa yang dilakukan Zahra.


Betapa tekejutnya Rey melihat Zahra yang memakai lingeri hitam yang sangat sexi di atas lutut. Rey menelan salivanya. Biar bagaimanapun Rey adalah lelaki normal yang pasti akan terespon bila melihat wanita sexi di depannya apa lagi wanita itu adalah wanita yang ia cintai yang selama ini hanya bagian wajah dan pergelangan tangan saja yang terlihat. Meski rambut Zahra masi tertutupi dengan handuk yang di jadikan jilbab tapi tetap saja Zahra masih terlihat sangat sexi.


" Pantas saja Zahra menungu ku tidur duluan baru dia keluar, ternyata ini sebabnya," batin Rey tersenyum sipu.


Zahra duduk dan meminum teh yang tertinggal satu gelas saja. Zahra langsung menghabiskannya. " Rasanya kok aneh." cicit Zahra lagi.


Zahra duduk sebentar memijat- mijat kakinya yang keram merasa sudah cukup Zahra pun berdiri.


Ketika berdiri, Zahra merasa kepalanya sedikit pusing seperti berputar-putar, dan pikirannya seperti melayang mau terbang.


Rey melihat Zahra mengerjap- ngerjapkan matanya, dia pun tersenyum manis, tubuhnya sedikit oleng kekanan dan kekiri, persis seperti orang yang sedang mabuk minuman.


Bersambung...........


 


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


 


kita lanjut besok lagi ya Readers...😆😆

__ADS_1


Buat semua yang udah baca author rasa kalian gak bakal rugi kan jika memencet like, itu juga gak bakal buat kalian capek kan? atau rugi. Author gak memaksa kalian untuk menyukai karya Author, tapi Author berharap kalian bisa menghargai usaha orang lain di saat kalian masih terus membaca karyanya, Readers bacanya gratis tak dikutip biaya kan.yang penting ada paket data aja cukup. Author gak nyangka sampai semalam cerita ini sudah terbaca hampir seribu limaratus, like yang kalian berikan berpengaruh buat rating karya Author agar bisa semakin banyak yang baca.


Author juga ucapkan Terimakasih buat yang udah dukung Author,dan terimakasih banyak buat yang udah slalu kasih votenya yang banyak. semoga kita sehat selalu sehat.🙏🙏🙏😄😄


__ADS_2